My soul mate

My soul mate
117. Membongkar semua



Bagas menghubungi Fathar karena dia yakin jika datang ke kantor polisi akan tambah ribet karena tidak punya koneksi di kepolisian ,30 menit setelah di hubungi Bagas ,Fathar datang dengan kedua orang tuanya.


Fathar sendiri tadinya berencana mau kembali ke Barak setelah ngobrol panjang dengan kedua orang tuanya tapi telpon dari Bagas yang meminta bantuan atas hilangnya Isal dan ancaman yang Feby terima membuat dia tanpa berpikir panjang langsung kerumah Feby setelah bercerita kepada orangtuanya apa yang menimpa Feby.


"Mana Feby" tanya Ika yang baru datang bersama suami dan anaknya.


"Nangis Mulu Tante di kamar " ucap Bagas.


"Masuk aja Tante kalau mau liat keadaannya "ucap Bagas. Ika berjalan ke dalam di ikuti Fathar dan Raffi, nampak Feby sedang meringkuk sambil memeluk erat foto Isal.


"Sepertinya dia kecapean menangis sampai tertidur "ucap Ika saat melihat bekas air mata yang masih ada di pipinya.


Fathar sedih melihat bekas air mata yang belum kering itu, apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kesedihan Feby.


"Bisa lihat pesan ancaman nya" tanya Fathar, dengan cepat Bagas mengeluarkan ponsel milik Feby yang dari tadi dia taruh dalam kantong celananya dan menyerahkan kepada Fathar.


Ting xxx62 8884xxxxxxxx


KALAU MAU ANAKMU SELAMAT DATANG KE RUMAH SAKIT ESOK HARI IKUTI PROSEDUR PEMERIKSAAN DONOR TULANG SUMSUM BELAKANG.


Ting xxx62 8884xxxxxxxx


JANGAN LAPOR POLISI KAMI PUNYA ORANG YANG BISA MEMANTAU MU KALAU KAMU SAMPAI NEKAD LAPOR POLISI


Ting xxx62 8884xxxxxxxx


BESOK PAGI ORANG KU AKAN MENJEMPUT MU KAMU TINGGAL DUDUK MANIS DAN DIAM


"Seperti dia masih mengira Isal anak Feby "ucap Raffi setelah membaca berdua dengan Fathar.


"Itu bagus aku akan menemani selama proses pemeriksaan sambil mencari siapa-siapa yang terlibat,aku akan minta tolong beberapa teman untuk sekarang bergerak " ucap Fathar.


"Jangan libatkan teman mu dulu kita pakai tenaga kita saja jika ada bukti baru kita laporkan,ini masalah pribadi tidak etis jika kita gunakan fasilitas negara " ucap Raffi sebelum menghubungi orang-orang kepercayaan nya.


"Kita tunggu orang kita bergerak untuk mencari keberadaan Isal dulu"ucap Raffi setelah selesai bertelepon dengan beberapa temannya. Meski baru bergabung di perusahaan tetapi Raffi sudah mengenal beberapa orang dari gerakan bawah tanah. Gerakan ini bekerja secara terorganisir dan tepat sasaran , Raffi tidak mau menggunakan jabatan yang pernah dia sandang buat urusan pribadinya karena itu bisa menyorot dirinya yang berpengaruh pada perusahaan keluarga mereka, jika semua bukti sudah di dapat dan jika terpaksa perlu menggunakan koneksi baru dia akan gunakan koneksinya untuk melawan mereka.


"Bagaimana sudah ada kabar dari mereka" ucap Feby yang baru terbangun dan berlari keluar mengagetkan yang berada di di ruang keluarga.


"Kamu tenang kan pikiran mu dulu aku berjanji akan membantu mu, percaya padaku " ucap Fathar.


"Papa dapat info Isal dibawa kerumah keluarga Kusuma " ucap Raffi.


"Dia tidak bisa berada di sana aku akan menjemputnya " ucap Feby.


"Pak lek tidak akan melukai Isal percaya padaku " ucap Bagas.


"Papa tidak tahu Isal juga anaknya ,pasti dia akan memilih menyelamatkan putrinya dari pada orang lain yang tidak di kenalnya " ucap Feby frustasi.


"Pak lek bukan orang jahat jadi tidak akan melukai orang yang tidak di kenalnya" ucap Bagas.


"Apa maksudmu ceritakan semua yang kamu ketahui satu " ucap Bagas penasaran.


"Sejak kedatangan Pitaloka mama dan papa sering berantem untuk hal yang tidak penting. Papa sayang sama mama dan akan mengalah, tetapi sejak Pitaloka dibawa ke rumah oleh Hartati semua berubah. Padahal kedatangannya disambut mama dengan baik dan mama merawatnya seperti merawat ku hingga aku sering melihat Pitaloka masuk ke kamar Mama dan papa di saat Mama tidak di rumah. Aku diem karena tidak mau melihat mama sedih sampai mama merasa ada yang tidak beres dan terbukti setelah hari wisuda Pitaloka , nenek Hartati meminta ijin ke mama supaya merelakan papa menikah lagi dengan Pitaloka supaya mendapatkan anak laki-laki"ucap Feby.


" Terus palik gimana reaksinya pasti tidak menolak menikah dengannya, buktinya mereka punya putri seumuran Isal" ucap Bagas saat Feby men jeda ceritanya.


" Mama meminta papa untuk melakukan program anak laki-laki , tetapi papa menolak dan memilih menikah dengan Pitaloka makanya mama mundur.


Bahkan saat proses perceraian nenek Hartati mengancam Mama supaya tidak menerima apapun dari papa uang tunjangan atau Gono gini, jika dia menerima maka dia akan membecklist nama mama supaya mama tidak bisa mengajar di manapun berada" ucap Feby .


" Tapi masih memotong uang bulanan buat biaya pendidikan mu supaya kamu tidak bisa kuliah,tega sekali mereka " ucap Ika mengingat ucapan tempo hari pas mereka ke rumah Feby.


" Apa kamu tahu itu makanya kamu bekerja keras supa bisa dapat gelar sarjana tanpa meminta bantuan papa mu" tanya Fathar yang digangguin Feby.


"Apa maksudnya dengan memotong uang bulanan biaya pendidikan " tanya Bagas heran. Fathar menceritakan apa yang terjadi sebulan lalu di rumah ini, Mesk Bagas sudah dikasih tau tapi tidak sedetail cerita Fathar kali ini.


" Tidak punya hati sekali mereka mengambil hak mu bahkan mengancam Bu lek . Apa bulek tahu dengan apa yang mereka lakukan terhadap uang biaya pendidikan yang harusnya kamu terima" tanya Bagas.


"Mama tahu semua itu makanya Mama bekerja keras supaya aku bisa kuliah , tapi mama tidak tahu kalau aku mengetahui ancaman mereka terhadap mama aku tidak sengaja mendengar waktu nenek Hartati mengancam mama" ucap Feby.


"Kasihan sekali Calya harus tumbuh dengan 2 wanita dewasa seperti mereka. Apa ini akibat perbuatan nenek dan Mamanya" ucap Ika.


" Kalau masalah karma itu wallahualam hanya Allah yang Maha Tau" ucap Raffi.


" Papa bukan putra kandung Hartati Kusuma aku takut sesuatu terjadi dengan Isal" ucap Feby lirih tapi masih di dengar yang ada di situ membuat Bagas kaget tapi tidak dengan keluarga Fathar yang sudah tahu semua informasi itu.


"Apa maksudmu lalu palik anak siapa?" tanya Bagas.


" Aku tidak tahu papa Anak siapa yang aku tahu aku pernah bertanya kepada nenek Hartati kenapa dia tega melakukan itu pada Mama yang sesama perempuan dan dia menjawab Karena papaku bukan anak kandungnya, karena itu aku takut jika keberadaan Isal diketahui akan membahayakan dirinya" ucap Feby.


" Kacau sekali keluarga mereka " ucap Bagas.


"Om minta maaf sebelumnya, Om sudah mencari tahu tentang keluargamu dan kamu perlu tahu makanya Om akan ceritakan semua yang Om ketahui dari orang suruhan Om" ucap Raffi sebelum menceritakan semua informasi tentang keluarga papanya yang dia ketahui dari informannya.


"Dia rela dimadu demi tidak mau kehilangan harta Kusuma dan dia mengorbankan mu dan mamamu supaya anaknya bisa masuk Keluarga Kusuma dan menikmati harta kekayaan Kusuma " ucap Bagas setelah Raffi menceritakan semuanya.


" Aku tidak peduli harta itu sekarang aku mau Isal pulang selama tanpa kurang suatu apapun, hanya dia saudaraku yang ku punya saat ini" ucap Feby.


"Hai kamu masih punya aku ,papa mama palik Deni, Affan bulek semua sayang kamu" ucap Bagas.


"Sekarang sudah pukul 02.00 pagi sebaiknya kita istirahat besok pagi kita siapkan rencana menghadapi mereka" ucap Raffi.


Malam itu Ika tidur berdua dengan Feby, sedangkan tiga laki-laki tidur di luar.


Hingga ada pesan masuk yang menyatakan bahwa mobil dan sopir telah disiapkan pukul 08.00 pagi, karena waktu pertama datang nenek dan ibu tiri mengira Fathar sebagai ayah Isal . Fathar menemani Feby berangkat ke rumah sakit dengan sopir yang telah menjemput mereka sebagai ayah Isal dan mereka tidak keberatan akan hal itu.