My soul mate

My soul mate
28.para mantan



Setelah kembali kerumah ibu, hari hari ku lalui seperti biasa,bekerja menemani Lily yang kesepian padahal aku juga kesepian nikah dapat dua hari udah ditinggal aja,


"Ly kalau kita jalan berdua terus kaya jablay ya Ly"kata ku sambil cekikikan.


"sialan Lo aja kali gw tidak ya buktinya ni tumbuh hidup di perutku"


"tar gw bisa gak ya kaya kamu,canggung ga ya kalau ketemu Raffi ,pasalnya kan Lo nikah sama Angga posisi saling cinta mati,gw nikah masih tahap pengenalan"


"semua ada untung ruginya,gw nikah emang dah saling cinta untungnya saat kita satu rumah kita dah sedikit mengenal tinggal memahami lebih tentang sifat dan kebiasaan ruginya,banyak dosanya"cengirnya ,aku langsung membulatkan mataku mendengar omonganya


"hayoo pacaran ngapain aja"


"cuma ciuman,saling ******* menghisap "ceritanya sambil cekikikan


"sialan Lo mengotori otakku saja"


"gaya Lo,umur Lo dah tiga puluh lebih paham lah"kata nya sambil ketawa kencang


"itu untung ruginya pacaran, kalau kaya Lo yang pacaran setelah menikah untungnya jauh dari dosa paling Lo ga jauh dari pegang tangan doang"


"gw berani saling pegang tangan aja setelah akad"


"wah pasti Raffi sangat berusaha menahan nya di depanmu,mengingat dia mantan play boy yang juga jauh lebih parah sepak terjangnya dari Angga"kata Lily sambil mulutnya tidak diam mengunyah makana dari tadi.


"iya,sih malam pertama kami kan dia menceritakan semua kenakalan nya dari SMA balapan liar,mabuk,tawuran,bolos,dugem,pacaran super parah kecuali narkoba yang belum dicoba"


"berati dia udah tidak.....'kata Lily sambil menutup mulutnya saat aku anggukan kepala mengiyakan apa yang ada dipikirannya.


"enak banget dia yang bekas dapat Lo yang masih bersegel"sambungnya,sambil mengabil buku yang ku baca.


"baca apa sih serius amat ,dari tadi meski ngobrol tapi ga melihat kearah ku"Kopassus Untuk Indonesia" karya Iwan Santosa dan E.A Natanegara".


"ingin memahami perjuangan Raffi menjadi Kopasus disitu diceritakan betapa beratnya masuk menjadi anggota Kopassus. Selama pendidikan Komando, siswa akan diberikan tahap-tahap pendidikan. Tahap-tahap,seperti Tahap Basis (teori tentang kemampuan Prajurit Komando yang berisi ilmu medan, menembak, pengetahuan senjata ringan dan pengetahuan Demosili) dan masih banyak lagi tahapnya".


" terus kalau udah tau mau apa,Lo kan disini tidak bisa ngapa ngapain "


" bisalah gw bisa bantu doa,supaya selalu sehat,lolos pelatihan kembali tanpa kurang apapun"


"baru pelatihan belum tugas beneran udah serem aja Lo kembali tanpa kurang apapun".


Moto kopasus"Berani, Benar, Berhasil", anggota Kopassus mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah.Kopasus juga diken dengan selogan Lebih Baik Pulang Nama daripada Gagal dalam Tugas".


Tentu bukanlah hal yang mudah untuk bisa bergabung sebagai anggota Kopassus. Untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando kebanggaan korps tersebut, prajurit harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia. Salah satunya ialah pelatihan survival.


Dalam Pelatihan Survival, calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.


"yu temani gw makan bakso di depan batalyon"kata Lily sambil menaruh buku ku dan menarik ku keluar.


"wah rame banget,malu ly bungkus aja yuk" bisikku berusaha menarik dia keluar,bukan keluar malah mencari tempat duduk setelah memesan bakso dan minum dasar bumil.


"Ika kan"sapa laki laki bersragam loreng langsung duduk di depanku tanpa permisi,mengingatkan pada mantanku,aku hanya melihat nya sekilas sebelum melanjutkan makanku


"ingat gw kan,gw Yudistira kita pernah menjalin hubungan tiga bulan"


"hmm,terus kalau ingat suruh ngapain"


"hehe aku kira lupa,sama aku"


"enggak lah gw juga masih ingat kata kata ibu Lo,kalau gw yang buruh pabrik ini ga pantas sama anaknya yang tentara".


"apa Lo dikata in buruh pabrik" seru lily,membuat Yudis hanya tersenyum masam.


"ya emang kenyataanya gw buruh pabrik"


" emang ada buruh pabrik yang kerjanya di depan komputer menghitung gaji karyawan dan menghitung untung ruginya pabrik,"


"kamu staf kantor bukan buruh pabrik tenaga kasar " tanya Yudis ga percaya dengan info Lily.


"ibu ijin duduk ya" kata Serka Raka yang baru datang yang di angguk in lily


"kan dulu ibumu nanya kerja dimana,Ya tak jawab pabrik gula"


"Raka gw nanya Lo,kalau Lo ngapel ke rumah cewek Lo,terus orang tuanya nanya kerja dimana jawaban mu apa" tanya ku pada Raka yang baru bergabung,karena Raka sering ngikuti Angga dan Raffi jadi aku mulai akrab sama ni orang yang umurnya di bawahku dua tahun.


" ya tentara "


" ga mungkin kan Lo cerita pangkat Lo apa,korps apa"


"ya gak lah mbak"


"Lo dah nikah belum,kalau belum dah ada calon belum"pertanyaan absurd Yudistira sontak membuatku dan Lily melotot dan Raka tersedak makanya,untung aku tidak lagi mengunyah makanan bisa tersedak aku sama pertanyaan nya yang tidak jelas.


"berapa lama sih Lo pacaran sama ni kunyuk aneh ni"


"amit amit Li ngomongnya,tiga bulan"


"astagfirrulloh ,amit amit jabang bayi"kata Lily sambil mengelus perutnya yang dah mulai kelihatan.


" balik Yo ly,lama lama disini tar anak Lo mirip ni orang"kataku yang langsung di anggukin Lily dan diketawain Raka.


"Bu Ika disuruh keruangan pak.radit sekarang" kata Retha anak magang ,baru sebulan disini,mejanya diluar bareng tiga anak magang lainya.


"tinggal dulu mas"


"hmm"


thok thok" masuk",begitu masuk aku lihat Radit sedang mengobrol dengan seseorang yang tidak asing,


"sini duduk mbak"


"Ika kan,setahun ga ketemu makin cantik aja kamu,apalagi dengan hijab mu tampak terlihat lebih mempesona" kata laki laki yang tadi ngobrol dengan Radit.


"ekhm sepertinya kalian dah saling kenal ni"


" teman SMA"kataku


"mantan tersingkat "jawabnya ,karena kami mengucap dalam waktu bersamaan membuat Radit ketawa.


" yang bener mana ni mantan apa teman"


"dah gak usah dibahas ngapain Lo manggil gw"


"ini bener bawahan pak Radit"


"kalau di pabrik iya dia bawahan saya"


"terus"


"kenapa sih kepo tentang hubungan gw sama Radit "


"aku ga kepo ko cuma penasaran aja,siapa tau lo masih Single "


"kalau mbak Ika Single mau apa mas"


"Ika bukan pasangan pak Radit kan"


"menurut anda"


"bukan,kalau Ika pasangan anda ga mungkin anda panggil dia dengan sebutan mbak" jawabnya sontak membuat Radit ketawa lagi.


"anda jeli juga,dia senior dan guru saya disini sebelum saya jadi direktur tapi kalau di luar lebih dari itu "


"to the point aja,pekerjaan gw masih banyak ni"


"ok,baca dulu kalau dah paham tanda tangani"


"Ika calon penerimanya pak"yang dijawab hanya dengan anggukan dan senyum tipis oleh Radit dan seketika Rendy sang pengacara bengong,aku yang penasaran dengan xpresi Rendy langsung membaca kertas yang tadi disodorkan Radit padaku.


"gw kan dah bilang Rafi pulang "


"sebelum Rafi berangkat dia udah menandatangani surat kuasa,jadi gw mau Rafi balik semua dah selesai,tolong Lo tandatangani,Lo ga mau kan gw di marahi Raffi ",ahkirnya setelah memantapkan hati aku tanda tangani surat pemindahan saham Radit dan Raffi menjadi milikku.