
Sejak tragedi di mall sempat viral karena ditayangkan secara live oleh seseorang ke dunia maya, aku tidak diizinkan Raffi ke manapun sendirian harus selalu dikawal tidak boleh pergi tanpa ada yang menemani.
"sehat semua ini semau udah bagus ,beratnya juga udah pas mau pengen tahu jenis kelaminnya tidak"
"boleh "
"tidak "
"kalian tidak sehati jawaban kalian tidak sama " kata dokter William sambil tertawa kecil.
"kayanya pas deh kakaknya laki-laki adiknya perempuan"
"Alhamdulillah"kataku dan Raffi berbarengan.
Saat usia kehamilan ku sudah memasuki Minggu ke-30, berbeda dengan kehamilan yang pertama yang sering ditinggal pergi Raffi, untuk kehamilan ini aku sama sekali tidak pernah ditinggal pergi selalu ditemani nya sampai hari ini bahkan setiap kontrol Raffi tidak pernah absen mengantarku."
"besok dampingi Mas ke acara penyerahan bantuan korban bencana banjir dan longsor Ya ke daerah Banyumas dan sekitarnya ya"
"boleh tapi Fathar ikut "
"iya ada Serda Yuni yang akan membantumu menjaga Fathar"
"Ibu Ika Pratiwi"
"aku ambil obat dulu kamu disini aja"
"itu Fathar sini biar gak repot"
"gak apa apa kasihan perut mu tar dedek nya tergencet kakak Fathar" karena posisi Fathar yang tertidur membuatku merasa kasihan sebenarnya.
"ayoo kita berangkat " hari ini aku mendampingi Raffi menyalurkan bantuan kepada para korban banjir dan longsor, sesuai info Raffi semalam aku dibantu Serda Yuni untuk mengasuh Fathar, hingga acara selesai dan berlanjut kunjungan ke beberap tempat lokasi.
"kalian langsung pulang aja mobil akan saya kendarai sendiri "
"siap mayor laksanakan " Serda Ucok selaku sopir dan Serda Yuni berpindah ke ke mobil yang tadi membawa bantuan.
"tumben mau ke mana sih"
"mampir ke Semarang mau nggak"
"tentu aku mau ketemu teman-temanku, eh bukan modus kan jangan jangan modus kamu mau ketemu Ayu dan Putri"
"astaghfirullah sayang anak udah mau dua masih aja cemburu "
"biarin,"sewot Ika.
" berhenti di depan ya mas aku beli cemilan sama air minum"
"Fathar diam sama papa ya, mama beli minuman dulu "
"iya mama"
"jangan lama-lama "
"iya kalau 15 menit ga keluar tinggal aja"kataku membuat Raffi melotot.
"maaf Bu masih ingat saya " tanya seseorang berpakean karyawan pabrik sepertinya baru pulang kerja.
"siapa ya maaf"
"saya pencopet yang dulu menyandra ibu,"
"o iya saya ingat sekarang baru pulang kerja, kerja di mana sekarang"
"iya Bu saya mau mengucapkan terima kasih 3 bulan saya di penjara waktu saya keluar istri saya bilang kalau semua biaya di rumah sakit telah dilunasi oleh suami orang yang saya Sandra "
"mulai sekarang hiduplah dengan lembaran baru nafkahi anak dan istrimu dengan rezeki yang halal"
"iya saya sekarang bekerja juga atas rekomendasi suami ibu saya mengucapkan terimakasih "
"ah tidak perlu karena sudah takdir kamu bertemu saya hari itu, ya udah saya duluan"
"silahkan ibu" kulihat dia membeli susu dan pempes .
" Rp.215.000,00"
"ini tolong kembaliannya buat membayar belanjaan bapak ini ya mbak,"kataku sambil menyerahkan 4 lembar uang warna merah .
"nggak usah ibu "
"gak apa apa rezeki anak bapak "kataku sambil berjalan keluar.
"lama amat sih ma Fathar sampai tertidur" begitu duduk kulihat Fathar tampak pules.
"terima kasih "kataku setelah ******* bibirnya sekilas.
"ayo sambil jalan aku ceritakan " ahkirnya aku ceritakan semua apa yang ku temui di dalam minimarket tadi.
"meskipun mas tidak melakukan kamu pasti yang akan melakukannya, waktu mas menemuinya di sel mas meninggalkan nomor ponsel Mas jika dia keluar dari penjara dan butuh pekerjaan hubungi aja mas,eh bener dia menghubungi mas katanya mencari pekerjaan susah dengan status napinya"
"uh baik banget suamiku" kata Ika sambil menculik dagu Raffi.
"nggak usah aneh-aneh deh Mas lagi nyopir juga "
Akhirnya kami sampai juga di rumah dinas Angga dan Lily yang bersebelahan dengan rumah dinas Agus dan Lidya.
"gimana udah USG cewek cowok"
"Alhamdulillah cewek udah sepasang"
"Alhamdulillah Kami ikut senang mendengarnya"
"kapan perkiraan lahiran"
"Ya sekitar lebih 2 bulan lagi sih"
"aku dengar-dengar kamu akan memimpin pasukan satgas ke Papua berarti gak bisa menemani Ika pas lahiran" kata Angga.
"Insya Allah kalau jadi" kata Raffi kikuk karena dia belum cerita ke istrinya,dan sejak mendengar itu mood Ika jadi tidak terkontrol.
" Dek dengarkan mas dulu"kata Raffi mengikuti langkah Ika masuk ke dalam rumah dengan menggendong Fathar yang tertidur.
"apa selama ini aku pernah menghalangi karirmu"
"Bukan begitu "
"terus kenapa kamu tidak cerita padaku kenapa aku harus denger dari orang lain bukan langsung dari kamu"
"Mas masih mencari situasi yang pas , mengingat kondisi kehamilan kamu, sayang "
"nggak usah sayang-sayang nggak usah pegang-pegang"Ika menepis tangan Raffi yang hendak memeluknya.
"jangan teriak entar anaknya kebangun"
"biarin "
"mas baru menerima kabar itu dua hari yang lalu rencananya mencari situasi yang tepat untuk cerita ke kamu karena Mas tahu pasti berat buat mu melahirkan tanpa mas disisi mu"
"udah tau masih nanyak , udah tau Papua lagi rusuh begitu"
"Emang kalau rusuh kenapa tujuan pengiriman pasukan TNI adalah untuk pengamanan perbatasan (satgas Pamtas), komunikasi sosial dan pembinaan teritorial (Satgas Organik), dan pengamanan daerah rawan (Pam Rawan) bukan perang Kamu gak perlu takut "
"tapi di televisi beritanya sering ada kerusuhan "
"jangan berpikir negatif berpikir lah yang positif demi dedek disini "kata Raffi sambil mengusap perut istrinya yang kali ini tidak di tolak yang bersangkutan.
"dedek yang baik baik di perut Mama jangan nakal papa pergi demi tugas,wah pinter putri papa dia menjawab dengan menendang "seru Raffi senang.
"ko nangis tar cantiknya hilang"
"aku mau tidur ,kamu tidur di luar aja jangan di kamar " kata Ika sambil berusaha berdiri.
"ko gitu "
"Aku nggak tahu kamu kapan berangkat tapi aku harus mulai terbiasa tidur tanpa mu mulai malam ini"
"hah masih seminggu lagi ya dek"
"justru itu aku gak mau pas kamu pergi aku gak bisa tidur "
"perasaan dulu Hamilnya Fathar biasa aja selain karena sering tugas malah 2 kali kamu kabur dari rumah "kata Raffi sambil tertawa kecil.
"Hai aku kabur juga terpaksa gara gara siapa huaaaa"
"eh ko malah nangis lagi sih "
"kamu jahat kamu gak tau aja waktu aku kabur aku bawa baju kotor mu yang masih bau keringat buat aku peluk saat tidur huaaa jahat "
Brukk ceklek , suara bantingan pintu dan kuncian pintu yang dikunci dari dalam.
"astaghfirullah jadi waktu kabur hahahahaha pantas waktu pertama ketemu Setelah kabur aku dilarang mandi, monolog Raffi sambil geleng-geleng kepala.
Pas tengah malam Raffi mendengar pintu kamar terbuka dan setelah ia merasakan gerakan ada seseorang yang tidur di sebelah nya, setelah terdengar dengkuran halus baru Raffi memutar badannya melihat istrinya yang sudah tertidur,
"maaf kamu harus jadi yang kedua setelah negara ku, katanya dalam hati sambil membenarkan anak rambut yang berantakan, maaf tidak bisa menemani dedek saat pertama melihat dunia,kata Raffi lirih ayah sayang dedek sambil mencium perut istrinya yang buncit oh dedek tahu makanya menendang Ayah, ayoo pindah ke kamar kasihan di luar banyak nyamuk dengan hati hati Raffi mengendong istrinya pindah kekamar.
"selamat malam tidur yang nyenyak sayang "katanya lirih setelah memberikan ciuman di kening dan perut istrinya lalu menyusul tidur disebelah istrinya sambil memeluk istrinya.