My soul mate

My soul mate
103. Cuma penasaran



"Isal beli sarapan di depan ya" ucapkan pemerintah Isal.


" Baik mbak kok tumben beli di luar.Mbak kesiangan bangunnya" tanyanya padaku.


" Tidak , cuma kaki Mbak terkilir semalam ".


" Emang Mbak semalam ke mana?" tanya nya.


"Tidak kemana-mana hanya ada yang perlu dibeli di luar" bohongku.


"Oke " setelah mengatakan Isal pergi ke kamar menganti dengan seragam sekolah sebelum dia beli sarapan pagi buat kami.


Biasanya aku akan bangun saat adzan subuh berkumandang setelah salat subuh aku akan memasak seadanya buat sarapan kami, sekaligus makan siang karena terkadang aku dan Isal akan membawa bekal.


"Eh mas Fathar ko dah disini" ucap Isal yang baru keluar dari rumah saat melihat Fathar yang baru turun dari mobilnya.


Fathar sengaja pergi ke rumah Febi karena dia yakin Feby akan ke kantor naik ojek online.


" Mau ketemu Mbak Feby ada"


" Ada masuk aja mbak Feby lagi siap-siap mau berangkat kerja".


"Terus kamu mau ke mana" tanya Fathar.


" Mbak Febi nggak sempat bikin sarapan jadi aku disuruhnya membeli sarapan buat kami".


" Ini Mas udah bawakan sarapan buat kita bersama" ajak Fathar pada Isal.


"Asik gak perlu capek-capek berjalan ke depan deh" ucap Isal.


" ayo mas masuk " ucap bisa mempersilahkan pagar masuk dengan melupakan gerbang rumah yang mereka tempati.


Begitu masuk Fathar tidak melihat adanya mobil yang dulu pernah digunakan Feby hanya ada sebuah sepeda motor matic dan sepeda gunung.


" Isal ke sekolah naik sepeda".


" Iya Mas cuma dekat kok, cuma 10 menit naik sepeda".


Setelah dipersilakan masuk dalam rumah Isal mengambil piring untuk 3 orang.


" Aku panggil Mbak dulu" setelah Isa pergi aku memperhatikan Rumah ini sangat sederhana.


" Mbak Feby lagi siap-siap bentar lagi keluar" ucap Isal sambil meletakan 3 gelas air mineral.


"Sudah berapa lama kalian tinggal disini".


"Mungkin setahun lebih ".


"Ayo mas ini sendoknya " .


" kok cepat sekali belum sarapannya kamu beli apa " ucap Feby Yang sepertinya tidak menyadari keberadaanku.


" Aku nggak beli Mas Fathar yang beli buat kita ".


" Lo pagi-pagi sekali udah disini saja" ucap Feby sedikit kaget dan duduk disamping Isal.


" Aku berniat mengantarmu berangkat kerja".


" Emang motormu ke mana Mbak".


" Ada cuma mogok " ucap Feby sambil membuka bungkus bubur ayam yang telah kubeli buatnya.


" Mas Fathar belum tahu yang terjadi" tanya Isal.


"Isal buruan habiskan sarapanmu nanti kamu terlambat ke sekolah udah jam 06.25 ,Fathar sebaiknya kamu juga segera habiskan sarapan nanti aku kasih tahu ".


Kami menghabiskan sarapan tanpa ada obrolan sama sekali, hingga bubur Isal habis dan berpamitan berangkat ke sekolah.Feby menyuruh Isal membawa bubur ayam yang belum di makan buat sarapan temannya yang belum sempat sarapan dan tidak lupa memberi uang saku warna hijau.


" Jadi apa yang terjadi ".


" 2 bulan setelah pertemuan terakhir kita nenek meninggal dan Ibu meninggal 6 bulan setelah nenek".


"Mereka meninggal karena apa kalau boleh aku tahu ".


" Nenek mungkin sudah umurnya kalau ibu kecelakaan . Setelah nenek meninggal ibu kesepian karena itu ibu bekerja di taman kanak-kanak dekat rumah ,saat mengikuti muridnya kegiatan bus yang ibu tumpangi mengalami kecelakaan " ucapnya ,kulihat mata Feby sedikit memerah pasti dia bersedih teringat kedua orang terdekatnya.


" Maaf aku pasti membuatmu bersedih mengingat kepergian ibu dan nenek ".


" Tidak apa-apa ,kamu tidak berangkat bekerja udah hampir pukul 7 pagi".


"Aku kesini emang berniat mengantarmu kerja, seperti yang kubilang tadi mengingat motormu masih di bengkel".


" Lain kali jangan lakukan lagi aku tidak mau merepotkan, masih banyak taksi online" ucapnya.


"Seperti ucapanku dulu kalau kita bertemu dan masih sama-sama single aku mau lebih mengenal dirimu, jadi biarkan aku mengenalmu".


"Aku sudah bilang padamu. Aku tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun ,kamu masih ingat kan apa yang terjadi terakhir kali waktu aku ketemu dengan nenekku".


"Iya aku masih mengingatnya kamu bilang tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun bahkan menikah" ucapku, kulihat dia hanya menunduk tidak ada sosok Feby dewasa yang percaya diri yang sama ini dia tampilkan.


"Kamu berkata padaku 'Jangan buang-buang waktumu untuk mengenal aku , karena aku tidak niatan untuk menikah saat ini ataupun kedepannya ' aku masih mengingat kalimat itu " ucapku lagi kali ini dengan posisiku yang sudah duduk di sampingnya dan ku genggam erat tangannya.


" Terus kenapa kamu masih di sini masih berusaha untuk mengenalku" .


" Aku mau menemanimu menghadapi masalahmu ketakutanmu tentang sebuah hubungan".


" Aku tidak takut menjadi hubungan aku tidak takut menikah, tapi aku tidak mau meninggalkan satu-satunya saudaraku".


" Meski kamu menikah adikmu akan tetap bersamamu tidak akan meninggalkanmu".


"Tapi pasti perempuan tua itu mengambilnya dariku, seperti dia mengambil papa dari mama aku gak mau itu terjadi .Apa yang harus aku lakukan sekarang " ucapnya sekarang disertai air mata yang menetes.


"Percaya padaku aku pasti menolong mu dari orang yang berniat jahat padamu" ucapku sambil menghapus air matanya.


Terjadi kebisuan diantara kami sekitar 10 menit, sebelum Feby lebih dulu membuka suara pamit untuk bersiap.


" Sudah lama kamu di mutasi kesini" ucapku untuk memecahkan keheningan di dalam mobil yang ku kendarai menuju tempat kerja Feby.


" Sebenarnya Bagas yang di mutasi tapi dia menarikku karena gak mau meninggalkan aku dan Isal berdua di Yogyakarta ".


"Sayang sekali Bagas padamu sampai aku salah menilai kalian waktu pertama kali bertemu ".


"Bagas anak tunggal, jadi buatnya aku dan Isal bukan adik sepupu melainkan udah seperti adik kandungnya ".


Pantas ternyata anak tunggal jiwa pelindungnya sebagai kakak semoga murni bukan menimbulkan rasa yang lain,kataku dalam hati.


"Terima kasih sudah mengantarkan aku sampai tempat kerjaku dengan selamat. Aku harap lupakan aku, cari wanita yang sepadan dan keluargamu yang lebih baik daripada aku terima kasih atas segala perhatian dan bantuanmu selama ini" ucap Feby saat mobilku sampai di depan tempat kerjanya dan tanpa menunggu jawabanku dia langsung keluar dari mobil.


Tidak mungkin aku mengejar dan minta penjelasan di tempat umum ,aku putuskan meninggalkan tempat kerja Feby dan kembali ke Lanuma (lanud utama) mungkin besok atau lusa karena aku harus kembali untuk ikut latihan buat persiapan terbang di depan orang no. 1 saat perayaan HUT KEMERDEKAAN nanti.


Aku tidak tahu kenapa dia ngotot sekali di bilang aku gak mau menikah masih aja ngeyel,aku tahu itu cuma perasaan penasaranmu aja melihat ku yang dulu mengejar mu sekarang cuek ,kata Feby dalam hati.