My soul mate

My soul mate
13.restu orang tua



Dasar orang kaya ga pernah mengalami kekurangan uang,hari ini acara ijab qobul dan resepsi Lily disini seminggu lagi masih pesta lagi,kira kira pesta mewah tadi habis berapa ya,tok tok suara ketokan pintu kamar mengagetkan ku


"apaan"kataku pada Bayu yang membuka pintu kamar


"kerumah Anin yuu,ibu nyuruh ngecek Anin meski semuanya di hotel kan ada papa nya takut dia kabur dari hotel dirumh sendiri"kata Bayu,tanpa banyak bicara aku langsung ambil jaket


"bawa motor"


"mobil aja,kalau motor ribet bawa dua"kata Bayu,ahkirnya pukul sepuluh malam kita berangkat kerumah Lily


"lampu nyala pasti ada orang "kata Bayu


"telpon aja bay"setelah Bayu menghubungi Anin Lima menit kemudia kebuka Anin tanpa bangun tidur,


"sendirian aja Lo ga takut ada hantu"kataku begitu duduk didalam


"setan juga takut sama dia"kata Bayu yang dihadiahi lemparan buku sama Anin


"siap siap tidur dirumah mbak aja"Anin masuk kamarnya


^^^me^^^


^^^aku aja Anin tidur kerumah ya^^^


Lily


emang Anin dimn


^^^me^^^


^^^rumah sendiri^^^


Lily


makasih sayang❤️


^^^me^^^


^^^🤮^^^


"ayok"kata Bayu,


"lapar ga gw lapar"kata bayu


"kita cari angkringan aja aku pingin minuman hangat"


"jauh amat sih bay"kataku pasalnya jauh dari rumah ini dekat asrama


"sambil memperlancar nyopir"setelah sampai dan mengambil sesuai selera masing masing kami mencari tempat duduk yang kosong


"ketemu lagi,jodoh kayanya "kata seseorang yang ga taunya duduk disampingku,sialan kenapa tadi langsung duduk tanpa melihat sekitar,ga taunya ada segerombol Raffi dan teman teman


"eh om nya dito"kata Bayu


"jangan panggil om nya dito panggil aja Raffi"kata Rafi


"ga sopan ,kalau aku panggil om Rafi gimana" tawar Bayu


"aku kan tidak menikah dengan tantemu"canda rafi


"ya udah mas Raffi gimana"kata Bayu


"boleh itu lebih enak di dengar siapa tau ke sampean jadi kakak ipar mu"kata Rafi yang langsung disoraki teman teman nya


"modus dan"


"Amin semoga ke sampean dan"


"emang mas Raffi mau mbak Ika,mbak Ika tu perawan tua,pemilih makanya ga nikah nikah"kata Bayu membuat ku melotot


"awas Lo ga dapat uang jajan sebulan"kata ku


"mau lah,mbak mu bukan pemilih,tapi menugu aku kan dia jodoh ku,doain ya mbak mu segera menerima ku"kata nya


"apan sih mau mu"kataku sewot


"mbak jangan galak galak tar jodoh nya lari Lo"kali ini gantian Anin yang menggoda ku


"ayo dah malam pulang,keburu pintu rumah dikunci bapak"kataku


"ga bakal dikunci kan ibu bapak yang nyuruh ngecek kondisi Anin "kata Bayu,membuatku hanya pasrah mendengar obrolan kaum pria sedang Anin sibuk main game ,ahkirnya ku buka ponselku juga,setelah cukup lama


"ayo balik udah malam"kata Bayu dan Anin udah berdiri


"mbak kayanya mas Rafi serius sama kamu mbak"kata Bayu Tah apa yang Rafi bicarakan sampai Bayu ikut mempromosikan


"ya wajar tadi waktu mbak nyuruh kamu bawa periksa bapak kan ada dia"kataku aku tidak mau baper,Raffi cowok dengan body atletis,tampan meski kulitnya agak gelap sepertinya serin kena panas matahari


"ga tau aja feeling ku dia serius sama mbak kita lihat aja bener gak dia jodoh mbak"kata Rafi aku cuma mendengus gak kerasa sampai dirumah,karena sudah malam kami masuk kamar masing masing,Anin tidur dikamar tri.


"mau kemana ndok"tanya bapak yang lagi berjemur


"mau nganter Anin pulang"kataku sambil mendekat kearah bapak


"kapan Yo ndok kamu nyusul teman teman mu"kata bapak,apa bapak selama ini juga menginginkan aku segera berumah tangga


"doakan saja pak anakmu ini segera menemukan jodohnya "kataku


"pasti itu nama nya orang tua pasti pingin yang terbaik buat anaknya"


"ayo aku dah siap"kata Anin yang tiba tiba nongol


"pergi dulu pak assalamualaikum "pamit kami setelah mencium tangan bapak cuma sepuluh menit kami sampai dirumah Anin nampak sebuah mobil di depan rumah Lily


"kamu dari mana semalam kita cariin Lo"kata seorang wanita sosialita


"kamu pasti Ika ya temannya Lily kenalkan aku kakak nya Angga namaku Agita"


"salam kenal Ika"


"Ika mbak pulang dulu ya"


"kenapa buru buru pulang masuk dulu"kata Lily yang tiba tiba keluar dari dalam rumah


"bantuin beres beres hari ini aku pindahan ke asrama"kata Lily aku hanya mengaguk dan ikut masuk


"aunty aku kan udah ujian tinggal nugu kabar kelulusan ,aku tinggal dirumah bapak ibu ya"kata kata anin membuat yang di dalam rumah menghentikan aktivitasnya,kecuali aku yang udah tahu dari kemarin,di dalam rumah ada Lily,Angga ,mbak Gita dan ayah kandung Anin


"ga papa di asrama dia belum punya teman,kamu kerja di rumahku ada ibu yang tiap hari dirumah,ada Bayu yang bisa jadi tukang ojek Anin"kataku


"takut merepotkan aja mbak"kata ayah Anin


"udah biasa aku merepotkan ibu dan bapak dari kelas satu sekolah dasar,lagian aku merasa nyaman disana dari pada di asrama"kata Anin lirih di ahkir kalimat


"ya udah ga papa tapi kamu juga harus nginep di rumah aunty saat aunty libur,kasihan aunty mu ga da temenya"kata Angga sempat ada tatapan tidak terma dari kakaknya dan Lily tapi melihat binar kebahagian membuat mereka mengurung kan niatnya,hingga unimog TNI berhenti di depan rumah dan enam keluar,ahkirnya semua barang yang dirumah Lily diangkut menggunakan Unimog TNI tersebut,kecuali baju,buku punya Ani setelah Unimog pergi Rafi datang dengan montor sport nya


"telat Lo,lainya udah pergi Lo baru datang "kata Angga


"sengaja lagian udah ada enam oran ini"kata Raffi


"ini kenapa ditinggal emang ga muat"kata Raffi


"ini punya Anin,Anin sementara tinggal dirumah Ika"kata Angga


"mau dibawa Pake apa,"tanya Raffi


"gampang tar nain motor dua kali balik kalau ga tar Bayu suru kesini"kata Angga


"gw anter aja gimana "kata Rafi modus loo


"ayo kita anter Anin kerumah Ika"kata Lily ahkirnya barang Anin sebagian dibawa mobil sebagia di naikan motor ku dan motor Raffi dengan Anin duduk jadi penumpang di belakangnya


"pa Bu Anin mau tinggal disini"kata Lily menghampiri ibu


"Alhamdulillah ibu ada teman"kata ibu setelah perkenalan antara semua keluarga Lily juga tamu tak diundang Raffi dan setelah satu jam semua pamit pulang kecuali Raffi


"karena Lo ga pulang sekaran bantuin bawa barang anin ke kamar atas"kataku


"Ika nak Raffi ini tamu ko disuruh to"Kata bapak


"ga papa pak saya seneng ko membantu"kata Rafi,barang tri disimpan dalam lemari tri dan sementara baju Anin di taruh di lemari plastik yang baru yang dibeli begitu keluarga Lily pulang,setelah semua beres ibu ngajak Raffi makan siang bersama


"Rafi dah punya calon "kata ibu setelah Rafi pamit pulang


"ga tau "kata ku


"ibu suka,semoga jadi jodohmu ya ndok"kata kata ibu membuatku melotot dan Anin ketawa ngakak


"emang om Rafi suka sama mbak Ika ,tapi mbak Ika jual mahal Bu"kata Anin,ibu menoleh kearahku


"bukan gitu Bu,dia anak orang kaya"


"masak tapi ko bias cara bicaranya kaya kita"


"Bu,ibu tau montor yang dipake Rafi harganya hampi sama kay mobil punya bapak,jam tangan Raffi harganya sama kaya motorku dan montor bapak di jadikan satu sepatu baju topi itu semua yang dipake tadi kalau di total harganya satu bulan gaji aku Bu"kataku membuat ibu membuka mulutnya lebar


"udah Bu,doakan anaknya dapat jodoh dunia akhirat sayang sama anak kita dan keluarganya juga sayang dan betina anak kita"kata bapak men jeda kalimatnya"dan yang penting lagi seiman dan masih Single"kata bapak yang langsung di Aminin Anin dan ibu cukup keras,aku cukup dalam hati saja,