
" mbak ikut ke Jakarta ya ulang tahun dino yang ke dua"
" Dito juga ikut"
" gak mau dia,aku sih ga mau maksa aku takut ga nyaman disana"
"tar aku ijin bapak ibu dulu ya"
"Di ijini lah,masak silaturahmi ke mertua ko ga di ijin" iya sih,udah dua bulan aku nikah tapi belum sama sekali silahturahmi ke orang tua raffi.
"ok,kapan kita berangkat"
"Sabtu naik pesawat sore" aku hanya mengagukan kepala tanda setuju.
"papa mama suka apa,maksudku oleh oleh dari sini gitu"
"ga usah bawa apa apa "
"tar aku nginep di rumah mbak Arin aja kali ya"
"di rumah mama papa dikamar suami mu lah"
"tapi aku masih canggung apalagi ga ada raffi "
"justru kamu belajar akrab tar saat Raffi selesai pelatihan kamu punya misi memperbaiki hubunga Raffi dengan orang tua kami,meski hubunganku juga ga bisa di bilang baik sih" katanya sambil menggaruk kepalanya yang aku jamin itu tidak gatal sama sekali.Setelah bercerita dengan ibu,ahkirnya ibu mengasih menyarankan ku untuk ikut Radit biar bisa mengenal lebih dekat dengan orang tuanya Raffi dan hari keberangkatan ke Jakarta sesuai jadwal yang ditetapkan Radit.
"selamat datang di kediaman Raksa,masuk mbak"
"assalualaikum ma,pa"sapaku tidak lupa mencium punggung tangan mereka.
"walaikumsalam masuk sini,pasti capek pulang kerja langsung kesini'
"enggak ko ma,di pesawat kan cuma duduk hehe"jawabku dengan senyum canggung.
"istirahat dulu di kamar Raffi tar malam kita makan malam sekalian ngobrol"
"baik,ma"
"bibi anter ke kamar Raffi ya"
"mari non,bibi bawakan tasnya"
"makasih Bi,ga perlu ringan ko,nama saya Ika bibi panggil saya Ika saja"
"ga sopan non,silahkan masuk non sini kamarnya den Raffi " kamar yang luas tapi ga ada hiasan yang menempel di dinding satupun foto pun juga tak ada di kamar ini,wao kamar mandinya kaya yang di novel novel hanya satu kata mewah.
"makan yang banyak "makasih ma,setelah setelah sempat istirahat dan tidur dikamar mas Raffi kami makan malam bersama kedua orang tua Raffi dan juga Radit.
"kata nya Raffi ga bisa komunikasi sama dunia luar ya"
" iya pa,tuju bulan hanya fokus latihan"
"kenapa dulu mau nikah sama tentara "
"karena mas Rafi menawarkan kepastian disaat yang lain hanya berani mengajak pacaran, tapi mas Raffi mengajak untuk serius "
"kamu tahu Raffi anak yang punya pabrik kapan"
"saat setelah ijab qobul saat itu saya baru tahu kalau mas Raffi dan Radit bersaudara"
"berati waktu kami melamar mu,kamu ga tau siapa kami"
"tidak ma,saya juga ga tau kalau mas Raffi anak mama papa ,saat itu saya hanya pasrah sama bapak ga taunya mas Raffi udah kerja sama dengan adik dan bapak saya"
"terus kamu tahu Raffi dan Radit taruhan saham buat kamu"
"saya taunya sehari mas Raffi pelatihan ma"
"terus kenapa kamu tolak"
"saya ga nolak cuma mau nugu mas Raffi selesai pelatihan "
"Raffi pelatihan masih lama ga sayang sama deviden nya"
"kalau itu keringat saya,akan saya mintak,tapi itu bukan keringat saya jadi masih bukan hak saya"
"ayo mbak keburu malam"ajak Radit ,karena ahkirnya aku menginap di rumah mbak Arin karena permintaan dini jadi Radit kebagian jadi sopir yang mengantar kan ku.
"ditutup auratnya sayang namanya ,karena rambut adalah bagian dari aurat sayang"
"gimana respon mu setelah bertemu orang tua kami dan ngobrol" .
"sejauh ini baik"
"syukur deh ,mbak memintak kamu nginep disini karena takut ga nyaman sama kedua oran tua mbak,mbak juga pernah ngerasain ketemu mertua apalagi kamu tanpa di dampingi Raffi ,pasti gak nyaman banget"
"makasih Lo mbak,aku sebenarnya ga nyaman ngikut Radit kesini,tapi kata ibu belajar mengenal mertua masak dua bulan lebih nikah sama anaknya gak pernah silahturohmi sama mertua"
"kalau mbak sendiri maklum,meski kamu dan Raffi dah saling mengenal lama,tapi ketemu orang tua mbak baru beberapa kali kan"
" tiga kali sama semalam,he he"
"apalagi itu,aku dulu aja sama papa nya anak anak sebelum nikah sering ketemu,habis nikah masih canggung"
"berapa lama pacaran mbak"
"pacaran cuma setahun,tapi sebelum pacaran kita dah kenal"
" Tante bacain aku dongeng "
"boleh ayuk,mana kamarnya " dini yang dari tadi duduk dipangkuanku mengahkiri waktu obrolanku sama mbak Arin dan karena rasa capek tak terasa aku malah ketiduran di kamar dini padahal aku dah disiapkan kamar tamu.
"maafin Tante sayang ketiduran,jadi sempit ya semalam dini bobok nya"
"dini seneng ada yang nemeni bobok,karena mama papa sama adek semua"
"eh sini sarapan dulu "
"maaf mbak semalam ketiduran di kamar dini,padahal mbak dah nyiapin kamar buatku"
"mbak maklum pasti kamu capek pulang kerja langsung kesini"
he he he
"acaranya jam berapa mbak"
"sepuluh, udah disiapin sama wo,sebenarnya".Jiwa miskin ku meronta melihat dekorasi yang indah hanya untuk ulang tahun anak berumur dua tahun,apa ini tidak berlebihan mending uangnya ditabung.
"tamu undangannya banyak mbak"
"hanya sekitar lima puluh ,cuma mengundang teman kerja dan kuliahku sama beberapa teman papanya anak anak,soalnya pas umur setahun kemarin kamu ga sempat bikin perayaan karena kebetulan dini lagi sakit".Pesta yang katanya lima puluh orang ga taunya lima puluh keluarga,satu keluarga ada yang tiga,empat lima anggotanya haduh ibu,anakmu masuk keluarga kalangan atas semoga tar kalau aku diatas kaya mereka tidak lupa melihat ke bawah.
"ini istrinya Raffi "kata seorang wanita seumuran mama masih cantik pasti perawatannya mahal banget.
"iya Tante"jawabku semanis mungkin biasa pencitraan.
"aku sisi mamanya Radit,pasti kenal Radit soalnya Radit sering ceritain kamu yang baik lah,keibuan lah,aku kira bakal nikahin kamu saking tiap hari kalau telpon yang dibahas kamu, ga taunya kamu nikah ama kakaknya yang pembangkang"hanya senyum canggung yang bisa aku tampilkan setelah memuji menjatuhkan pula
"padahal mendingan Radit jauh,kerjaan lebih bagus dari pada tentara hidup pas Pasan,Raffi kalau ga ada saham sama aja kere,disuruh kuliah keluar negri malah jadi tentara dia itu cucu laki laki pertama harusnya bisa meneruskan estafet keluarga Raksa,bukan nya malah kelayapan kehutan jadi hitam tu kulitnya"
"mama ko disini sih,ikut Radit bentar yuuk" kata Radit membawa mama pergi sekaligus minta Maaf secara isarat.Ya Tuhan begitulah orang tua selalu mengutamakan anak,meski itu anak itu bukan lahir dari rahim nya.
"hallo kenalin aku Jeny" seru cewek cantik kalau dari penampilan nya seumuran ku,tapi teringat Raffi pernah cerita tentang jeny yang seumuran Radit jadi membuatku percaya make up bisa menutupi segalanya termasuk umur.
" Ika"
"aku tahu,kemarin waktu kamu nikah hanya orang tua mas Raffi yang datang kamu tahu ga apa penyebabnya"aku hanya mengedipkan bahu,kalau dia tahu aku harusnya dia sopan samu aku ga hanya dari segi umur tapi aku menikah dengan Kakak sepupunya.
" mama ku kecewa sama orang tua mas Raffi yang merestui pernikahan kalian,padahal dari dulu kami dijodohkan,harusnya mas Raffi nikah sama aku bukan sama kamu"
"bukanya kamu dah menikah,aku denger dari Raffi udah menikah"
"aku emang di jodohkan tapi aku dah bercerai ko,karena aku hanya mencintai mas Raffi" wah bibit pelakor nih.
"tapi sayangnya mas Raffi yang kamu cintai tidak melirik mu sama sekali,buktinya dari kamu masih Single aja dia nolak kamu apalagi sekarang "
"kenapa kamu disini,tu anakmu nangis "usir Radit yang baru datang,seketika Jeny pergi dengan muka menahan emosi.
"jangan di dengerin apa yang di bilang Jeny mamanya yang besarin nya aja dah angkat tangan ngurusin dia"
"dia cuma bilang dah bercerai dari suaminya"
"belum bercerai,masih proses "