
"widih cantik amat neng"kata Bayu sambil bersiul menggoda ku,saat ini aku memakai celana Levis dengan atasan kaos putih panjang ku lapisi blazer kota kita longgar dengan panjang selutut,plus pas mina hitam dan alas kaki sneakers putih biar nyaman.
"durhaka loo,awas g ada uang jajan sebulan "kata ku sewot
"jangan gitu dong,kalau ga dikasih uang jajan gimana merana hati adekk"suara Bayu yang dibikin memelas
"gini dong ditutup kepalanya,kan kandar cantiknya jadi bertambah"kata Bayu padaku,aku selama ini memang jarang memakai kerudung tidak seperti ibu dan tri yang tiap hari menutup auratnya,aku hanya memakai dalam acara tertentu
"bisa diem gak berisik tau"kataku sewot
"berangkat sama siapa "kata Bayu
"teman kantor"
"gebetan baru"kata Bayu,sambil langsung bangun dari duduknya
"bukan ya,anak magang umurnya aja baru 25 tahun"
tin tin tin "kayanya udah datang gw tinggal kalau pergi jangan lupa kunci pintu"kataku sambil berlari keluar,
"kenapa iku aku keluar"
"kenalan lah ,siapa yang bawa salah satu bidadari rumah ini"jawabnya santai sambil berjalan disampingku,kulihat Adit masih duduk diatas motornya
"dit kenali adek gw"
"Radit"
"Bayu"tanpa basa basi sekedar kenalan dan berjabat tangan sudah cukup
"dit perasaan kita gak janjian deh,kataku "seketika Radit melihat penampilan ku dan ketawa ngakak,tanpa sengaja kami memakai baju hampir sama dengan Radit memakai celana jeans dan kaos putih di lapisi kemeja kotak kotak dan sneakers warna putih,kalau dilihat sekilas pakean kami sama tapi kalau di perhatikan seksama beda jauh aku yang baju kelas menengah,sedang Radit meski bajunya simpel tapi branded semua,makanya aku sempat ragu dengan inisial R dalam namanya.
"padahal kita gak janjian Lo mbak sehati kali ya kita,eh mbak cantik juga Pake hijab"jawabnya sambil tersenyum menampakan giginya yang rapi,acara reuni Akbar ini tidak diadakan digedung atau hotel tapi di halaman sekolah yang disulap sedemikian rupa oleh para panitia dan OSIS,karena acara ini digelar buat penggalangan dana fasilitas yang lebih maju biar bisa masuk standar internasional,begitu sampai ditempat parkir udah begitu banya berjejer mobil hanya sebagian yang pakai sepedah motor,
"mbak Dadan udah cantik cuma di bonceng motor kaya gini,mending montornya motor sport kaya tu"kata Radit sambil menunjuk motor sport dengan dagunya,sebuah motor Kawasaki NinjaZX-25R
"hais jangan di omong motor itu mah sama mobil yang dirumah aja harganya beda dikit"kata ku sambil ketawa
"gak usah minder atau iri dengan yang di punya orang,belum tentu orang yang kelihatannya hidupnya enak,juga bahagia"kataku sambil berjalan beriringan hingga ada yang meneriaki nama ku segerombol orang laki laki dan perempuan,ku langkahkan kaki kesana
"wah ni bintang sekolah kita dulu"sapa seorang laki laki Danang si ketua kelas tiga tahun berturut turut sambil menyalami tanganku
"iya bintang si kutu buku"langsung disambut gelak tawa yang lain.
"pasangan Lo"kata Denis cowok playboy si kapten futsal
" menurut Lo"kata ku
"wah masih galak aja"kata Rio si kapten basket,kelas ku adalah kelas unggulan dengan murid cuma dua puluh lima,padahal kelas lain tiga puluh siswa tapi kelasku cuma dua lima
"ini gak datang semua"tanya ku sambil duduk lesehan bareng laki laki laki dan di ikuti Radit duduk disampingku,jujur aku kurang akrab dengan para wanita selama tiga tahun hanya mempunyai empat teman perempuan
"iya cuma dua belas orang,la teman mu g datang"tanya Rio
"gak Lidya ikut suaminya di Bogor kalau gak salah"jawabku
"hai guys "sapa seorang wanita dengan pakean seksi Aurora anak kepala sekolah saat itu,datang dengan diikuti laki laki dibelakang nya ha Raffi,setelah cipika cipiki langsung duduk cantik dengan para perempuan dan si Raffi duduk disamping Radit
"kayanya kelas kita personilnya yang paling dikit deh yang datang"seru Danang berdiri ditengah tengah kami antara yang duduk dikursi sama yang lesehan
"soalnya angkatan kita yang paling tua"celetuk Denis
"ga papa angkatan paling tua tapi jiwa kita ga kalah sama yang muda"celetuk Rio
"terserah tapi masalahnya buat sumbangan kita dana mau patungan beberapa ni"seru Danang
"satu juta"usul Aurora
"wah gila gw cuma guru honor ya,g bisa makan aku ma istriku tar"seru Denis
"Rio masih suka main gitar g"kata ku,yang di jawab anggukan
"lihat acaranya musiknya cuma kaset kan,alat musik yang di panggung cuma buat pajangan,kenapa gak kita manfaatkan"usulku semua langsung melihat ke arahku
"gini kita Pake panggung buat nyanyi satu lagi buat menarik perhatian,setelah itu kita buka penawaran yang mau nyanyi kita yang mengiringi harus nyawer atau yang mau request lagu juga nyawer"kataku
"masalahnya yang bisa gitar cuma Rio,apa gak capek tu jari jari nya"kata Danang
"ya secapek dia aja,tar gw gantiin kalau pas lagunya gampang kaya balonku ada lima"kataku yang dihadiahi lemparan kacang kulit dan sorakan yang lain,aku berdiri menghampiri Danang mengambil topinya lalu gw Pake
"ayo Rio berani gak"kataku yang ,yang langsung berdiri
ekhm ekhm deheman Raffi membuat kami menoleh
"saya bisa sedikit memainkan dram,sedang Radit bisa pegang keyboard kenapa kita kolaborasi aja"usul Raffi
"wah gw setuju,gw akan bilng ke panitia"kata Danang semangat dan langsung lari menemui panitia,ku samperin Raffi"kenapa Lo nawari bantuan"tanyaku to the poin
"Lo bisa main keyboard bener kan dit"tanya ku
"ko lu sama aku galak sama Radit kagak"seru Raffi
"Radit temenku dia kesini juga nemeni aku"jawabku,bertepatan Danang datang
"sip panitia mengijinkan emang itu tadi buat anak anak Senin ngisi acara tadi pagi"
"ok,sebelum mulai kita kumpulin sumbangan dari kita,ingat seikhlasnya,ikhlas nya lima puluh juga ga papa kecuali yang tadi usul setuju satu juta"kataku ada yang jawab dengan senyum dan ada yang masam terutama Aurora dan Genk nya
"terkumpul empat juta tiga ratus ribu"kata Danang
"itu yang tiga juta dari kami berati kalian ber sembilan cuma berapa itu"kata Aurora Menghina
"kita pisahkan dari yang ngamen ya,Danang mintak kardus kosong panitia bawa keatas,Rio kamu yang buka acara"kataku
"kan Lo yang nyanyi kenapa ga Lo yang buka aja"katanya
"gw gak bisa basa basi"kataku sambil nyengir
"gw aja yang buka acara,gw dah biasa"kata Rika janda satu anak seorang penyiar radio
"ok teman teman kita berdoa dulu sebelum mulai tempur hahaha,dan yang lain bisa bantu sebisa nya,misalkan ngasih tisu buat keringat atau air minum"kata danang
setelah berdoa Rika naik duluan sebagai penyiar radio dia cukup handal mencari kalimat yang menghibur dan pandai nego hingga yang request mau menyumbang dengan nominal yang lumayan,
"wah melelahkan,tapi seru kita kaya grop band beneran padahal tanpa latihan"seru Danang,Raffi posisi drummer,radit keyboard,Rio gitar,
"kalau kalian bikin grop band kayanya laku deh apa lagi tampan juga menjual"kata dana yang tadi bertugas memegang uang,tinggal sepuluh orang yang lainnya udah pada pulang bahkan Aurora yang datang bareng Raffi aja pulng karena dicuekin rafi.selama satu setengah jam dengan sepuluh lagu,buat yang amatir seperti nya sangat melelahkan
"ini uang capek buat yang bertahan dan bantuin ini dapat jatah dua ratus ribu,"kataku sambil meletakan di tengah tengah
"ko itu cuma tuju kita kan sepuluh orang"kata Danang
"gw masih singel ga mikirin kebutuhan pasangan dan anak jadi g butuh,buat mas Raffi Udah kaya jadi ga perlu"
"ko Lo tau mas Raffi kaya ka"kata Danang
"pastilah lihat di parkiran motor,motor paling mahal punya dia"kataku mantap membuat semua orang termasuk Radit melihat aneh ke arah ku kecuali yang bersangkutan cuma tersenyum
"mas Radit g dapat"tanya Danang
"Lo mau dit,kalau mau gw kasih tapi kalau dikantor ada yang ga di mengerti jangan tanya aku"jawabku malah disambut ketawa semua
"jadi ini kita nyumbang lima belas juta lima puluh ribu rupiah atas nama kelas kita"kataku dan ku serah kan uang itu pada danang sebagai ketua kelas,setelah itu kita Buyar sumbangan bagian Danang dan Rio yang ngasih,
"ternyata kamu perhatian ya,sampai hafal motorku"kata seseorang berjalan dibelakang ku
"bukan hafal kebetulan ingat karena sering ketemu,kan kadang juga di Pake Angga waktu Lo ke perbatasan "kataku lari meninggal kan nya menemui Radit di parkiran