
" kangeeen Mbak Ika ko kabur ga kasih kabur aku sih" kata Ratih sambil memelukku.
"kalau bilang nama nya bukan kabur"kataku sambil terkekeh kecil, membalas pelukan Ratih.
"iya sih ya kalau pamit bukan kabur tapi ijin pergi"kata nya.
"Mbak Ika Kangean deh"kata Santi berjalan mendekati ku.Tadi aku keluar berniat menyapu halaman rumah dinas yang ku tinggal selama sebulan, sedang Raffi lagi kedepan beli sarapan buat kita berdua.
"ayo siapa yang membantu mencari keberadaan ku"
"maaf kami gak tega lihat kapten kaya mayat hidup,"
"siapa yang kaya mayat hidup "kata Raffi yang tiba-tiba nongol diantara Kami bertiga sebelum masuk rumah dinas.
"ih kapten bikin kaget" jawab Santi dengan gaya centil.
"kayaknya anak lo cewek deh San sejak hamil Lo genit"kata Ratih melihat Santi yang centil.
"kok gitu sih ran"
"sejak hamil Santi selalu bersikap genit pada setiap laki-laki, nggak hanya suamimu korbannya Mbak sampai ku juga jadi korban ya"kata Ratih.
"Mbak jadi pergi ke rumah orang tua Mbak"
"Jadi dong ibu udah bikin acara syukuran ,sebenarnya sih terlambat tapi kata Ibu nggak papa terlambat daripada tidak sama sekali"
"gara-gara itu Jadi ketahuan kan Mbak aku juga tahunya dari kapten Raffi tentang rencana syukuran itu dan karena itu ahkirnya kapten yang membuat rencana menemukan mbak pas periksa kehamilan, jadi aku menghubungi teman ku kalau suatu saat Mbak periksa suruh ngabarin dan dari dia akhirnya mbak ketemu "
"dek sarapan dulu " panggil Raffi dari dalam karena melihat ku tak masuk masuk.
"aku masuk dulu ya mau sarapan duluan"
"hati hati habis di kasih makan tar kamu yang gantian di makan"kata Ratih dengan Santi sambil melempar senyum mencurigakan.
"ko beli nya banyak amat sih mas," karena Raffi membeli dua bungkus nasi di tambah beberapa gorengan dan kue basah.
"biar anak mas makan nya tambah banyak"
"anak yang mana ni, yang udah bisa bilang ayah atau yang...."ucap ku terpotong ketika Raffi tiba tiba memberikan ciuman panas membuat ku kewalahan.
"itu hukumnya jangan membahas mereka"
"Mas ngelarang bahas mereka tapi mas bebas menemui mereka apa itu adil buat aku"
"Mas nggak akan menemui mereka lagi tanpa izin adik"
"yang bener perasaan bulan lalu sebelum aku pergi aku udah bilang jangan sampai menemui dia kalau sampai menemui dia aku lepaskan, tapi belum ada satu jam Mas sudah nemuin dia"
"waktu itu beda masalahnya dek si Putri nangis melihat orang tuanya berantem aku kasihan melihat dia itu juga nggak bagus buat psikologis anak"
"kamu pergi mikirin orang lain tanpa memikirkan perasaan aku ,emang kamu kira aku nggak stress mikirin suamiku yang pergi malam malam menemui perumpamaan lain"kata ku marah dan langsung masuk kamar.
"dek makan dulu yuk mas minta maaf udah bikin adik adik sedih"
"sana pergi aku gak nafsu makan lagi "
"kalau kamu gak makan anak kita tar kelaparan gimana dek"
"ini anak ku biar aku yang mikirin, kamu sana pikir dan urus anak kamu yang suka panggil panggil ayah ke kamu"
"ahhh" teriak Raffi sambil mengacak acak rambutnya, menghadapi istri rewel ternyata sangat sulit salah ngomong bisa fatal gerutu Raffi dalam hati.
"dek sekarang adek mau nya apa mas bakal nurut semua maunya adek"
"janji bakal di turuti"
"iya kalau mas bisa langsung mas turuti "
"aku mau pulang ke rumah bapak ibu sekarang"
"apa,"
"iya sekarang "
"tapi mas masih dinas,lagian kan acara nya baru hari Minggu, kita berangkat Sabtu balik sini Senen habis sholat subuh tar mas bawa sopir buat ganti buat gantiin mas kalau mas capek biar bisa cepat sampai "
"gak mas ga tenang kamu pergi sendiri "
"aku biasa pergi sendiri ko"
"beda sekarang adek kemana mana bawa nyawa anak kita Lo"
"ihh "
"ya udah kita sarapan dulu tar mas lihat kerjaan mas bisa gak di tunda"
"giliran aku minta sesuatu di janjikan dulu giliran yang sana langsung dituruti,kamu kesini langsung datang" kata ku tapi tetap menurut saat Raffi menuntun untuk berjalan ke meja makan,Raffi tidak menanggapi hanya menghela nafas, sebulan gak ketemu istrinya masa baru semalam dah mau pisah lagi gerutu nya dalam hati.
"makan yang banyak masak anak kita udah jalan lima bulan berat badan adek cuma naik sekilo dari sebelum nikah jadi gak keliatan kalau udah mau punya anak "
"tar aku gemuk lirik wanita lain yang lebih seksi " ahhhhh salah ngomong lagi gerutu Raffi dalam hati.
"gak mau makan aja tar tambah gemuk aku"
"adek kan makan buat Dede bayi juga, kalau Adik ga makan adek bayi dapat asupan makanan dari mana dong sayang "
"sayang sayang di sini bilang sayang di sana bilang sayang, dasar play boy " salah lagi bilang sayang salah juga sabar sabar Raffi sabar.
"ya udah mas berangkat dulu tar makan siang mau di beli kan sesuatu ga "
"mau SOP buah banyakin buah nya,susunya banyak aja"
"yakin dek susunya banyak bukan nya Adek ga suka susu ya"
"mau beliin ga sih kalau gak mau aku beli sendiri "
"mau mau ntar Mas beliin"jawab Raffi cepat.
"sekarang mas makan habis itu berangkat, terus itu baju yang udah dipakai jangan taruh keranjang kotor"
"terus mau taruh mana, kan kata Adik kalau kotor harus langsung taruh keranjang kotor"
"pokoknya jangan jangan taruh keranjang kotor"Kata Ika pelan dan jelas. Raffi hanya bisa menarik nafas dan menganggukkan kepala melihat tingkah aneh istrinya sejak bangun tidur di pagi ini. Setelah melewati drama pagi hari Raffi bisa bernafas lega saat berangkat kerja.
"tumben kamu merokok di sini Riko, biasanya rokoknya di rumah habis sarapan pagi'
"sejak hamil Ratih tidak mau mencium bau asap rokok, dia akan marah kalau aku merokok di rumah"
"mending kamu cuma dilarang merokok aku dilarang jajan makanan di luar tiap hari harus makan makanan yang dimasak istriku, mending kalau rasanya enak rasanya kadang asin kadang pedas nggak dimakan istri nangis dimakan menyiksa perut ku" keluh Serka sandi yang baru datang.
"kalau istrimu minta apa kapten hari ini "
"minta diantar pulang ke rumah orang tuanya hari ini, padahal baru semalam dia pulang masak sekarang aku mau ditinggal lagi"
"udah ntar aja kapten apa perlu aku anterin aku jadi sopir penggantimu nggak papa, biar aku bisa kebebasan dari masakan istriku hari ini saja"
"aku udah sebulan ya tidak dapat jatah ntar kalau aku antar ke rumah mertua Aku puasa lagi dong"
"mending diturutin daripada ntar malam nangis"kata letnan Riko.
" mending kalau nangis kalau ditinggal pergi, tiba-tiba pergi sendiri kan orang hamil suka nekat"
"ah bener juga yang kamu bilang, boleh deh ntar malam kamu jadi sopir pengganti ya"
"aku juga ikut dong,"
"boleh kalian berdua jadi sopir bergantian mau"
"siap kapten "
"siap kapten"
"terus para istri kalian gimana"
"tugas atasan nomor satu pasti mereka maklum"
"oke deh ntar habis sholat isya kita berangkat dan besok habis salat subuh kita balik ke sini"
"siap laksanakan" jawab mereka berdua kompak.