My soul mate

My soul mate
54. Tugas



Acara syukuran di adakan Minggu pagi,di isi pengajian dan berbagi dengan anak anak yatim dan tetangga sekitar, tapi sampai saat ini Raffi belum datang padahal rencana kami kemarin Sabtu pagi habis sholat subuh kita berangkat tapi ini udah pukul sembilan malam Raffi belum nyampe dan tidak ada kabar apapun, cuma pagi bilang dia berangkat sore karena harus menyelesaikan beberapa kerajaan nya.Tapi sampai jam segini dia belum menghubungi ku, kalau tidak bisa datang harus nya menghubungiku biar aku tidak menugu dan tidak khawatir, ponsel nya mati tidak bisa di hubungi.


tok tok tok


" mbak dah tidur belum"


"belum masuk aja "


" mbak aku mau bilang, kalau setelah lulus aku mau kerja ga mau kuliah pikiran ku kayanya gak cocok klau di ajak berpikir pelajaran " kata Bayu setelah duduk di dekat ku.


"selama kamu sekolah pernah ga mbak menuntut mu harus peringkat, harus seperti mbak atau seperti kakak mu yang lain " kata Ika yang di balas gelengan kepala.


"mbak mengalami kuliah dengan biaya pas pasan, saat Dwi gak kuliah dengan alasan pingin kerja mbak ga bisa maksa karena mbak sadar jika Dwi kuliah maka terpaksa biaya sekolah mu dan tri bapak yang menanggung, sedang gaji bapak saat itu hanya cukup makan kita berenam, coba kamu pikiran lagi, karena saat orang orang melihat kamu tidak kuliah padahal ketiga anak bapak sudah pada sukses,apa yang orang katakan tentang bapak mbak tidak menuntut mu menjadi yang terbaik saat kuliah cukup jangan jadi yang terjelek " kataku sambil ketawa kecil.


"sebenarnya aku minder kalau harus kuliah "


"kenapa "


"mbak kuliah karena beasiswa, Dwi masuk akpol meski telat dua tahun tapi karena kemampuan nya tanpa merepotkan kalian dan tri begitu lulus langsung di terima di STAIN , masak aku harus merepotkan kalian dengan minta biaya kuliah "


"emang orang tau kalau kau minta biaya kuliah, itu lebih baik dari pada kamu tidak kuliah, dengan kamu sekolah lebih tinggi orang tidak akan memandang rendah ke arah mu"


"kamu tahu tidak ,kadang orang pintar juga kalah dengan keberuntungan dan sekarang keberuntungan mu lebih baik dari aku atau ke dua kakak mu yang lain, jadi Syukri dengan belajar supaya tidak jadi yang terjelek "Kata Ika sambil menahan tawa melihat ekspresi adik bungsunya.


"duit mu satu juta kemarin buat apa " tanya Ika.


" buat usaha aku mau buka jasa salon mobil " ahkirnya ditemani Bayu Kami ngobrol sampai jam sebelas malam, tapi Raffi tak kunjung datang dan ponsel nya juga masih tidak bisa di hubungi, ahkir nya aku tidur dan hanya bisa berdoa semoga Raffi selalu sehat tidak terjadi apa-apa.


Saat aku dengan suara adzan subuh aku mulai membuka mata ku meski berat tapi tunggu ada deru nafas seseorang di depan muka ku, setelah ku buka Raffi tertidur di depan ku pas dan jarak muka ku dan mukanya hanya hitungan Mili.


"mamph" tiba Raffi sudah ******* dan menghisap bibir ku saat aku hendak membuka suara.


bhug


"sakit dek"Protes Raffi ketika ku pukul bahunya dengan kencang.


"bohong kalau kayak gitu doang sakit"


"bener Mas nggak bohong"


"Mas nyampe ke sini pukul berapa,"


" perasaan aku tidur pukul 11.00 malam Mas belum datang"


"nungguin ya"


"bukan begitu kan Mas ke sini rencananya Sabtu pagi ,ini sampai sore aku mau mastikan kapan ke sini nya aku hubungi ponsel may nggak bisa di hubungi"


"kemarin siang Mas masih kerja , habis salat zuhur rencana mau ke sini di jalan menuju bandara ada kecelakaan, jadinya mas ketinggalan pesawat harus menunggu penerbangan berikutnya"


"terus kenapa ponselnya ga bisa dihubungi".


"waktu kejadian kecelakaan itu ponsel Mas jatuh lihat nih pecah nggak mau menyala"kata Raffi sambil menunjukkan ponselnya udah retak.


"Alhamdulillah deh kalau nggak terjadi apa-apa'


"cie cie cie istriku khawatir"


"siapa yang kuatir ,orang suami suka bikin sakit istri kok di khawatir"


"tuh udah bunyi suara iqomah , kita salat jamaah berdua"kata Raffi, setelah kita melaksanakan salat jamaah berdua kita turun ke bawah, karena acara dimulai pukul 09.00 pagi Jadi habis mau subuh pada sibuk semua.Semua rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar, tanpa kurang apapun.


"capek dek"kata Raffi sambil memijat kakiku.


"lumayan"jawab aku sedikit lemas .


"dek Mas mau bilang, minggu depan kemungkinan emas akan dikirim ke pedalaman" sontak Ika yang dari tadi memejamkan mata seketika membuka mata nya lebar-lebar.


"berapa lama" Kata Ika.


"ada kegiatan apa mas sampai tiga bulan"


"maafkan mas kali ini misi rahasia"Ika hanya bisa membuang nafas kasar.


"semoga waktu lahiran nanti mas udah pulang "sambung Raffi.


"Ya udah deh dari pada di asrama sibuk sama urusan anak orang lebih baik kamu bertugas ada faedahnya"


"segitu nya kamu ya,sama Ayu "


"emang mas ngizinin aku kaya Ayu"


"maksudnya apa ya nih dek"


"Sendai nya anakku udah lahir terus mas tugas tiga bulan ga pulang-pulang dan anak ku nyari ayah nya, terus aku boleh cari orang lain untuk jadi ayah anakku sementara ,buat di panggil ayah anakku boleh gitu "


"ya nggak boleh lah kalau gitu"


"lah terus Mas ngapain kasih ijin anak orang manggil Mas Ayah padahal dia masih punya papa"


"aku kasihan dek"


"terus kalau aku balik ,aku balik nih kasihan anaknya Mas manggil ayah ,ayah nggak ada gimana" Raffi hanya garuk-garuk kepala yang tidak gatal sambil cengengesan.


"kamu boleh jago di hutan ,menghajar penjahat, menebak musuh tapi kalau urusan perasaan jangan suka belas kasihan, kalau mau pas kasihan tuh sama no banyak anak gelandangan butuh bantuan "


"iya dek iya Mas minta maaf" enggak kan ada habisnya nagepi ocehan istrinya kalau udah ngoceh sana sini kata Raffi dalam hati.


"dek main ke rumah papa mama yuk"


"boleh asal nggak bertemu dengan salah satu fans fanatik mu"


"fans fanatik siapa"


"jenny dia kan Udah cerai sama laki nya mau deketin Mas lagi"


"siapa yang bilang"


"yang bilang aku"


"maksud Mas adik tahu dari mana kalau jeni bercerai terus mau deketin mas"


"Waktu ulang tahun Dini aku ke sana ketemu sama mereka, Mas masih pelatihan waktu itu"


"kok kamu nggak cerita"


"lama banget kan begitu Mas datang langsung sibuk ngurus pernikahan jadi nggak ingat "


"kita berangkat ke rumah mama papa Senin pagi dan Selasa sore kita udah balik mau ya"


"terus mobilmu gimana"


"iya biar di sini aja bisa buat Bayu , bapak pakai yang lama itu biar dipakai Bayu"


"enggak Bayu nggak boleh pakai mobil kalau nggak sama ibu, ke mana-mana pakai motor aja"


"terserah kamu aja lah dek ,tapi kalau mobil di batalyon juga nggak ada yang pakai kamu nggak bisa naik mobil"


"Aku boleh beli motor nggak"


"boleh ntar sebelum aku berangkat tugas kita beli motor dulu, biar Adik gampang kalau mau pergi-pergi nggak pinjem orang mulu"


"oh senangnya baik amat ini suami pasti ada maunya"


"nggak ada maunya ,maunya cuma satu kamu bahagia dan tidak menangis lagi agar anak mas di sini juga bahagia tidak menangis"kata Rafi sambil mengelus perut Ika yang mulai udah mulai nampak sedikit buncit.