My soul mate

My soul mate
73.Ketemu



Sudah setahun tepat Raffi berada di Papua hari ini jadwal kepulangan nya dari Satgas , harusnya 2 bulan lalu Raffi pulang karena suatu hal kepulangan nya di undur 2 bulan. Kecelakaan yang kau alami dulu ternyata sudah direncanakan oleh Jenny, dia marah karena rencana tentang surat wasiatnya ketahuan sebelum dijalankan dan karena itu dia tidak mendapatkan harta sepeserpun dari papa dan Mama selaku keluarga kandung mama angkatnya , karena itu dia marah jika dia tidak mendapatkan harta sebagai kompensasi maka aku pun juga tidak boleh merasakan harta keluarga Raksa dia berencana membunuhku tapi alhamdulillah nyawaku tertolong meski putriku harus dilahirkan sebelum waktunya.


"bagaimana masih belum turun demamnya" kata dokter Danu, hari ini seharusnya aku bersama ibu-ibu Persit yang lain menjemput suaminya yang pulang dari satgas, tapi karena keadaan Yumi yang lagi demam dan terpaksa dirawat di rumah sakit jadinya aku tidak bisa mengikuti acara tersebut dan harus menjaga Yumi, karena Fathar semangat pingin menjemput papanya dengan terpaksa aku titipkan pada Ratih yang juga menjemput Riko.


"Bukannya hari ini seharusnya kamu menjemput kedatangan suamimu"


"dan meningkatkan putriku sendiri di sini"


"kan ada aku, percaya padaku aku pasti menjaganya dengan baik"


"lagian di mana kamu tahu kalau Raffi pulang hari ini"


"Aku punya kenalan tentara yang lagi satgas juga katanya hari ini dia pulang"


"ma ma ma"


"ada apa sayang mana yang sakit mau mama gendong " Yumi terbangun dan langsung menangis membuatku serba salah dalam setahun Yumi emang sering sakit tapi baru sekarang sampai harus dirawat di rumah sakit.


"Istirahatlah biar Yumi aku yang jaga pumung aku belum praktek "


"tidak terima kasih sebaiknya kamu kembali ke ruangan mu Aku tidak mau menimbulkan gosip di rumah sakit ini yang tidak tidak"


"apa maksud berkata demikian "


"apa kamu tidak tahu dari semalam Yumi masuk rumah sakit dan dirawat di sini udah beberapa kali kamu ke sini untuk melihatnya kondisinya itu melebihi jam visit dokter mu, apa kamu tidak tahu kita dijadikan bahan gosip terlebih sejak semalam suamiku tidak datang, please jangan menambah beban pikiranku" akhirnya dengan terpaksa dokter Danu keluar dari rawat inap Yumi.Kondisi Yumi kecil yang sering sakit membuatku bolak balik berobat dan akrab dengan Danu sebagai dokter anak.


"cup cup sayang ada mama di sini " akhirnya Yumi bisa tidur dengan nyenyak meski dengan sangat terpaksa aku juga harus tidur dengan posisi duduk.


Hari ini hari yang kutunggu akhirnya aku bisa pulang dan bertemu dengan keluargaku, seharusnya dua bulan yang lalu aku sudah selesai masa satgas ku tapi karena suatu hal akhirnya waktunya diundur 2 bulan jadi hari ini pas setahun kepergianku dan Aku akan melihat istri dan anak-anakku.


"pasti udah tidak sabar mau pulang ya Mayor "


"kek kamu tidak aja sih Rik kamu pasti juga kangen kan sama istri dan anakmu"


"aku beda sama mayor waktu aku pergi anakku cuma satu dan waktu aku pulang anak aku juga masih satu kalau Mayor kan waktu pergi anak yang satu waktu pulang Udah dua"kata Riko sambil ketawa.Setelah pesawat turun dan acara penyambutan telah selesai kami mencari keluarga masing-masing tapi aku tidak menemukan istriku pikiranku tambah semakin kacau mengingat setiap kali aku telepon Radit pasti meledek Yumi mencari papa baru.


"papa papa"suara bocah umur 3 tahun lebih dan mendekap kuat di kakiku membuatku menoleh ke bawah,


"Fathar Putra papa"kataku sambil menggendongnya, memeluknya menciumnya seluruh mukanya, aku menengok ke kanan dan kiri berharap menemukan istri dan anakku yang kecil ,tapi tidak ada hanya Ratih istri Riko yang sedang dipeluk Riko bersama putranya Roni.


"nyari Mbak Ika sama Yumi mayor"


"iya di mana mereka kenapa tidak kelihatan"


"sudah tiga hari Yumi demam dan dari semalam Yumi dirawat di sana"


"antarkan aku ke rumah sakit sekarang"


"sebaiknya Mayor pulang membersihkan badan habis itu baru ke rumah sakit kasihan Fathar kalau harus ikut ke rumah sakit"


"tidak apa-apa sebaiknya aku segera ke rumah sakit lihat kondisinya"


"sebaiknya kita antar Mayor ke rumah sakit baru pulang dek" akhirnya dengan diantar oleh mereka menuju rumah Sakit tempat di mana Yuni putri kecilku dirawat sesampai di sana kami langsung menuju ke rawa inap Yumi.Begitu masuk Yang kulihat adalah Ika sedang tidur dengan posisi duduk sambil menggendong bayi berusia kurang lebih 11 bulan yang di kakinya terpasang infus, tapi saat aku ingin mendekat ada sepasang tangan yang menghalangiku.


"kita bicara di luar dulu" bisiknya,Danu ia dia Danu mantan suami Ayu ada apa dia mencegah ku mendekati istriku , dengan tangan yang masih menggendong Fathar aku ikutin dia berjalan keluar diikuti juga oleh Ratih dan Riko.


"pastilah kamu tahu sendiri sudah setahun aku tidak bertemu istriku"


"semalam putri mu mulai dirawat dan dari semalam putrimu tidak bisa tidur dia terus menangis begitu juga ibunya yang terus menjaganya tidak bisa istirahat, mereka baru tidur belum ada 1 jam jika kamu mendekat , apa kamu bisa menjamin tidak membangunkan putrimu dan tentu kamu paham apa maksudku"


"terima kasih sudah mengingatkanku"


"tadi pagi mbak Ika sempat cerita katanya Yumi diambil darahnya buat dibawa ke laboratorium, apa hasilnya sudah keluar dok"


"harusnya sih udah keluar siang ini tapi saya belum tahu karena belum ada pemberitahuan"


"Fathar ikut anti Ratih sama Om Riko ya main sama Roni, papa mau ganti mama dulu kasihan Mama capek"


"iya papa sudah beberapa hari Yumi nangis terus Mama kadang-kadang ikut menangis kalau Yumi nggak bisa diam"setelah father ikut pulang bersama Riko aku kembali masuk ke dalam ruangan.


Ya Tuhan baru kali ini aku melihat putriku secara langsung, bener kata Mama mukanya hampir 80% mirip denganku, ingin sekali ku menyentuh dua perempuan di hadapanku dan memeluk mereka berdua tapi aku takut itu malah membangunkan mereka, tidak sampai 15 menit putri kecilku melihat ke arahku maksud hati mengajak nya berkomunikasi biar tidak menangis supaya tidak mengganggu mamanya yang tidur malah dia menangis dengan sangat kencang membuat Ika yang tidur langsung terbangun dan kaget melihat keberadaan ku.


"cup cup sayang di sini ada Mama"


"astaghfirullah mas,mas udah disini"katanya sambil menahan air matanya.


"ya sayang ini Mas maaf Mas baru datang sekarang"kata aku langsung memeluknya dan mencium seluruh mukanya yang membuat putri kecilku tambah menangis sangat kencang.


"sepertinya dia masih takut dan belum mengenalmu Mas"


"terus mas harus gimana ini dek, Mas kasihan sama kamu Mas ingin menggantikan mu menggendong Putri kita"


"biarkan Yumi mengenalmu dulu Mas jangan langsung di gendong ntar dia menangis tambah kencang" Sedih rasanya disaat aku sudah pingin berat mendekap putri kecilku, dia malah menangis kencang saat ku dekati.


"Adik mau minum sini mas ambilin"kata aku saat melihat istriku kesusahan mengambil air minum.


"pasti capek mengurus 2 anak apalagi yang satunya sering sakit-sakitan"


"putriku tidak sakit-sakitan hanya badanya sedikit istimewa, kata Mama dia memiliki kesamaan dengan Mama sama-sama alergi kacang Aku tidak tahu kalau mama alergi kacang"


"jadi putri kita alergi kacang sama kayak mama berarti, kapan Adik sadar kalau dia alergi kacang"


"waktu berusia kira-kira 9 bulan Fathar membeli susu kedelai aku tidak merasa ada yang aneh saat meminumkan nya tapi setelah setengah jam badannya menjadi merah-merah dan kesusahan dalam pernafasan, Setelah mengalami beberapa pemeriksaan baru aku di kasih tahu kalau Putri kita alergi terhadap beberapa jenis kacang-kacangan"


"setahuku kalau mama alergi dengan kacang kedelai"


"benar Yumi alergi kacang kedelai dia tidak bisa makan semua produk berbahan kedelai"


"kata Ratih Yumi sering sakit apa itu benar"


"iya badannya tidak sekuat Fathar waktu kecil kata dokter mungkin karena dia lahir belum genap umurnya,tapi baru kali ini dia masuk rumah sakit"


"dia sudah pulas tertidur sini pelan-pelan aku gantiin"dengan sangat pelan-pelan aku mengambil Yumi dari gendongan Ika dan berpindah ke gendonganku.


"Alhamdulillah"seruku dan Ika secara lirih karena Yumi tidak terbangun waktu kami pindahkan


"sekarang Adik bisa istirahat biar Mas saya menjaga Putri kita"


"terima kasih Mas aku mau ke kamar mandi dahulu"