My soul mate

My soul mate
92. Sehari bersama



Besok Aku akan kembali ke Bandung Hari ini aku berencana berjalanan keliling Bandung bersama Affan. Karena males mengendarai mobil Kami menggunakan jasa aplikasi biar lebih praktis tidak perlu repot mencari tempat parkir tinggal duduk manis sampai tujuan.


" Kalian pada mau pergi ke mana" ucap Fathar menemui kami di pinggir jalan.


" Ngedate berdua Om besok kan mbak Febi mau pulang Jadi kita mau senang-senang hari ini."


" Boleh tidak Om bergabung, sebagai gantinya Om akan jadi sopir kalau boleh."


" Aku mah terserah mbak Febi aja aku kan cuma pengikut."


" Boleh ya Feb, "


" Kenapa aku harus mengajakmu ga ada untungnya juga buat aku " ucapku malas karena aku hanya ingin pergi berdua bersenang-senang berdua dengan Affan.


" Karena kita teman anggaplah salam perpisahan, belum tentu setelah hari ini kita bertemu lagi".


" Terserah loo lah aku mau ke depan menugu ojek pesananku kalau kamu datang sebelum ojekku datang silahkan ikuti kalau loo saat ojek datang loo belum datang maaf gw tinggal" ucapku sambil menarik AFfan berjalan kembali , karena dengan penampilan Fathar yang masih menggunakan celana olahraga Aku yakin dia akan datang saat kamu sudah pergi.


Setelah 10 menit akhirnya ojek mobil yang ku pesan sampai sebuah mobil Rush warna hitam menghampiri ku.


" Atas nama Mbak Febi bukan" ucap driver ojek.


" Bener dengan saya sendiri " ucapku sambil memastikan wajah di ponsel dengan sang driver.


" Tunggu aku " ucap Fathar dengan suara lantang sambil berlari ke arahku.


" Wow 10 menit loo sudah siap dan jangan loo nggak mandi hanya mengganti baju."


" Mandilah kalau nggak percaya cium nih bau ku ada wangi" ucapnya sambil mendekat ke arahku.


" Iya gue percaya udah wangi udah mandi ayo masuk pantang bagiku melanggar ucapanku."


"Good harus dong masa kerja kerasku lari kencang mandi cepat tak dihargain dan ditinggal begitu aja."


Setelah kami semua masuk mobil berjalan menuju Trans Studio Mall Bandung atau yang sering disingkat dengan TSM dulunya bernama Bandung Supermall.


" Apa tujuan kita pertama sekarang" tanyaku kepada dua laki-laki yang berada di samping kanan dan kiriku.


" Permainan seru kayaknya Mbak habis permainan baru kita cari makan dan belanja" ucapkan Affan dengan penuh semangat.


"Ok kita puas-puas kan hari ini dengan bermain" ucapku kepada Affan sambil mengajak tos.


" Kok aku tidak di ajak tos" bisik Fathar membuatku langsung melotot ke arahnya dibalas dengan senyum.


Setelah Fathar membeli tiket buat kami bertiga baru kami masuk,saat membeli tiket masuk Kami sempat berdebat tentang siapa yang membayar akhirnya aku pasrah saat Fathar memaksa membayar dengan dalih dia laki-laki Masa dibayarin perempuan ucapnya tadi.


Ocean World adalah wahana pilihan Affan yang pertama kami kunjungi ,wahana yang masih tergolong baru di Trans Studio Bandung, resmi dibuka pada Mei 2015 lalu. Ocean World menyajikan indahnya biota laut yang menjadi kekayaan laut Indonesia. Berbagai biota laut dapat kamu temukan disini. Tempat ini sangat cocok untuk mengedukasi anak-anak untuk mengenal kekayaan laut yang ada di Indonesia.


"Sekarang kemana lagi" ucap ku setelah kami keluar dari ocean world.


" Gimana kalau naik yang itu" tunjuk Affan pada Wahana Yamaha Racing Coaster.


"Aku gak mau" tolak ku ngeri karena lumayan ekstrim karena mampu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, 120 km/jam hanya dalam waktu 3,5 detik , Yamaha Racing Coaster adalah satu-satunya Racing Coaster tercepat yang ada di Indonesia, bahkan katanya hanya ada 3 di dunia. 2 unit lainnya hanya ada di Amerika Serikat.


" Bagaimana kalau Affan naik sendiri" ucap Fathar.


" Hehe aku juga takut kalau naik sendiri " ucapnya malu.


" Dasar bocah dia sendiri juga takut malah ngajak-ngajak orang" dengusku yang di balas dengan nyengir.


Setelahnya kami menikmati wahana a Jelajah Trans Studio Bandung dan berlanjut ke wahana-wahana lainnya, hingga perut terasa lapar dan keroncongan baru kami menghentikan aktivitas kami.


" Tidak kerasa Ya udah 3 jam saking serunya bermain sekarang ada yang mau makan apa."


" Boleh itu sebaiknya kita sholat dulu terus makan baru kita pikirkan acara selanjutnya kemana lagi."


Setelah selesai sholat kami putuskan mengisi perut di tempat ayam tepung dan kali ini aku pun juga tidak mengeluarkan uang,Fathar menyuruhku duduk dia dan Affan yang memesan makanan .


" Kemarin ada acara reuni SMA di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta kenapa kamu tidak ikut" kata Fathar.


" Tidak ada waktu banyak pekerjaan belum lagi harus ke Jakarta dulu ,kecuali kalau emang kebetulan pas ada acara atau kerjaan di Jakarta sih nggak masalah buatku" ucapku sambil mengunyah kentang goreng.


" Kamu tidak rindu dengan teman-temanmu zaman dulu."


" Jujur sih tidak."


" Aku dengar kamu sempat jadi model sama kuliah."


" Iya buat menambah pemasukan yang lagi dalam masa dibawah ."


" Tidak berniat meneruskan karir di dunia model."


" Tidak banyak saingan yang lebih muda ,lebih cantik, lebih seksi lagian aku lebih suka menggambar, ketemu orang , mencari inspirasi, kerja lapangan dari pada berjalan berlenggak lenggok di catwalk."


" Aku pikir kamu akan menjadi seorang guru seperti karir kedua orang tuamu apalagi papamu pemilik yayasan sekolahan."


" Tadinya aku pikir juga begitu tapi gara-gara dia pemilik yayasan sekolahan dia meninggalkan mama jadi aku tidak berniat menjadi seorang guru karena hanya mengingatkan aku pada luka mama" jawab ku sambil meminum soda.


"Kok kamu bisa menjadi seorang tentara" tanyaku balik setelah tidak ada obrolan selama beberapa menit.


" Apa kamu amu tahu kerjaan orang tuaku?"


" Tidak yang aku tahu namamu raksa setahuku keluarga raksa seorang pengusaha pemilik rajawali raksa Group" ucapku sesuai yang aku tahu.


" Rajawali raksa Group perusahaan kakek dan nenekku ayahku tidak ikut berkecimpung dalam dunia bisnis , karena aku jadi kepingin menjadi seorang pilot pesawat tempur jadinya aku mencoba masuk ke Taruna AAU dan jadilah sekarang."


" Dengan pangkatmu sekarang apakah kamu sudah pernah mengoperasikan pesawat tempur."


" Sudah ."


" Apa kamu juga bisa terjun payung ."


" Tentu " jawabnya bangga.


" Apa kamu tidak takut dengan ketinggian."


" Sebelum aku memantapkan diri daftar taruna AAU aku udah mencoba paralayang di di ulang tahunku yang ke-18 , dari sana aku jadi bertekad untuk menjadi seorang Taruna AAU ."


"Makan sudah mau lanjut bermain atau mau membeli sesuatu," kata Fathar.


" Aku pingin membeli mainan boleh" ucap Affan lirih.


" Boleh sekalian mbak juga beli buat Isal."


" Pasti enak ya jadi Isal setiap Mbak keluar kota pulang dibawain mainan, nggak kaya papa kalau pulang dinas nggak pernah bawa mainan."


" Seharusnya Affan bersyukur masih punya papa."


" Maaf," ucapnya sambil menunduk.


" Tidak apa-apa seperti halnya Affan yang cemburu sama Isal, Isal pun juga pernah cemburu sama apa karena Affan selalu bersama papa."


Kami berjalan meninggalkan area tempat makan dan menuju ke sebuah toko penjual mainan , tadinya Fathar berniat membayar tapi aku tolak karena dia sudah membelikan tiket wahana di trans Studio dan membelikan kami makan siang juga, dan sebagai gantinya kapan-kapan kalau dia ada acara ke Jogja aku harus bersedia mentraktirnya katanya buat pengganti uang tiket dan uang makan siang.


" Tak masalah jika kamu ke Jogja hubungi aja nomorku kalau aku tidak dalam keadaan sibuk pasti aku traktir kamu dan siap menjadi tourgetmu selama di Jogja" ucapku karena tak mungkin Fathar ke Yogyakarta pikirku.