My soul mate

My soul mate
134. Bertemu



"Jangan ikuti aku lagi aku harus bertemu istriku aku tidak mau istriku salah paham lagi " ucap Fathar pada Luna yang mengikutinya.


"Apa istrimu hidup lagi" kaget Luna karena setahu dia dari gosip yang beredar ,Fathar tentara yang memutuskan pensiun dini karena tidak bisa melupakan istrinya yang tewas dalam kecelakaan.


" Jaga bicaramu istriku tidak pernah mati" bentak Fathar sebelum berjalan meninggalkan Luna sampai Luna heran, sebulan mengenal Fathar baru kali ini dia melihat lelaki itu marah karena biasanya Fathar hanya berekspresi dingin hanya ciumannya yang panas.


Fathar dari bandara langsung menuju Rumah Sakit tanpa berganti pakaian hingga ,kedatangannya di rumah sakit yang masih menggunakan seragam pilotnya menjadi pusat perhatian ditambah dengan perawakannya yang tinggi tegas tampan dan putih bersih.


"Ahkirnya aku bisa bertemu denganmu kita perlu bicara " ucap Fathar saat berada di depan ruang perawatan putrinya ,nampak Feby berdiri dengan menggunakan dua kruk nya berdiri di depan ruang perawatan putri mereka.


Feby yang kaget dengan suara Fathar yang tiba-tiba muncul sempat hampir terjatuh karena kruk nya yang terlepas untungnya Fathar yang menyadari langsung menyanggah dengan memeluk nya.


" Ahkirnya kita bertemu dan kau mau melihat kearah ku" ucap Fathar sambil memeluk calon mantan istrinya itu.


Feby yang kaget dengan kedatangan Fathar hanya diam saja ,Fathar nya telah berubah katanya dalam hati. Kulit Fathar yang dulu sedikit gelap sekarang tampak lebih putih bersih menambah ketampanannya pantas saja para wanita selalu mengikutinya.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan "ucap Feby sambil berusaha mengambil kruk nya yang jatuh di lantai.


"Tidak perlu di ambil kruk nya,ada aku yang bisa kau jadikan pegangan " ucap Fathar lembut berbeda saat dia belum tahu di balik masker itu adalah istrinya.


Tanpa menjawab Feby mendorong sekuat tenaga Fathar dan berusaha mengambil kruk nya dengan susah payah.


Fathar yang geram mengambil kruk Feby dan menggendong istrinya seperti karung beras dan tangan satunya membawa kruk.


" Lepas aku gak mau ikut kamu" teriak Feby sambil meronta .


"Jika kamu tidak menurut aku perkosa kamu disini " ucap Fathar tegas Feby yang ketakutan langsung diam saat dibawa entah kemana.


Fathar membawa istrinya ke apartemen studio milk nya.


"Minum dulu " ucap Fathar sambil menyodorkan sebotol air mineral.


"Terima kasih, sekarang cepat katakan apa yang kamu inginkan " ucap Feby sambil mengakat kakinya untuk meluruskan kakinya yang mulai terasa perih dan nyeri.


" Kenapa tidak menghubungiku dulu , kenapa harus menghubungi papa di mana janjimu untuk menjaga komitmen pernikahan kita harusnya kamu menghubungiku bukan papa " ucap Fathar yang duduk di meja di depan Feby.


"Jika aku menghubungi mu kau pasti menerimaku dengan baik tapi dengan begitu aku tidak akan tahu pandangan mu terhadap wanita cacat dan buruk rupa sepertiku " ucap Feby kali ini sambil menatap mata Fathar.


"Kalau begitu kenapa kamu melakukan itu hanya pada ku ?" tanya Feby kali ini lebih berani menatap tajam mata Fathar.


"Saat pertama aku melihatmu di bandara dengan memakai cadar jantungku berdetak dengan sangat cepat tidak itu aja, kamu yang duduk di kursi roda dengan pandangan selalu kebawah membuatku ingin mengenal mu. Awalnya aku mengira biasa saja tetapi setelah pertemuan kedua kita di bandara ternyata jantungku berdetak sangat cepat dan lebih berdebar ada perasaan senang melihat mu. Karena itu aku kesal dengan diriku di saat istriku tidak ketahuan di mana berada hatiku malah berdebar dan berdetak sangat cepat di depan wanita bercadar yang ku temui dua kali tanpa ku kenal. Makanya aku lampiaskan dengan tatapan sinis dan merendahkan buat menumbuhkan kebencian pada diriku aku berusaha menyangkal apa yang kurasakan padamu" ucap Fathar dengan memandang lembut kepada istrinya.


Cukup lama mereka saling diam hanya saling memandang tanpa bersuara.


"Saat Pitaloka membawaku aku udah pasrah dengan apa yang terjadi dengan ku saat itu. Dalam benakku aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi jadi mungkin ini ahkir hidupku yang akan segera menyusul mama.


Tetapi semua berubah saat Pitaloka menerima panggilan telepon yang mengatakan kalau salah satu dari kalian yang minum racun ternyata tidak meminum racunnya terbesit dalam pikirannya untuk menyelamatkan diri. Di saat Pitaloka emosi dengan anak buahnya yang ceroboh aku menggunakan kesempatan untuk membuka sabuk pengaman dan pintu mobil, tanpa pikir panjang aku melompat keluar dari mobil tanpa memperhitungkan resikonya. Aku melompat sebelum kecelakaan terjadi bahkan aku belum tahu kalau dalam perut ku ada calon anakku. Aku terpuruk dengan kondisi ku yang mengalami patah pada tulang pahanya yang mengakibatkan kakiku area paha mengalami pembengkakan, kesulitan berdiri dan saat tertentu kaki tidak dapat bergerak. Aku tidak berani bertemu orang-orang karena luka di pipi yang lumayan para, tetapi saat aku tahu keberadaan bayi dalam perutku menambah semangat hidupku yang sempat hilang dan aku juga bersyukur meski badanku luka semua tetapi anakku selamat sehat"ucap Feby.


"Terus kenapa kamu menghubungin papa bukan aku".


"Jika ada mantan istri tentunya ada mantan suami tapi tidak ada yang namanya mantan anak ,jadi seberapa kondisiku papa akan menerima ".


" Dan aku tidak menerima begitu " ucap Fathar dengan menahan emosi dengan jalan pikiran istrinya.


" Kita menikah bukan karena cinta kita menikah karena komitmen. Aku tidak tahu perasaanmu buatku meskipun perlakuanmu bisa dibilang sangat mencerminkan seorang suami yang sayang istri saat itu, tapi aku tak tahu isi hatimu bisa saja kau menerimaku di depanku tapi tidak di belakangku".


"Aku bukan seperti itu kamu tahu sejak kejadian kamu di hina Zahra, sejak itu aku sadar aku hanya terbuai dengan Zahra . Aku juga merasa sakit waktu mendengarkan Zahra menghinamu tapi tidak bisa berbuat apa-apa, setelah kejadian itu aku tidak pernah memikirkan Zahra hanyalah nama dan wajahmu yang ada di pikiran dan hatiku" ungkap Fathar sambil menggegam tangan Feby erat.


" Saat melihat mu berjalan dengan di ikuti pramugari cantik dan **** aku jadi minder, karena itu aku berniat untuk mundur dari pernikahan kita supaya kamu bisa mencari yang lebih segalanya dari ku. Tetapi sempat goyah dengan kebaikan mama dan papa tetapi,kalimat yang kau ucapkan yang kau merasa kasihan sekali dengan suamiku yang memiliki istri cacat ,bisu dan buruk rupa ini jadi aku bulatkan tekad untuk berpisah darimu aku ingin memberikan kebahagiaan dan kebebasan buat suamiku" ucapku dengan mantap padahal hatiku menangis.


"Tidak aku tidak mau kau bebaskan aku ingin jadi suami yang menyediakan itu " ucap Fathar dengan memegang kedua bahu Feby.


Feby hanya diam tapi tangannya dengan pelan membuka masker dan tutup kepala sebelum melihat ke arah Fathar, nampak rambut yang dulu panjang dan indah sekarang dipotong pendek dengan Model Rambut Pendek Layer dan muka istrinya penuh dengan bekas luka.


Sakit hati Fathar melihat muka istrinya penuh dengan bekas luka bahkan masih ada luka yang baru kering, pasti istrinya selama ini kesakitan.


" Ini tidak seberapa masih banyak luka yang di tubuh ini jadi dari pada kamu sekarang menerima tapi nantinya menyesal malu dengan apa yang ada sekarang lebih baik kita sudahi cukup sampai di sini" ucap Feby,tapi bukannya menjawab Fathar menarik Tengku istrinya dan langsung mencium bibir Feby dengan sangat panas dan menuntut bahkan satu tangan tidak di biarkan menganggur. Feby tidak membalas hanya diam bagai boneka sampai air matanya mengalir membuat Fathar merasakan tetesan air mata itu dan menghentikan tindakan nya.


" Sebegitu hinanya aku hingga kau samakan aku dengan para wanita yang rela memberikan tubuhnya buatmu" ucap Feby dengan pandangan kosong dan air mata yang masih menetes.


" Maaf " ucapan Fathar sambil memeluk istrinya.