
Sudah hampir 3 jam Yumi tidur dengan posisi duduk dalam dekapan Raffi
"Mas mau gantian siapa tahu Mas capek"
"Kamu udah bangun dek " aku hanya menganggukkan kepala,
"nggak papa kamu pasti juga capek katanya dari semalam Yumii tidak tidur jadi biarlah begini "katanya sambil mencium pucuk rambut Yumi .
"Dari sebelum aku tidur sampai aku bangun tidur lagi kulihat kamu selalu memandang wajah Yumi"
"Mama ,Radit ,Mbak Arin juga papa bilang kalau Yumi itu mukanya aku versi perempuan"
"enak aja aku yang hamil dan ngelahirin ko di bilangan versi perempuan kamu terus aku nggak ada sama sekali gitu"
"hahaha bukan begitu sayang 95% itu Yumi mirip aku" emang semua orang bilang Yumi adalah Raffi perempuan bahkan bapak dan ibuku juga semua keluargaku.
"Mas pura pura lah tidur Yumi bangun " kataku dan Raffi langsung memejamkan matanya terlihat yummy yang memandang muka Raffi dan menepuk-nepuk wajahnya membuatku gemas tapi begitu Raffi membuka matanya dia langsung menangis kencang.
"Haha sepertinya dia belum mengenal kamu, masih takut sama kamu Mas"
"cup cup sayang ini mama "kataku sambil mengambil Yumi dari gendongan Raffi, meski menangis sudah reda tapi dia masih mengintip keberadaan Raffi, tingkahnya yang lucu dan menggemaskan membuat Raffi tidak tahan untuk menciumnya dan itu membuat Yumi menangis lagi sangat kencang.
"dia belum mengenalmu dia masih asing dengan mukamu yang sabar ya, lebih baik Mas pulang lihat Fathar udah makan belum nggak enak ngerepotin Ratih dan Rico terus"
"Ya udah Mas pulang dulu kalau ada apa-apa hubungi Mas ,mas akan segera ke sini"
"hmmm hati hati di jalan"
Selepas Raffi keluar ruangan Yumi berangsur angsur diam
"itu tadi suaminya Bu" tanya seorang perawat yang sedang memeriksa suhu badan Yumi.
"iya sus itu bapaknya anak-anak baru pulang dari satgas di Papua "
"saya kira Ibu ini pacarnya dokter Danu loh"
"Hah bukan sus kebetulan mantan istri dokter Danu itu teman sekolah suami saya jadi kita saling mengenal"
"oh mantan istri dokter Danu yang juga seorang dokter juga itu ya ,bukannya dia udah menikah ya bu"
"setahu saya udah, gimana sus panasnya udah turun"
"udah hasil tes ntar akan di beritahu langsung oleh dokter Danu ya Bu"
Kulihat ada beberapa suster yang masuk dan membersihkan ranjang pasien di sebelahku pasti akan ada yang menempati benar juga selang 1 jam ada pasien anak-anak berumur kurang lebih 2 tahun menempati di sebelah Ranjang pasien Yumi.Yumi yang tidak nyaman dengan orang baru akhirnya rewel dan menangis.
"anak papa kenapa menangis"kata Rafi yang baru datang.
"nggak papa kayaknya tadi dengar sebelah nangis ikut nangis" bohongku .
"lagian kenapa sih mah bukan di kamar VIP saja"
"aku gak kepikiran kesana "
Aku tidak tahu apa yang dilakukan Raffi tidak sampai 1 jam ada yang perawat yang datang mengatakan kamar perawatan Yumi dipindahkan atas permintaan papanya, lagi lagi uang berkuasa kataku dalam hati.Hasil tes udah keluar Yumi dan dinyatakan sehat tidak terjadi apa-apa hanya Serangan virus biasa dan itu wajar saat umurnya yang belum genap satu tahun rentan terhadap penyakit.
"anak papa hari ini dah sehat kita pulang ya"kata Raffi sambil merayu Yumi supaya mau digendong olehnya, meski sudah tidak menangis jika melihat Raffi tapi Yumi tidak mau digendong Raffi dia malah lebih memilih gendong dokter Danu jadi itu membuat kecemburuan Raffi terhadap dokter Danu.
"jelas-jelas papanya Aku wajahnya mirip aku kenapa nggak mau ikut sama aku"keselnya berjalan di belakang dokter Danu yang sedang menggendong Yumi.
"namanya juga anak-anak Mas nggak usah cemburu" sesampainya di rumah kami disambut oleh beberapa penghuni asrama juga ada Radit dan Bayu , jika di rumah sakit Raffi cemburu dengan dokter Danu sampai di rumah dia harus cemburu dengan Radit dan Bayu yang lebih akrab dengan Yumi daripada dengannya.
"muka boleh mirip kamu tapi hati milik kami, ya nggak Bay"kata Radit membuat Raffi kesal, berbeda dengan Yumi,Fathar malah mengikuti Raffi terus.
"kamu tahu belum mas kalau temenmu dokter William mau menikah sama Serda Yuni"
"aku malah belum tahu ceritanya itu"
"bukannya kamu kontek-kontekan sama dokter William masa dia nggak cerita"
"wah main rahasia sama aku "
"eh ngomong-ngomong pernikahan kapan kamu nyusul dit" kata kata Raffi membuat Radit langsung terbatuk batuk.
"Mas Radit baru putus kemarin diputusin pacarnya gara gara nonton ke bioskop sama cewek lain dan ketahuan pacarannya "
"hahaha Lo selingkuh ketahuan, makanya jangan jadi playboy"
" Halah yang ngomong emang dulunya tidak Playboy sebelum kenal Mbak Ika Kamu kan juga Playboy malah suhunya Playboy di atasku predikat playboy mu itu"
"sama-sama Playboy tidak boleh saling menghina kalau aku kan bukan Playboy tapi pecinta wanita" kata Bayu yang langsung dapat lemparan kacang kulit oleh Radit dan Raffi aku yang melihat hanya bisa tersenyum,Bayu bisa seperti adik bontot bagi mereka tidak ada jarak jika sudah bercanda malah yang tidak mengenal Bayu dikira adik Raffi bukan adikku.
" Mama papa Om Radit dan Om Bayu buang-buang makanan" kata Fathar sambil teriak .
"emang Mbak ya jika tidak tahu pasti Bayu dikira adiknya Mayor Rafi bukan adik ipar,"kata Santi yang melihat interaksi mereka.
"bukannya adikmu masih ada dua ya mbak"
"iya adik kedua aku laki-laki jadi polisi di daerah Banyuwangi,yang ketiga perempuan sekolah di STAIN sebentar lagi wisuda, tapi mereka semua tidak akrab seperti Bayu mungkin karena mereka jarang bertemu kali ya ,kalau sama Bayu kan dari zaman kita masih belum nikah udah sering bertemu"
"Yumi masih tidur mbak , itu dengar berisik ga bangun "
"gak papa lah lagian ada waktunya Yumi makan biar dia bangun"
"dek lihat aku gendong siapa " kata Raffi sambil dengan mata berbinar bahagia, kulihat Yumi udah bangun dan lagi memainkan rambut papanya yang sedang menggendongnya.
"Mayor lebay bisa gendong anaknya senangnya udah kaya dapat undian ratusan juta " ledek Ratih.
"kalau megang uang ratusan juta udah biasa buatku tapi menggendong Yumi tanpa menangis ini baru luar biasa buatku"
"hahaha Lo salah ngomong tih Mayor kan anak sultan dari kecil memegang uang ratusan juta udah biasa, beda sama gendongan Yumi yang umurnya hampir satu tahun tapi baru sekarang tidak nangis digendong papanya " ledek Santi membuat semua tertawa mengejek dan membully Raffi.
"momen langka bisa meledek mayor habis-habisan" kata Ratih.