My soul mate

My soul mate
90. Ketemu papa



"Apa ini ndok " kata palik saat aku menyerahkan amplop coklat.


"karena selama ini mobil aku pakai jadi biarkan bulan ini aku yang membayar angsuran mobil palik"


" Tidak usah nduk palik masih mampu simpen aja buat kebutuhanmu sehari-hari" kata palik sambil menyodorkan kembali amplop ke arah.


" Kalau Pak le nggak mau terima ini aku terpaksa pindah tidak mau tinggal di sini lagi"


" Ya udah Pah terima aja niat baik Feby" kata bulik sambil mengambil amplop yang terletak di meja makan.


" mah" tegur paklek.


" nggak papa pak lik aku malah lebih senang kalau begini"


" Kamu tahu tidak Adik dia tinggal di sini bertahun-tahun emang aku pernah minta sesuatu padanya tidak ,malah tiap hari istriku mengeluh kekurangan buat kebutuhan dapur gara-gara adiknya tinggal di sini sekarang kamu baru sebulan aja dia udah menerima pemberianmu paklek malu nduk sama mamamu" kata Pak le setelah bulik pergi meninggalkan meja makan membawa amplop pemberianku.


" Kenapa pak lek malu allhamdullilah rejekiku lebih daripada Rini doakan saja , semoga kedepannya rezeki aku lebih lancar barokah buat aku,mama,Isal dan nenek".


" Amin doa yang terbaik buat kamu semua, pak lek panjatkan kepada ALLAH SWT."


"AMIN terimakasih atas doanya " kataku sebelum ahkirnya aku pergi meninggalkan rumah dinas pak lek untuk bekerja, tinggal seminggu lagi semua pekerjaan aku akan selesai dan aku bisa pulang ke Yogyakarta.


Hari berlalu seperti biasa sampai kantor ngecek email, membuat laporan , mengecek berkas setelah makan siang langsung meninjau lokasi kedua proyek secara bergantian sampai malam menjelang baru bisa istirahat. Saat perjalan pulang perut terasa lapar baru tersadar bahwa tadi aku makan siang cuma sama sepotong roti dan satu buah Apel dan sekarang perutku sudah keroncongan, ahhhhh sial umpatku sambil memukul setir saat tiba-tiba mobil berhenti secara mendadak dan tidak di bisa distarter lagi disaat perut terasa lapar lagi gerutu ku dalam hati.


Tok tok suara ketukan kaca mobil mengagetkan aku yang sibuk mencari bengkel mobil terdekat melalui aplikasi Google.


"syukurlah gw kira siapa " ucapku setelah membuka kaca mobil dan keluar dari mobil kulihat Fathar berdiri dengan seorang temannya.


" Kamu pikir aku orang jahat"


"hehe sorry " ucapku sambil tersenyum dan mengangkat dua jari.


" kenapa berhenti di pinggir jalan Aku perhatikan sudah 10 menit berhenti tapi kamu tidak keluar dan mobil juga tidak berjalan".


" Aku tidak tahu tiba-tiba mobilnya berhenti aku coba starter berulang kali tetap tidak bisa"


" Coba kamu buka kap mobil depan "


" Gimana Ada apa dengan mobilnya" tanya aku penasaran.


"Sepertinya alternator yang bermasalah."


" Apa itu Aalternator"


" Alternator atau dinamo ampere adalah bagian mobil yang berfungsi memasok aliran listrik ke aki.


Jika ada masalah di alternator, pasokan listrik dalam aki akan habis seiring berjalannya waktu. Hal ini kemudian menyebabkan mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa distarter.


Masalah ini biasa terjadi ketika mobil dalam keadaan langsam atau idle. Alternator yang bermasalah bisa memotong pasokan listrik ke bagian-bagian vital di mobilmu." jelas Fathar padaku.


" Apa bisa dibetulkan " ucapku


krucuk krucuk bunyi perutku di saat tidak tepat, membuat dua lelaki di depanku menahan tawa dan itu sangat membuatku malu.


" Bisa di depan ada bengkel biar Serka Ari yang mengurusnya,kita cari makan aja".


"Tapi "


" Tidak apa-apa mbak, Mbak cari makan aja kasihan perutnya sudah berbunyi" ucapnya membuatku malu, dengan sangat terpaksa kunci mobil aku serahkan kepada serka Ari dan aku mengikuti Fathar mencari tempat makan terdekat dengan mengendarai motor yang dibawanya.


"Sebaiknya lakukanlah tune up mobil secara berkala agar masalah ini tidak perlu kamu alami " ucap Fathar di sela makan kami"


" Tune up adalah salah satu prosedur perawatan kendaraan yang bertujuan untuk mengembalikan kinerja mesin agar fit Kembali"


"oke berarti aku nanti akan bilang Pak lek tidak mungkin aku membawanya ke bengkel , sekarang seminggu lagi aku akan pulang"


" Pulang apa pekerjaan kamu di sini udah selesai"


" Alhamdulillah udah selesai tinggal beberapa hari beres, kita makan apa nggak kasihan sama temanmu seharusnya kamu ajak makan sekalian "


" Tenang teman sangat pengertian dia ingin membiarkan aku makan berdua" ucapnya ya aku balas dengan cibiran.


"Sepertinya menjadi tentara membuat pintar menggombal ya"


" Hahaha aku tidak menggombal aku berkata apa adanya"


" Fathar yang kukenal dulu orang yang cuek dan dingin tapi sepertinya sekarang telah berubah menjadi seorang Playboy"


" Bukan Playboy tapi sekarang dengan dulu target ku berbeda"


" Berbeda "


" Dulu aku hanya fokus pada sekolahku supaya cita-citaku tercapai dan sekarang cita-citaku tercapai fokusku sudah bukan pada sekolah tapi pada mencari teman hidup"


"Wow pasti banyak para wanita bertekuk lutut saat mendengar gombalanmu"


" kata siapa aku mendekati seseorang tapi nggak pernah direspon"


" Berarti perjuanganmu kurang keras hingga tidak bisa menggerakkan hatinya"


" Baiklah mulai sekarang aku akan bekerja lebih keras dan pantang mundur untuk mendekatinya"


" Bagus itu baru namanya lelaki"


" Feby sayang " ucap suara seseorang membuatku kaget.


"Papa" ucapku lirik saat melihat ke arah suara yang memanggilku, nampak seorang laki-laki dengan anak perempuan berusia kurang lebih 9 tahun dengan seorang wanita muda.


"Sepertinya aku udah kenyang sebaiknya kita segera pergi kita lihat mobilnya pak lik , apa sudah biasa di pakai " ucapkan dengan berdiri.


"Sayang lama tidak berjumpa " ucap papa,tapi aku tidak mau mendengar apapun, segera berdiri dengan tergesa gesa aku berjalan ke arah kasir.


" Apa kamu tidak rindu pada papa " ucap papa sambil menyusul ku di meja kasir.


" Seharusnya Anda bertanya pada diri Anda sendiri apa Anda masih ingat mempunyai seorang putri ,apa Anda masih sayang dengan putri yang Anda tinggalkan beberapa tahun lalu" ucapku sambil berlalu keluar rumah makan dengan diikuti Fathar.


" Menangislah jika menangis membuatmu sedikit mengurangi rasa sakit mu" ucapan Fathar setelah menarikku ke dalam pelukannya, tanpa dikomando air mataku turun tumpah membasahi pipiku dan baju dinas yang Fathar gunakan.


" Aku benci papa, Aku tidak mau ketemu dia lagi bawa aku pergi dari sini"


"Feby dengerin papa sayang " ucap papa mencegahku untuk naik ke atas motor Fathar.


" Maaf sudah malam saya harus segera pulang, sebaiknya anda kembali ke dalam kasihan anak dan istri anda menunggu" ucapkan langsung naik ke atas motor dan Fathar segera membawaku pergi.


Setelah kita sampai ke bengkel mobil sudah siap digunakan karena melihat kondisiku Fathar tidak tega melihatnya akhirnya dia mengantarkan aku pulang sampai rumah dinas pak lek.


"Ada apa " tanya pak lek padaku saat melihatku pulang di antar Fathar.


". Tida apa apa ko pak lek," ucapku berusaha tersenyum di depan palek.


" Terima kasih atas bantuannya "ucapku pada Fathar dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan Fathar yang mungkin masih mengobrol dengan palek.