
"Ayo dek"
"sepuluh menit lagi"kata ku sambil membetulkan penampilan ku, dengan menggunakan celana jeans longgar dan kemeja over size,serta Makeup ala Korea yang membuat muka ku tampak lebih muda dari usia ku meski di antara Raffi, Ayu, putra dan dokter Danu aku tetap yang paling muda hihi (percaya diri sekali diri ku)serta pasmina dengan warna putih dan Sneakers warna putih.
"dek kok Dadan sih kita cuma mau memperjelas keadaan sekalian nengokin putri,"
"terus aku gak boleh Dadan, yang boleh kelihatan cantik hanya Ayu aku gak boleh gitu "sewot ku.
"bukan begitu dek kamu kayak anak muda kayak masih anak kuliahan ,kalau Dadan mu kayak gini ntar dikira aku jalan sama adikku bukan istriku"protes nya.
"Emang aku pikirin apa kata orang ,aku cuma mau kelihatan cantik aku nggak mau kalah sama mantanmu itu"
"Ayu bukan mantanku dia temanku"
"terserah apa katamu ,kamu bilang dia bukan mantanmu tapi kelakuan kalian udah kayak orang pacar"
"dek dek bukan begitu"
"nggak usah alasan nggak ada mantan temen yang jalan berdua sambil cekikikan dan pegang tangan, atau sambil ketawa-ketawa udah kayak keluarga kecil bahagia" ucap ku, membuat Raffi mengacak-acak rambutnya frustasi.Saat pertemuan kami tempo hari, di sana Raffi menjelaskan pertemuannya dengan Ayu saat pertama kali Raffi menghadap mayor Lutfi di kediaman mayor Lutfi, dan pertemuan-pertemuan berikutnya yang tanpa sengaja ketemu Ayu dan tanpa sengaja ketahuan oleh aku, dari sana juga diketahui sejak kepergian Putra ke Lebanon Putra putus komunikasi dengan Ayu ,bahkan saat pulang dari Lebanon dua bulan kemudian dipindah tugaskan dia tidak tahu di mana dan gimana kabar Ayu termasuk kandungannya, hanya dokter Danu yang masih komunikasi tetapi dokter Danu tidak pernah bercerita tentang kehamilan Ayu, begitupun ayah Ayu yang pernah beberapa kali bertemu dengannya seolah tidak mengenal Putra.Dari sana juga diketahui dokter Danu bertemu dengan Ayu saat Ayu mencari tempat tinggal ,dari sana Ayu bercerita kalau dia diusir gara-gara hamil dengan Putra sedang Putra baru berangkat ke Lebanon, Karena rasa sayang dan cintanya dokter Danu menikahi Ayu dan diterima oleh ayah Ayu tapi keluarga dokter Danu menolak Ayu yang hamil bukan anak dokter Danu.Saat ayah Ayu meninggal dia sempat meminta maaf karena memisahkan Ayu dengan Putra ,dia menginginkan Ayu menikah dengan yang setara.
Ayah Ayu malu jika Ayu putrinya seorang putri jendral menikah hanya dengan seorang Bintara, sejak Ayah ayu meninggal kehidupan rumah tangga dokter Danu sering cekcok, ditambah dengan kedekatan dokter Danu dengan sepupunya membuat Ayu cemburu.Puncaknya saat ulang tahun maminya dokter Danu, di sana sepupunya mencium dokter Danu dengan dilihat oleh Putri dan Putri mengadu ke mamanya dan itu membuat Ayu sangat marah dan menuntut cerai dokter Danu, awalnya dokter Danu menolak menceraikan Ayu karena dia mencintai Ayu. Tapi Ayu mengancam dokter Danu akan mengasih tahu semua yang menimpa Putra dan tentang anak nya.Menugu keadaan Putri sehat Raffi berjanji akan mempertemukan Putra , dokter Danu dengan Ayu beserta putri, tanpa sepengetahuan Ayu ,Raffi mengajak aku ,dokter Danu dan Putra menemuinya di rumah kontrakan Ayu.
" ingat ada anak kecil jaga emosi kalian Aku tidak mau kejadian tempo hari terulang kembali"kata Raffi di depan rumah kontrakan Ayu, tidak ada tanggapan apapun dari dokter Danu maupun Putra mereka hanya saling pandang dan saling menatap tajam.
tok tok
"assalamualaikum"Sapa Raffi.
"waalaikumsalam"terdengar suara anak kecil menyahut salam Raffi,
"ayah ayah datang ,Pasti ayah mau ngajak aku jalan-jalan"kata gadis kecil berumur empat tahun yang langsung memeluk Raffi.
"papa, ada papa juga"kata gadis kecil dalam gendongan Raffi, dan begitu dokter Danu mengulurkan tangannya gadis itu langsung berpindah ke pelukan dokter Danu.
"wow udah panggil Ayah ternyata harus segera diresmikan biar jadi anak beneran mu"bisikku pada Raffi saat si kecil dalam dekapan nya pindah ke dokter Danu.
"dek "kata Raffi sambil menggeleng-gelengkan kepala, yang ku balas dengan senyum Sinis.
"Putri siapa tamu ya nak" kata wanita dari dalam rumah.
"ada Ayah, ada papa Mama"katanya dengan senyum ceria, hingga dalam hitungan detik keluar Ayu dengan pakaian santai hanya menggunakan celana pendek dan kaos pas badan.
"Raffi ,Mas Danu, Pu puta"ada air mata yang hendak keluar dari mata nya.
"silakan duduk semua saya ambilkan minum sebentar"kata Ayu dengan nada kaku setelah saling diam selama berapa detik.
"silakan diminum hanya ada air putih"kata Ayu mengeluarkan beberapa botol air mineral tersegel.
"halo Adak kecil,kenalan dulu mau"tanya ku pada garis itu yang dijawab dengan anggukan .
"perkenalkan nama tante, tante Ika dan yang itu adik nggak kenal juga kan itu namanya Om Putra"
"halo Tante Ika, halo Om Putra salam kenal aku indah Putri Saraswati"
"salam kenal baik adik kecil yang cantik"balas ku dan Putra hanya dengan senyum tapi dengan mata yang berkaca-kaca, secara sekilas anak kecil ini emang ada kemiripan dengan si Putra memiliki alis yang tebal sama dengan Putra dan bentuk mata yang sama dengan Putra.
"senang aku sayang sama ayah ,aku sayang sama papa ,aku sayang sama mama sayang semua"jawabnya ceria.
"mau pilih ayah ,papa atau Om atau tiga-tiganya pilih yang mana"tanyaku, membuat Rafi pucat dan Ayu salah tingkah.
"putri masuk dulu ya nak main sama Mbak di dalam main Barbie ,Mama mau ngobrol dulu sama teman-teman mama"
"iya Mama, Ayah ,papa jangan pulang dulu ya kita main bersama dulu."kata putri turun dari pangkuan dokter Danu.
"apa-apaan ini kenapa kalian semua ada di sini" kata Ayu marah.
"bukannya tempo hari kamu menginginkan Ayah buat putrimu ,bahkan rela menjadi istri sirih ,istri kedua sekarang ada tiga laki-laki di depanmu kamu pilih yang mana"
"jika aku memilih Raffi menurutmu gimana, apalagi putriku udah sangat dekat dengan Raffi udah seperti ayah dan anak"
"wow, dengan senang hati akan ku berikan Raffi padamu ,tapi tunggu setahun paling tidak pernikahan kami akan kuserahkan dia padamu"
"dek apa apa an kamu "kata Raffi dengan tatapan tajam menahan amarahnya.
"nggak usah marah Mas bukan itu yang kamu mau,Putri juga sayang sama kamu dan Kamu juga sayang sama Putri seperti anakmu kan"
"apa benar dia putriku" kata Putra menghentikan Raffi yang hendak bersuara.
"Kata siapa dia putriku aku udah menikah sama Danu"kata Ayu daftar.
"ha ha ha kamu bilang dia putri Danu tapi kenapa wajahnya mirip denganku"kata Putra.
"kalau dia putrimu dimana kamu waktu aku hamil dia, dimana kamu waktu aku melahirkannya ,kamu bisa lihat sendiri di akte lahir nya di sana tertulis nama ayahnya Danu bukan kamu"
"salah siapa yang mengirim aku ke Lebanon, salah siapa kamu tidak bilang tentang kejadian malam itu" Kata putra.
"emang kalau hari itu aku bilang terjadi sesuatu kamu bakal percaya, tidak,kamu tidak akan percaya, kamu seperti papa yang hanya mengutamakan kepentinganmu sendiri ,kalian tidak pernah mau mengerti tentang perasaanku apa yang kurasakan apa yang kau mau"teriak Ayu frustasi.
"siapa yang hanya mementingkan kepentinganku,"balas putra tak kalah emosi nya .
"Dari awal aku udah bilang kita kawin lari aja kamu nggak, aku juga udah bilang hamil dulu Pasti ayah ngasih izin kamu juga nggak mau"
"Bodoh sekali pikiranmu, Aku seorang prajurit aku akan mendapatkan mu secara ksatria bukan dengan cara curang, apa jangan-jangan juga malam itu Kamu sengaja membuatku mabuk"
"iya puas kamu Aku sengaja membuatmu mabuk bahkan minuman mu aku kasih viagra"
"gila kamu Ayu" seru dokter Danu.
"apa viagra" bisikku pada Raffi
"obat perangsang " Jawab Rafi, aku hanya menggeleng ga percaya, segera aku berdiri dan hendak berjalan keluar.
"mau kemana "kata Raffi mencegah ku yang baru berdiri .
"kepalaku pusing aku mau pulang aku angkat tangan dengan masalah kalian" Kata ku.Aku nggak tahu kehidupan macam apa yang dilalui Ayu aku merasa tingkah nya kelewat batas campur obat perangsang pada minuman kekasihnya ,mengakui suami orang sebagai ayah anaknya.
"mas antar pulang ya"
"aku mau pulang sendiri ,aku mau menenangkan pikiranku dulu" kataku langsung keluar meninggalkan rumah Ayu,