My soul mate

My soul mate
20.



POV.Raffi


"ko kamu disini Raf"tanya radit


"sialan yang sopan Lo Raff Raffi,Abang Raffi "tegas aku,malah membuat Radit ketawa ngakak


"sorry bro,ini bukan dirumah disini aku cuma karyawan yang lagi magang jadi kita ibarat orang lain"kata nya sambil ketawa kecil,


"mau ngapain Lo"tanya ku


"gw disuruh mbak Ika merekam demo,buat bukti gitu"


"terus Ika mana lagi merekam gedung gedung yang kosong buat bukti"


🎼🎼


"panjang umur baru di omong tlp,..eh ngajak Vidio call .. ..ko gelap raf berisik lagi disini "kata Radit sambil berjalan menjauh aku ikuti karena penasaran dengan apa yang mereka obrolkan


"Dia putri salah satu satpam,juga staf keuangan tangan kanannya haris"suara seorang laki laki,membuatku dan Radit saling memandang


"kita apa kan enaknya,cantik sayang kalau langsung dibunuh gimana kalau kita cicipi dulu"suara laki laki berbeda


"gudang penyimpan "kata Radit dan langsung kami berlari ke arah gudang penyimpanan


"apa tujuan kalian semua,hah"suara ika


"aku ingin pabrik ini hancur sehancur hancurnya"suara laki laki


"tapi kalau pabrik ini hancur akan banyak pengangguran"suara Ika


"itu kayanya mereka"kata Radit langsung aku berlari kesana


"mereka aja yang bodoh mudah dimanfaatkan",


"woi tenyata punya nyali ,serang bersama"


"Kalian tidak malu satu wanita mau melawan lima laki laki"kataku dengan berjalan kearah mereka


"sialan Hajar mereka"kata laki laki yang mungkin pimpinannya ga butuh waktu lama untuk membuat mereka berlima KO aku lawan tiga,Radit lawan dua,sialan kulihat laki laki itu memukul Ika tapi bisa ditangkis sama Ika pake tangannya,membuatku emosi dan langsung aku lumpuhkan dan segera ku ikat bersama kawan kawannya


"gimana tanganmu"tanyaku dan langsung memegang tangan yang tadi buat nangis,


"darah "kata Radit ,terlihat lengan baju kemeja putihnya udah berwarna merah


"ah sial kayu ini"kataku sambil melihat kayu yang bekas memukul tadi yang ternyata ada paku yang menancap lebih dari satu


"kamu urus dia,aku akan membawa berobat"kataku


"Udah pak luka luarnya udah di obati,tapi kalau menurut bapak pakunya berkarat dan takut kena tetanus kami akan memberi suntikan anti tetanus"kata dokter muda sambil melihat Ika membuatku pingin mencolok matanya


"ga perlu dok"kata Ika


"harus kamu ga tau itu paku ada tetanus nya ga"kata ku dan ahkirnya Ika cuma bisa pasrah


"udah pak,ini resep obat nya buat pencegahan takut demam,"kata dokter


"ayo "kata ku sambil membantu bangun


"aku bisa sendiri,yang luka tanganku bukan kakiku"bisik nya malah membuat perawat dan dokter tersenyum


"romantis ya dok"kata si perawat


"istri saya memang pemalu dok"kata ku,biar di dokter ga melirik Ika tapi malah di cubit pinggang ku ,tapa ga kerasa sama sekali cubitannya


"makan dulu ya,di depan rumah sakit ada rumah makan enak"kata ku


"tapi'


"ga menerima penolakan"tegas ku,ga mungkin kalau dah di pabrik di sempat makan


"makan yang banyak biar ga kurus"kata ku


"aku kurus ya,emang dari Sono nya ya"ketus nya,membuatku gemes pingin mengurung nya


"cepat banget kamu makanya,aku aja masih banyak"katanya


"buruan habisi aku keluar bentar ini bawa dompetku kalau mau bayar"kata ku sambil menaruh dompet dan meninggalkan Ika karena aku tahu dia tidak membawa apa apa,aku melangkah ke butik samping rumah sakit


"ada yang bisa di bantu pak"kata pelayan toko ramah sambil tersenyum malu malu


"saya mencari baju formal wanita hijab"kataku


"saya ga bawa uang kas pake aplikasi bisa"kataku


"bisa mas,silahkan"setelah menyelesaikan pembayaran aku kembali menuju rumah makan Padang,kulihat Ika dah menugu di depan


"udah"


"dari mana lama banget "kata nya


"ganti bajunya Pake ini,"


"hah"


"itu darahnya membuat kotor bajumu,"kataku


'ganti baju di pabrik aja"katanya ahkirnya,kami kembali ke pabrik


"dari mana dan tadi ada beberapa orang di bawa ke kantor polisi,kata orang kantor provokator"kata sertu adi


"sekarang kita diminta membubarkan demo tapi yang demo pada susah di ajak kerja sama"jelasnya kami para petugas berusaha membubarkan mereka sampai aku harus mengancam segera


"berati udah tiga puluh tuju tahun kalau mau nyaman kembali ke bagian Andan tunggu tiga tahun lagi masa pensiun anda dan dapatkan pesangon sesuai hak anda jika anda bertahan disini saya pastikan besok anda tidak bekerja lagi "kata ku dengan sedikit mengintimidasi


"anda hanya tentara yang disewa pabrik buat menjaga bukan mengancam saya "kata pak Jatmiko,


"ok saya tegaskan saya punya koneksi buat memecat kalian tanpa pesangon sepeserpun ,jadi saya hitung tiga puluh menit dari sekarng yang masih bertahan akan dianggap melawan dan dipecat tanpa pesangon "kata ku,ahkirnya hanya lima yang bertahan disini


"Radit bereskan "


"ok bang"aku mencari bapak Ika,karena aku dengar tadi kepalanya kena lemparan batu,benar mereka di klinik,setelah memastikan keadaan bapak dan Ika juga udah mengantar pulang aku kembali ke lapangan membantu membereskan sisa sisa kerusuhan


"bisa bicara bentar"kata Ika tumben ngajak bicara duluan


"apa"


"aku terima tawaran mu"


"tawaran apa ni"kataku sebenarnya aku tau tapi aku mau ngetes aja,


"ya udah kalau lupa ,aku terima Radit aja berondong"kata nya,mau menolakku malah sama adikku gitu enak aja


"ok gw paham"


"gw terima tawaran Lo demi bapak,tapi sebelum itu aku mau mastikan keluarga Lo terima gw apa adanya,kalau salah satu keluarga Lo nolak gw batal"kata nya


"ok gw atur pertemuan mu dan orang tua ku"kata ku dan lansung pergi,aku harus ketemu papa dulu ini lebih penting dari urusan pabrik,aku langsung pergi ke bandara disana ada Budi,ahkirnya papa mau bicara denganku di hotel dan langsung dihubungkan dengan mama kami bicara bertiga dengan mama di sambungan telpon


",Raffi mau nikah dengan pilihan Raffi,"kataku


"syukur kalau kamu mau nikah ,dengan siapa pun kamu nikah mama restuin tapi mama mintak pulang jangan menghindar dari mama,mama papa kumpul keluarga,dari kecil Radit jauh setelah Radit kumpul kamu yang pergi"kata mama sambil menangis


"tapi perempuannya mintak syarat",kataku


"apa tar akan mama turuti kalau ga ada mama Carikan karena dia dah membuat anak mama mau menghubungi mama dulu"


"bukan dia tidak mintak yang aneh aneh,dia cuma mintak keluarga kita dan dia saling menerima,ikhlas,dia beberapa kali putus dengan pasangannya karena dianggap tidak selevel dan keluarganya dihina"


" mama terima apa adanya,mama langsung susul papa mu aja"kata mama langsung memutuskan percakapan


"papa dan mama tau selama ini kami sibuk bekerja mengabaikan kalian,kamu tau papa anak tunggal sedang mama tiga bersaudara tapi nasibnya Tante mu kurang baik semua dalam hal jodoh,sebelum kakek meninggal kakek membuat wasiat warisannya di kasihkan pada cucu cucunya kandung karena kalian masih kecil jadi papa dan mama harus mengurusi nya, ahkirnya kita gabungkan perusahaan papa dan mama itu membuat kami sibuk dan mengabaikan kalian maaf kan papa,siapa pun pilihanmu papa mama setuju asalkan anak papa bahagia"kata pap


"dia anak satpam ,bekerja di pabrik gula kita sebagai staf keuangan"


"berati Radit adikmu kenal"


"iya makanya buruan lamar dia buatku "


"oke oke kita lamar nugu mama mu"


"tapi dia memintak ketemu kalian dulu ,dia takut kalian menolak dan menghina keluarganya "


"papa sibuk jadi kalau mama datang lansung lamar aja"


"pa "


"udah tar pap yang urus sekarng papa harus ke bawah Radit dan beberapa direktur dah menugu di restauran bawah"


"ya udah aku balik ke batalyon "