
"Ada apa sih kamu ini,emang kamu denger berita apa,kok ngotot pingin ketemu pengacaraku" kata Radit bingung karena Raffi datang datang bilang pingin kenal pengacara nya.
"kata Bayu ,waktu di rumah sakit dia dan polisi itu berebut cari perhatian istriku"
"terus kenapa kau paksa aku untuk mengundang nya kesini".
"udah dit ga sah di dengar kata kata kakak mu,kasih ini aja buat nya"kata ku sambil mengasih undangan resepsi.
"ayuk pulang Radit masih banyak kerjaan jangan kamu ganggu "kata ku sambil menarik Raffi keluar ruangan Radit.
"kenapa sih kamu melarang ku ketemu dia"
"aku tidak melarang ,tapi mas kaya anak kecil kalau lagi cemburu ,itu dah ku kasih undangannya tar datang pas kita nikah,kamu bisa kenal dengan nya disana" kataku sebelum kita pergi meninggal kan area pabrik.
" Dek mas sholat jamaah dulu,adek ga bawa mukena tar sholat di rumah aja"kata Raffi saat menghentikan motor nya di depan masjid Agung.
"aku ikut mas,aku bisa Pake mukena yang disediakan pihak masjid"kata ku mengikuti Raffi masuk ke masjid mengikuti jamah bersama.
"kamu habis sholat jamaah juga"sapa Rendy menghampiri ku yang lagi duduk di anak tangga menugu Raffi sepertinya masih berdzikir.
"iya,kamu juga"
"iya ,tadi habis ketemu klien terus dengar adzan jadi mampir sekalian,kamu sendirian"
"Dia sama saya"suara Raffi menghentikan ku yang hendak membalas ucapan Rendy.
"anda sia...."
"saya suaminya"potong Raffi cepat tanpa menugu Rendy menyelesaikan kalimatnya.
"oo berati anda kakaknya pak Radit ,perkenalkan saya Rendy pengacara baru perusahaan menggantikan pengacara sebelumya yang pindah ke luar kota"
"saya Raffi suami Ika Pratiwi,o ya sekalian saya mengundang anda ke acara resepsi kami nanti "kata Raffi sambil menyerah kan undangan pernikahan kami,yang dia simpan di tas ranselnya,tadi Yudis,sekarang Rendy ya tuhan.
"terimakasih mas,atas undangannya saya pasti akan datang"kata Rendy setelah menerima undangan pernikahan kami dan langsung pergi karena masih ada janji sama klain.
"jadi dia mantanmu yang pengacara itu"yang aku jawab dengan anggukan karena males nanggepin orang yang lagi cemburu.
"macho aku bada nya kurus gitu"
"ga boleh sombong dan menghina orang "
"iya maaf,adek harus tau cinta mas ke adek itu kaya kamera" katanya membuatku bingung .
" tau kan cara kerja kamera hanya fokus pada satu titik,kaya gitu juga cinta mas ke adek hanya fokus sama adek yang lain blur"kata nya sontak membuatku ketawa.
"Nek ngomong ojo manis-manis, mundak cangkeme dirubung semut."(Kalau bicara jangan terlalu manis-manis, nanti mulutnya diserbu semut).kataku kesel dengan tingkahnya hari ini.
"Aku janji ra nakal maneh, kecuali nakali koe."
(Aku berjanji tidak akan nakal lagi. Kecuali nakalin kamu),katanya denga logat Jawa yang aneh malah membuat ku ga bisa menahan tawa.
"dek ingat ga kita pernah ketemu disini" kata nya sambil memegang lembut tanganku ,padahal masih diteras Madjid bikin malu orang aja.
"Mas malu di lihatin banyak orang malu" cicitku.
"ngapain malu kita kan dah halal"
"tapi mereka ga tau mas"
"mas lapar kita makan nasi Padang di depan sana yuk"
"ayuk "
"dek kamu masuk dulu kamu pesen ni mas rendang,mas ke toilet "
"oke "
"Dek kenalin ini dulu adek asuh mas"kata Raffi mengagetkan ku yang lagi main ponsel sambil menunggunya yang pergi ke toilet.
"eh iya,kenalkan aku Ika Pratiwi" kataku spontan karena sedikit kaget,tapi wajahnya sepertinya gak asing.
"Hai aku Bagaskara Pramoedya”seketika aku ingat nama salah satu mantanku yang playboy,sialan ternyat emang dia salah satu mantan kenapa harus ketemu mantan lagi sih,apes apes apes keluh ku dalam hati.
"ayo kita makan bareng ,duduk sini aja"
"makasih bang apa tidak mengganggu kencan sama pasangan Abang"kata nya sambil melirikku.
"boleh dek"ijin Raffi padaku.
"silahkan"
"aku udah di pesankan, kamu sana pesan dulu"
"baik bang"
"sekarang tugas di mana"
"Abang baru disini paling empat tahunan,tapi ini mau pindah ke Surakarta "
"Surakarta bang"
"allhamdullilah lolos Kopasus kemarin "
"wah selamat bang"
"Oya ini undangan resepsi Abang datang sama pasangan ya"
"aduh kalau sama pasangan ga ada bang baru ditinggal nikah sama pacar"
"cari lagi mati satu tumbuh seribu"ceplos ku.
"iya cari masih muda,anggap itu cobaan sebelum dapat yang terbaik"
"iya bang aku juga mikir mungkin ini hanya cobaan "
"Urip iku akeh cobaan. Yen akeh saweran iku jenenge dangdutan."
(Hidup itu banyak cobaan, kalau banyak saweran namanya dangdutan.)
"ha ha ha mbak nya bisa aja ,"katanya kaya tau artinya aja kataku dalam hati ,karena setauku dia asli Palembang.
"kamu tau istriku ngomong apa gas,"
"sebenarnya ngerti dikit lah bang udah sepuluh tahun bergaul sama orang Jawa masa ga ngerti malu aku bang"
"Urip kui koyo kopi asli. Nek ra iso nikmati rasane pait."
Hidup itu seperti kopi asli, jika tidak bisa menikmati, rasanya pahit.sambung Bagas ngomong Jawa tapi logat orang Sumatra.
"ha ha ha iya bener kamu".
"Ojo mung ngopi, sekali-sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi yo sepet."
(Jangan cuma ngopi, sekali-kali ngeteh supaya tahu kalau hidup tak cuma pahit, tapi juga sepet)
"bener yang dikatakan ibu he he "katanya sambil ketawa kecil .Setelah itu sepertinya Bagas mengalihkan topik yang lain yang tentang profesi mereka yang aku tidak paham,Hinga selesai makan dan kami berpisah.
"kamu kenal Bagas ya,dek cara kalian tadi bicara kata kenal,"
"hmm"jawabku tanpa berbohong.
"apa dia juga salah satu mantanmu"
"hmm"
"kalian putus karena apa"
"biasa tentara kalau gagah kan banyak pacarnya".
"iya bener bener ,dia dikenal sedikit playboy ,kamu tahu kalau dia selingkuh"
"memergoki nya berjalan bergandengan tangan dengan cewek lain".
"bagus deh"kata nya sambil ketawa.
"ko gitu "
"karena kepergok selingkuh sekarang adek jadi milik mas"
"jodoh ,maut sudah ada yang mengatur mas" katanya sambil memeluk ku hingga tidur.Karena kami mau resepsi sederhana dan Raffi tidak mengijinkan orang tua nya mengundang relasi ahkirnya pernikahan kami hanya di hadiri kerabat dekat ,teman teman kami dan kedua orang tua.
" kamu hari ini cantik pasti tadi mantanmu menyesal semua telah meninggal kan mu"katnya sambil menarikku duduk dipangkuan nya ,hari ini pesta pernikahan dan tiga hari laki kita pindah ke Surakarta dan udah seperti reuni mantan buatku selain Rendy,Bagas,Yudis yang pas ngasih undangan aku tahu tapi buat Erwin aku tidak tau kapan dia ngasihnya,dan Ares salah satu mantanku seorang arsistek yang putus denganku karena hamil lin anak orang dan terpaksa menikahi nya.
"tadi seperti acara reuni mantan buat kamu"
"aku tahu,mas sengaja mengundang mereka kan"
"iya biar mereka tahu,adek yang sekarang udah punyaku mas"
"ko mas kenal Ares juga "
"cerita dari Haris dan Radit ,kalau Erwin mas sengaja ke kantor polisi nemuin dua".
"mas geli"kataku ketika tangan nya mulai bermain main dengan dua quisy ku,di sertai mengendus endus area leherku .
"nikmati aja dek rileks,biar mengalir seperti air" udah sepuluh menit aku duduk diatas paha Raffi dengan Rafi yang mulai aktif tangan dan mulutnya mencari sesuatu yang disukai nya,hingga aku merasa kebanggan Raffi udah mulai bangun aku cuma pasrah hingga Raffi mengucapkan doa diatas ubun ubun kepala ku dan menggendongku kaya koala pindah ke kasur dengan badan kami sudah setengah telanjang karena bagian atas kamu udah terlepas entah sejak kapan yang aku juga gak tahu mungkin karena dia sudah pengalaman.
"senjataku sudah gak kuat sayang "
" hmm"
" tahan ya sedikit aku sakiti kamu " kata Raffi sebelum ahkirnya melepas yang melekat di bagian bawah kami untuk mencapai ibadah nikmat kami yang pertama setelah tuju bulan menikah.