
"Bener letnan Fathar teman SMA mu ndok "
"iya pak lek " kataku saat kami sudah berada di dalam mobil pak lek Yusuf.
"eh eh ndok kok sepertinya bannya nggak nyaman" kata pak lek sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan, ternyata benar setelah Pak lek turun dan mengecek ternyata ada satu ban mobilnya yang bocor.
"sudah kamu di dalam aja biar pak lek yang ganti bannya"
"santai aja kali aku bisa bantu kok ,ada ban serepnya kan "
"ada di bagasi belakang"
"Ya udah pak lek bongkar aja aku yang ambil ban serepnya"
Kok mereka masih di sini sih bukannya naik motor biasanya lebih cepat kataku dalam hati saat melihat motor yang dikendarai Fathar dan temannya berhenti di dekat mobil pak lek.
"Mari saya bantu "kata temen Fathar sambil berjalan mendekati ku"
" Tidak perlu hanya begini saya masih sanggup "Tolak ku berusaha biasa saat teman Ali hendak mengambil alih ban serep yang aku gulingkan kearah pak lek, dalam hati aku lebay banget dorong ban aja di bantu.
"ayo kita lanjutkan perjalanan lagi" Kata pak lek begitu selesai mengganti ban dan merapikan peralatan dongkrak .
"mari letnan kami duluan" ucap pak lek ramah.
"Sopan banget sama mereka , mereka kan lebih muda dari pak lek "
"emang sih usianya lebih muda mungkin sekitar 28, 29 atau 30 tapi pangkat mereka di atas pak lek"
"kok bisa ya Pak lebih mudah pangkatnya lebih tinggi"
"Ya bisalah kayak kamu kerja di kantoran meskipun kamu orang baru masuk di kantor tapi kalau kamu punya title sarjana, sama yang udah lama tapi lulus SMA pasti kedudukannya lebih tinggi yang sarjana bukan"
"iya juga sih "kataku sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"begitu juga mereka ,mereka kelas perwira sedang pak lek kelas Bintara"
"Rini masih tinggal sama pak lek "
"enggak di mes rumah sakit tapi kalau libur suka nginep "
"udah lama "
"baru 3 bulan gara-gara di tinggal pacarnya tunangan, katanya biar bisa move on makanya dia memilih tinggal di rumah sakit"
"emang pacarnya orang mana pak lek "
"prajurit di lanud ,ya salah dia sendiri pacaran sama si A tapi jalan sama si B , tidak tahu nya A dan B berteman berteman ahkirnya diputusin "
"hahaha ceritanya Rini selingkuh "
"iya tapi waktu pak lek bilangin jawabnya, selama kita belum di ikat kita masih bisa nyari yang terbaik "
"hahaha dasar bocah edan " kataku sambil tertawa ngakak.
" Pak lek senang kalau lihat kamu bisa tertawa lepas,pak lek harap kamu akan selalu tertawa bahagia "
"Amin, makasih doanya Pak lek " Sesampai di rumah dinas Pak lek aku di sambut bulek dan putra pak lek Affan bocah laki-laki umur 11 tahun kelas 5 SD.
" Ini kamar bekasnya Rini kamu bisa tinggal di sini lagian Rini paling seminggu sekali ke sini biar langsung pulang males nginep di sini selalu bikin masalah"
"masalah apa emang bulek "
"Dia itu kesini tuh akhir bulan kalau nggak punya duit numpang makan ,kalau nggak ngapelin para tentara muda itu"
"hahaha siapa tahu dapat jodoh seperti bulek dapat Pak lek"
" Aku nasehati kamu ya kalau jadi perempuan kalau suka sama laki-laki itu tikung di sepertiga malam, bukan goda terang-terangan ya kalau diterima kalau nggak kan malu"
" Affan nggak sekolah bulek"
"lagi libur 3 hari kelas 6 ujian "
"ya udah kamu istirahat " kata bulek sambil keluar dari kamar yang ku tempati.
" Affan anterin mbak ke minimarket dong"
" adanya apa"
"adanya kaki, sepeda motor ,sepeda gowes"
"ya udah naik sepeda motor " dengan berpamitan sama bulek yang lagi masak karena pak lek udah balik kerja lagi kami berdua ke mini market dengan mengendarai sepeda motor, Aku membeli beberapa peralatan mandi sekalian kebutuhan pokok dan Affan membeli beraneka makanan ringan.
"Kalau sama mbak Rini jajannya di jatah hanya 2 nggak boleh lebih " katanya dengan semangat, aku sendiri maklum Rini hanya seorang apoteker yang gajinya juga tidak seberapa berbeda dengan diriku.
"semuanya 550.000 ribu Mbak"kata mbak kasir .
"eh ketemu lagi sehari sudah dua kali kita ketemu ntar kalau ketemu lagi berati tiga kali udah seperti minum obat" Ucap Ali yang bertemu di pintu minimarket.
"maaf saya duluan " kataku sambil melewati dua laki-laki yang berada di depan pintu minimarket.
"Mbak kenal"
"sebatas tahu aja emang kenapa"
"Mbak Rini suka melirik mereka tapi tidak pernah di tanggapi sama mereka ko Mbak bisa kenal"
"yang satu teman SMA mbak, ya satu ketemu tadi bandara tapi nggak kena cuma sebatas say hallo aja"
"Ya ampun Feby bilangnya beli sabun mandi kok malah borong " ucap bulek saat melihat aku masuk membawa beberapa kantong belanjaan.
" Ini jajanan buat aku mama" ucap Affan sambil menunjuk kantong berisi makanan dia,
"kenapa beli beras ,gula ,minyak segala"
"Anggap aja oleh-oleh bulek Aku kan nggak bawa oleh-oleh"
"tapi ini banyak banget lihat tuh jajannya, Affan sini sebagian di simpan jangan sekali habis apalagi dibagi-bagi ke temannya"
"Ihh mama gak asik"
"Nggak apa-apa Tante biarin nggak tiap hari ini "
"itu Tante udah masak kalau mau sarapan"
"iya Tante nanti aku ambil sendiri mau istirahat dulu"kataku sambil masuk ke dalam kamar, untuk membereskan barang belanja dan beberapa peralatan menggambar ku. Ibu mengajarkan padaku untuk selalu berbagi apalagi pada saudara sendiri karena itu beberapa tahun terakhir saat kami berada di posisi paling bawah kakak dan adik nya selalu siap membantu meski kadang ibu juga menutupi keadaan kami yang sebenarnya dari saudaranya.
Setelah merapikan kamar aku browsing mencoba mencari apartemen yang dekat sama tempat proyek yang akan ku kerjakan atau apartemen dekat dengan kantor kontruksi selama di sini. Aku di Bandung kali ini agak lama karena akan menangani 2 klain sekaligus biasanya jika menangani satu klain aku bisa tinggal di mes kantor tapi karena beberapa kali ke Bandung aku gak pernah mampir ke rumah pak lek jadi aku putuskan menginap di sini selama belum dapat apartemen atau rumah kost.
"kok bisa kamu kantornya di Jogja dapat proyeknya di Bandung gimana ceritanya itu"
" Bisa bulek kan kantorku ada beberapa cabang di kota besar si klien menghubungi kantorku yang ada di Bandung setelah ngobrol diskusi dengan arsitek yang di Bandung tapi tidak ada yang cocok menurut dia ahkirnya di lemparkan ke pusat ,di kantor pusat arsitek ga ada yang mau alasannya Klian nya terlalu ribet pemilih banyak aturan akhirnya coba di tawarkan ke Jogja setelah melihat keinginannya kita membuat contoh gambar dan kebetulan dia cocok melihat gambar yang aku buat "
"oh gitu terus klain satunya karena apa"
"karena kalian satunya dulu pernah memakai jasaku waktu di Jogja Jadi waktu dia ada di Bandung dia memintaku lagi mengerjakan sesuai keinginannya"
"kalau gaji arsitek di Indonesia berapa standarnya"
" Tergantung di mana perusahaan dia bekerja dan hasil gambarnya juga bulek kurang lebih antara Rp 5.000.000 s/d Rp10.000.000 rata-rata per bulan bagi yang sudah punya jam terbang ".
" gajimu segitu berarti "tanyanya penasaran .
"ya tengah tengah lah lek aku kan tergolong orang baru bulek" jawab ku berbohong ga mungkin aku cerita jujur mama aja gak pernah banyak tanya gaji putrinya berapanya ini berapa,gaji Arsitek gaji rata-rata Rp15.700.000.
Desainer Arsitektur gaji rata-rata Rp15.000.000.
Perancang Arsitektur gaji rata-rata Rp6.310.000.
" Apalagi kamu tinggal di Jogja dengan gaya hidup yang lebih rendah daripada di Bandung pantas kamu bisa mencukupi orang tuamu adikmu dan nenek, Rini aja gajinya kalau aku tanya cuma 5 juta" hmm pasti ujung ujungnya membandingkan kataku dalam hati.
"Bulek udah lama beli mobil perasaan 3 tahun yang lalu ke sini belum ada itu mobil" ucapkan untuk mengalihkan pembicaraan.
"belum sih ya waktu hamil muda kan tahu sendiri anak mau 2 masak masih pakai motor kasihan anaknya ntar lagian juga si Affan keburu gede"
" Beli cash bulek kena berapa duit"
" enggak lah emang pak lek mu gajinya berapa " hmmm lagi lagi nggak pernah bisa bersyukur selalu saja begitu tapi untungnya palek nggak pernah protes, ini kali ya yang dibilang jodoh saling melengkapi pak lek orangnya nerima apa adanya dan boleh kebalikannya selalu pengen tampil lebih baik dari yang lain, aku masih ingat saat awal awal menikah bulek selalu melihat kehidupan mama yang di atasnya dengan memandang iri tapi sejak mama bercerai dan jatuh dia sek olah kasihan, sok membantu padahal aku tahu untuk mau membantu mama paklek harus merayu istrinya supaya di ijinkan membantu kakaknya.