My soul mate

My soul mate
128. Fathar berubah



Hari ini Febi mengantar Irma ke bandara untuk pulang kembali ke rumah Irma di Padang, mulai hari ini juga Gani menyewakan seorang perawat yang akan membantu setiap keperluan Feby.


" Terima kasih sudah menolongku terima kasih sudah menjagaku terima kasih menjadi keluargaku terima kasih untuk semua yang kau berikan padaku" ucap Feby tulus kepada Irma.


" Aku juga terima kasih atas semua yang diberikan papamu kepadaku" ucap Irma, sungguh Irma tidak minta apapun sebagai balasan merawat Feby selama ini tapi orang tua Feby memaksa Irma untuk menerima amplop yang di sodorkan padanya tadi pagi.


"Ayo sebentar lagi jadwal pesawat Mbak terbang" ucap Febi. Setelah saling berpelukan dan berpisah Febi berjalan dengan menggunakan kruk kaki secara pelan-pelan hingga ada yang tiba-tiba menabrak kruk kaki nya, hingga Feby jatuh dengan cekatan perawat yang di pekerjaan papanya membatunya berdiri.


" Kalau nggak bisa jalan itu di rumah bukan berkeliaran di sini, ini bandara tempatnya orang lalu-lalang berdiri aja nggak bisa sendiri" ledek wanita berseragam pramugari. Feby yang dibantu oleh perawatnya berdiri hanya diam.


" Seharusnya Anda minta maaf bukan malah menghina" ucap seseorang yang melihat kejadian itu.


" Ada apa ini kok pada rame di sini" ucap Fathar yang baru muncul.


" Wanita cacat ini terjatuh tapi orang-orang menyalahkan aku" ucap sang pramugari,Feby hanya menundukkan kepalanya.


" Bukan sengaja terjatuh tapi jelas-jelas anda yang berjalan sambil bertelepon hingga menabrak teman saya" ucap sang perawat tak terima yang sudah berdiri dengan memegang Feby.


" Alasan pasti mau minta kompensasi" ucap sang pramugari.


"Ayo kita pergi " bisik Feby menarik perawatnya menjauh.


" Kalau kamu salah seharusnya kamu minta maaf bukan malah menghina" ucap Fathar kepada Luna,ya pramugari yang nabrak Febi adalah Luna.


"Siapa yang salah aku ga salah "sangkal Luna.


"Kamu pulang saja aku mau ke rumah sakit opa aku masuk rumah sakit,jadi aku harus ke rumah sakit " ucap Fathar.


" Biar aku antar mobilku ada di parkiran" ucap Luna. Fathar hanya menurut saat Luna menariknya ke parkiran mobil.


" Terima kasih sudah mengantarku sampai rumah sakit, tapi Maaf aku tidak bisa mengenal kamu kepada keluargaku" ucap Fathar.


" Tidak masalah sebagai ucapan terimakasih aku hanya minta " ucapan Luna diselesaikan dengan menarik Tengku Fathar dan mencium rakus bibir Fathar dan Fathar pun membalas menciuminya dengan tak kalah rakusnya.


"Mbak bukannya itu pramugari yang di bandara tadi " ucap Luna saat melihat mobil Luna terpakir di samping mobil Feby, dalam hitungan menit orang yang hanya mengobrol berubah menjadi adegan ciuman panas.


" Buat apa merekam mereka mbak,buat video buat di viral kan ya " ucap Lilis yang melihat Feby mengambil ponsel dan memvideokan adegan orang di dalam mobil di sampingnya.


" Bukan sebagai bukti perselingkuhan" ucap Feby enteng , padahal hatinya menangis melihat suaminya mencium wanita lain.


" Maksud Mbak Feby pria itu suami e mbak" ucap Lilis tak percaya, setelah Fathar keluar dari mobil baru Feby dan Lilis ikut keluar .


" Kamu wanita cacat yang pura-pura jatuh tadi " ucap Fathar yang dengan santai tanpa ada rasa bersalah berbeda dengan Feby yang merasa sakit hatinya.


" Teman saya tidak pernah pura-pura jatuh tapi teman pramugari Anda yang berjalan sambil bertelepon hingga membuat teman saya jatuh " ucap Lilis tak terima orang yang di rawatnya di hina.


Fathar hanya tersenyum sinis melihat Feby yang hanya menunduk sebelum berjalan duluan tapi bagi Feby itu menyakitkan.


" Mama lihat perlakuan Putra Mama kepada Feby begitu sombong meskipun Feby bukan putriku tapi aku tidak suka caranya memperlakukan wanita " ucap Raffi.


" Itu karena dia tidak tahu itu istrinya" ucap Ika.


" Meskipun dia orang lain tidak seharusnya dia menghina wanita cacat. Aku kecewa sama dia yang sekarang" ucap Raffi sebelum meninggalkan istrinya. Tak terasa air mata Ika juga menetes ingin dia menolak apa yang dilihat tapi dia sendiri melihat kelakuan anaknya.


" Opa sakit apa "tanya Fathar saat papa nya masuk ruang perawatan opa, sebenarnya opa tidak sakit hanya cek up rutin tapi demi mempertemukan cucunya dia pura-pura sakit.


" Orang tua Feby meminta semua data diri dan kartu identitas Feby bisa kamu ambil sekarang " ucap Raffi tenang.


"Buat apa, dari kemarin aku bertanya buat apa tapi tidak dijawab sekarang papa juga bertanya lagi" ucap Fathar bingung.


"Biar hidupmu lebih tenang kamu bisa meneruskan hidup tanpa memikirkan bayang-bayang masa lalu" ucap Raffi, sedang Ika hanya diam menahan air matanya.


" kamu yang ambil atau papa yang ambil sendiri " ucap Raffi.


" Tar malam aku siapkan semua , besok pagi aku baru terbang lagi jadi malam ini aku pulang " ucap Fathar seperti tidak terjadi apa-apa.


"Sebaiknya kamu pulang dan beristirahat di rumah " ucap Ika dengan suara bergetar.


"Mama menangis " ucap Fathar merasa aneh dengan suara mamanya.


"Tidak hanya sakit tenggorokan mama" ucap Ika berbohong,tapi begitu Fathar pergi tangis nya pecah.


"Ada apa " tanya papa Raffi ahkirnya Raffi menceritakan apa yang di lakukan Fathar kepada Feby tadi.


"Biarkan dia menyesal jika dia merasa bersalah dia akan berubah menjadi lebih baik, gimana cara bersikap kepada orang lain kedepannya " ucap papa Raffi.


" Aku tidak menyangka Putra yang ku besarkan berubah begitu drastis"ucap Ika sambil menahan air matanya.


"Keadaan membuatnya berubah biar keadaan pula yang merubahnya nanti" ucap Raffi.


"Kandungan Ibu sehat usianya sekarang 35 Minggu, tapi berat badannya kurang usahakan makan makanan yang bergizi dan jangan stress" ucap si dokter


" Terimakasih dok " ucap Feby sebelum pamit keluar.


Hari ini Feby melakukan pemeriksaan terhadap kakinya sekaligus memeriksakan kandungannya yang di temani Lilis atas permintaan Feby dia menolak di antar papa atau adiknya.


"Gimana hasilnya "tanya Raffi.Saat ini di ruang meeting rumah sakit nampak 2 dokter yang memeriksanya Feby tadi sedang berhadapan dengan salah satu pemegang saham rumah sakit dr. Anindya beserta Ika,Raffi dan Gani.


" Kalau dari awal di tangani mungkin tidak perlu operasi,tapi karena telat terpaksalah harus kita lakukan operasi untuk memasang pen.


Dengan operasi posisi tulang yang patah akan dikembalikan seperti semula, kami akan memasang plat, sekrup, atau batang logam untuk mempertahankan posisi tulang tersebut" ucap dokter bedah tersebut.


"Terus kapan kira-kira bisa di operasi " tanya Gani.


" Masalahnya putri bapak menolak operasi, karena tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya " ucap dokter bedah orthopedi tersebut, membuat yang di sana menarik nafas kasarnya.


"Terus kandungannya gimana " tanya Ika.


" Usia kandungan sekarang 35 Minggu, tapi berat badannya kurang usahakan makan makanan yang bergizi dan jangan stress" ucap si dokter.


"Terus luka di pipi bagian mana


"Terima kasih atas infonya dokter " ucap Raffi.


Setelah dokter pergi tinggal hanya Anin,Ika ,Raffi dan Gani mereka masih bertahan di dalam ruang meeting.


" Ini semua indentitas dan surat-surat penting mik Feby" ucap Raffi sambil menyodorkan amplop coklat berisi ijazah serta data diri penting lainnya milik Feby.


" Terima kasih sudah menepati janjinya" ucap Gani.


" Kalau boleh tahu apa langkah yang akan diambil Feby" tanya Ika.


" Maaf sepertinya dia akan menggugat cerai Fathar" ucap Gani tak enak hati.


" Saya maklumi itu" ucap Raffi.


" Feby merasa kurang pantas buat Fathar" ucap Gani.


" Boleh saya ketemu langsung ketemu Feby " tanya Ika hati-hati.


" Saya tidak berani berjanji tapi saya akan coba tanya dulu dengan putri saya jika dia berkenan saya akan menghubungi bapak Raffi" ucap Gani sebelum pamit pergi duluan.