
" Semua keperluanmu dari baju jas sudah mama siapkan" ucap Mama begitu aku masuk ke dalam ruang keluarga yang sudah penuh oleh keluarga besarku.
Ada mama Arini dan papa Damar beserta anak mereka Dini, Dino dan Dito beserta pasangan mereka masing -masing .Om Radit beserta istrinya dan putri tinggalnya, tidak ketinggalan opa dan Oma.
"Nenek tidak datang" ucapku karena tidak melihat keluarga mama.
" Lagi dijemput papa di Bandara "ucap Yumi.
" Yumi sudah mau bertunangan terus kamu kapan " ucap opa.
" Aku kan laki -laki sampailah " jawab ku sambil mengagu putri kecilnya om Radit.
" Bikin sendiri sana kenapa ,gak usah menggagu anakku yang lagi tidur " ucap om Radit yang sedang menggendong putrinya yang sepertinya baru saja tidur.
" Hus gak boleh nikah dulu baru bikin " ucap mama galak.
" Mau tidak opo jodohkan ".
"Aku sudah ada yang aku tunggu opa" potongku cepat.
" Halah jodohkan saja opa,mungkin dia yang kau tunggu juga sudah dapat jodoh Thar" ucap Yumi membuat semua mata melihat ke arahku,sial Yumi umpatku dalam hati.
" Berarti kamu menunggu yang belum pasti " tanya Mama.
" Bukan begitu ma" ucapku bingung juga harus gimana menjelaskan.
" Fathar itu pernah mengutarakan perasaan pada cewek, tapi si cewek belum siap dan karena Fathar saat itu mau menjalani pendidikan Kopasus jadi si cewek bilang biar waktu yang menjawab kalau kita berjodoh pasti Tuhan akan mempersatukan kita ".
" Terus cewek itu dimana sekarang ".
" Aku hilang kontak saat ponselku hilang 3 bulan setelah pendidikan Kopasus".
" Itu udah hampir 2 tahun dah menyerah saja opa carikan , bagaimana sih kriteria mu".
"Lo udah pernah nyari nggak" tanya Dino.
" Hahaha Fathar ga bakal nyari kan perjanjian biar jodoh yang bicara" ucap Yumi sambil tertawa.
Beginilah nasibku jika lagi kumpul keluarga, aku akan di bully masalah jodoh .
" Mama akan bantu doa kalau dia jodohmu supaya secepatnya di pertemukan, kalau bukan supaya di buka kan hatimu buat jodoh mu".
" AMIIINNN "seru semua orang yang lagi santai di ruang keluarga.
Acara kumpul gini jarang terjadi, apalagi sampai keluarga mama bisa datang,meski yang datang nanti cuma nenek dan om Bayu beserta keluarganya saja.
"Ponakan om yang cakep tapi sayang cakep-cakep jomblo " ucap om Bayu yang melihatku baru turun.
"Hahaha ,bener percuma punya wajah cakep tapi gak laku-laku "ucap om Radit sudah seperti kompor buat semua. Om Radit kalau udah ketemu Om Bayu sudah kaya kompor dengan minyak saling melengkapi dalam mem bully ku.
" Bukan jomblo, jomblo itu pilihan buat lelaki berwajah ganteng kaya aku " ucapku sambil duduk dekat nenek yang sedang ngobrol dengan Oma.
" Hahaha kaya bapaknya waktu dekati Mak nya dulu" kata Radit sambil tertawa.
"Ya wajar dia anakku " kata Raffi yang baru turun dengan istrinya.
" Kamu itu gak malu nempel Mulu sama istri "ucap Radit ".
"Dasar bucin" ejek Bayu.
"Iri bilang bos"ucap Raffi yang sudah duduk di samping Ika.
"Kenapa harus iri kita juga punya istri " kata Radit ".
" Iya sih punya istri, tapi istri kalian sibuk mengurus anak kalian tidak seperti istriku yang selalu ngurusin aku ".
"Kalian ini sudah pada tua tapi kelakuan masih kaya anak kecil " ucap Oma.
Terkadang aku heran sama mereka bertiga kalau ketemu ada aja yang mereka jadikan bahan ledekan, bagi yang tidak tahu pasti mengira mereka saudara kandung dan papa kakak tertuanya dan Om Bayu paling bontot.
" Ingat tebar pesona cari jodoh yang dress code navy, kalau putih pasti ada hubungan dengan keluarga kita " ucap Dino.
" Emang kalau ada hubungan dengan keluarga kita kenapa " ucap Dini.
" Ya gak berkembanglah "ucap Dino.
Acara dimulai sesuai jam yang sudah di tetapkan bersama oleh kedua pihak keluarga . Selama acara berlangsung dari dimulai pembukaan berupa salam dan Sambutan dari Pihak Keluarga Pria dan berlanjut pihak Keluarga Pria Menyampaikan Maksud dan tujuan Kedatangan mereka. Semua proses berjalan lancar hingga selesai dan berahkir dengan doa penutup dan ramah tamah tidak ada yang aneh buatku.
" Lihat arah jam 12.00 kayaknya boleh juga , ayo kita taruhan siapa yang akan dapat nama dan nomor telepon duluan " ucap kak Dino, membuatku langsung mengalihkan pandangan ke arah yang dimaksud.
" Namanya Feby Anisa Kusuma, umur 30 tahun, seorang arsitek" ucapku, akhirnya Aku menemukanmu ternyata doa mama terkabul.
" Tapi kayaknya udah ada pasangan deh lihat itu di ambilin makanan sama cowoknya" ucap kak Dini yang ternyata juga menyimak obrolan kami berdua. Lelaki itu aku masih mengingatnya, dia yang datang berdua dengan Feby waktu penghargaan dan ulang tahun perusahaan tempat Feby kerja dulu.
Aku duduk dengan diapit kak Dini dengan kak Dino , jadi kak Dini bisa mendengar obrolan kami. Setelah menunggu beberapa menit aku melihat Feby berdiri.
" Mau kemana Lo " ucap kak Dino saat melihat ku mau berjalan.
" Urusan masa depan " .
" hahaha kalah cepat kamu sama Fathar" ejek kak Dini.
Aku menunggu di depan toilet sekitar 10 menit sampai pintu terbuka dan menampilkan orang yang yang kucari selama hampir 2 tahun ini.
"Ahkirnya aku menemukanmu Setelah menunggu hampir 2 tahun" ucapku membuat Feby sedikit kaget, tapi cuma sebentar setelahnya biasa saja. Apa benar dia sudah menemukan jodohnya kataku dalam hati.
"Bagaimana kabar keadaan mu" ucapku Setelah kami hanya saling diam masih di depan toilet.
"Alhamdulillah sehat seperti yang kau lihat " jawabnya tanpa ekspresi.
"Bisa kita bicara sebentar tapi tidak disini " kataku sambil menarik tangannya menjauh dari toilet tanpa perlawanan sama sekali.
" Sesuai yang kau katakan dulu aku tidak mencarimu tapi takdir yang mempertemukan kita, atau emang sengaja kamu datang ke rumah keluargaku mengingat kau tahu alamat rumahku" ucapku sengaja memancing reaksinya.
" Kalau aku tahu ini rumahmu aku takkan mau datang ke sini, sudah 12 tahun saat itu aku hanya tahu alamat rumahmu tanpa tahu rumahmu ".
" Apakah kamu sudah punya pasangan atau sudah berkeluarga".
" Emang kalau aku udah punya pasangan kenapa andai kalau belum juga kenapa".
" Bukannya janjimu dulu kalau kita bertemu lagi dan masih sama-sama single kita akan mencoba menjalin hubungan".
" Saat itu aku bilang begitu karena belum mengenal dirimu tapi sekarang aku tidak mau berhubungan dengan pembohong" ucapnya dan langsung pergi tanpa menunggu jawabanku.
" Bohong apa ,aku tidak pernah berbohong padamu" ucapkan sambil menarik tangannya setelah bisa mengejarnya.
" Jika kau tidak merasa berbohong yaudah " .
" Jelaskan kapan aku berbohong padamu, supaya aku bisa tahu kesalahanku" kataku yang cuma dibalas dengan senyum sinis. Aku tidak suka dengan senyum yang dia berikan padaku senyum sinis , sebuah senyum yang mengekspresikan rasa tidak suka terhadap seseorang . Aku juga tidak tahu dari mana aku mendapat keberanian ini, ini pertama kali aku lakukan pada seorang perempuan dengan tiba-tiba aku tarik tengkuknya dan ku ***** bibirnya secara kasar. Tidak ada perlawanan hanya badannya yang menegang menandakan dia kaget dengan yang kulakukan hingga aku merasakan badanku di tarik dari belakang dan tiba-tiba ada yang memukulku.
" Please jangan bikin onar kita tamu di sini " ucap Febi yang menghentikan laki-laki itu untuk memukulku yang kedua kalinya ,tapi sudah aku cegah dengan memegang gegaman tanganya.
" Dia telah melecehkan kamu dia harus diberi pelajaran".
" Tar kamu yang malah yang dihajarnya" ucap Feby sambil menarik laki - laki itu menjauh.
"Ada CCTV nggak di sebelah sini "ucap Om Bayu yang berdiri tidak jauh dari ku.
" Emang kalau ada CCTV kenapa " jawabku acuh "
" Mau aku perlihatkan kepada mama dan papa" ucapnya sambil terkekeh.
" Nggak usah aneh -aneh deh om".
" Jadi itu cewek yang kamu tunggu cantik sih tapi sepertinya kamu kalah cepat dia udah punya pasangan".
" Tebakanku dia bukan pasangannya sepertinya mereka sepupu".
" Kalau kamu yakin dia sepupunya kejar dia secara ksatria bukan main sosor".
" Salah sendiri siapa suruh senyum sinis padaku bukan senyum manis ".
"Senyum sinis itu mengekspresikan rasa tidak suka terhadap seseorang , berarti dia tidak suka padamu".
" Aaahhhhh bodoo "kataku sambil berjalan ke tempat acara.
hahaha terdengar suara tawa Om Bayu.