My soul mate

My soul mate
85. Penolakan



"Anak mu semalam mendekati cewek tapi ceweknya malah kabur sepertinya pesonanya udah hilang" kata Ika sambil terkekeh melihat kearah muka Fathar.


"Apa sih ma bukan pesona ku yang hilang tapi dia sepertinya yang berubah atau mungkin sudah ada kekasih,dulu dia itu suka sama Mas bahkan sampai cemburu sama Yumi"


"kalian bahas kak Feby teman loo yang Lo bohongin itu "


"bohong apa "tanya Ika penasaran.


" Dia menemui ku minta maaf memohon padaku supaya tidak melaporkan ke polisi, padahal papa mama gak ada niat lapor ke polisi saat itu "


"Dan biang keroknya Mas mu" tebak Ika.


"Iya ma mukanya kasihan ma dia takut karena ulahnya orang tuanya bakal malu"


"kamu ya iseng banget sama orang " tegur Ika.


" Biarlah sesekali dia perlu di kerjain,biar gak gampang kena hasutan orang "


"jadi karena hasutan " tanya papa yang dari tadi hanya diam jadi pendengar. Raffi masih kelihatan lelah karena baru pulang dari Bandung dan ikut bergabung dengan anak dan istrinya bersantai di ruang keluarga.


"sini mama pijat kasihan papa kayaknya lelah sekali "


kata Ika yang langsung di sambut Raffi dengan merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya.


"wah model manja kayanya ni" seloroh Yumi


"kita jalan aja yuk sebelum besok pagi aku balik ke Bandung "


"ayolah dari pada aku jadi obat nyamuk di sini " kata Yumi sambil berjalan kearah kamar buat berganti pakaian.


"Gramedia bentar yuuk gw mau nyari bacaan "


"bacaan apa "


"apa ajalah novel atau komik "


"ok ,gw juga mau cari buku bacaan tentang penerbangan "


" Lihat arah jam 9 " bisik Yumi, tanpa menoleh hanya melepas kacamata hitamnya dan menggunakan sebagai kaca untuk melihat arah yang di bilang Yumi.


"Kamu disini jangan kemana-mana " bisik Fathar pada Yumi, sebelum ahkirnya berjalan kearah yang di maksud sang adik sudah dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya menambah kadar ketampanannya.


"ketemu lagi kita 2 hari berturut turut selalu bertemu,kaya takdir ya" katanya yang hanya dilirik sekilas sama Feby,ya Fathar ke temu Feby di Gramedia Feby sendiri sedang sibuk memiliki Drawing pen buat keperluan kerjanya.


" Ini bagus " kata Fathar menunjukkan Caligraphy pen yang di pegangnya.


"Kalau gak tau manfaat dan kegunaan lebih baik diam dari pada ngomong terus salah kamu yang malu"


" maksudnya


"kamu tahu kerjaan ku kan pastinya"


" Ya arsitek "


"Jadi yang aku butuhkan Drawing pen bukan caligraphy pen,dan yang kau pegang adalah caligraphy pen"


"emang beda "


"Bedalah ujung pena caligraphy pen agak memipih karena digunakan untuk membuat efek garis tebal tipis yang menerus seperti halnya pada kaligrafi." jelas Feby


"Untuk menggambar arsitektur, terutama gambar teknik, tentu caligraphy pen ini tidak dibutuhkan"jawab Fathar yang Feby dengan menganggukkan kepala dan Fathar menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebagai pengalih rasa malu dan suara tawa kecil Yumi membuat mereka menoleh.


" Ahkirnya ada yang bisa bikin loo malu" kata Yumi sambil mendekat dan memeluk lengan Fathar erat.


"apaan sih pegang-pegang-pegang biasanya juga gak pernah pegang pegang " kata Fathar sambil berusaha melepas tangan Yumi yang ada di pergelangan tangannya.


"Lo juga nggak pernah melepas tanganku jika tanganku memegang lenganmu ada apa" tanpa bertanya Feby langsung berjalan menjauh menuju meja kasir.


"hahaha dia pergi benar dia telah berubah " kata Yumi sambil berjalan menyusul Feby ke kafir.


"semuanya 12 juta 300 ribu 2ribu rupiah " kata mbak kasir. Setelah menyelesaikan transaksi pembayaran Feby segera meninggalkan tempat kasir yang diikuti oleh Fathar dan Yumi.


" Karena lama gak ketemu gimana kalau kita makan ada yang aku ingin bilang padamu" kata Yumi sambil mengimbangi jalan Feby.


"apa penting "


" Anggap aja perayaan pertemuan kita setelah 10 tahun " kata Fathar


" kenapa harus di rayakan bukan hal yang penting juga " kata kata Feby mempertegas kalau Feby yang sekarang bukan Feby yang dulu.


"Ya udah kalau begitu aku mengundangmu buat makan malam bersama bagaimana "


"maaf aku sedang tidak nafsu makan jadi aku permisi pulang duluan " kata Feby sambil berjalan menjauh.


"hahaha baru kali aku nih Aku lihat Fathar mengajak makan wanita tapi langsung ditolak hahaha"


"sialan apa dia lupa dia dulu mengejar aku"


"itu dulu sekarang sepertinya kamu sudah tidak menarik lagi buat dia" kata Yumi sambil tertawa kecil.


"Dulu dia menarik perhatianku segala cara digunakan supaya aku melihat ke arahnya sekarang giliran aku melihat ke arahnya malah di cuekin"


"sudah menemukan yang lebih baik dari kamu berarti dia sabar ya" kata Yumi sambil menepuk bahu sang kakak.


"Hati-hati ,jangan lupa makan, jaga kesehatan selalu selalu telepon Mama kalau ada waktu senggang" kata Ika pada Fathar yang hendak berangkat ke bandara.


"Mama Mama aku itu bukan anak ABG atau anak kecil lagi sudah bisa dibilang dewasa masih aja dianggap anak-anak" kata Fathar sambil memeluk Mamanya.


"meskipun kamu bukan anak kecil lagi sudah dewasa sudah bisa menghasilkan uang sendiri kamu tetap anak mama"


"Ya iyalah nggak mungkin aku jadi anaknya orang lain"


"kamu ini ya dibilangin juga" kata Ika sambil menjewer telinga Fathar.


Setelah berpamitan kepada mama papa dan Yumi Fathar di antar ke bandara sama salah satu ajudan papanya.


"Kamu kenapa gak mau ambil proyek di Bandung"


tanya Feby pada sepupunya Bagas ,saat ini mereka sedang di bandara Bagas kembali ke Yogyakarta dan Feby ke Bandung.


"Jakarta Bandung sama Jakarta Jogja itu jauhan Jakarta Jogja ,kalau aku di Bandung setiap weekend Mama pasti minta aku pulang"


"Emang kalau Bu Dhe minta kamu pulang kenapa nggak papa kali ,ya resikonya anak tunggal kan begitu " kata Febi sambil tertawa tapi lebih ke tertawa meledek anak mami. Mama Feby 3 bersaudara yang pertama ayah Bagas seorang ASN di kantor pemerintahan kota Jakarta, yang kedua mama Feby seorang guru dan ketiga adiknya laki laki seorang TNI AU laki-laki .


" lu tau nggak kenapa aku betah tinggal di Jogja" Feby hanya menjawab dengan angkatan bahu dan bibir mencibir tak tahu dan tak mau tau.


"karena tinggal dengan mama lo dan nenek itu tidak seribet tinggal dengan Mama" kelekarnya aku sendiri maklum Bude terlalu memanjakan dan terlalu over protektif pada Mas Bagas Karena Mas Bagas anak tunggal.


" aku di Bandung paling sebulan atau 2 bulan sampai ketemu orang yang bisa dipercaya memegang proyek habis itu balik ke Jogja , gw nitip mama , nenek dan Isal "


" Tanpa Lo meminta pasti gw jagain mereka seperti gw jaga diri gw"


" terima kasih "


"Mau sampai kapan kamu merahasiakan Isal"


" Biarlah waktu yang menjawab"


"selamat di Bandung rencana tinggal di mana"


" Aku akan mencari kontrakan atau apartemen dekat proyek tapi sebelumnya mungkin semalam atau dua malam nginep di rumah Pak lek"


" udah menghubungi Pak le"


"udah sih kemarin waktu aku di Bandung 2 hari mama cerita , balik bilang kenapa nggak menginap di rumahnya aja"


"siapa juga yang mau menginap di rumahnya tinggal di asrama keluar masuk diatur tidak bebas "


"iya bener juga yang kamu omongin tapi aku mau bilang begitu takut tersinggung, dia selalu membandingkan aku denga fifi"


"Ya iyalah Fifi betah di asrama dia tinggal disana sambil nyari jodoh "


"ya nggak apa-apa siapa tahu jodohnya seperti kayak kakaknya"


"laki-laki itu dasarnya suka mengejar daripada dikejar jiwa berburunya tertantang kalau mengejar cewek itu, sedang kita tau sendiri Fifi kaya gimana " kata kata Bagas mengingatkan aku pada seseorang, seseorang yang menjadi cinta pertama aku dan mengajarkan aku untuk menjadi wanita yang memiliki harga diri tinggi .


"yuuk cek in "ajak Bagas.