
Setelah aku melihat keakraban Feby dengan dokter sialan itu benar-benar membuat mood ku jadi tak terkendali.
" Kenapa sih sikapmu tidak mencerminkan orang
amnesia , seperti yang aku tonton di televisi itu " ucap Yumi yang sudah 1jam menemani Fathar. karena sedang masa pingitan Yumi yang bosan datang ke rumah sakit niat menemani sang kakak, siapa tahu kalau di ajak ngobrol si kakak bisa sedikit mengingat memorinya yang hilang. Malah di cuekin si kakak, tidak tau Fathar ngapain sejak Yumi datang dia sibuk di depan laptopnya yang tidak tahu ngapain. Bahkan Yumi ngajak bicara pun juga tidak di jawab bener - benar di cuekin sampai akhirnya dia bosen dan pulang, mungkin kalau dia tahu si Gemoy sedang di rawat dia akan menemui Gemoy saja apalagi mereka 1 rumah sakit.
Tepat pukul 11 malam Fathar mengganti baju pasien dengan pakean serba hitam dan dan berjalan keluar menuju ruang rawat inap putrinya dengan pelan-pelan.
Nampak putrinya tidur dan istrinya juga tidur dengan posisi duduk memegang tangan putrinya.
"Kamu kalau tidur tidak pernah terbangun meskipun ada yang berisik di sekitarmu " ucap Fathar lirih, sebelum mencium pipi dan kening putrinya dan dilanjutkan dengan mencium kening dan pipi istrinya lalu melangkah keluar.
"Tumben semalam tidak nyuruh papa ke sini" ucap Raffi , yang baru masuk ke ruang rawat inap putranya itu.
" Katanya aku menyebalkan tiap malam minta suruh nemenin" ucap Fathar sambil membuka laci dan mengeluarkan amplop dan memberikan amplop itu kepada papanya.
" wow ternyata rasa cemburu bisa merubah mu ya menjadi lebih cerdas sedikit" ledek Raffi.
" Sekarang aku mau nemu istriku dulu"ucapnya sambil berdiri.
" Tidak pakai kursi roda" ledek sang papa Fathar hanya mendengus mendengarnya.
Selama ini kaki Fathar tidak luka parah hanya mengalami retak biasa yang parah adalah di bagian badannya karena terkena 2 peluru yang Alhamdulillah tidak mengenai organ vitalnya dan beberapa luka ringan di tangannya.
" Papa urus saja urusan administrasinya" ujar Fathar sambil pergi meninggalkan papanya yang masih di kamar perawatannya.
"Mbak gimana mau ngurus surat perceraian gak AA ku siap membantu dan siap menunggu masa Iddah mu Lo mbak " ucap Lilis ,Fathar yang sudah datang cuma berdiri mendengar obrolan istrinya dengan perawat yang dia tahu dulu pernah merawat istrinya.
" kalau mau membantu mengurus perceraian ayo dengan senang hati aku terima tawarannya ,tapi kalau mau menunggu masa iddah Maaf aku belum kepikiran untuk menikah lagi seandainya gugatan cerai aku dikabulkan , aku mau fokus untuk merawat dan membesarkan putriku" ucap Feby.
"Benar Mbak tidak berniat menikah lagi?" tanya Lilis.
" Bukannya tidak berminat mungkin belum . Aku tidak mau mendahului kehendaknya Aku tidak tahu yang kedepannya cuma keinginanku sekarang adalah memperjelas statusku itu saja ".
" Ya udah ntar AA aku suruh ke sini biar bisa ngobrol langsung dengan mbak mbak juga enak konsultasinya ,gimana mengatasi masalah hukum perceraian Mbak yang tidak ada kejelasannya udah bertahun-tahun juga" ucap Lilis.
"Terimakasih " ucap Feby.
" Aku balik mau kerja lagi jangan mau di dekati dokter Dika, aku tahu dia lagi deketin Mbak dia itu terkenal playboy " ucapnya sebelum pergi, dengan secepat kilat Fathar segera bersembunyi supaya tidak ketahuan kalau telah mencuri dengar obrolan mereka.
Sial umpat Fathar dalam hati saat hendak masuk ke ruang rawat inap putrinya ponselnya berdering, dia tinggal mengakat panggilan selama 7 menit saat hendak berjalan menuju kamar rawat putrinya sudah keduluan dokter Dika , ahkirnya dia hanya bisa menguping kembali istrinya mengobrol.
" Setelah kita lakukan cek darah dengan Diva ,Diva tidak mengalami sakit yang serius hanya tubuhnya diserang virus itu yang menyebabkan dia demam turun demam lagi " ucap dokter Dika.
" Terima kasih dok kira-kira putri saya bisa pulang kapan ya soalnya sehari ini panasnya udah tidak tinggi" ucap Feby.
" Kalau malam ini dia sudah tidak demam dan tidak rewel lagi besok pagi dia bisa pulang".
" Kalau begitu saya ucapkan terimakasih atas bantuannya ".
" Tidak apa-apa itu sudah tugas saya sebagai dokter ,Kalau boleh tahu di mana bapaknya Diva sejak Diva dirawat saya tidak melihatnya" ucap dokter Dika, Fathar yang mendengarnya rasa ingin menonjok itu kepapla dokter , tetapi dia juga penasaran dengan jawaban Feby.
" Papanya Diva sedang pergi ke luar kota" ucap Feby ada kelegaan di hati Fathar saat mendengarnya.
" Saya wanita bersuami cuma lagi tidak didampingi suami saya" ucap Feby membuat Fathar yang mendengar juga merasakan sakit juga merasa bersalah kepada istrinya.
" Kalau boleh tahu kerja di mana papanya Diva".
" Maaf sebelumnya buat apa ya dok , saya kira itu bukan informasi penting" ucap Feby, samar-samar Fathar mendengar derap langkah setengah berlari seseorang mendekat kearahnya, dengan gerakan cepat Fathar segera mencari tempat persembunyian.
Nampak mama dan adiknya berlari ke arah kamar rawat putrinya dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu, setelah 5 menit nampak dokter Dika keluar meninggalkan ruang rawat inap istrinya. Fathar menjadi sedikit tenang saat istrinya ditemani mama dan adiknya, makanya dia pergi melangkah menjauh dari ruang inap putrinya.
" Terima kasih atas dedikasinya selama ini membantu, sekarang saya serahkan kembali kamu kepada kesatuan mu" ucap perwira tinggi TNI itu kepada Fathar.
"Siapa laksanakan komandon" kata Fathar sambil memberi hormat.
" Selama ini yang mengetahui kamu menjadi pilot hanyalah orang maskapai dan keluargamu , sebenarnya saya ingin menarik mu menjadi salah satu dari BIN atau BAIS TNI tapi nyali saya kecil melihat muka papamu" canda perwira tinggi itu kepada Fathar sambil melirik Raffi yang juga ada di situ.
" Aku mau masuk jajaran BIN aja istriku melarang apalagi putraku bisa dipenggal aku sama dia karena telah mengijinkan putraku kau ambil " kelekar Raffi.
" Jadi sudah sebulan kasus ini selesai istrimu juga masih belum tahu alasan kenapa putramu hampir mati kemarin "?
" Tidak istriku tahunya putraku mengalami pembajakan pesawat jetnya saat menjadi pilot pribadi " ucap Raffi.
" Begini lah resiko kita berhasil tidak di puji bahkan orang tidak tahu kalau kita yang kerja keras mencari bukti sampai nyawa taruhannya ".
"Tapi kantongnya tebal " gurau Raffi.
" Juga masih tebel pewaris RR GRUP lah, bagaimana mau balik ke Batalyon apa mau jadi bagian dari kami" ucap Perwira tinggi.
" Saya sebenarnya sangat menikmati apa yang saya lakukan kemarin, tetapi saya juga merindukan pesawat tempur yang biasa saya kendarai " ucap Fathar.
"Hahaha teguh juga pendirian mu, kalau aku punya anak perempuan akan ku jodohkan dengan mu".
" Tidak kah kau tahu putraku sudah menikah" ucap Raffi.
"Aku dengar kalian 2 tahun yang lalu kalian mengurus perceraian".
" Tidak ada perceraian enak saja emang aku tidak tahu ponakan mu pernah melirik menantuku" ucap Raffi.
Setelah bercengkrama Raffi mengajak Fathar pulang.
" Bagaimana papa tahu yang sebenarnya" tanya Fathar saat berada di mobil berdua dengan papanya.
" Saat kamu hilang 2 minggu aku mencarimu dari sana aku tahu dan memaksa mereka tentunya.kenapa kamu mau melihat penawaran mereka".
" Aku ingin sesuatu yang menantang di saat itu aku sudah pasrah dengan terjadi andai aku gagal aku bisa menyusul istriku , tetapi saat keyakinanku sudah mantap dan ku ambil aku malah mengetahui istriku dalam keadaan sehat, makanya aku bertekad akan selamat dan berhasil dalam misi ini".
" Kalau mama kamu tahu pasti histeris " ucap Raffi.
"Eh papa ponakan komandan siapa emang?"
"Biantara " jawab Raffi.