My soul mate

My soul mate
51.Bertemu



"orang hamil itu suka nya di sayang, di manja, lebih sensitif "


"itu kan sukanya nek,la kalau gak ada yang buat manja dan sayang sayangan mau gimana "


"ya udah punya kenapa di tinggalin"kata nenek sambil senyum tipis.


"biar dia tau rasa nek siapa suruh mengabaikan omonganya istri "


"tapi kan kamu juga yang nahan kangen kan jadi nya"


"ih nenek gitu "


"benerkan,lawong tiap bengi lek turu Karo ngeloni klambi reget" (kalau tiap malam tidur memeluk baju kotor).


"itu bersih nek"


"Nang ndi resi e la wes sewulan Nang kene ga tau di kumbah"(di mana bersih nya udah sebulan di sini ga pernah di cuci).Sudah sebulan aku di sini aku tidak bisa tidur kalau tidak meluk baju Raffi, meski aku di sini aku tau semua kegiatan Raffi dari seminggu pertama mencari ku,terus Minggu berikutnya dia mulai fokus latihan menembak dan setelah itu berangkat ke serang Banten buat lomba menebak disana, begitu pulang dari sana baru dua hari langsung berangkat ke pedalaman Kalimantan untuk ur misi tapi aku ga tau misi apa itu, setiap hari Fajar dan Farhan mampir ke sini untuk belajar, bahkan nenek heran dengan dua cucu nya yang nurut waktu ku ajari.


" besok jadi kamu pulang ke Malang ndok'


"jadi nek, ibu marah waktu tau kalau cucu nya dah lewat empat bulan nya, jadi kata ibu ga pa pa telat dari pada tidak yang penting kan niat dan doa nya" Kata ku yang di anggukin nenek.


"terus sekarang mau kemana udah rapi "


"kontrol kandungan '


"udah ambil no antrian"


"udah tadi wa teman yang kerja di rumah Sakit " nenek selalu bilang nama nya orang berumah tangga pasti ada kalanya pasangan surut, tergantung bagaimana kita menyikapi kala itu menimpa keluarga kita.


Aku berusaha menjalani aktivitas seharian seperti biasa, aku gak tau di mana istri ku berada, sejak Ika menghilang.Aku tahu aku salah harus nya malam itu aku membangun kan Ika dan mengajak nya bukan malah pergi sendiri tanpa mengasih tahu,padahal saat masih bertelpon dengan Ayu ,Ika udah memperingatkan aku untuk tidak kesana ahhh , tapi aku gak boleh menyesal paling tidak aku sudah menyelamatkan psikologi putri melihat pertengkaran kedua orang tua nya


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ Radit calling


"assalamualaikum" jawabku


"walaikumsalam,Lo keterlaluan gw mau jadi om tapi Lo ga ngasih kabar, pasti mama papa juga gak kamu kasih tau" deg Radit tahu apa Ika ada di rumah ibu dan bapak.


"maaf, aku sibuk jadi lupa mm kalau boleh Lo tau dari mana"


" Bayu kan kerja part time, jadi dia mengundangku ke acara syukuran kehamilan , harus nya pas empat bulan karena ibu baru tahu jadi ga pa pa sekarang aja"


"terus jadi nya kapan syukuran nya"


" Minggu ini, tunggu ko Lo tanya gw jangan jangan Lo ga tau,"


"bukan gitu Ika udah bilang tapi kapan pastinya dia belum cerita, aku juga baru pulang kemarin dari serang Banten "


"oo kira Lo bikin masalah lagi "


"ga lah, udah aku mau ngasih kabar mama papa "


"udah aku kirim pesan, mereka akan berusaha mengosongkan waktu hari Minggu buat anak Lo"


"udah dulu assalamualaikum "


Aku langsung hubungi Bayu aku berbasa-basi menanyakan sekolah nya dan menanyakan kabar bapak dan ibu, dari sana aku tahu Ika tidak di sana.


Segera aku hubungi Santi untuk mencari informasi siapa tahu Ika akan periksa kehamilan sebelum pergi ke rumah ke dua orang tua nya, Setelah menugu kabar yang tidak pasti ahkirnya Santi memberi tahu hari ini ada jadwal Ika, segera aku hubungi Wiliam untuk membuat istri ku menjadi pasien terahkir agar aku bisa menemani nya.


Lama amat perasaan tadi aku dapat no empat ini pasien udah mau habis tinggal dua lagi kenapa aku belum di panggil,keluh ku dalam hati.


"Dek" panggil seseorang yang tiba tiba duduk di sampingku dan langsung memegang tangan ku, meski tidak melihat aku tau siapa yang berani pegang ke dua tangan ku.


"kemana aja selama ini kamu tinggal dek,mas nyari kamu ke mana mana tapi tidak ketemu, maaf Fin mas dek tolong jangan siksa mas dek, malam itu mas terpaksa pergi karena tidak tega mendengar tangisan putri karena mendengar Ayu dan Danu berantem mas minta maaf deek, udah melanggar peringatan adek"kata raffi sambil mencium punggung tangan ku yang di genggam nya.


"mas malu" cicitku karena meski aku pasien terahkir yang lagi mengantri giliran di panggil, tapi beberapa orang atau suster yang lewat pada melihat apa lagi aku berusaha melepas kan genggaman tangan ku.


"biarin tar kamu kabur lagi"


"ibu Ika Pratiwi"suara suster mengurangkan niat ku untuk protes.


"ayo dek" kata Raffi sambil membantu ku berdiri.


"maaf Lo Ika ini ulah suami mu yang meminta supaya kamu di kasih urutan terakhir" Kata dokter William sontak membuat ku melotot ke arah Raffi.


" ya maaf kan aku harus nyelesain kerjaan ku dulu"


"udah udah ayo kita mulai periksa nya, suster tolong di bantu ya"


"sekarang usia nya udah dua puluh Minggu sama dengan lima bulan, udah masuk trimester kedua masih mual ga "


"berkurang dok "


"bisa nya trimester kedua akan berkurang atau malah gak ada"


"awas lho gw udah bantu Lo jadi Lo kapan kapan harus bersedia ngopi bareng gw"


"kontak aja kalau Lo longgar dan pas gw gak ada kegiatan ayuk aja, makasih atas bantuannya "setelah kami keluar dari ruang pemeriksaan kami mengantri obat tidak ada pembicaraan hanya Raffi yang terus memegang tangan ku dan sesekali memberikan kecupan di punggung tangan ku.


"kita makan dulu dek, habis makan kita ambil baju mu dan kita pulang " begitu pun saat makan tidak ada obrolan apa pun, hanya kecanggungan , Tah kenapa rasanya aneh apa karena sudah sebulan tak ada komunikasi.


"ini suami mu"


"iya nek" aku perkenalkan Raffi ke pada nenek yang di sambut baik sama nenek.


"orang rumah tangga pasti ada masalah, salah paham kecil bisa menjadi bumerang kalau gak segera di selesaikan, kadang logika dan perasaan tidak bisa sinkron, kamu mendahulukan perasaan mu karena kasihan dan istrimu mendahulukan ego dan logika,ego nya terluka saat kau pergi padahal telah di larang dan logika nya mengatakan kau sudah tidak memprioritaskan nya saat kau pergi demi orang lain padahal kau sudah dilarang nya pergi "


"nenek ngomong apa sih, siapa yang bilang begitu "


"kamu gak bilang tapi saat kau pergi itu sudah bukti ego mu terluka sono pulang dah malam,angin malam gak baik buat ibu hamil "


"makasih Lo nek udah menampung ku"


Saat sampai di rumah aku segera berganti baju dan bersih bersih, saat Raffi mandi aku mengecek ponselnya Raffi yang kebetulan sandi nya Pake tanggal lahir ku, tidak ada yang aneh mungkin juga udah di hapus sebelum menemuiku , tanpa menugu Raffi aku tidur duluan lebih tepatnya pura pura tidur.


"dek"panggil Raffi sambil menarik ku dalam dekapan nya.


" mass mintak maaf, hari itu putri nangis kenceng gara gara mendengar orang tua nya bertengkar,aku mau membangun kan mu tak tega jadi mas langsung pergi" itu kalimat terahkir yang aku dengar dari Raffi sebelum aku tertidur, lama tidak tidur dalam dekapan suami membuat ku kaya terkena sihir begitu mencium aroma Raffi aku langsung tidur dalam hitungan menit.