
Fathar hari ini dapat libur setelah 3 hari berturut-turut terbang dari Jakarta - Surabaya - Bali - Jogja - Jakarta ahkirnya dapat libur, sehari ini akan di gunakan istirahat di apartemen tempat kenangan indah bersama istrinya melakukan hubungan suami istri yang pertama kali .
Tapi sayang pramugari yang menjadi teman selama terbangnya ini mengikutinya dengan alasan Fathar orang baru takut kelupaan dan ketiduran.
"Pulang lah aku akan di jemput adikku" ucap Fathar padanya.
"Aku cuma pingin kenal adikmu siapa tau kita bisa jadi teman " ucapnya.
" Luna sebenarnya apa yang kamu mau".
" Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama" ucapnya. Banyak wanita yang mengutarakan cinta dengannya dengan alasan pandangan pertama ,mereka hanya menilai fisiknya seperti halnya istrinya waktu SMA dulu.
" Basi " ucap Fathar yang langsung di balas sang perempuan dengan mendekati bibir Fathar dan melahapnya , sebagai lelaki normal sudah 7 bulan puasa dapat serangan seperti itu tentu tidak di sia-siakan Fathar membalas tak lebih ganas dari ciuman perempuan tadi. Mereka seakan tak peduli mereka di parkiran bandara yang banyak sekali orang berlalu-lalang.
"Woo kenapa tidak menyewa hotel sih ga punya duit lo" ucap Yumi melihat kakaknya berciuman panas hot dengan perempuan di parkiran.
" Ya udah lo pulang gw ke hotel dulu,sini mobil nya buat gw Lo naik taksi " ucap Fathar santai.
"Sorry " ucap Yumi bergegas meninggalkan kakaknya.
"Bagaimana mau lanjut di hotel apa di apartemen ku" tanya sang wanita sambil membelai dada bidang Fathar.
"sorry istri gw ngambek gw kejar istri dulu " ucap Fathar sambil meninggalkan wanita tadi, bukan pulang tujuan Fathar tetapi apartemen studio miliknya.
" Gila mah gila sepertinya anakmu emang sudah gila " ucap Yumi emosi begitu masuk kantor sang papa yang satu ruang dengan sang mama tanpa ketok pintu dulu membuat yang di dalam kaget .
" Kenapa sih datang-datang marah " tanya Ika sedang Raffi yang melihat langsung menghentikan pekerjaannya dan menghampiri putri nya.
" Aku habis di bandara niatnya mau Jemput Fathar " ucapnya dengan cemberut.
"Terus dimana kakakmu sekarang "tanya sang mama.
"Di hotel kali lagi menebarkan benih" kata Yumi, membuat Ika dan Raffi saling memandang mendengar kata-kata putrinya.
"Coba jelaskan biar papa paham".
"Aku dari bandara jemput Fathar tapi di parkiran aku melihat Fathar lagi berciuman dengan perempuan yang sepertinya pramugari, waktu aku suruh nyari hotel malah bilang ' Ya udah lo pulang gw ke hotel dulu,sini mobil nya buat gw Lo naik taksi ' siapa yang gak emosi coba ma".
"Terus kamu kasih mobil buat kakak mu" tanya Ika.
"Ya gak lah ma,aku tinggal aja mereka mah" ucap Yumi kesel.
" Apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga kita sih pa kenapa semua ini terjadi,Fathar istrinya hidupnya tak kita ketahui Yumi sudah bertunangan lama gagal di saat semua sudah siap 90 persen tinggal menyebar undangan " keluh Ika sambil menangis setelah Yumi pamit pergi.
"Sabar mah mungkin ini cobaan buat kita" ucap Raffi sambil memeluk Ika.
"Kasian anak-anak terus sekarang Fathar berubah,mama takut Fathar akan terjerumus pergaulan bebas kenapa sih papa ijin kan menjadi pilot pasti godaannya banyak " ucap Ika.
"Kita lihat aja, nanti kita suruh orang mengawasinya " ucap Raffi.
"Anak mu itu sudah pada dewasa Fathar 31 tahun biarkan dia belajar bertanggung jawab,kalau kamu selalu menguatirkan dan menuntunnya kapan dia bisa menerima kenyataan, biarkan pengalaman menjadi guru yang baik buat mereka " ucap papa Raffi yang tidak sengaja mendengar obrolan mereka karena waktu Yumi keluar pintu tidak di tutup rapat.
" Papa ada disini masuk pa" ucap Ika sambil menghapus air matanya. Sejak mama Raffi meninggal dan Raffi pensiun papanya hanya kekantor untuk sidak dadakan .
" Kamu tahu kenapa waktu kamu salah pergaulan kami diam tidak menegur, karena menurut kami kamu masih remaja jiwa penasaran mu akan memberontak jika kamu tegur. Berbeda dengan Fathar sekarang dia bukan remaja tetapi lelaki dewasa bisa berpikir apa yang dia mau mungkin dia masih belum bisa menerima kenyataan tentang istrinya ".
"Bener jika dia berbuat salah biar dia menerima konsekuensi dengan begitu dia tahu semua perbuatan ada resikonya, selama ini dia selalu menjadi anak baik tidak pernah mengecewakan kita mama yakin juga begitu dia hanya butuh waktu untuk menyembuhkan kekosongan hatinya " ucap Ika.
"Opa minta kamu temui mertua Fathar tanpa pemberitahuan kalau kalian akan datang, semacam sidak" ucap opo membuat Ika dan Raffi merasa aneh.
" Iya karena tadi waktu papa pulang di bandara papa melihat besanmu dengan anak laki-lakinya dengan 2 perempuan memakai cadar, waktu papa dekati si perempuan yang duduk di kursi roda memanggilnya papa" ucap papa Raffi.
" Apa papa juga ngobrol dengan mereka"tanya Raffi.
"Tidak papa hanya mendekati tanpa sepengetahuan mereka dan mendengar sedikit obrolan mereka " ucap papa.
"Apa Feby duduk di kursi roda " tanya Ika.
" Papa tidak tahu apa itu istri Fathar bukan tapi papa sudah menyuruh orang untuk mengikuti mereka" ucap opa.
" Terima kasih papa, berarti papa belum istirahat dari bandara langsung ke sini" tanya Ika merasa tidak enak.
" Iya aku tidak mau cucu ku berlarut dengan kesedihannya "ucap papa Raffi.
" Sebaiknya kita langsung ke sana" ucap Ika penasaran.
" Baik kita kesana bertiga " ucap papa Raffi.
" Papa tidak istirahat dulu" tanya Raffi.
" Papa juga ingin melihat kebenarannya" ucapnya.
Ahkirnya mereka bertiga langsung pergi kerumah Gani menggunakan mobil papa Raffi.
"Melihat keluargamu aku yakin kok kamu mampu untuk membiayai operasi mu sebaiknya wajahmu dibawa ke dokter yang ahli dan juga kakimu " ucap Irma yang lagi menemani Feby duduk di teras samping rumah melihat ikan peliharaan papanya.
" Nanti setelah anakku lahir aku tidak mau melakukan pengobatan yang membahayakan anakku " ucap Feby lirih sambil mengelus perutnya yang membesar.
"Kamu hamil nak, hamil cucu papa " tanya Gani yang tidak sengaja mendengar ucapan Feby dan Irma tadi.
Niat Gani menghampiri mau bilang ke putrinya bahwa dia akan balik ke sekolahan tapi saat mendengar obrolan mereka menghentikan langkahnya. Sejak bertemu dengan papa dan adiknya Febi selalu menggunakan baju syar'i besar yang menutupi perutnya ,sehingga papanya tidak tahu kalau putrinya sedang mengandung.
"Papa papa ada di sini papa dengar " ucap Feby terbata-bata karena tidak menyangka sang papa mendengarkan obrolan mereka.
"Iya papa denger , apa benar yang apa denger tadi kamu sudah mengandung cucu papa" ucap Gani.
"Iya bagaimana kondisinya apakah sehat " tanya Gani.
" Selama di Padang aku selalu rutin memeriksanya ke bidan insya Allah dia sehat" ucap Feby.
"Apa suamimu juga tahu kalau kamu lagi hamil" tanya Gani yang dijawab dengan gelengan oleh Febi.
" Mbak Irma bisa bantu menjelaskan " tanya Gani kepada Irma .
" Febi juga tidak tahu kalau lagi hamil saat kecelakaan, karena kami tidak membawa ke rumah sakit takut dikira kami yang menabrak Feby jadi saya mengobati Febi dengan ilmu sebagai perawat yang saya punya.
Setelah sebulan tinggal bersama saya Febi tidak mendapatkan periodenya , baru kami periksa menggunakan alat tes kehamilan Feby sempat menolak karena dua hari sebelum kecelakaan dia bilang mengalami flek, sedang sepengetahuan saya flek adalah ciri-ciri awal kehamilan"ucap Irma.
"Jadi sampai detik ini belum pernah periksa ke dokter" tanya Gani.
"Belum kami hanya periksa ke bidan dekat rumah Febi menolak jika dibawa ke rumah sakit dia malu keluar dari rumah setelah mengetahui keadaannya" ucap Irma.
"Papa mohon pikiran anak dalam kandunganmu , papa tahu kamu tentu sayang dia dan tidak ingin terjadi apa-apa bukan " ucap Gani yang di anggukin Feby.
"Bagus ikut saran papa kita cari dokter terbaik " ucap Gani.