
" Di sini tempat pertemuan yang dia bilang ?" tanyaku saat Fathar menghentikan mobilnya di sebuah hotel bintang 3.
" Iya lihat ini sesuai pesan yang dia kirim " ucap Fathar sambil menunjukan ponselnya padaku.
"Ko aneh ya filling ku tak enak, sebaiknya kamu masuk duluan aku menyusul " ucapku yang di setujui Fathar. Setelah 5 menit Fathar keluar dari mobil aku juga mengikutinya keluar dari mobil dan berjalan mengikuti dengan jarak yang lumayan jauh , saat aku kehilangan jejak aku buka ponsel untuk mencari keberadaan nya. Ternyata mereka bertemu di area restoran yang ada di hotel tersebut, setelah aku menemukan keberadaannya aku duduk tepat di belakang Zahra.
" Aku tidak ingin berbasa-basi cepat katakan mengapa kau mengajak aku bertemu di sini" ucap Fathar.
" Aku kira kamu selama ini pindah tugas tidak tahunya kamu menjadi mata-mata" ucap Zahra.
" Aku tidak menjadi mata-mata hanya membantu mencari bukti kejahatan para penyelundup senjata ilegal dan narkoba melalui jalur udara, karena sebagai tentara angkatan Udara aku berkewajiban menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara " ucap Fathar tenang.
" Selamat atas keberhasilan mu mendapatkan bukti kamu bisa naik pangkat lebih cepat" ucap Zahra.
" Terima kasih,tapi itu bukan hanya keberhasilan ku sendiri kami bekerja sama dengan beberapa pihak kekompakan dan rasa setia kawan tim yang solid ".
" kalau begitu aku bisa minta tolong padamu menghapus nama sepupuku dari sana" ucap Zahra membuat Fathar mengakat alisnya karena terkejut dengan apa yang dia dengar.
" Sepupu mu dari Instansi apa" tanya Fathar tenang. Berbeda dengan 2 wanita yang mendengar yang duduknya saling membelakangi, yang duduk di depan Fathar nampak senang mendengar respon Fathar berbeda dengan yang duduk di belakang wanita itu tampak rasa kecewa.
" perwira polisi dengan pangkat Inspektur Polisi Satu (IPTU) Riko Tantowi " ucap Zahra dengan muka bahagia.
" Terima kasih atas informasinya, karena sebenarnya ada dua calon tersangka tetapi aku belum bisa memastikan mana orangnya dengan kau bicara demikian aku menemukan siapa tersangka baru" ucap Fathar sambil tersenyum tipis.
" Kau menjebakku" umpat Zahra.
" Aku tidak menjebak mu Aku hanya bertanya dan kau menjawab dengan senang hati".
"Aku akan memberikan apapun yang kau mau bahkan uang ataupun kesucian dari tubuhku " ucap Zahra sendu.
" kenapa kok mesti mengorbankan hal berharga demi sepupumu".
" karena hanya dia yang sayang padaku sejak aku masih kecil melebihi kedua orang tuaku yang sibuk bekerja semua".
"Tetapi tidak dengan menyerahkan kesucianmu dan membiarkan kejahatan berkeliaran di mana-mana ,bisa saja dia mengulangi kejahatan yang sama jika dia tidak menerima hukuman yang layak".
" Aku tidak peduli haha aku juga sudah memprediksi kamu bakal menolak permintaanku, karena ini sudah 25 menit dari kamu meminum minumanmu maka kita akan melihat reaksi tubuhmu dalam 5 menit kedepan " ucap Zahra dengan senyuman devil nya.
" Apa yang kau maksudkan dalam minumanku?"tanya Fathar dengan menahan amarahnya.
" Hanya obat perangsang dalam dosis tinggi itu akan menyiksamu dan hanya aku yang bisa menolong maka mari kita hancur bersama-sama kamu,aku dan sepupuku" ucap Zahra dengan disertai tawa kecil.
"Sialan dasar wanita Gila hancur saja sendiri" ucap Fathar yang tiba-tiba tanpa belas kasihan mencekam pipi Zahra dan memasukkan air minum sisa miliknya.
" Sekarang nikmati obat mu sendiri," ucap Fathar setelah memastikan Zahra meminum habis sisa minumannya.
"Uhuk huk " suara Zahra yang terbatuk-batuk karena dipaksa Fathar meminum air bekas minumannya.
" Aku tidak menyangka kau begitu tega padaku" ucap Zahra sambil mengatur nafasnya.
" Aku bisa bersikap lebih kejam daripada yang kau bayangkan" ucap Fathar sambil menarik Feby yang duduk di belakang Zahra hingga berdiri di sampingnya dan segera merengkuh pinggang istrinya.
" Siapa wanita ini Jangan gila kamu " ucap Zahra.
" Siapa wanita ini bukan urusanmu" ucap Fathar sambil pergi membawa istrinya ke resepsionis untuk membooking kamar kamar suite buat mereka.
" Banyak sekali keringat yang keluar dari tubuhmu" ucap Feby sambil mendekat untuk membersihkan keringat yang keluar dari dahi suaminya.
" Jangan kau mendekat jika kau menyentuhku bisa bahaya di sini" ucap Fathar sambil melirik bagian bawah yang sudah mulai berdiri terlihat jelas dari celana yang di gunakan Fathar.
" Efeknya ternyata dahsyat juga ya seperti di novel-novel " ucap Feby sambil terkekeh kecil .
Ucap Fathar langsung membuat Feby merinding bulu kuduknya,benar saja begitu pintu hotel terbuka Fathar dengan cepat langsung menutup dan mengunci pintu kembali setelah dia masuk ke dalam kamar.
Tanpa memberi kesempatan buat Feby untuk mendapatkan sepatu atau jilbab yang digunakan,Fathar langsung ******* bibir istrinya dengan kasar dan penuh tuntutan Feby yang mengetahui kondisi Fathar hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya.
"Maaf aku terlalu kasar" ucap Fathar sambil mencium istrinya.
" Hmm"
" Mau aku gedong ke kamar mandi" ucap Fathar, dia tahu istrinya itu selalu membersihkan badannya dengan langsung mandi besar. Setelah Feby mandi besar Fathar membantu istrinya untuk mengeringkan rambut.
Ting tong suara bunyi bel membuat Feby dan Fathar bingung.
" Kamu pakai dulu jilbab dan niqab mu aku akan melihat siapa yang memencet bell sungguh mencurigakan "ucap Fathar sambil berjalan ke arah pintu.
Fathar sangat terkejut saat membuka pintu nampak Zahra dengan 2 PM (POLISI MILTER) dan satu pegawai hotel dan satu wartawan.
" Lelaki ini seorang anggota yang masih aktif saya melihat dia masuk dengan seorang wanita yang bukan istrinya" ucap Zahra percaya diri dengan wajah penuh kemenangan.
" Saya memang salah satu anggota TNI AU yang masih aktif, apa salahnya " jawab Fathar tenang.
" Itu melanggar kedisiplinan pasti anda telah berbuat zina" ucap Zahra.
" Kamu pasti wartawan gadungan yang disewa wanita ini bukan,rekam apa yang terjadi karena aku akan ku gunakan untuk menuntut balik kalian" ucap Fathar dengan nada datar.
"Ayo Pak masuk aja kita periksa pasti selingkuhannya masih di dalam " ucap Zahra sambil nyelonong masuk dengan 2 PM.
" Rekam apa yang kamu lihat dan kamu dengar pakai ponsel kamu bisa mendapatkan uang yang cukup banyak" ucap Fathar pada pegawai hotel sebelum mengikuti Zahra masuk.
" Ini selingkuhannya " tunjuk Zahra pada Feby.
" Sekali aku tegaskan jika tuduhan mu tidak benar maka aku akan menuntut balik kepadamu atas pencemaran nama baik dan tindakan tidak menyenangkan kepada atasan mu" ucap Fathar.
"Dan ku pastikan aku benar karena istrimu yang aku kenal tidak memakai hijab" ucap Zahra.
" Dek sini keluarkan bukti kalau kita suami istri yang sah menurut agama dan negara" ucap Fathar,Feby segera bangun mengambil tasnya dan mengeluarkan kartu identitasnya beserta buku nikah dan keanggotaan PIA Ardhya Garini. Sejak mobil masuk di hotel Feby dan Fathar sudah merasa aneh makanya dia mengabil foto copy buku nikahnya kartu keanggotaan PIA Ardhya Garini dan memasukkan ke dalam tasnya.
" Bisa mereka bohong karena wanita ini menutupi wajahnya" Ucap Zahra sambil menunjuk Feby.
Fathar membuka niqab yang menutupi wajahnya, seketika membuat Zahra kaget dan lemas.
" Percaya sekarang kalau dia istri saya dan sekarang bahwa wanita ini saya menuntut nya atas tindakan tidak terpuji kepada atasannya dan saya mau di proses secara hukum" ucap Fathar .
" Mas kira-kira Zahra terkena hukuman apa?" tanya Feby saat mereka berada di dalam perjalanan pulang.
"Bisa berupa penahanan disiplin ringan paling lama 14 (empat belas) hari atau penahanan disiplin berat paling lama 21 (dua puluh satu) hari. Bisa juga penurunan pangkat.
" Terus sepupu Zahra gimana?"
"Sudah di tangkap polisi".
" Sebenarnya aku pernah merekam obrolan Zahra dan seorang laki-laki waktu di rumah sakit sebentar aku Carikan. Setelah mengotak-atik ponselnya hingga sampai di rumah file rekaman yang dicari belum juga ketemu.
" Udah nanti dicari lagi Sekarang sudah sampai rumah ayo keluar Diva pasti sudah menunggu kita" ucap Fathar menghentikan Feby yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Bentar-bentar ini kayanya " ucap Feby sambil memutar rekaman suara.
Terdengar jelas isi percakapan antara Zahra dengan lelaki.
" Terima kasih ponsel mu mas bawa dulu".