
Saatnya bimbingan oleh kakak senior!.
Dela dan Alisha menunggu di lapangan indoor kampus karena mereka berdua sudah di beri tahu oleh kakak pembimbingnya.
"Eh,Alisha,aku duluan ya,itu Kating(kakak tingkat) aku udah dateng,bye!" cerocos Dela panjang lebar,sementara Alisha hanya mengangguk.
"Ehm" .
Suara dehaman terdengar di telinga Alisha. Ia menoleh dan mendapati Gilbert tengah berdiri di sampingnya.
"Eh,kakak udah datang,ayo kak" ucap Alisha
"Kamu bawa iPad?" tanya Gilbert dingin.
"Bawa kak" jawab Alisha sambil mengembangkan senyumnya. Gilbert sedikit kagum namun ia tepis dari wajahnya.
"Buat satu contoh kasus,terus kamu tambahin penyelesaiannya. Harus ada perdebatan antar kuasa hukum,putusan pengadilan harus sesuai sama UUD,ngerti?" oceh Gilbert panjang lebar. Alisha mengangguk.
"Buat kasusnya pake virtual" tambah Gilbert. Woow,virtual? Alisha agak kesulitan jika membuat semacam virtual. Tapi,tidak apa apa,Alisha masih bisa. Segera Alisha mengeluarkan iPad dari tasnya lalu mulai bergelut pada iPadnya.
"Dor!!"
Gilbert memutar matanya malas. Tidak perlu di lihat siapa orangnya. Sudah bisa di tebak
"Hey masbrow lagi ngapain,sih?" tanya Ethan sambil merangkul Gilbert. Gilbert hanya diam.
"Samperin Alisha,ah. Gak papa kan,Gil?" goda Ethan yang di balas decakan Gilbert.
"Lagi ngerjain tugas,gak usah di ganggu,lah" jawab Gilbert.
"Ya kali perlu bantuan,"
Ethan langsung menghampiri Alisha yang sedang fokus dengan iPad nya.
"Hai,Alisha" sapa Ethan dan langsung duduk di sebelah Alisha.
"Hai,kak" balas Alisha,namun matanya masih terus fokus pada iPad.
"Sha,kok kamu mau sih Gilbert jadi kakak pembimbing kamu?"
Sontak,Alisha langsung menatap Ethan. Ada benarnya,sebab ia pernah di buat telat oleh Gilbert.
"Emangnya kenapa,kak?" tanya Alisha pura pura tak tahu.
"Gilbert itu sebenernya gak suka sama yang namanya cewek,apalagi kalau ceweknya pake bodyguard ke sekolah,menurut dia,cewek itu bikin susah" bisik Ethan. Alisha mengangkat satu alisnya.
"Apa iya?" tanya Alisha lagi.
Terhasutlah kau! batin Ethan
"Iya,Dela aja kemarin nyapa gak di jawab" balas Ethan yang lebih antusias.
"Jadi,Dela itu adiknya kakak?" Alisha mulai penasaran.
"Pinter kamu" balas Ethan.
Ah,aku gk boleh percaya gitu aja,e tapi kan kak Gilbert bukan siapa siapanya aku.. batin Alisha
"Astaga astaga dragon ya tuhan ya ampun cicak tidak berakhlak kenapa anda hadir di kepala saya,rambut saya udah di kasih shampoo mahal ya tuhaann apa salahku" kata Ethan sambil meringis dan diam tak bergerak karena ia takut cicak.
"Huummmp" Ethan menarik napas...
"OYY CICAK TAK BERAKHLAK CICAK TERKUTUK NGAPAIN DI KEPALA AKU HAH!! PERGI SANA KALAU ENGGAK AKU MUTILASI KAUU!!!!!" Ethan berteriak lalu menggoyang goyangkan kepalanya agar si cicak jatuh. Namun si cicak tak bergeming karena Ethan menggoyangkan kepalanya pelan sekali,namun suaranya melengking seperti emass...
Alisha hanya geleng geleng kepala lalu pergi meninggalkan Ethan.
"Eh eh dek Alisha mau kemana bantuin kakak seniormu yang tampannya tak tertolong ini" seru Ethan. Alisha pergi ke luar lapangan indoor diikuti Gilbert.
"Oyy Gilbert bantuin katanya nak MAFIA kejam,upss" Ethan berteriak ke arah Gilbert. Gilbert menghentikan langkahnya,berbalik ke arah Ethan tajam. Sementara Alisha terkejut bukan main.
"M-maksud k-kak Ethan?..." Alisha terbelalak. Ia tak menyangka bila dirinya sekarang tengah dekat dengan seorang Mafia.
Kesempatan nih,ahiww batin Ethan.
"Iya Sha,Gilbert itu anak dari Mafia terkenal. Dia suka menjalankan misi dari ayahnya. Ya,gak jauh jauh dari bunuh orang lah" ucap Ethan santai.
"Bener itu kak?" sekarang Alisha beralih ke Gilbert.
Gilbert mengangguk pelan.
"Dan asal kamu tahu,Sha,ayah kamu itu targ-" ucapan Ethan terpotong
"CUKUP ETHAN!" bentak Gilbert. Namun,memang dasarnya Ethan itu latah. Ia terkejut,lalu..
"ALAMAK ayah kamu itu target selanjutnya Sha,eh target selanjutnya" latah Ethan dengan irama orang latah.
Gilbert sadar. Ia harusnya tidak membentak Ethan.
"H-hah?!" mata Alisha berkaca kaca. Ia tak sangka jika ayahnya nanti akan di bunuh oleh kakak seniornya sendiri.
"Sha,kakak bisa jelasin" ucap Gilbert.
"Cukup kak! Aku gak mau dengar apa apa lagi. Permisi" putus Alisha. Ia langsung melangkah keluar lapangan indoor dengan terisak.
"Apa apaan kamu Ethan! Rahasia selama ini aku tutupi sama kamu,kamu buka semuanya!" Gilbert menarik kerah baju Ethan. Namun ethan hanya memberi tatapan sinis.
"Karena aku suka sama Alisha. Dan kamu ngerebut semuanya dari aku" ucapnya lirih.
"Aku ngerebut apa dari kamu,Ethan?" seru Gilbert kesal. "Suka sama Alisha pun aku gak pernah kepikiran" sambungnya.
"Bohong" Ethan meludah di depan Gilbert. Gilbert naik pitam. Ia tak terima diperlakukan seperti ini.
Bugghh..
Gilbert menghajar Ethan habis habisan hingga Ethan mengeluarkan darah. Kondisi lapangan indoor saat itu sedang sepi. Setelah itu Gilbert meninggalkan Ethan begitu saja.
Ok gimana guys....
Maaf ya kalau sedikit soalnya kan kalau nulis itu butuh feel yang kuat. Jadi author sempet gak ngefeel alias gak mood..
Doain authornya yaa
babayy..