
" kenapa muka nya pucat mbak" kata Santi yang lagi dirumah ,profesi Santi yang perawat membuat dia kena shif beda Ratih yang humas dia seperti kerja kantoran umunya.
"kayanya asam lambung naik,mual pingin muntah tapi ga bisa keluar "
" bukan hamil "
"gak lah,masak baru sebulan udah jadi "
"kan ga tau mbak ,kalau pas lagi masa subur sekali **** juga jadi "
"eh mulut ya"
'"ha ha ha ,kaya ABG aja mbak "
"beli SOP buah depan kayanya seger ya"
"otw ,mbak takut nya beneran Lo hamil muda tar ces lagi"
"ah gak mungkin,aku cuma mual biasanya kan kalau hamil selain mual ga doyan makan,aku makan ayuk aja bahkan kalau mual buat makan mulanya hilang"
"orang hamil bawaan nya ga sama,mbak"
"Mbak udah haid bulan ini"
"belum sih baru telat seminggu" emang sih lima hari sebelum pecah perawan aku selesai haid ,katanya itu masa subur,aku pernah bertanya masa subur saat mengantar Lily periksa kandungan.
"baru seminggu kalau ga yakin ga pa pa tapi saran ku hati hati aja,buat jaga jaga,bukan kah sedia payung sebum hujan itu lebih baik dari pada kehujanan" .Aku jawab hanya dengan anggukan kepal dan acungan jempol ,sambil membenahi jilbab instan ku.
"mbak di belakang aja"
"mbak mbak itu lihat ,itu suami mu mbak ,apa perlu di foto mbak buat dokumen, suatu saat siapa tau berguna" belum sempat aku protes Santi langsung mengambil foto mereka,setelah mengambil foto kita tidak saling berbicara sampai ditempat yang kita tuju kita pesen dan kita bawa pulang kembali rasanya mood ku tiba tiba hancur.
"sabar ya mbak kita selalu dukung mbak,dan bantu rencana mbak kalau mbak mau memberi mereka pelajaran".
"assalamualaikum'
"walaikumsalam"
"eh ku disini san"
"iya Kep,mbak aku pulang dulu,jangan lupa obatnya di minum "
"emang kenapa dek kok Santi ,mengingatkan jangan lupa minum obat segala"
"ga pa pa lebay aja dia,cuma asam lambung naik"
"masak apak dek"
"sayur SOP goreng tempe tahu,"
"seminggu adek cuma masak tempe tahu aja sih,kenapa "
"tau lagi males mengelola yang bau bau amis, tar makan malam mas beli aja ya"
"ko gitu dek"
"aku kan lagi males masak mas"
"dek ini ada bekas SOP buah ,tadi beli SOP buah"
"hmm"jawab ku karena males bersuara
" beli di mana dek" apa takut ketahuan kalau aku bilng dekat taman kanak kanak,kataku dalam hati.
"ga tau Santi yang beli" gw ikuti permainan mu mas kamu bohong aku juga bisa bohong.
" oo"
Sampai Raffi berangkat lagi ke kantor aku males bicara jadi aku hanya diam,aku menyibukkan diri dengan mengerjakan pekerjaan ku.
"ngerjain apa sih serius amat ,mas di cuekin"
"laporan keuangan punya percetakan Abadi Jaya"
"dek mas berangkat dulu"
"iya mas hati hati" seperti biasa aku mengantar sampai depan dan tak lupa mencium tanganya.
"assalamualaikum"
"walaikumsalam "
"makan tahu tempe lagi dek,mas beliin lauk di depan ya"
"ga mas aku cuma mau makan ini aja" udah seminggu ini perutku Hany mau makan nasi dengan lauk tempe tahu dan sambal tidak mau yang lai ,apa bener aku hamil ya, ga ada salah nya di coba buat jaga jaga dari pada aku stress mikirin suami tak tau diri.
"dek ko diem aja mikirin apa"
"gak cuma pingin makan pedas"
"mas Minggu aku mau jalan jalan sama Ratih,tapi tujuannya belum tau kemana,tadinya mau bertiga eh Santi masuk siang jadi berdua aja".
"ya udah hati hati " masuk perangkap kau mas kataku dalam hati.
"aman " kita pergi dari asrama menggunakan mobil Ratih,setelah sampai di tempat tujuan tempat janjian Ratih sama adiknya,kita bertukar mobil,dan kembali ke asrama karena Santi ke bagian mengawasi Raffi.
"gimana "
"belum keluar"
"eh itu mobil laki mu mbak "
"ikuti agak jauh "
"aku dah cek Pake tas pek dah hasil nya positif'
"selamat mbak"
"jangan strees ingat ga ada mantan anak adanya mantan istri"
"jangan sampai kehilangan baby hanya karena laki laki kaya gitu"
Niat kita memang mengikuti mereka ,yang nampak seperti keluarga kecil tapi kita juga tak lupa bersenang senang cuma sesekali mengambil foto mereka.
"dek ko dirumah pulang jam berapa"kata Raffi kaget saat masuk ke kamar melihatku tidur.
"ga jadi pergi ,Ratih ada acara dadakan jadi balik lagi deh " jawabku membuat wajah Raffi tambah semakin pias.
"dek mas mas"
๐ผ๐ผ
"assalamualaikum san"
"walaikumsalam mbak dapat no dua berangkat habis magrib aja mbak " aku memintak Santi untuk mendaftarkan ku ke poli kandungan tanpa Raffi tau tentunya.
"ok,makasih ya ,assalamualaikum"
"walaikumsalam" setelah mematikan ponsel aku letakan dan ku lanjutkan tidur siangku ku ambil headset dan ku pasang di kedua telingaku tanpa ku putar,ku rebahkan kembali badan tanpa memperdulikan Raffi.
"Dek ,aku ah kacau teriaknya " sepertinya dia menyesal tapi juga bingung harus ber buat apa,ku nikmati rasa bersalah nya.Sebenarnya waktu dia berusaha menolak dengan aku sebagia alasan aku sedikit senang dia masih mengingatku saat bersama nya,tapi saat dia masuk ke jebakan yang aku buat ,itu menunjukan kalau dia ga bisa tegas ,meski aku juga belum tau ketegasan dalam hal apa masih ada rasa atau karena hal lain ,tapi aku pastikan pembalasan ku akan lebih menyakitkan.
Setelah Raffi berangkat ke mushola melaksanakan sholat magrib ,aku bergegas pergi ke rumah sakit di anter Ratih dan sengaja sholat magrib di sana.
"kamu yakin ga akan kasih tau bapak nya si dedek mbak ," kata Santi saat menaniku menugu jadwal dokter di mulai praktek.Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala,membaca brosur tentang kehamilan.
" siapa tau dengan mbak bilang kalau mbak hamil dia akan berubah dan meninggalkan wanita itu"giliran Ratih yang ngasih saran.
"Raffi sangat mengharapkan segera punya momongan padahal meski kami nikah dah delapan bulan lebih tapi kami melalui proses suami istri sebenarnya baru sekitar lima Minggu,lebih tepatnya seminggu sebelum resepsi.Menurut kalian gimana perasaan nya saat, yang selama ini diharapkan kehadiran nya telah hadir tapi di sembunyikan dari nya gimana perasaan nya".
"marah ,sakit hati" jawab mereka secara bersamaan.
"pinter itu tujuanku ,Raffi akan merasakan apa yang aku rasakan,"
"jadi secara ga langsung mbak membalas dedam"
"sampai kapan mbak menyembunyikannya "
"hanya tuhan yang tahu,bisa seminggu ,dua Minggu sebulan atau nugu perut ku membuncit mungkin".
"selamat malam ibu"sapa dokter laki laki padaku begitu aku duduk.
"pagi dok"
"Disini di keterangan tertulis kehamilan pertama,usia tiga pulu dia sebentar lagi,udah dicek Pake tas pak"
"iya dok ,saya juga baca kehamilan di usia saya sangat rentang"
"bener ibu,baru nikah atau baru di kasih momongan"
"baru ketemu jodoh dok" jawabku membuat dokter muda itu tersenyum manis.Setelah di USG diperkirakan bayiku berusia empat Minggu,karena masih trimester pertama Masa rawan rawanya dokter mengasih banyak vitamin dan banyak nasehat.
"Dari mana sih dek mas nyari kamu Lo dari tadi ,untung mas nanya Riko dimana istrinya ,baru mas tenang" kata Raffi begitu aku turun dari mobil Ratih.
"Tadi siang waktu mas pergi ,aku percaya sama mas ko sekarang aku pergi mas ga percaya,sih "kata ku kesel,sebenarnya aku kesel karena dia ga langsung men cari ku,dia baru pulang habis sholat Isak ,gimana aku tahu dirumah kami khusus depan di pasang cctv yang tersambung pada ponselku dan ponsel nya.
"belanja apa dek ,ko ga ngakak mas "
"gimana mau ngajak ,mas sibuk sendiri hari ini mas juga sibuk aku gagal jalan sama Ratih ,berharap bisa belanja sekalian jalan jalan sama suami malah ga ada,aku tunggu tiga jam lebih,habis sholat magrib juga ga pulang "
"tadi habis sholat magrib mas kerumah mayor Lutfi ,mas ga sempat ngabarin adek maaf"
๐ผ๐ผ bunyi ponsel rafii
"hallo dan"
"..."
"baik dan laksanakan"
"tumben mengakat panggilan masuk ga menjauh" kata ku menyindir nya,membuat yang merasa tersindir langsung memejamkan mata.
"dek mas pergi dulu,kita akan bicara setelah mas pulng" katanya lantas segera masuk dan mengganti baju Koko nya dengan PDH.
"mas pergi dulu"katanya mencium kening ku dan tak lupa aku mencium punggung tangannya,hati hati kataku dalam hati.