My soul mate

My soul mate
104. Antara penasaran dan cinta



"Masih pagi udah melamun aja " sapa Bagas yang berjalan di sampingku,aku tidak melihat dia saat turun dari mobil Fathar padahal.


" Semalam ke mana?"tanyaku.


" Waktu kamu menghubungiku ,aku baru saja ngopi bareng dengan Fathar meski kami sudah di dalam mobil masing-masing hendak pulang jadi aku minta tolong dia sekalian ".


" Aku bertanya kamu semalam ke mana kenapa nggak datang, bukan alasan kenapa bisa bersama dengan Fathar" ucapku malas.


"Hehe kalau aku bilang lagi menemui seorang wanita apa kamu bakal percaya".


" Percaya aku doakan semoga kamu dan dia segera bisa menempuh hidup baru biar budhe gak pusing nyariin jodoh buat mu " ucapku, jujur aku kasihan sama bude yang selalu mengeluh tentang putranya yang tidak kunjung mau menikah kata Feby dalam hati, berbeda dengan muka Bagas.


"Aku mau bikin kopi mau sekalian gak"tawarku setelah kami sampai di ruang kerja kami.


" Boleh langsung bawa keruangan saja ya" ucapnya yang kubalas dengan mengakat jari jempolku.


Setelah membuat 2 gelas kopi di pantry kantor segera aku bawa ke ruangan Bagas.


" Kenapa kamu menyuruhnya , seharusnya jika kamu tidak bisa bilang bukan malah menyuruh orang lain " ucapku tak suka dengan caranya kemarin.


"Dia bilang ingin mengenalmu lebih jauh jadi aku beri dia kesempatan " ucapnya.


"Aku tahu dia ngotot sekali itu cuma perasaan penasaran aja melihat ku yang dulu mengejarnya sekarang cuek padanya " ucapku sambil menatap kearah gambar desain yang sedang di buat Bagas.


"Kenapa kamu bisa berpikir begitu ?" tanya yang kini menetapkan ke arahku sambil menyeruput kopi yang telah ku buat untuknya.


" Aku yakin perasaan yang dia rasakan tersebut hanya rasa penasaran,dia itu belum bisa membedakan perasaan yang dia rasa itu rasa cinta, sayang atau suka sebagai teman "ucapku.


" Terkadang juga orang tidak biasa membedakan perasaan suka , sayang dan cinta yang berujung di abaikan dan akan sadar saat sudah terlambat yang berujung penyesalan " ucap Bagas.


"Sepertinya pengalaman ni pribadi ini" ucapku sambil tertawa.


"Kenyataan mengungkapkan sesuatu dari hati itu tidak mudah".


"Bohong buktinya banyak cowok playboy tu" kataku tidak mau kalah.


"Itu beda karena cowok playboy mudah menguapkan karena tidak menggunakan perasaan saat menguapkan cintanya" ucap Bagas.


"Hallah Gombal".


"Sebaiknya kamu coba untuk memastikan nya" ucap Bagas.


Dan aku yang akan mengalami akan hancur sendirian saat cinta itu tumbuh subur di hatiku tapi tidak dihatinya ,tetapi aku hanya bisa utarakan dalam hati.


" wuih pagi - pagi sudah pada sibuk aja kalian" ucap Fikri,laki -laki seumuran Bagas, ruangan ku diisi 4 arsitek,dan Bagas adalah ketua tim kami dan hanya aku perempuannya. Banyak berinteraksi dengan laki-laki membuatku banyak mengenal karakter mereka karena itu aku bisa menyimpulkan kalau Fathar hanya penasaran.


"Zaki belum datang " ucap Bagas.


"I'm coming "seru Zaki arsitek termuda di timku berumur 27tahun dan baru bergabung dengan tim kami 6 bulan ini.


"Ok , udah kumpul sekarang kita mulai briefing paginya" ucap Bagas setelah kami semua duduk di meja kerja kami masing-masing.


Seperti biasa briefing pagi dimulai dengan doa bersama dan pertanyaan Bagas tentang proyek yang kami pegang masing-masing ,apa ada kendala Apa perlu bantuan bisanya seputar itu yang di pertanyakan oleh Bagas kepada kami anak buahnya .


Bilamana ada kendala Bagas akan membantu mengatasinya atau di cari solusi bersama - sama gimana solusinya.


"Ok karena tidak ada masalah yang berarti kita mulai kerja, lakukan yang terbaik untuk hasil yang terbaik" ucap Bagas menyemangati pagi kami.


Bekerja dengan kaum pria membuatku berpenampilan kadang seperti pria semaunya yang penting nyaman bahkan kadang kalau tidak ada acara meeting aku hanya menggunakan celana jeans sobek dan kaos oblong ,tapi kami selalu menyediakan baju ganti jika sewaktu-waktu ada meeting dadakan dengan para petinggi perusahaan.


" Tanggal 17 jatuh hari Jumat berarti kita libur 3 hari Jumat, Sabtu ,Minggu" ucap Fikri.


"Kata siapa libur 3 hari siapa tahu hari Sabtu suruh lembur ngejar deadline" kata Zaki.


" lo aja yang lembur kerjaan gue udah selesai tinggal menunggu kepastian klain baru yang masih ragu jadi kerja sama atau tidak" ucap Fikri.


" Emang lu mau ngajak kita ke mana" tanya Bagas.


" Kalau bisa ya liburan satu tim lah"ucap Fikri.


"karena lo udah selesai kerjanya berarti bonus sudah cair dong jadi kalau liburan loo yang bayarin" ucapku, terkadang setiap kali selesai klain suka menambahkan tips kalau kerjaan kita memuaskan.


"Apaan klain aku pelit kali ini ,aku ingin refreshing melepaskan penat selama bekerja dengannya bukanlah dimintain traktiran" kata Fikri sebel.


" Hahaha kalau gitu mending gue lembur daripada liburan sama lu ujung-ujungnya rugi gw tar" ucap Bagas.


" Aku mau salat magrib sekalian nerusin pekerjaan di rumah aja" kataku mulai membereskan meja kerjaku.


"Salat jamaah di sini aja barengan kita semua " ucap Bagas.


"Boleh tu" timpal Fikri.


Setelah membersihkan ruangan kami bergegas mengambil air wudhu masing-masing, sesuai perkataan ku tadi setelah selesai salat magrib Aku pamitan pulang duluan.


Saat Aku berdiri sambil memainkan ponselku menunggu taksi online pesananku sebuah mobil Subaru Impreza berhenti tepat di depanku, setelah kacanya terbuka nampak Fathar ada di dalam mobil.


"ayo aku antar pulang".


"Aku sudah pesan teks online kamu pulang aja duluan terima kasih tumpangannya" ucapku, tetapi bukannya pergi Fathar malah turun dari kendaraannya dan berdiri di sampingku.


"Aku bukan mengasih tumpangan sama kamu tapi sengaja menjemputmu".


" Maaf kasihan taksi online ya udah aku pesan" ucapku, mendengar ucapanku bukannya pergi Fathar tetap berdiri disampingku sampai mobil pesanan aku datang.


" Pak Maaf teman saya tidak jadi naik tolong batalkan saja, ini sebagai uang pengganti bapak yang sudah ke sini" ucapnya tanpa bertanya padaku dan menyerahkan dua lembar uang merah pada sang driver.


" Apaan sih mau lo" geram ku setelah Fathar membatalkan pesananku tanpa bertanya dahulu .


"Aku udah bilang akan mengantarmu jadi aku yang akan mengantarmu" ucapnya sambil membuka pintu mobil untukku, akhirnya dengan perasaan dongkol aku masuk ke dalam mobilnya.


Karena Aku yakin dia orang yang keras kepala tidak akan berhenti sebelum apa yang diinginkannya tercapai, setelah berjalan bukannya dia langsung mengantar aku pulang malah membelokkan mobilnya di sebuah restoran.


" Temani makan aku sebentar karena menjemputmu aku jadi melewatkan makan malam bersama dengan teman-temanku" ucapnya sambil melepas sabuk pengaman.


"Aku tidak menyuruhmu menjemput ku mengapa sekarang kau memaksaku menemanimu makan"ucapku judes.


" karena aku ingin makan malam denganmu" jawabnya santai.


Hah benar Iya tipe orang sangat keras kepala tidak akan berhenti sebelum keinginan tercapai , ucapku dalam hati.


Saat berada di dalam rumah makan dia juga memaksaku harus makan, Aku tidak tahu dengan maunya apa hari ini dari pagi sampai ketemu malam dia selalu memaksaku mengikuti apa kemauannya.


" Bagaimana kalau kita mencoba saling mengenal" ucapnya lagi untuk kesekian kalinya.


"oke" jawabku tanpa bertanya lagi maunya membuatnya sedikit terkejut dengan jawabanku.


" Bener yang kau katakan" ucapnya yang sepertinya tak percaya dengan jawabanku.


" Iya tetapi dengan syarat jika kau sudah yakin tentang perasaanmu hanya penasaran segera tinggalkan aku " ucapku.


" Tentu jika dalam masa saling mengenal sudah tidak ada kecocokan aku akan langsung bilang dan mengakhiri semuanya" ucapnya percaya diri.


"Tidak perlu kamu bilang saat aku tahu perasaanmu hanya penasaran aku akan mundur dengan sendiri dan pergi " ucapku.


"Biaya perbaikan motor habis berapa ?" tanyaku kepada Fathar saat aku sampai di rumah melihat motorku udah berada di rumah.


" Tidak perlu cukup temani aku makan malam setiap hari" ucapnya santai.


" Aku tidak bisa karena jadwal pulang kerja ku tidak menentu" .


"Ya udah kalau gitu sarapan pagi aja gimana" ucapnya.


" Datang aja jam 06.00 pagi kesini biasanya jam segitu aku dan Isal suka sarapan bersama ".


"Boleh aku setuju, di mana Isal ?"


" Paling masih di depan rumah" ucapku dengan duduk di teras depan rumah.


Karena setiap pulang sekolah Isal akan bermain dengan teman-temannya yang rumahnya sekitar sini dan kebetulan depan rumah adalah teman main Isal di sekolahan.


Karena itu sebagai rasa terimakasih ku pada keluarganya yang baik aku suka memberikan mereka bahan kebutuhan pokok setiap kali aku gajian.


" Assalamualaikum udah pulang mbak" ucap Isal yang baru datang dari depan.


"Tadi siang kata Mama Aldi ada orang yang mengantarkan motor"ucapnya.


" Emang tadi siang Kamu ke mana kok bisa nggak tahu".


" Aku pulang sekolah kerja kelompok sama Aldi juga ko".


" Ya udah sana belajar" setelah Isal pergi,Fathar juga berpamitan pulang.