My soul mate

My soul mate
29.Para manta II



"kenapa Lo dipanggil Radit" tanya mas Haris begitu aku masuk kembali ke ruang kerja,hanya aku dan mas Haris yang berani manggil Radit tanpa embel embel pak,mungkin efek dari enam bulan Radit menyamar menjadi bawahan kami,tapi sebagai formalitas kalau banyak orang penting kami baru memanggil nya dengan kata pak.


"kamu nanya,kamu bertanya tanya"kataku menirukan aksi virus Alif atau Dilan Cepmek yang lagi viral,bukan di ketawain malah aku di lempar Pake remasan kertas sama mas Haris.


"ngelem par sampah ngelem par saham ke kaya si Radit "kataku mbuat mas Haris langung melotot kearah ku.


"bener yang Lo bilang" belum sempat aku membalas kata mas Haris.


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


"assalamualaikum"


"walaikumsalam dengan wali murid Bayu biru murid SMAN 2"


" iya dengan saya sendiri kalau boleh tau ini saya bicara dengan siapa"kataku berusaha tenang padahal rasa khawatir dengan apa yang terjadi,bikin ulah apalagi tu bocah,membuat kerja detak jantung ku bekerja lebih cepat.


"saya dari pihak polisi,anak yang bernama Bayu biru berada dirumah sakit dikarenakan mengalami kecelakaan dan luka ringan"


"dirumah sakit mana pak "


"RSUD kota ,ibu"


"makasih infonya pak,saya segera ke sana".


"mas aku ijin kerumah sakit,Bayu kecelakaan "


"gimana lukanya"


"katanya cuma luka ringan,tapi aku harus pastikan langsung "


"ya udah sana pergi" aku pergi menuju ke rumah sakit dengan berucap istighfar sepanjang jalan supaya pikiranku tetap tenang,meski si polisi cuma bilang luka ringan namun selama aku belum lihat dengan mata kepalaku sendiri aku masih ragu,dengan keadaan bayu,diantara ke tiga adikku,Bayu yang selalu bikin ulah,yang dipanggil ke sekolah karena bolos,merokok saat SMP,bahkan pernah masuk kantor polisi gara gara tawuran,tapi paling mellow dan mudah kasihan,disaat kakaknya belajar supaya nilainya bagus dia malah main jika di marahin selalu bilang dia paling bodoh biang onar,makanya sejak SMP bapak bisa menerima kekurangannya,setiap anak punya jalan nya masing masing jika ke tiga anak nya selalu membagakan nilai akademisnya dan si bontot tidak bisa,berati itu teguran buat bapak udah saat nya bapak tidak membagakan nilai akademis dan pasti ada saatnya nanti si bontot juga bisa membagakan orang tuanya.


"maaf sus anak sekolah korban kecelakaan di mana ya" tanya ku kepada resepsionis begitu sampai di rumah sakit.


" UGD mbak,lurus aja tar belok kiri"


"makasih sus" setelah masuk UGD segera kucari di tiap Brankar,dan kutemukan orang yang ku cari lagi tiduran


"mana yang luka"


"cuma lecet lecet ditangan karena tadi tidak pakai jaket tapi montor mas Raffi rusak body fairing nya hancur sama ponselku masuk got"katanya dengan menggigit bibir bagian bawah nya menandakan dia takut,sebenarnya buatku juga bukan masalah, motor rusak bisa dibetulin,tapi ga papa bisa aku manfaatkan rasa takutnya.


"masih ada waktu dua bulan sebelum mas Raffi balik untuk betulin,tapi tidak gratis,gimana mau"


"mau mau ,asalkan balik kaya semula biar mas Raffi ga marah,soalnya aku dah berjanji untuk merawat dan menjaga motor nya selama mas Raffi ga ada "


"ok sekarang motornya mana"


" dibawa ke kantor katanya sebagai bukti "


"wahh bakal ribet nih urusannya,kamu tau siapa polisi yang mengurusi kecelakaan tadi"


"tau tadi dia nungguin aku disini,katanya mau menemui waliku,lagi nyari makan atau minum kali"๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ


"mbak keluar dulu angkat telpon "


"assalamualaikum apa dit"


"walaikumsalam gimana Bayu ,kata mas Haris kecelakaan"


" Allhamdullilah hanya luka ringan ,tapi montor Raffi rusak dan sekarang motornya ditahan di kantor polisi"


"motor biar di.urus pak Rendi,sekarang kamu dimana"


"masih di rumah sakit"


"ya udah aku kesitu assalamualaikum "


"walaikumsalam"setelah nya aku langsung bergegas masuk dan kali ini Bayu kulihat lagi mengobrol dengan seorang polisi


"mbak sini"panggil Bayu begitu melihatku


"pak kenalin ini kakak saya yang akan mengurus semuanya"


"Ika"


"mbak kenal"


"hm,langsung ke intinya prosedur apa yang harus ku lakukan buat mengambil motor adik ku"


"ini adik mu dan itu motor nya itu juga punya adikmu"katanya seperti tak percaya,maklum waktu dia kenal aku lima tahun lalu aku masih memakai motor buntut,karena masih fokus menabung buat merenovasi rumah kedua orang tuaku.


"kenapa karena kami anak satpam hingga tidak dapat membeli motor sport seharga sembilan puluh delapan juta gitu " kata ku,emang motornya Raffi Kawasaki Ninja ZX 25R di bandrol sekitar Rp.98 ,85 juta.


"mbak kenal sama pak polisi ini"


"kami mantan pacar"katanya,membuatku jengkel mendengarnya.


"kalau kamu dah membaik lebih baik kita pulang ,motor tar mbak mintak tolong orang biar diurus"


"udah sih,tadi dah diperiksa juga semua sama dokter hanya luka ringan,untung aku masih make helm"


"dari pada mintak tolong orang lain kenapa ga mintak tolong aku aja sih ,gw kan yang nangani lansung " kata Erwin sambil menghentikan ku yang hendak keluar.


"Sama aja Lo juga orang lain buat ku"


"ya udah biar ga jadi orang lain, kita pacaran aja lagi bereskan "kata kata absurd dari polisi satu ini membuatku menatapnya tajam dan kedua alis mengerut menahan amarah.


"apa Lo lupa gw ini anak satpam dan sampai saat ini bapakku masih satpam"


"maaf menggagu perdebatannya " suara Rendy menghampiri ku dan menghentikan Erwin yang hendak membuka mulut.


"Lo disuruh Radit kan" Rendy langsung mengagukan kepalanya.


" ini pak polisi yang mengurus kecelakaan tolong bantu beresin dan keluarin motor nya dari kantor polisi"


" baik,apa ada korban lain"


"tidak aku kecelakaan karena menghindari anak anak yang menyebrang ,jadi yang terluka hanya aku"terang Bayu,mendahului Erwin yang juga akan membuka mulutnya.


"ok,dimengerti sebaiknya adikmu kamu ajak pulang tar aku langsung aku bawa ke bengkel motornya,kamu tinggal menugu kabarnya"


"ok makasih " kataku sebelum pergi,tapi belum sempat aku melangkah Rendy menahan tanganku.


"aku mintak no ponsel mu buat menghubungi mu jika udah beres"


"Bayu kasih no mu"


"tapi ponsel ku hancur mbak"


"ponsel mu aja"kata Rendy sambil menyodorkan ponselnya pada ku.


"kamu bisa menghubungi Radit kalau dah beres"


"sebenarnya dia siapa,kenapa harus melibatkan dia kita bisa selesaikan ber dua saja "kata Erwin yang nampak bingung.


"perkenalkan saya Rendy Hamzah sarjana hukum dari kantor advokat Assegaf Hamzah & Partners".


"kenapa harus Pake pengacara segala,aku akan bantu kamu mengurus montor adikmu,kalau perlu hari ini langsung ku anter ke bengkel langganan mu, kamu masih Single kan kalau kamu ga mau balikan kita bisa berteman aja dulu"


"maaf saya dah menikah,jadi tidak sopan untuk berteman dengan lawan jenis"kata ku sambil menunjukan cincin nikah di jari manis ku,membuat ke dua laki laki di depanku membuka lebar kelopak mata dan membuka rahang hingga bibir dan gigi terpisah.


"ayo kita balik"kataku langsung menarik Bayu keluar dari UGD.


"bener polisi tadi mantan mu mbak"


"hm"


"kayanya pengacara utusan mas Radit tadi juga kenal mbak"


"mantan"


"buset diam diam mantan Lo banyak juga mbak,ini laki Lo tau bisa perang dunia ni"


" ga usah lebay deh,ayuk kita pulang"


"ga beli ponsel dulu mbak"


"tar sore aja mbak buru buru di kantor banyak kerjaan" ahkirnya setelah mengantar Bayu pulang aku balik kerja lagi,untung di rumah lagi sepi jadi tidak mengahadapi pertanyaan aneh aneh ibu.