My soul mate

My soul mate
39.Terbongkar



" ehgh Bu "


"iya dek ,adek mau apa ," Mas Raffi disini ,aku tahu semua kegiatan nya meski disini,termasuk pengaman kunjungan RI 1 dan sudah tiga hari ,tugas itu selesai.


"mas disini kapan sampai,,"


"barusan ,adek mau minum" aku hanya mengagukan kepala ,bahan saat Raffi menawari ku bubur aku juga mengagukan kepala tanpa bersuara.


"mas ambil obat disitu"kata ku setelah bubur ku habis ga mungkin aku bilang jujur vitamin buat kehamilan ,aku harus tetap sehat demi dedek,waktu jaga bapak aku sempat kontrol kehamilan disini dan memintak vitamin buat kandungan.


"kamu sakit apa dek"


"cuma kecapean aja aku mau tidur dulu tar sore kita pulang ke Surakarta"


"ga nugu sembuh dulu"


"ga usah aku ga mau ibu bapak repot ,mereka juga baru sehat"kataku aku ga mau orang tuaku tau anak nya lagi ada masalah ,biasanya kalau siang pusingku juga hilang.


"ya udah kamu istirahat mas bawa mangkok ke bawah dulu"


"hm makasih mas"kataku sebelum memejamkan mata,aku harus istirahat biar bisa balik tar sore.


"apa tida besok aja ,to ndok itu suamimu baru datang tadi pagi Lo"


"besok aku ada kegiatan Persit pak,kemari udah absen ga enak kalau absen lagi".


Ahkirnya habis sholat magrib kita pulang ,disepanjang jalan aku hanya tidur lebih tepatnya pura pura tidur.


"udah bangun dek padahal aku mau gedong ke dalam"


"allhamdullilah aku masih kuat buat jalan mas"kataku langsung masak kamar dan meneruskan tidurku.


"Dek kalau masih sakit ga usah di paksakan "


" ga papa cuma pusing "


"ya udah mas berangkat dulu"


Setelah Raffi berangkat aku siap siap .


"kapten Rafi bisa mintak tolong gak"


"iya ibu siap"


"si Ayu mau nganter anaknya berobat tapi mobilnya mogok,tolongin dulu ya ini kunci nya "


"siap ibu "


"maaf merepotkan" Karena berhubungan dengan kesehatan aku berlari ke parkiran dan segera menemui ayu ke rumahnya yang tidak jauh dari asrama,


"kenapa putri yu"


"demam raf,kamu kapan balik"


"semalam yu"aku menemani ayu masuk ke ruang perawatan ,dan bahkan menggendong putri nya sampai tertidur bahkan saat kami mengantri obat,putri nya juga tetap pules dalam gendonganku.


"makasih lo Raffi,udah nemeni dan membantuku,kita seperti keluarga kecil"Tah kenapa kata kata ayu membuatku teringat istri ku yang tadi pagi terlihat pucat.


"yu kamu tahu ga ini obat apa" sambil aku mengabil obat di kantongku aku ,aku dah ambil sampel semua obat yang kutemukan di asrama dan yang diminum Ika tadi pagi .


"bukan titipan teman buat istrinya"


"oo ini obat buat penguat kandungan buat ibu hamil , sama ini viitamin DHA buat calon bayi dalam perut ibu,ini dan ini penambah darah dan vitamin ini asam folat untuk pembentukan sel-sel baru, terutama pembentukan material genetik DNA, sangat penting untuk pertumbuhan janin dalam rahim."kalimat yang keluar dari mulut ayu bagaikan bom buatku Ika hamil tapi aku tidak tau apa apa.


"anak indah putri Saraswati" suara apoteker membuat ku tersadar.


"aku ambil obat dulu ya Raff" aku hanya menganggu tapi saat aku lihat ayu merapikan obat aku berdiri hendak berjalan menghampirinya.


"ibu Ika Pratiwi"Deh deg deg nama itu ,ku puter kepalaku kulihat disana Ika berdiri dengan tatapan datar ,bahkan saat melewati ku,seolah tidak mengenalku.


"Raffi ayuk kita pulang ini obatnya udah selesai " kata kata ayu membuatku harus melepaskan pandanganku pada Ika.Aku harus gimana kalau aku tinggal Kan ayu dan mengejar Ika,aku ga enak sama mayor Lutfi,tapi melihat tatapan Ika yang datar dan dingin aku yakin dia sudah tau kalau aku sering ketemu ayu ga ada rasa kaget yang nampak di muka nya.


sebelumnya.


"bener kamu ga perlu di temani "


"ga sono kerja lagi tinggal Nebus obat aja" kataku sambil berjalan ke bagian apoteker,semalam waktu di jalan aku dah mintak tolong Santi untuk mendaftarkan ku ke poli kandungan,jadi setelah acara bulanan persit aku langsung ke rumah sakit buat cek kandungan,setelah mencari tempat duduk kulihat pasangan yang nampak seperti keluarga kecil juga mengantri obat,aku harus kuat aku harus kuat.Bahkan saat namaku di panggil setelah nama putri perempuan itu ,aku sudah yakin cepat atau lambat pasti akan terjadi momen seperti ini,ku tahu dia terkejut ,ku lewati mereka seolah tidak mengenal mereka aku dah bertekad ga akan ada air mata.Sesampai dirumah aku nyalakan murottal Al Qur'an untuk ibu hamil yang terdiri dari surat-surat pilihan dan bergegas mandi biar pikiran ku juga segar,selesai mandi ku lihat Raffi sudah duduk di sofa ruang tamu,aku tunaikan sholat habis itu aku makan siang dengan ayam geprek level hot tanpa memperdulikan nya.


"dek " panggil Raffi yang udah duduk di depan ku.


"hm" kataku tanpa melihat ke arah nya membersihkan sisa makanan ku dan mengabil rujak buah dari kulkas memakan nya dengan duduk disofa yang tadi diduduki Raffi dengan Mata terpejam mendengar murottal yang masih menyala.


"kamu tidak mau tahu yang terjadi dek" katanya dan sekarang duduk dilantai di depanku dengan tangan memegang dua lutut kaki ku.


"buat apa saat aku bilang pada mu ,aku mudah jatuh cinta tapi juga mudah patah hati,ingat " yang langsung du jawab anggukan.


"saat aku sakit hati aku tidak akan menangis menjual air mataku buat laki laki brengsek dan aku juga ga mau kaya Lily terlalu berpikir stress ,sekarang prioritasku kesehatan ku baik fisik dan metal ku dan yang ke dua keluargaku,yang ke tiga nama baik keluargaku ." kata ku mantap tanpa melihat kearahnya.


"terserah mas mau jalan jalan nemeni anaknya ayu, mama nya aku tak mau tau dan tidak ingin tahu,sejak pertama kamu bohong aku bisa toleran,ke dua aku berusaha maklum dan ke tiga maaf aku angkat tangan " kata ku.


"Dek dengerin..."


๐ŸŽผ๐ŸŽผ


"Dek dengerin mas"๐ŸŽผ๐ŸŽผ


"angkat ponselnya biar gak berisik"


"siap komando"


"siap laksanakan"


"kita hanya salah paham dek,kita bisa luruskan kesalahan ini"


"seperti kataku tadi pertama kamu bohong aku bisa toleran,ke dua aku berusaha maklum dan ke tiga maaf aku angkat tangan " kata ku sambil mengeluarkan dua kartu ATM yang di dalam dompetku.


"mulai hari ini kita urus kebutuhan masing masing " kataku sambil menyodorkan dua kartu ATM yang dulu pernah diberikan pada ku.


"apa an ini maksudnya dek"


"selama ini aku berpura pura tetap mengurus semua kebutuhan mas,karena aku mau menutupi mataku dan membohongi hatiku,karena suda ga perlu ada yang ditutupi jadi aku perlu pura pura lagi aku berhenti mengurusi semua kebutuhan mas jadi aku balikin."


kata ku sambil melangkah ke dalam kamar sebelum Rafi protes


๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผ ponsel Raffi


"dek mas ke Batalyon dulu,nanti kit bahas lagi"katany sambil mencium keningku.