
BRAAAK BRAAK BRAAAK
"BANGUN dasar cewek pemalas mama sudah masak,aku dah pulang dari mushola juga masih molorrrr "teriak Fathar di depan kamar Yumi, bukannya bangun si Yumi malah menutup mukanya pakai bantal dan itu sukses membuat kakaknya kesal dengan tingkah Yumi dan segera menarik selimut dan bantalnya membuang ke lantai asal.
"apaan sih LO ganggu orang tidur aja" gerutunya.
"sudah jam 05.00 bangun salat subuh terus olahraga dasar kebo,ko bisa bisanya aku punya adik pemalas kaya kamu "
"iya iya "Yumi bangun dengan malas-malasan dan melangkah ke kamar mandi yang berada di samping kamar.
"habis salat subuh jangan tidur aku tunggu di bawah kita jogging 15 menit nggak turun aku sita sepatu roda mu"
"iya bawel"terak Yumi sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"kok bisa sih mama punya anak pemalas kayak dia jangan-jangan dia anak pungut bukan anak mama" kata Fathar menghampiri Ika yang lagi memasak buat sarapan di bantu satu asisten rumah tangga yang berusia sekitar 30 tahunan,
"hahaha kamu bisa aja, mana ada anak pungut mukanya mirip papamu"
"papa kapan pulang mah"
"katanya sih lusa" Raffi sedang berada pertemuan di Magelang baru berangkat kemarin.
"kenapa kangen sama papamu"
"kayaknya aku nggak sanggup kalau lama-lama dikasih tugas membangunkan tiap pagi tu pemalas" karena biasanya yang membangunkan Yumi adalah sang papa.
"cuma 3 hari papamu ngasih tugas kamu ko "
"ayoooo kita jalan "
"pakai baju apa kamu"
"ini namanya baju olahraga yang lagi Korean " dengan menggunakan celana pendek diatas lutut sejengkal dan atasan tanpa lengan.
"kamu tidak dingin pakai baju tanpa lengan begitu" tegur sang mama halus.
"ini aku dobel pakai ini" tunjuk nya pada Hoodie yg di tangannya. Terdengar helaan nafas lega dari Ika dan Fathar.
"tapi itu bawah nya ngga kepedean dek"
"nggak lah ma"
"jangan jauh-jauh kalian orang baru di sini ntar kalian tersesat" kata Ika Setelah anak anak pamit pergi.
"kami bukan anak kecil yang terserah hanya bisa menangis kami orang udah dewasa mama" jawab Yumi .
Keluarga mereka baru pindah beberapa bulan lalu karena sang papa pindah tugas ke Cijantung,Raffi pindah tugas 6 bulan lalu begitu pindah Raffi hanya pindah berdua dengan Fathar, karena Yumi menunggu surat kelulusan dari SMP lama,selama ini mereka tinggal di rumahnya kakek dan neneknya dan baru sebulan kemarin pindah ke rumah baru.
Sekarang mereka sudah tidak tinggal di rumah dinas lagi tetapi sebuah rumah yang tergolong sederhana bagi keluarga Raffi dan mewah bagi keluarga Ika.Rumah yang hanya dihuni mereka berempat semua pekerja rumah tidak ada yang menginap ada tukang kebun yang datang seminggu dua kali, mbak Susi yang datang pagi habis salat subuh dan pulang kalau kerjanya sudah beres dan akan datang lagi sorenya beres-beres rumah dan pulang sebelum maghrib, dan ada beberapa Bintara yang menjaga pos secara bergantian tinggal dibangun yang menyatu dengan pos jaga yang sengaja dibangun untuk mereka tinggal yang sudah dilengkapi tempat tidur tingkat, televisi,WiFi seperti layaknya rumah.
"mbak tar ini antar ke pos jaga "Kata Ika sambil menunjuk makanan siap dimakan sayur mayur dan lauk pauk.
"oh ya mbak sekalian itu kopi, teh, gula, susu dan beras udah habis belum check dulu ya mbak ntar kalau habis bilang ke saya"
"iya bu"
"entar kalau sertu Wati datang suruh masuk aja saya mau mandi dan siap-siap dulu"
"iya bu"
"Mama kok udah rapi aja sih" Yumi yang baru datang dari jogging bersama kakaknya.
"Mama ada kegiatan ke panti asuhan berama ibu-ibu persit "
"hari ini aku pertama kali mengikuti kegiatan MPLS mah, rambutku disuruh di kuncir 2mah"sungutnya.
" ini bukan zamannya MOS lagi zamannya mpls masak masih pakai atribut kayak begitu "
"enggak pakai atribut mama cuma bagi perempuan yang rambutnya panjang harus diikat dua"
"biar kayak kelinci ya"
"ih Atar resek" kata Yumi marah karena Yumi memiliki gigi kelinci yang suka diledek oleh kakaknya sebagai kelinci kecil di rumah.
"Ya udah sana pulang mandi mama tunggu nggak bakal lama"
"oke mama"katanya sambil berlari ke lantai 2 letak kamarnya dan kamar kakaknya.
"kamu tidak siap-siap sekalian mas"
"aku udah mandi mama paling kalau keringat udah kering tinggal ganti baju"
"mandilah emang kamu tidak mandi bada keringat"
"aku udah mandi ya tadi pagi sebelum salat subuh"
"tapi badanmu berkeringat lagi jadi bau"
"sudah jangan berantem sini mana rambutnya mau diikat"
"Mama nggak sabaran amat sih mbak Wati juga belum datang ini"
"tidak harus menunggu sertu Wati datang biasakan on time, disiplin waktu jadi begitulah sertu Wati kita tinggal berangkat"
"heran mama itu disiplin waktu apalagi papa ko bisa ya punya anak yang memakai jam karet"
"Athar ga sah berisik deh jadi orang "
"Adek Mas Fathar bukan Athar "tegur Ika pada anak bungsunya.
"assalamualaikum, selamat pagi semua "
"walaikumsalam pagi sini sarapan bersama dulu"
"maaf udah ibu"
"minum kopi, atau teh sana kalau mau bikin "
"maaf ibu Udah juga"
"Mbak bawa motor nggak"
"bawah kenapa"
"Boleh dipinjam nggak buat sekolah" sontak semua mata yang di situ melihat kak Ayumi.
"nggak usah aneh adek"
"Mama di sini itu tidak ada yang mengenalku Aku ingin bebas dari bayang-bayang Atar" sebenarnya Yumi itu seharusnya masih kelas ke 9 SMP tapi karena kemauannya dia sekolah lebih cepat dari temannya dan sekarang dia kelas 10.
"emang kenapa kalau jadi bayanganku"
"Aku bosen dititipi salam ,surat cinta untukmu terus ya mending kalau nitipnya tuh kayak coklat ,permen bisa buat aku makan loh cuma kertas buat apa"
"Ya udah biar diantar supir aja ya kamu belum punya SIM"
"Maaf ya Yumi bukannya nggak boleh tapi motor mbak itu jelek" motor mbak Wati disini Suzuki Satria 2 tak motor.
" yakin nggak mau bareng aku mau pakai motor sendiri"
"yang penting lancar nggak mogok kan Mbak"
"sejauh ini sih aman soalnya orang tua Mbak kan biasa bengkel jadi selalu rutin di servis" mbak Wati tiga bersaudara anak pemilik bengkel yang lolos Kowad tanpa uang sama sekali mempunyai dua adik satu perempuan yang masih kuliah dan satu masih SMP
"boleh ya boleh boleh boleh boleh"mohon Yumi dengan mengedip ngedipkan mata berkali-kali.
"ok ada syarat tapi"
"apa ma"jawabnya jangan semangat.
"pulang sekolah harus langsung pulang tidak boleh mampir ke mana-mana"
"oke mama cantik"
"Ya udah Mama berangkat dulu jangan berantem Fathar jaga adiknya"
"ini kuncinya dan ini suratnya kalau ada apa-apa hubungi mbak aja"
"makasih mbak "
"di kuncir begini aku jadi kayak anak SMP ya"
"hahaha kan emang harusnya kamu masih SMP"
"Sialan Lo udah gw berangkat duluan"
"sarapan dulu kalau nggak sarapan aku bilang mama"
"dasar tukang ngadu" tanpa mendengar gerutuan Yumi ,Fathar makanya sarapannya dengan tenang.Settelah memastikan Yumi menghabiskan sarapan baru Fathar melangkah naik kelantai 2 kekamar nya untuk bersiap siap.