
"Udah ada rencana mau kuliah di mana "tanya Ali,yang di jawab gelengan oleh Fathar.
"gila masak Lo gak ada niat mau lanjut kemana , jangan bilang Lo kendala biaya meski aku belum tau keluarga mu aku yakin Lo bukan dari kalangan biasa"
"Sok tahu kamu, rencana lanjut ada cuma belum kepikiran mau kemana "
"Aku tau lah,harga kendaraan yang kau pakai itu di atas ku dikit gak mungkin jika keluarga Lo mampu beli kendaraan kaya gitu tapi tidak bisa biayai anaknya lanjut terlebih setahun kenal lo otak Lo encer juga " Fathar tidak menanggapi ocehan Ali tapi sibuk merhatiin seisi kantin.Emang sih harga kendaraan Fathar ga kaleng kaleng kado ulang tahun ke 17 dari kakeknya Kawasaki Ninja ZX 25 R yang harganya berkisar 105 JT keatas sedang kendaraan Ali Honda CBR 250RR berkisar 65 JT.
"nyari siapa sih Lo, dari tadi gw perhatiin kaya lagi nyari seseorang, gebetan loo"
"Hah gebetan maksudnya "
"Ayumi Jepang KW hahaha " tawa Ali membuat Fathar sedar bercandanya dengan sang adik hampir setahun lalu masih menjadi bahan bercandaan sampai sekarang.
"Aku tidak ada rasa yang kau maksud sama dia "
"Semua orang tau Lo suka godain Ayumi meski tu cewek galak sama lo,"
" gw godain dia kapan perasaan gak pernah deh"
"Halah gak usah ngelak gw tau setiap lo lewat depan kelasnya lo pasti ngintip dia dan saat jam istirahat Lo juga nyari dia Mesk lo nggak bilang tapi bahasa tubuh dan isyarat matamu mengatakan demikian " Ya Tuhan mereka salah mengartikan ternyata selama ini.
"Febi ngejar ngejar loo sejak Lo jadi anak baru tapi gak pernah Lo lirik sama sekali bahkan tidak pernah Lo ajak ngobrol selain bahas pelajaran dan urusan sekolah, sedang Ayumi setiap kalian bertemu pasti kalau gak mulut ya mata kalian saling memberi isyarat meskipun kadang aku gak tau isyarat apa itu "
"gw kasih tau Ayumi itu saudara gw"
"emang wajah kalian ada miripnya tapi nggak bakal percaya kalau Lo bilang saudara, kalau saudara dari nabi Adam ya gw percaya , hahaha " Fathar hanya bisa menghela nafas dengan ketidakpercayaan sahabatnya sebangku selama setahun lebih terakhir ini.Dia sendiri maklum jika orang tidak percaya kalau Yumi adalah saudaranya interaksi mereka di sekolahan lebih kayak Tom and Jerry , begitu juga sang adik yang tidak pernah memanggilnya Mas atau kakak hanya menyebutkan nama dan terkesan cuek sama Fathar lebih seperti kepada orang lain, padahal mereka tidak tahu kalau di rumah meski kadang seperti Tom and Jerry kalau sudah manja Yumi akan sangat manja hingga membuat orang lain iri melihatnya.
"hai Fathar"sapa Febi and the genk yang terdiri dari Desti,Erni dan Febi yang mereka singkat Genk DEF.
"halo juga DEF"sapa Ali ramah,beda Fathar yang hanya melirik sekilas.
"apa kami boleh gabung duduk di sini" tanya Desti.
"boleh silakan saja tempat duduk umum ini"jawab Ali.
"gue pesenin es Boba 1 sama salad buah,ini Pake duit gw"perintah Febi sombong kepada Erni, Erni yang merasa diperintah segera mengambil uang dan berjalan memesan makanan buat Febi,membuat Fathar semakin hilang respect terhadap wanita itu.
" gue cabut duluan"
"bubur amat mau ke mana sih"
"perpustakaan ada yang aku cari"
"jangan mau PDKT sama Jepangnya Sunda"kata Ali sambil tertawa membuat Febi ditinggalkan semakin geram.
" Fathar gue deketin belum 5 menit malah pergi menjauh"
"hahaha Fathar itu anaknya susah-susah gampang elu sih sombong banyak tingkah, terlalu bossy jadi orang padahal baru jadi anak kepala sekolah"kata Ali sambil berdiri meninggalkan meja mereka.
"kok loo juga pergi mau ke mana"
"perpustakaan menyusul Fathar siapa tahu ketemu yang lebih bening daripada lu"
"sialan mereka tidak ada ceritanya si cantik Febi ditinggal harusnya aku yang meninggalkan mereka "umpat Febi marah.
" gimana kalau kita kerjain saja tuh si Jepangnya Sunda" kata Desti
"kita tantang dia makan pedas tapi makanan pedasnya kita buat beda"
"maksudnya gimana ini "
"selama ini aku perhatikan dia tidak pernah makan makanan pedas mau beli bakso ,mie ayam ,ketoprak atau apapun makanan di kantin dia selalu menghindari namanya cabe nah kita pantang dia makan pedas kamu sama dia tapi pedasnya dia kita kasih lada sama cabe Pasti tadi sakit perut dan mules"
"boleh sih tapi aku kan juga tidak suka pedas"
"kita bikin dua punyamu jangan terlalu pedas punya dia waktu dia lengah kita taburi bon cabe"
"terus siapa yang ngasih bon cabe nya " mereka berdua lantas kompak memandang ke arah Erin, Erin Si gadis miskin yang selalu menjadi kambing hitam setiap mereka berbuat kesalahan, Erin si anak pintar sekolah karena beasiswa tidak dapat melakukan apa-apa karena orang tuanya hanya satpam di situ dan ibunya hanya seorang penjual ketoprak di situ juga.
"kenapa harus aku"
"karena pertandingannya makan ketoprak dan ibumu yang jualan ketoprak di sini" ketus Desti .
"tapi tar kalau ada apa apa ibuku yang kena terus nggak boleh jualan bagaimana dengan adik adik ku"
"ibumu tidak akan apa-apa kalau tidak ketahuan, tapi kalau kau tidak menjalankannya aku akan bilang ayahku supaya beasiswa mu diputuskan " kata Febi.
"Ingat meski kita sudah lulus tapi kalau Febi bilang ke Ayahnya ijazahmu bisa tidak dikasihkan mau kamu tidak bisa nyari kerja setelah lulus sekolah, bukannya kamu mau segera lulus dan bekerja buat membantu orang tuamu membiayai adik adikmu sekolah " kata Desti , tanpa mereka ketahui satu tangan Erni mencengkram rok seragam sekolahnya dan satu tangan memegang ponsel dengan gemetar.
"baiklah tapi aku mohon jangan bilang Ayahmu Aku tidak mau ijazahku ditahan, aku harus segera lulus dan bekerja untuk membantu kedua orang tuaku " kata Erin lirih.
"tentu asal kamu menuruti semua perintahku aku juga bisa membantu mencari kerjaan buatmu setelah lulus nanti "
"tidak perlu aku bisa mencari kerja sendiri cukup jangan ditahan ijazahku"
"oke kita akan melaksanakannya besok jam istirahat kamu besok harus membantu ibumu berjualan biar rencana kita sukses " Erin tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya.
"sebaiknya sekarang kita balik ke kelas jam istirahat sebentar lagi habis" kata Feby sambil berdiri dan berjalan duluan diikuti oleh Desti dan Erin.
"Yum sepertinya kak Fathar suka padamu deh" kata Aisyah.
"iya betul aku rasa juga begitu"sambung Candra.
"nggak ada kamusnya kaya begituan tidak ada suka-suka" ketus Yumi.
"kamu tidak tahu ya setiap kali dia lewat depan kelas kita pasti dia melihat ke arah sini dan setiap kali kita ke perpustakaan atau ke kantin pasti dia juga ada kalau dia yang duluan gak masalah tapi kita yang selalu duluan di TKP" Kata Reza.
"Bahasanya TKP kaya penyidik aja" dengus Yumi.
"tuh lihat bener kan kata aku orangnya nongol" kata Aisyah sambil menujuk pintu dengan dagunya.
Awas Lo sampai rumah geram Yumi dalam hati,matanya menatap tajam ke arah sang kakak yang duduk tak jauhnya.
"balik aja yuk ke kelas " ajak Yumi pada semua temannya.
"Lo aja gw mau ngeliat neng Sisi, siapa tahu mau melirik gue"kata Reza.
"iya gue juga mau melihat neng Een siapa tahu kecantol dia sama gua"kata Candra .
"dasar cowok ya lihat cewek cantik langsung didekati "kata Aisyah sambil menggandeng lengan Yumi meninggalkan perpustakaan.