
"rumah dinasnya nyaman ya"kataku,setelah kemarin acara pindahan Lily ke rumah dinas,hari ini sepulang kerja Lily mengajakku mampir kerumahnya,setelah tadi pulang kerja mampir ke toko kue membantunya memilih beberapa kue yang mau dibawa berkunjung kerumah komandan nya,sebagai ucapan salam kenal sebagai warga baru di asrama,
"mau langsung pulang"tanya nya ketiga ia melihatku,merapikan jilbabku,sejak aku menghadiri reuni aku memutuskan menutup aurat ku dan itu disambut baik keluargaku
"anterin sampai pos jaga ya"mintaku
"iya nugu mas Angga pulng tapi"katanya membuatku melotot
"aku disini belum ada empat puluh delapan jam jadi masih asing ya,lagian Angga tar lagi juga paling baru wa ni,"katanya belum sempat aku protes terdengar suara motor berhenti
"assalamualaikum"
" waalaikumsalam"jawab kami kompak,Lily langsung berdiri dan mencium tangan suaminya
"mas temani aku ke depan bentar yuk,ika minta anterin ke depan sampai pos"katanya dengan manja ,membuatku aneh sejak kapan anak ini manja
"tar mas cuci muka dulu"Angga cuma cuci muka dan Menganti sepatu dengan sendal rumahan
"hm Angga bisa mintak no rekeningnya gak"kata ku hati hati takut tersinggung,Angga dan Lily melihat ke arahku dengan tatapan bingung
"bukan aku ga mau datang di resepsi pernikahan di Jakarta,sejak bapak tahu kamu men transfer buat transport bapak merasa punya tanggu jawab hadir,sedang saat ini bapak kurang sehat tapi memaksa,jika uang itu aku kembalikan mungkin bapak tidak terbebani tapi aku janji akan hadir,sekalian aku mau mampir ke tempat Lidya"kataku
"uang itu tidak perlu kau kembalikan,aku dah ikhlas dan jika bapak ga dalam kondisi yang fit jangan dipaksa ikut,tar aku yang bilang ke bapak ga usah kamu pikir kan"kata Angga lalu minum teh hangat buatan Lily sebelum menemani istri mengantarku sampai pos penjagaan,
"mau kemana"tanya Raffi yang baru datang aku dah diatas motor ku dan Angga juga udah diatas montornya,tinggal menugu Lily yang lagi mengunci pintu rumahnya
"mau nganter Ika sampai pos"kata Angga
"kenapa takut tersesat atau ketemu mantan"kata Raffi
"mantan Lo ada disini ka"
"itu Rudi,kemarin ketemu waktu nganter berkas mu yang kamu Titip buat angga "kata ku males
"ya udah gw aja yang anter,kalian masuk aja manfaatkan waktu dua Minggu sebelum LDR,siapa tau mau belah duren"kata Raffi jahil
"kampret Lo,gw sumpahin lo mengalami yang gue alami"katanya membuat aku heran dua pria dewasa yang biasa cool kelihatan kaya anak kecil,
"sampai sini aja makasih "kataku setelah kami sampai di luar asrama
"terus aja aku akan mengawal sampai rumah"katanya
"jangan aneh aneh kamu,Sono balik"kataku malas
"kalau Lo gak mau gw kawal sampai rumah temani makan aku,aku lapar"katanya,kalau aku dianter Raffi bisa heboh seisi rumah
ok makan dimana "
"sana seafood"kata Raffi sambil menunjuk tenda seafood sebrang jalan,aku mengaguk Rafi memesan udang asam manis dan es teh hangat ,aku memesan nasi goreng udang
"enak kan coba cicipi udang nya juga"katanya sambil menyodorkan udang ke mulutku,karena tak mau di suapin aku ambil pake tanganku,
"widih kenalin dong "kata dua orang yang tiba tiba duduk di sisi kanan kiri Raffi
"apa an sih ,gagu orang makan aja,ngapain kalian disini"kata Raffi jutek
"gagu orang makan apa makan"kata disebelah kanannya
"ngajak cewek makan ko di warung tenda sih ga elit Lo"kata sebelah kirinya
"ngapain ganggu gw aja sih sono jauh jauh "usir Angga
"gw cabut dulu teman gw udah pada nuguin "
"gass pool"
"duluan mbak"kata mereka
"anak anak Brimob mereka"kata Rafi menjelaskan
"udah tau"jawabku
"udah habis gw balik dulu ya"kataku sambil menaruh uang warna biru dimeja
"apan maksudnya itu uang taruh meja"katanya datar
"gw yang ajakin ya masukin lagi gak,kalau gak Lo masukin gw anter Lo pulng ni"ancamnya
"ok lihat ni gw masukin,makasih traktirannya"kataku
"gitu dong nurut sama calon imam masa depan,tar datang ke resepsi yang dijakarta ga"tanya nya padaku yang udah berdiri,aku hanya mengaguk sebelum melangkah
"bareng gw aja gimana"
"tar aja gw kabarin"kataku sebelum berjalan meninggalkan nya,kalau aku bilang ga mau pasti dia maksa
setelah tiga puluh menit aku sampai rumah,saat masukin rumah sayup sayup kudengar suara bapak sama ibu lagi ngobrol
"ini salah bapak Bu"salah apa bapak salah apa membuatku penasaran
"kalau bapak kerja lebih giat dan memberikan kehidupan yang serba kecukupan Ika tidak akan gila kerja hingga lupa memilih masa depan"
"jodoh,rejeki,mati sudah ada yang ngatur,itu yang sering bapak ingat kan pada anak anak, percaya ibu ika bukan lupa memilih pasangan karena kerjaan tapi jodoh terbaiknya belum waktunya,kita orang tua hanya bisa mendoakan pak,mana bapak yang biasanya optimis"suara ibu
ternya bapak mikirin aku,hah
"assalamualaikum ...
"walaikumsalam baru pulang"
"iya Bu tadi nemeni Lily buat beli beberapa kue mau dibawa mengunjungi atasan suaminya"
"Ika masuk dulu ya Bu,pak"
tok tok
"masuk"
"mbak kejakarta aku bareng mbak aja ya,tar tiketnya aku beli sendiri deh "
"masih belum nyaman sama papa mu"
'ya gitu deh"
"ok'setelah Anin keluar aku ambil baju ganti buat mandi dan istirahat
Raffi
ke acara resepsi Angga lili di Jakarta berangkat bareng gw mau
terserah mau naik apa pesawat,kereta,bus
bawa mobil juga ayuk
aku baca sekilas wa Rafi dan aku tinggal tidur setalah melaksanakan kewajiban ku,esok hari setelah pulang kerja aku mampir lagi ke rumah lily
"gw mau nikah,nikah kontrak mungkin "
"gila Lo nikah kontrak"
"semalam pulang dari sini gw sengaja dengar bapak ngobrol sama ibu,bapak mengagap aku terlalu gila kerja tanpa mikirin pasangan karena sibuk membenahi ekonomi keluarga,bapak menyalahkan dirinya sendiri"kataku
"padahal tau sendiri Lo selama ini gw pacaran gak pernah betah lama,cowok dekat denganku hanya memandang fisikku,makanya begitu ada masalah dikit tau ga direstui atau masalah sepele lainnya mereka lebih suka pergi dari pada berjuang bersama"kataku
"gimana Lo deketin aja si Raffi kayanya suka kamu"katanya
"tentara cocoknya Ama perawat bukan kaya gw kacung,"
"katanya kan tapi kan ga semua sama buktinya Angga sama gw,emang gw dokter,perawat bukan semua"kata Lily
"tau ah,gw balik magribnya dah lewat,Oya Anin ke resepsi Lo tar bareng gw ga usah protes tar ponakan Lo ngambek gak datang tau rasa Lo"