
Sudah dua hari aku tidak mau bicara sama Raffi, padahal aku seharusnya senang gara-gara Raffi pulang telat aku jadi bisa mendengar semuanya kisah dari dokter Danu tanpa pusing mencari alasan ke mana aku pergi sampai pulang malam, Anda hari itu Raffi langsung pulang pasti dia akan tahu, aku tidak di rumah dari sore, dan pasti nya dia akan bertanya-tanya kemana aku pergi dari sore sebelum maghrib sampai pulang pukul sembilan malam, tapi karena prinsip wanita ,wanita itu selalu benar tidak pernah mau disalahkan itu kata Santi dan Ratih.
,🎼🎼
"halo assalamualaikum"
"waalaikumsalam Mas Putra"
"Hari ini aku ada agenda ke Surakarta aku bisa bertemu dengan mu hari ini tempat kamu yang memilih"
"tempat dan waktu aku infokan nanti"
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Aku tahu dari ponsel ku berbunyi semua gerak gerik ku, selalu di awasi Raffi bahkan aku tau dia berusaha mencuri dengar obrolan kami, mungkin dia penasaran laki laki mana yang menghubungi ku ,bahkan sekarang aku menghubungi dokter Danu, aku mendapatkan no dokter Danu dari Santi.
"Assalamualaikum dokter"
"...."
"siang ini Putra janji akan menemui ku jika kamu ada waktu kita bertemu bersama, tapi kalau masih pingin jadi pengecut silahkan, tapi saya ingatkan bangkai pasti akan tercium meski ditutupin sedemikian rupa"
".."
"terserah kamu mau datang tidak nanti aku akan kasih tau lokasinya keputusan di tangan mu sendiri. waalaikumsalam".
"dek kamu dari tadi teleponan sama siapa"
"kenapa Mas penasaran aku tidak pernah ikut campur urusannya Mas kenapa sekarang ikut campur urusanku"
"Bukan begitu maksudku dek nggak cuma.."kata nya salah tingkah.
" penasaran "potong ku
"aku baru telepon-teleponan sama laki-laki kamu udah penasaran, gimana kalau kamu jadi aku melihat suamiku bercanda dengan cewek lain , bahkan sama anaknya ketawa bersama , bergandengan tangan menurut mu gimana perasaanku"
"dek mas minta maaf "
"kalian kaum lelaki egois maunya dimengerti tapi tidak pernah mau mengerti perasaan wanita"ketusku.
"Assalamualaikum Santi tempat buat ngobrol yang enak di sekitar sini daerah mana ya"
"..."
"oke terima kasih infonya waalaikumsalam"
"mau ketemu siapa sih dek, sampai nyari tempat yang enak buat ngobrol segala, kenapa gak di rumah kita aja,"
"emang boleh "Sinisku.
Karena Putra ada kegiatan disini jadi kita sepakat ketemu pukul tujuh malam,kami janji bertemu di angkringan yang tidak jauh dari asrama.
"dek mas ikut ya mas janji gak bikin ulah atau malu adek,"
"terserah" karena sejak pulng Raffi selalu mengekoriku setiap aku keluar rumah langsung di ikuti oleh nya, karena Raffi ikut jadi aku tidak perlu mengajak Ratih atau santi.Begitu aku sampai tujuan kulihat putra dah berdebat dengan dokter Danu.
"assalamualaikum"
"walaikumsalam"
"lihat dia ga percaya,dia bilang Putri bukan anaknya"kata dokter Danu pada ku, padahal aku baru datang bahkan belum sempat duduk.
"gimana aku percaya kalau dia putriku separah parah nya aku, tidak mungkin aku menebar sembarangan seperma ku,aku akui pacaran kami memang lewat batas tapi tidak sampai ke hal sejauh itu"batah putra
"gimana kamu ingat kalau waktu kejadiannya kata Ayu kamu lagi mabuk"
"apa mabuk"
"coba kamu ingat kamu pernah mabuk nggak"
"ahhh siaal gak mungkin "Kata putra ,aku masih jadi pendengar yang baik.
"hari itu Ayu mengajak ku keacara party temannya di club malam dikawasan Kemang, aku dah menolak minum haram itu tapi kata Ayu gak enak sama teman nya, ahkirnya aku minum satu gelas tapi habis itu aku malah minum lagi dan lagi sampai mabuk,dan saat sadar aku tidak ingat apa yang terjadi,tiga Minggu setelah malam itu aku berangkat ke Lebanon "
"waktu kamu bangun apa kamu tidak melihat keadaan sekitar mu"marah dokter Danu.
"ahhh siaal "umpat putra .
"karena aku mencintai nya "
"tapi waktu itu dia mencintaiku tidak mencintaimu"
"aku tahu ,makanya aku senang waktu lamaran mu ditolak ayahnya"
"bangsat kamu"
"iya karena cinta itu buta "
"sekarang Ayu di mana Aku pengen melihat putriku"
"kamu tidak ingin tes DNA "
"justru itu aku pengen bertemu ingin melakukan tes DNA"
"kamu masih tidak percaya"
"bagaimana bisa aku percaya dengan omonganmu yang sudah menusukku dari belakang"
ekhm ekhm deheman ku membuat ke dua laki laki itu menoleh ke arah ku.
"kenal kan aku Ika, kalau kalian mencari Ayu aku tahu orang yang tepat "
" saya Putra "kata putra sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" kamu tahu di mana Ayu tinggal ,jujur sudah setahun ini aku mencari nya " kata dokter Danu.
"Aku tidak tahu di mana Ayu tinggal, tapi aku tahu siapa orang yang tahu tempat tinggal Ayu, tapi sebelumnya jelaskan tentang skandal doker dengan perawat itu" kata ku
"sebenarnya itu bukan skandal, perawat itu adik sepupu ku yang dikirim keluarga ku untuk menghancurkan pernikahan ku, apalagi saat itu papa Ayu baru meninggal dan semua ke curanganya memisahkan Ayu dengan Putra terbongkar jadi karena itu Ayu menuduh ku ikut andil rencana ayahnya padahal aku sama sekali tidak tahu semua rencana itu".
"aku menuruti kemauannya untuk bercerai karena dia mengancam akan mencari mu dan bilang tentang putri kami,aku sangat menyayanginya meski dia bukan putri kandung ku"
"bangsat kamu jadi dia Putri ku"umpat putra disusul dengan dorongan kursi dan pukulan putra melayang ke tubuh dokter Danu, segera aku menghampiri Raffi.
"mas pisahkan mereka mas"
"aku tidak ada urusan sama mereka " Kata nya datar
"ok aku yang misahin mereka " Kata ku marah, tapi belum sempat aku berjalan Raffi udah memegang kedua tangan putra.
"jangan bertindak semaunya bro,malu sama sragam" kata Raffi,karena posisi putra yang masih memakai PDH.
"kenapa kamu membantu dia bangun" protes Raffi saat melihat ku membantu dokter Danu bangun.
"ga usah protes " ketus ku
"terimakasih" ucap dokter Danu, setelah duduk kembali di kursinya.
"sama-sama aku juga terima kasih dokter Danu mau datang dan menceritakan semuanya agar semuanya bisa cepat selesai, "
"sepertinya kamu sangat mencintai suami mu" kata dokter Danu.
"cinta buat saya hanya titipan, bisa hilang bisa datang tanpa di duga "
"selama ini Ayu selalu mendekati suami ku dan berkata anaknya merindukan papanya dia membutuhkan figur papanya, karena itu aku mencari anda, tapi tidak tau nya jadi sejauh ini" jeda ku
"sepertinya kita perlu berbicara bersama tentunya bersama Ayu juga jika setelah kita bertemu dan Ayu beserta suami ku masih saling mencintai aku ikhlas melepas suami ku "
"dek jangan gitu aku tidak mencintai Ayu, aku hanya kasihan dek ga lebih" aku tak merespon uucapan Rafi, aku hanya melirik sekilas.
"sekarang Ayu di mana kalau boleh aku tau"
"aku tidak tau, tanya aja laki laki itu " tunjuk ku pada ucapRaffi yang duduk di dekat putra, hingga putra dan dokter Danu melihat ke arah nya .
"dia"ucap dokter Danu.
"dia yang tau tentang Ayu, tanya saja pada nya,"tunjuk ku pada Raffi yang sekarang berwajah datar.
"Anda ini"
"saya Raffi su.."
"dia salah satu mantan Ayu" Kata ku cepat memotong ucapan Raffi, membuat Raffi menatap tajam ke arah ku.