My soul mate

My soul mate
119. Terbongkar



"Sepertinya Pitaloka mempunyai backingan orang dalam tapi aku belum tahu siapa orangnya, papa juga melarang ku bergerak dulu , biarkan mereka mengira kita pasangan suami istri biasa" ucap Fathar.


" Apa itu tidak bahaya mengingat Pitaloka dan Hartati dibebaskan dari jerat hukuman" ucap Bagas. Sudah seminggu sejak penculikan Isal semua berjalan lancar seperti biasa.


" Bagaimana untuk keamanan kalian sebaiknya jangan tinggal di rumah kalian dulu" usul Fathar kepada Feby yang dari tadi hanya dia menyimak obrolan Fathar dan Bagas.


"Jika aku tinggal di rumah pakde akan sangat merepotkan karena Isal sekolahnya jauh"ucap Feby.


" Bagaimana kalau kamu tinggal di rumah tanteku" usul Fathar.


" Tidak nanti tambah merepotkan mereka" tolak Feby.


" Ya udah aku akan tinggal bersama kalian"ucap Bagas.


"Terus bagaimana dokter yang kemarin" tanya Feby.


" Ternyata Pitaloka mempunyai beberapa foto dokter itu dan selingkuhan nya , jadi foto itu digunakan untuk mengancam sang dokter supaya menuruti kemauannya biar nama baik, karir dan keluarganya aman " ucap Fathar.


" Dasar buaya terus sekarang gimana nasibnya " ucap Bagas.


" Untuk sementara dia dimaafkan mengingat kinerjanya selama ini bagus dengan syarat tidak akan mengulangi perselingkuhan dan perbuatannya lagi tapi di skors hanya bisa memeriksa pasien kontrol tidak boleh merima pasien baru " ucap Fathar.


" Bagus deh kasihan anak istrinya kalau tahu kelakuannya dan di pecat" ucap Feby.


"Jadi Pitaloka tahunya kalian suami istri" tanya Bagas yang diagungkan oleh Febby dan Fathar.


"Apa dia juga tidak tahu pekerjaanmu"tanya Bagas lagi.


" Sepertinya tidak karena dia kemarin sempat ngomong kehidupanku cukup pas-pasan" ucap Feby.


"Oya aku juga mau bilang pak lek mencariku di rumah dan minta izin kepada papa untuk bertemu dengan kamu".


" Sebaiknya temui papa mu selesaikan masalah ini Sepertinya papa mu juga korban di sini"ucap Fathar.


"Tidak ada korban tidak ada juga jebakan dia memilih dengan sadar untuk menikah lagi daripada menjalani proses program bayi laki-laki padahal dua-duanya juga tidak menjamin keberhasilan memiliki anak laki-laki" ucap Feby ketus.


"Kenapa tidak kamu tanyakan dulu kepada papamu kenapa dia mau menikah dengan wanita itu" ucap Bagas.


"Sebaiknya kamu temui papa mu dan bicara dari hati ke hati" ucap Fathar.


" Kalian laki-laki sama aja pasti mau membenarkan perselingkuhan dan pernikahan kedua papa" ucap Feby ketus.


" lagian mau sampai kapan kamu tutupi keberadaan Isal, mereka berhak tahu papa dan anak itu berhak untuk saling mengenal " nasehat Bagas.


" Kalian tidak tahu bagaimana perjuangan mama membesarkan Isal membiayai kehidupan kami sekarang mudah sekali kalian bilang papa berhak tahu. Apa kalian tahu rasanya tiap malam mendengar suara Mama kalian menangis tapi tidak bisa berbuat apa-apa, emang laki-laki semua egois " ucap Feby jengkel dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Sepertinya luka yang di torehkan palik terlalu dalam" ucap Bagas.


" Maaf atas kesalahannya paklek selama ini" ucap laki-laki yang dari tadi duduk di belakang Bagas. Gani sengaja ingin mengetahui reaksi anaknya jika bertemu dengannya.


" Jadi Isal benar anak om" tanya Gani memastikan.


Setelah peristiwa di interogasi polisi Gani menemui papa Bagas di rumahnya, saat Gani ke rumah kebetulan Bagas di rumah jadi semua yang Bagas tau di ceritakan semua juga tetang orang kandung Gani. Tanpa sepengetahuan Hartati dan Pitaloka Gani melakukan tes DNA antara dirinya dan Hartati juga Hartati dan Pitaloka.


" Maaf om baru percaya omonganmu setelah melihat tes DNA dan m-banking transaksi keuangan yang om periksa " ucap Gani lesu.


" Sebenarnya atas dasar apa Om menikahi Pitaloka, karena dari yang saya dengar dari Feby Om sangat menyayangi mamanya Feby" tanya Fathar.


"Jadi bener om menceraikan bulek karena Pitaloka terlanjur hamil anak om" ucap Bagas.


"Iya jika Om tidak menikah dengan Pitaloka maka Pitaloka akan mengakui perselingkuhan kami di depan mama Feby. Aku tidak mau perselingkuhan kami terbongkar karena jika terbongkar 2 bidadari ku akan pergi meninggalkan aku, dalam pikiran om saat itu meski kami bercerai kami masih bisa saling komunikasi ternyata setelah kami menerima keputusan hakim kami hilang komunikasi " cerita Gani lesu.


" Seharusnya om bisa mencari mereka kalau om niat" ucap Bagas kesel.


" Pitaloka tidak mau di tinggal dia beberapa kali berusaha bunuh diri atau berusaha membunuh bayi kami jika om pergi meninggalkannya,tapi sekarang Om baru tahu kalau itu hanya rekayasa saja" ucap Gani penuh penyesalan


"Bagaimana Om tahu kau itu rekayasa mereka" tanya Bagas.


" Om mengikuti saranmu untuk mencari bukti kebenaran yang kamu ceritakan tempo hari, akibatnya semua kebusukan mereka terbongkar satu demi satu dari pelayan rumah Om sendiri" ucap Gani.


" Sekarang Pitaloka dan Maaf Hartati tinggal di mana" tanya Bagas.


" Masih di rumah yang lama setelah kebusukan mereka Om ketahui, om mengajukan cerai dan meninggalkan rumah ".


"Maaf ibu Pitaloka dan Hartati bisa lepas dari jeratan hukum dengan


alasan bahwa bukti kami kurang kuat apa boleh saya tahu kira-kira siapa orang yang menjadi Backingan di kantor polisi"ucap Fathar yang dari tadi hanya diam menyimak karena merasa itu bukan ranahnya untuk mengorek tentang keluarga Feby.


" Aku tidak yakin sepertinya selingkuhan Pitaloka berada di Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), mungkin Kabid Humas nya karena aku sudah tidak melakukan hubungan suami istri sejak Calya lahir " ucap Gani, membuat Fathar dan Bagas saling menatap tidak percaya menikah tapi tidak berhubungan.


" Baiklah akan saya coba selidiki, terimakasih infonya saya harus kembali ke Lanuma " ucap Fathar sebelum pergi.


Setelah berpamitan Fathar pergi meninggalkan Bagas dan Gani.


"Fathar" teriak Feby saat Fathar di parkiran rumah makan tempat mereka makan tadi.


" Kamu masih di sini belum pergi " tanya Fathar heran.


"Aku mendengar semua obrolan kalian tadi jadi kalau ada waktu nanti malam kutunggu kamu di rumah Ada yang ingin aku sampaikan" ucap Feby sebelum pergi meninggalkan Fathar yang sedang berdiri di depan mobilnya.


Feby tidak menyangka kisah hidup mamanya ternyata sangat rumit tapi Mamanya tidak pernah mengeluh atau menangis di hadapannya ,meskipun dia sendiri sering mendengarkan Mama menangis tiap malam tapi tidak pernah melihat langsung air mata mamanya turun dari kelopak mata mamanya.


"Aku tahu ini gila tapi aku mau membuat penawaran buatmu" ucap Feby saat Fathar menemuinya di rumahnya pada malam hari.


" Penawaran apa" tanya Fathar serius.


"Apa kamu mau menikah denganku karena dengan menikah denganmu aku rasa keselamatan Isal akan sangat terjaga"ucap Feby tenang.


"kamu tahu artinya pernikahan " ucap Fathar.


"Sebuah hubungan sakral yang tidak bisa dipermainkan"jawabnya.


" Dan kamu tahu artinya jika kamu menikah denganku kamu akan terikat denganku selamanya tidak ada kamus perceraian antara kita " ucap Fathar.


" Aku tahu kalian lelaki semua sama aja papa aja yang mencintai mama dan sudah saling mengenal dari awal kuliah sampai aku remaja bisa berbuat kaya begitu " ucap Feby dengan senyum sinis nya.


"Aku tidak percaya cinta jadi mari kita buat komitmen untuk bertanggung jawab dengan komitmen pernikahan, hidup bersama dengan komitmen saling menghargai dan menghormati bertanggung jawab menjagaku dan Isal sudah cukup buat ku" ucap Feby datar.


" Jika kita menikah tidak ada nikah kontrak, Kita nikah secara agama dan negara saling memenuhi kewajiban dan hak, kebutuhan jasmani dan rohani apa kamu sanggup " tantangan Fathar.


" Aku wanita dewasa tentu aku tahu dengan resiko jika sudah menikah , semua tanggung jawab dan kewajibanku sebagai istri akan aku jalankan selama keselamatan Isal terjamin " ucap Feby.


"Ok aku setuju " ucap Fathar dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Feby.