
Tok thok "mbak aku masuk "
"ada apa"
"bagi duit "kata Bayu sambil menyembulkan kepalanya.
"buat apa"
"nongkrong "
"kamu nge-band bukanya juga dapat duit kenapa masih mintak"
"nge-band juga Sabtu Minggu doang mbak uang nya juga buat jajan Senin Selasa habis".
"kamu main band dapat berapa Sekali manggung dua jam kami dapat lima puluh ribu".
"berati lima puluh ribu sehari kamu'
"iya"
"mulai Senin sampai Jumat dari pulang sekolah sampai jam lima sore kerja di pabrik aku kasih seminggu tiga ratus mau"
"aku ga bisa nongkrong dong"
"bisa Sabtu Minggu,lagian bentar lagi ujian bukan belajar kaya temanmu malah nongkrong ga jelas".
"gw kerja apa "
"Lo mau apa office boy,apa tenaga kasar di pabrik tinggal pilih".
"yang sekarang jadi bos ya"
"mau gak,kalau ga mau jatah mu balik kaya biasanya sehari dua puluh ribu".
"iya deh gw mau ,teman nongkrong ku juga dah berkurang pada sibuk belajar buat ujian ".
"atau kamu juga mau belajar"
"ok gw mau"
"ini uang jajan mu hari ini"kata ku sambil menyerahkan selembar uang warna merah.
"Thank you my sister ,your are beautiful You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu
You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu"
"arek edan "
ha ha ha ha tawa Bayu sambil meninggal kamarku,waktu sekolah dasar Bayu pernah dikurung bapak buat belajar,bukan belajar malah kabur,ahkirnya bapak pasrah mau gimana pun Bayu juga anaknya mau dia tidak sepintar kakaknya Bayu tetap anaknya,ahkirnya bapak memberi kebebasan dan tidak di kekang lagi,hingga menginjak SMP ada perubahan rajin ikut ekstrakulikuler aktif kegiatan sekolah dari OSIS,seni olahraga dikuti,hasilnya beberapa kali ikut basket mewakili sekolahan,lomba debat mewakili sekolahan padahal nilai akademisnya belum bisa masuk lima besar.
"Ika "
" ya buk"kataku keluar kamar menemui ibu.
"ibu mau pergi ke rumah Bu RT mau bantu bantu buat rapat RT tar malam"
"iya"
"tadi Bayu minta duit kamu "
"iya "
"jangan dikasih ,sekarang dia ga pernah mintak uang ibuk lagi"
"dasar kamu ,ya udah ibu berangkat dulu" sejak adik kedua dan ketiga ku ikut pendidikan pengeluaran ku jadi berkurang ,meski mereka ga pernah mintak uang padaku seperti Bayu ,karena mereka mengikuti ku yang udah bisa nyari duit sambil sekolah,kalau aku sejak SMA sudah ngajar les anak tetangga dan suka dikasih uang jasa seikhlasnya,adik ke duaku Dwi mengajar bela diri,dan adik ketiga ku tri suka bantu bantu di salon ibu teman nya meski begitu setia seminggu aku selalu mengasih uang jajan mereka.
cup cup cup aku merasakan kecupan kecupan lembut di seluruh mukaku dari dahi turun ke dua kelopak mata dan kedua pipi ku berahkir kecupan bibir,seperti mimpi tapi aku menikmatinya hingga dari kecupan di bibir berubah menjadi ******* dan hisapan yang ringan mengisap bibir bawahku bergantian dengan bibir atasku,ciuman yang memabukkan apa ini efek bacaan ku sebelum tidur tadi,hingga ciuman itu turun diarea leher dan tulang selangka ku ,sekita membuatku merinding dan seluruh rambut halus ikut berdiri,seketika mbuat kesadaran ku kembali dan membuka mataku.
"Raffi "kaget ku mendapati nya yang sudah di atas ku dengan kedua tangan buat tumpuan yang berada di sisi kanan dan kiri ku dengan posisi badan sedikit serong karena posisi kaki yang menjulang di lantai.
"kamu dah pulang ,bukan seharusnya masih seming...."sebua kecupan dan ******* singkat memotong ucapanku.
"datang datang Langsur nyosor " kataku sambil mendorong badanya menjauh dan bangun menyandarkan badan ke diding kamar
"panggil mas Raffi ,siapa suruh ga Pake mas hm hm"katanya sambil me mencet hidungku yang ku balas dengan dengusan kesel.
"aku dari awal emang bilang tanggal segitu sebagai buat kamu kejutan"katanya sambil melepas baju PDH dan mengganti kaos rumahan biasa,terlihat kulitnya tampak lebih gelap dari sebelumnya.
"mas mau makan atau istirahat "tanyaku yang dibalas dengan menyusul ku naik keatas tempat tidur setelah mengganti celana.
"sebenarnya dari kemari mas dah pegang ponsel tapi mas menahan diri untuk tidak menghubungi karena ingin memberi kejutan,mas menghubungi Bayu menanyakan kegiatan mu hari ini dan ibu bapak"
"jangan Bayu pergi juga karena mas"
"emang Bayu yang jemput mas,ternyata mas dapat kejutan yang menggiurkan" katanya sambil menarik turunkan alisnya dan senyum mesum seketika aku sadar penampilanku,segera ku tarik selimut menutupi badanku yang hanya menggunakan Hotpants dan atasan yang top tali spaghetti.
"kenapa ditutupi ,mas suka "katanya sambil mendekap ku dan menciumi rambut kepalaku jadinya sekarang satu selimut berdua.
"mas kapan kerja"
" tiga hari lagi mas masuk untuk mengurus berkas kepindahan mas,jadi mari manfaatkan tiga hari untuk bulan madu,mau kemana Bali,Lombok,raja Ampat".katanya sambil mendekapku dan tangan nya mengelus lembut perut rata ku yang tertutup kain membuatku merinding ditambah dengan dagunya yang berada diatas bahuku membuat nafas nya mengenai leher dan telingaku membuatku merinding apalagi nafasnya yang semakin berat membuat jantungku berdetak lebih kencang meski aku dah menyiapkan ini bahkan teori nya dah ku pelajari tapi ternyata untuk praktek masih kesusahan.
"kenapa tiga hari tidak kita habiskan kencan jalan jalan sekitar sini aja biar tidak capek ahh" kataku dengan berusaha menahan sensasi jilatan dan ciuman yang dilakukan Rafi pada leherku hingga turun ke tulang selangka menghisap sedikit kuat.
"mass"kataku sambil mencengkram selimut ku,apa hari ini akan kehilangan sesuatu yang udah aku jaga sampai usiaku tiga puluh satu .
thok thok "mbak ada yang tamu dibawah yang nyari mbak".
"mass udah ah"kata ku menghentikan Raffi yang tangganya mulai bergerak naik.
"selamat kamu dek,ganti baju mu aku mau ke kamar mandi dulu menidurkan adiku".perkataannya sontak membuatku tertawa cekikikan,lagian masih siang mau belah duren nanggung kan jadinya kataku dalam hati sebenarnya aku juga bersyukur karena jujur aku juga masih takut,setelah mengganti pakean yang sopan dan hijab aku aku bergegas turun.
"siapa "
"polisi yang mbak bilang mantan mbak dulu, kesini sama ibunya".
"mau ngapain dia".
"mana kutahu " ,setelah tiba diruang tamu ada bapak yang menemani mereka ,sepertinya bapak juga baru pulang karena masih memake sragam satpamnya.
"dudu sini ndok"kata bapak sambil menyuruh ku duduk disampingnya,setelah menyalami ke dua tamu ku.
"nak Erwin dan ibunya kesini mau memintak maaf padamu,bapak ga tau salah mereka apa tapi bapak mau mengingatkan dibutuhkan kekuatan dan keberanian seseorang untuk mengatakan maaf dan orang yang memaafkan adalah orang yang lebih kuat" kata bapak sebelum berjalan masuk meninggalkanku,ku lirik Raffi yang udah turun dan ikut duduk di samping Bayu,aku yakin tujuannya juga menguping kaya Bayu.
"Ika,hari ini aku dan ibu datang kesini mau mintak maaf atas ucapan ibu beberapa tahun silam".
"iya nak Ika ibu mau mintak maaf ,dulu ibu memisahkan Ika dan Erwin dan memaksa Erwin menikah dengan anak teman ibu tapi malah mengecewakan,mungkin itu karena karma ibu menyakitka hati mu dengan kata kata kasat ibu dulu".
"saya dah melupakan dan memaafkan kan ibu dah lama ,karena buat saya memaafkan bukanlah melupakan. Itu melepaskan rasa sakit buat diri saya sendiri".
"apa nak Ika udah ada pasangan"
"allhamdullilah udah Bu"
"oo,ya udah kalau gitu,ibu pamit makasih dah memaafkan ibu".
"mantan yang ke berapa"kata Raffi menghampiriku yang masih diteras depan sehabis mengantar tamu ku pulang.
"tar malam aku cerita,aku mau beberes udah sore ".