My soul mate

My soul mate
41. Usaha Raffi



Bau masakan yang menyengat, mengganggu indra penciuman ku, membuat perutku serasa diaduk-aduk hingga mual aku berlari ke kamar mandi memuntahkan semua perutku tapi tidak ada yang keluar hanya cairan bening yang keluar.


"aku bantu dek"ucap Raffi aku hanya bisa pasrah digendong Raffi masuk ke dalam kamar.


"tolong kalau masak pintunya dibuka biar baunya keluar"ucap ku lirih.


Aku pergi jalan pagi Setelah usai sarapan, saat ku pulang jalan pagi ku dapat isi rumah asrama dalam keadaan bersih baju kotor sudah dicuci ,sudah dijemur, pengertian sekali suamiku.


"dek mas mau bicara"


"Bicara apa ,bicara aja aku dengarkan kok" kataku sambil duduk berselonjor kaki di lantai teras depan rumah.


"Mas akan buktikan bahwa mas tidak ada hubungan apa-apa dengan Ayu dan putrinya"ucap nya sambil memperhatikan muka ku.


"selama ini Mas bersikap baik sama Ayu karena mas merasa berhutang Budi pada Ayu, Ayu yang menemani mas di saat mas berada di titik paling bawah, jadi Mas hanya menganggap dia tak lebih dari teman yang sudah membantu mas, dan apa yang mas buat hanya sebatas balas budi tidak lebih. Mas tidak ada perasaan khusus buat Ayu.adik adalah masa depan dan Ayu adalah masa lalu yang cukup dikenang"


"emang dia pahlawan minta dikenang"ucapku sinis.


"hm hm bukan gitu dek, maksudku cukup diingat bukan dikenang" kata nya sambil menggaruk leher nya yang aku yakin tidak gatal sama sekali.


"ya udah ku tunggu "


"dek anak kita berumur beberapa "


"anak ku berumur sepuluh Minggu "jawab ketus.


"mas boleh pegang dek"


"belum juga bisa bergerak " ketusku.


"ga pa pa pa dek boleh ya"


"awas jangan modus "kataku, saat tangannya mulai mengelus-elus secara halus dan lembut di area perutku membuatku merasa ngantuk dan serasa dinina bobo,


"egh eghh "


"udah bangun dek "ku lihat aku sudah berbaring di ranjang kamar dan Raffi duduk sambil menggosok baju kami.Durhaka sekali aku ini suami dari pagi udah masak bebenah rumah, cuci baju dan sekarang malah gosok baju aku malah tidur ran kata ku dalam hati.


"Mas gosok baju Mas aja bajuku nggak perlu digosok,"


"sekalian dik nggak papa adek istirahat aja"


"tapi kan mulai sekarang kita masing-masing Mas mengurus aja baju mas aku ngurus punya aku sendiri"ucap ku masih tidak mau kalah.


"ga pa pa" jawab nya,jujur aku jadi merasa berdosa.


hihi hihi hihi


"dek dek dek kenapa nangis" Raffi menghentikan kegiatan menggosok baju nya dan mendekat ke arah ku.


"Aku benci kamu ,kamu nyebelin, aku nggak mau anakku kayak kamu nggak bisa tegas tapi kamu Ayah anakku hihihi "kataku sambil memukul mukul dada bidang nya dan menangis kaya anak kecil.


"ga pa pa mas salah,mas memang pantas kamu benci,mas memang nyebelin,wajar kalau anak mas mirip mas ,kan yang bikin mas"Kata nya sambil mendekap ku ke dalam pelukannya dan menciumi rambutku,


"lihat mas"katanya sambil kedua tangannya menghapus air mata ku yang masih menetes,


"mas minta maaf, sudah banyak buat kamu bersedih,mas sempat marah karena adek pergi gak ada kabar dan mas lebih mengutamakan ego mas" ucap Raffi sambil mencium seluruh mukaku dari dahi turun ke kedua bola mataku, pipiku dan yang terakhir memberi kecupan kecupan kecil diahkiri dengan ciuman panas disertai ******* dan hisapan.


tok tok tok


"mbak Ika"


"gagu aja"dumel Raffi berjalan keluar membuka pintu rumah.Membut ku tersenyum sambil terkiki geli melihat tingkahnya.


"eh kapten tumben di rumah"ucap Santi


"ya nggak kalau di rumah mau di mana, aku kan tinggal di sini kenapa kalian berdua ke sini siang-siang begini, bukannya bobo siang di rumah ganggu orang aja"


"masuk Santi Ratih Sini duduk sini"


"kenapa Mbak capek,"


"eh adzan zuhur kapten Raffi nggak ke mushola salat di mushola"


"kamu mengusirku Ratih,"


"enggak sih biasanya kan kapten rajin ke masjid"


"ngeledek kalian ya, ya ini juga mau ke masjid adzan luhur dah berkumandang " aku cuma bisa terkiki geli melihat tingkah kedua tetanggaku dan suamiku, emang sejak ketahuan Raffi sering jalan sama Ayu mereka Jadi suka nyinyir Raffi.


"dek Mas mau salat ke masjid dulu ya" pamit nya yang aku balas dengan anggukan kepala.


"Mbak semalam suamimu minta dibeliin sayuran dan lauk kata nya mau masak, dia masak apa"


" goreng ikan, bikin sambal udah"


"masih mual Mbak" Ika tidak menjawab cuma menganggukkan kepalanya.


"ntar kalau menginjak semester kedua hilang kok mualnya sabar ya mbak, kami juga pengen merasakannya tapi Tuhan belum memberi kami rezeki kami untuk merasakannya"


"sabar ya kalian semoga cepat diberi momongan seperti aku"


"ah kenapa jadi Mello gini sih"ucap Santi.


"di lapangan tar sore ada lomba voli antar pleton se Batalyon lihat Yo mbak" ucap Ratih.


"suami mu kan komandan kompi masak gak ikut"sambung Santi.


"Ya nggaklah kalau kapten Rafii ikut bingung tar mau membela peleton siapa hi hi"ucap Ratih, sambil terkekeh.


"nggak usah bilang-bilang Mbak kalau kita nonton, kita lihat suamimu udah sadar benar ran belum" ucap Ratih .


"setuju aku Mbak "


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"ucap Kami bertiga dari dalam rumah.


"tuh suaminya pada pulang dari mushola pulang sana siapin makan siang" usir Raffi.


"ih kapten ngusir, ayo pulang san kita diusir"kata Ratih tapi sambil terkekeh.Meski agak canggung aku menyiapkan makan siang kami, makan dengan masakan yang di masak Raffi tadi pagi .


"maaf aku tidak masak"


"selama adik mual mual mas yang akan masak mulai sekarang, kalau nggak ada mas yang masak adik bisa beli, jangan makan kerupuk tahu tempe terus makan ikan, ayam ,sayuran biar anakku sehat" meski agak canggung aku berusaha memberikan maaf dan kesempatan buat Raffi untuk membuktikan kata katnya tadi.


"mas kelapangan mau cek persiapan lomba tar sore"


"naik apa mas"


"kenapa "


"kalau bawa kendaraan ikut mau beli SOP buah, kalau jalan gak jadi tar minta anterin santi aja"


"ya udah kita pinjam motor Riko aja"dengan senyum mengembang aku Menganti baju dan memakai jilbab instan ku.


"mau langsung beli SOP buah apa mau ikut mas ke lapangan" kata nya begitu kami memakirkan kendaraan milik Riko.


"aku mau duduk disana sambil meminum SOP buah"Kata ku sambil menujuk arah gazebo yang jarak nya tidak jauh dari lapangan.


"ya udah kamu tunggu di sana mas yang pesan tar biar di antara ke gazebo"


"makasih mas" setelah memesan kan SOP buah aku lihat Raffi berjalan kearah lapangan,


"istrinya kapten Raffi ya Bu" sapa bapak bapak sambil membawa semangkok sop buah dan sepiring makanan ringan.


"Iya betul pak,saya Ika istri nya"


"saya Imran Bu, silahkan di nikmati Bu"


"terimakasih pak " setelah pak Imran pergi ku arahkan pandangan ku ketengah lapangan nampak Raffi sedang berbicara dengan beberapa orang, tunggu kenapa ulet janda itu berjalan ke tengah lapangan.Waktunya kita buktikan ucapan mu mas, kata ku dalam hati.