
Aku berjalan keluar meninggalkan rumah Ayu dengan memesan objek, dengan pakaian yang aku kenakan memudahkan ku untuk naik ojek kendaraan roda dua, dengan memejamkan mata aku nikmati semilir angin yang lewat dengan mengosongkan pikiran, dengan semilir angin malam dan suara angin malam yang terdengar bersahutan dengan suara kendaraan yang lewat , bukan lagi suara perdebatan orang membuatku sedikit tenang.
"kita sudah sampai mbak"
"cepat banget pak, bisa muter lagi gak,"
"ha mau kemana lagi Mbak "
"ya udahlah pak, saya mau jalan kaki aja"dengan berjalan kaki menikmati angin malam yang berhembus dan melihat bintang bertaburan di atas langit, membuat ku berpikir tentang takdir setiap orang, dengan melihat Ayu Aku merasa sangat bersyukur meski hidupku tidak bergelimang harta bukan anak penjabat tapi aku mempunyai kedua orang tua yang menyayangiku dan tidak pernah menuntut anak anak nya, bapak selalu membebaskan Kami memilih masa depan bahkan Bayu yang tidak pernah masuk 5 besar seperti kakak kakak nya, tidak pernah dipaksa tidak supaya seperti kami.
"ngelamun bae malam-malam"tegar Ratih menghampiriku yang sedang duduk sambil memejamkan mata di depan teras rumah dinas.
"gimana masalah Ayu"
"kayak benang yang diacak-acak kayak cerita sinetron banyak dramanya, Aku kira cerita novel dan sinetron tidak ada di dunia nyata ternyata ada contohnya Ayu."
"Santi sini"kata Ratih sambil bicara melalui ponselnya ,selang berapa menit Santi keluar dari rumahnya menuju ke rumah dinas ku .
"loyo amat Bu baru pulang kerja"kata ku ketika Santi bergabung dengan kami.
"Nggak tahu kepalaku pusing dari pagi, makan nggak enak maunya makan yang asem"
"wah jangan-jangan sama kayak aku nemenin gue kali itu"
"Amin semoga benar tapi aku nggak mau berharap ntar kecewa"
"Dari mana Mbak dandan kayak ABG persis anak kuliah aja"
"Menemui Ayu bersama mantan suaminya dan mantan pacarnya, tapi malam ini males aku bahas Ayu hidupnya penuh drama" ucap Ika.
"ih Mbak bikin penasaran cerita dong masak tega membuat kita penasaran"
"Cerita mbak ntar kalau Santi beneran hamil muda cas lo anaknya karena penasaran"
"Amit-amit jangan sampailah anak aku ngecas"
ha haha ha ha tawa kami bertiga.
"cuacanya cerah seru ya kaya nya kalau kita bikin tenda di depan rumah" seru ku.
"jangan aneh-aneh Mbak ntar kita kena tegur" ucap Ratih karena Ratih paling lama menjadi persit di antara kita bertiga, sontak aku dan Santi ketawa ngakak melihat reaksi nya.
"ada yang punya gitar dan bisa memainkan gitar gak, seru kali kalau bernyanyi sambil bermain gitar"
"mbak ga usah aneh aneh deh" kata Ratih lagi membuat ku dan Santi terkekeh geli melihat kearah nya.
" gw mau tidur kalau kalian mau pulang bangun ni ya" gak tau karena capek pikiran atau tenaga ku, atau bawaan hamil muda yang mudah mengantuk gak sampai sepuluh menit aku sudah tertidur.
Aku gak menyangka kehidupan Ayu yang aku lihat seperti keluarga bahagia hanya penampilan luar saja.Ayu beserta adik nya selalu di tuntut sempurna di depan orang,Ayu dan adiknya yang bahagia dan sempurna hanya boneka hidup Ayah nya.Selepas Ika pergi dan tak mau aku antar, dalam benak ku, masalah Ayu harus selesai malam ini juga.
"sekarang aku bertanya Ayu kamu mau apa"
"Aku gak mau sama mereka berdua, aku sayang dan cinta putra tapi putra tidak bisa di terima keluarga ku dan aku tidak mau sama Danu karena Danu cinta nya egois"
"terus"
"Aku mau sama kamu,kamu seorang perwira pasti keluarga besar papa menerima mu"
"Aku cuma pengen bahagia apa salah"
"kamu nggak mau sama Danu, tapi sifatmu nggak jauh beda sama Danu apa bedanya kamu dengan dokter Danu cinta kalian sama sama egois "
"Aku egois demi anakku"
"Sama aja demi apapun itu kalian egois , apa kamu akan tetap merahasiakan ayah kandung putrimu dari putrimu sendiri,"yang dijawab Ayu dengan anggukan kepala.
"Ayahmu malu mempunyai menantu seorang Bintara karena dia seorang jenderal, terus Kamu malu dengan ayah biologis putri mu yang hanya Bintara, kenapa kalian harus hidup dengan memikirkan omongan orang lain, coba hidup dengan memikirkan kebahagiaan kalian sendiri tanpa memikirkan omongan orang lain"Ayu hanya diam mendengarkan ucapan Raffi.
"Dulu aku sayang kamu ,Aku mau jadi tentara karena ingin mencarimu,kamu yang menemani ku saat keluar ga ku menghukum ku dan semua menjauhi ku tapi maaf rasa itu telah berubah sayang dan cinta ku hanya untuk istri ku, istriku mengajarkan banyak hal pada ku, meski dia hidup pas Pasan tapi dia tau gimana cara bersyukur.Bahagia bukanlah milik mereka yang mempunyai banyak uang, jabatan Tinggi, tetapi milik mereka yang pandai dengan cara bersyukur".
"Aku tidak kenal kamu yang sekarang ,tapi kalian harus tahu ada waktu nya kita berjuang untuk cinta tapi kita juga harus tau kapan kita harus berhenti untuk berjuang "
"dan kamu putra, kita baru kenal sekarang tapi aku suka prinsip mu, seorang prajurit akan mendapatkan sesuatu secara ksatria bukan dengan cara curang tapi kalau udah begini apa keputusan mu"
"sejak aku pulang aku mencari keberadaan Ayu,tapi setelah aku pindah tugas, aku jadi tahu ini hanya skenario papa mu buat memisahkan kita, saat itu aku menyerah dan setahun ini ibu ku telah menjodohkan ku dengan seorang jujur sejak itu aku mulai mengubur cinta dan sayang ku buat mu,tapi setelah melihat darah daging ku,aku akan memperjuangkan kalian lagi"
"sebelum kamu berjuang lebih baik nya selesai kan hubungan Ngan mu dengan orang yang telah di jodohkan dengan mu,dan jujur pada ke dua orang tua mu, karena segala sesuatu yang baik harus di mulai dengan kejujuran "Kata ku, padahal pernikahan ku sendiri berawal dari saling memanfaatkan kata ku dalam hati.
"Aku pulang dulu aku harus menjelaskan pada istri ku"
"Jadi dia istri mu"
"iya kenapa pak dokter, ada masalah"
"bukan aku kira adik mu"
"sialan kamu, jangan macam macam kamu aku bisa menghancurkan karir mu"
"ha ha ha maaf tidak berani aku"
"jaga baik baik istri anda, punya sahabat aja dia berani apalagi anda cuma orang lain"sindir putra.
"SIALAN kalian semua,aku pulang, sebaiknya kalian juga pulang biar Ayu menenangkan pikiran nya dulu."
Aku langsung mengendarai mobil ku pulang tidak lupa melihat di mana istriku,sejak dia pergi dan aku tidak tau kabar nya selama sebulan kemarin, aku putuskan memasang GPS di ponsel Ika.Syukur dia di rumah, sesampai dirumah kulihat istriku di temani tetangga sekaligus sahabat istriku selama di sini, mereka sedang duduk dilantai teras rumah.
"assalamualaikum"
"walaikumsalam"
"Ika tidur"
"iya dari tadi minta aneh aneh yang pingin bikin tenda didepan, pingin nyanyi dengan bermain gitar didepan "keluh Ratih, sedang Santi sibuk makan buah asem dengan tenang.
"udah malam sana kalian pulang kasihan suami kalian dan juga terima kasih udah menemani Ika"
"ga gratis Kep "
"gampang besok ajak Ika belanja biar Ika traktir kalian "
"ok siap "kata mereka bergegas pulang,aku masuk menggendong istri ku ke dalam rumah dinas kami.