My soul mate

My soul mate
58.Deti detik melahirkan



"Bagus Dedeknya sehat Sekarang usianya udah tiga puluh enam minggu ,air ketubannya udah pas ,berat badannya udah pas ,posisi udah bagus kepala udah dibawah ya,masih tidak mau lihat jenis kelaminnya"


"ggak Dok biar buat kejutan pas lahir aja"


" kok Raffi nggak ikut lagi masih belum Selesai misinya"


"Raffi hilang udah sebulan lebih terakhir saya kontrol waktu itu,malam nya saya mendapat kabar Kalau dia hilang udah seminggu dan sampai saat ini belum diketemukan"


" yang sabar ya pasti tidak terjadi apa apa sama Raffi , rafi itu orang yang kuat"


" Terima kasih dok"


"kalau ada yang dirasa segera hubungi saya aja,saya dua puluh empat jam siap jangan sungkan,"


"baik dok terima kasih permisi" aku berjalan keluar ruang prmerisaan,sejak hari ke empat belas raffi tidak di ketemukan dengan terpaksa pencarian Raffi dihentikan dan Rafi dinyatakan menghilang, aku terpaksa menghubungi Radit menceritakan semua yang terjadi dengan uang yang dimiliki keluarga Raksa akhirnya pencarian kembali dilakukan dengan dana keluarga, Sampai detik ini pencarian pun terus di lakukan dengan dana keluarga Raksa tentunya bahkan Radit Terbang Untuk turun tangan langsung dan papa langsung menemui salah satu jendral kenalan nya.


Dalam situasi begini aku merasakan kekkuatan uang ,uang benar-benar berkuasa dengan uang pencarian yang tadi dihentikan berjalan kembali.


"Ika"


"dokter Danu"


"aku turut sedih dengan yang menimpa kapten Raffi"


"dokter tahu"


"beritanya sudah tersebar putra pertama keluarga Raksa hilang di pedalaman Kalimantan" sejak pencarian Raffi di lanjutkan semua orang jadi tahu kalau Raffi salah satu pewaris RR GROP.


"terimakasih,saya permisi dulu"kataku tersenyum sambil berjalan keluar,sudah dua minggu aku kemana mana naik mobil sendiri.Berawal dari Bayu yang mengantar mobil dua minggu setelah keberangkatan raffi ,aku iseng mintak tolong Ratih untuk mengajari mengendarai mobil dan sekarang aku bertekad untuk tiidak merepotkan orang lain,selama aku mampu akan ku kerjakan sendiri.


" ke mana aja sih Mbak kami sudah 2 jam menugu mbak nggak pulang-pulang ,kami kwatir mbak kami cemas mbak itu udah hamil besar,kalau tiba tiba mules mau lahiran gimana"omel Ratih,begitu aku sampai di teras rumah sudah ada Ratih bersama suami ,juga Santi bersama suami.


" belum hari hanya hpl-nya masih 3 minggu lagi masih lama nggak mungkin lahiran sekarang" kataku sambil tersenyum geli


" Kamu itu mbak ya kamu itu cemas mana ponsel gak bisa di hubungi"


" Iya maaf lain kali aku bilang sama kalian kalau mau pergi ke mana mana, ini tadi habis kontrol bulanan aku lupa ponsel ku kehabisan batrai"


" gimana kondisinya Dedek sehat-sehat kan"tanya Santi.


" Alhamdulillah sehat semua tinggal nunggu hari h-nya aja" kataku sambil membuka pintu buat mereka


" Ayo masuk semua sini"


" Mbak Mbak kok udah kemas-kemas"


"Raffi sudah sebulan lebih tapi masih belum ada kabar,rencananya aku mau pulang ke rumah ibu biar rumah dinas bisa dimanfaatkan oleh tentara aktif lainnya"


" hai hai Jangan begini Jangan menangis kalian masih bisa menghubungiku,kalian juga masih bisa main ke tempatku tinggal minta tolong suami kalian, suami kalian sudah tahu rumahku" kataku pada Santi dan Ratih yang sudah mulai menitikan air mata padahal aku sendiri sekuat tenaga menahan supaya air mataku tidak turun.Selama ini aku mencoba untuk tidak menangis di depan orang, aku tidak mau lemah ada anak yang menguatkanku sekuat tenaga tangisku hanya tuhanku yang tahu, dalam sujudku tangis ku tidak bisa dibendung ,Mungkin orang beranggapan aku tegar ,beranggapan aku kuat tapi tanpa sepengetahuan mereka tiap malam tiap sujudku air mataku tidak pernah berhenti menetes memohon untuk dipertemukan meskipun hanya jasadnya.


" Mbak kapan rencananya pulang"kata Santi.


" aku sudah bilang ke Ibu Lutfi mungkin dalam dua minggu lagi setelah doa bersama berbarengan dengan yasinan bulanan di asrama yang kebetulan bertempat di rumahku ,untuk barang-barang sebagian sudah mulai aku kirim ke rumah ibu"


" Aku kira Mbak akan lahiran di sini" kata Ratih.


" kalau ada Raffi mungkin aku lahiran di sini ntar ibu yang ke sini Tapi kan sekarang beda ceritanya Raffi nggak ada jadi lebih baik aku yang ke rumah ibu"


" jauh dong mbak ntar kalau mau nengok Dedek bayinya"


" Wah boleh itu Mbak ntar kita berdua main ke rumah Mbak sama dedek bayi masing-masing"


" udah malam Mbak kami pamit pulang Besok kita sambung lagi ceritanya"


" Iya hati-hati semoga mimpi indah"


Sejak Raffi dinyatakan hilang rumah dinas ku tidak pernah sepi silih berganti orang menemaniku biar aku tidak kesepian katanya, kadang Mayor Lutfi bersama istrinya, Fajar dan Farhan aku bisa merasakan ketulusan dari mereka semus karena itu momen doa bersama sekaligus momen perpisahanku dengan ibu ibu asrama di sini juga sebagai ucapan terimakasih atas dukungan mereka.


Hari aku merasakan ada yang berbeda entah itu apa aku tidak tahu


" Gimana Mbak buat acara minggu depan sudah siap semua"


" Alhamdulillah sudah semuanya dari catering kue semua Udah dipesan udah lunas juga malahan"kata ku pada Ratih dan Santi,saat ini kami sedang jalan pagi.


" Mbak hari ini ko muka mbak pucat sekali ya"tanya Santi.


" Mungkin ada yang dirasa Mbak"seru Ratih.


" Aku tidak tahu punggung terasa sedikit pegal dan panas"


" Jangan jangan mau melahirkan mbak"


" perkiraan lahirnya sih seminggu lagi tapi nggak tahu juga"


" ntar kalau mbak ngerasa sesuatu mules atau terjadi apa-apa segera hubungi kami tengah malam pun kami siap"


" kalian orang terdekatku di sini Jika ada apa-apa pasti kalian orang pertama yang ku kasih tahu"


" kok Mbak keluar keringat banyak sekali"


" Nggak apa-apa cuma hari ini perasaan panas banget ,dah sana pada pulang udah sampai rumah masing-masing, sekarang masuk rumah, masak buat paraa suami masing-masing aku mau rebahan di dalam dulu" kataku sambil meninggalkan mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah dinasku Yang sebentar lagi aku tinggalkan, sambil duduk bersandar di sofa depan TV ku pandangi seisi ruangan mengingat momen-momen kebersamaan kami berdua sebelum Raffi pergi hingga Aku tertidur.Samar samar aku merasakan ada yang mengusap usap perutku dan juga mencium perutku, keningku. Tapi saat kubuka mataku tak ada orang di sekitarku hanya rasa mulas diperutku dan sakit pinggang yang makin tambah parah, Aku berusaha bangun tapi tidak ada tenaga akhirnya ku putuskan mengambil ponsel untuk menghubungi para tetanggaku tapi naas ponselku malah jatuh,tunggu bukannya aku tadi tiduran di depan TV kenapa sekarang sudah di dalam kamar siapa kira-kira yang memindahkanku tapi sakit yang datang lagi akhirnya aku paksakan bangun dan duduk untuk mengambil ponselku yang terjatuh.Suara pintu kamarku yang terbuka membuatku mengaalihkan pandangan nampak seseorang yang selama beberapa bulan aku rindukan berdiri di sana tampak ada luka di beberapa tangan dan mukanya kulitnya juga tampak lebih gelap dan rambut yang biasa pendek nampak gondrong.


" mimpi yang indah akhirnya kau datang juga dalam mimpiku" kataku.


" ini nyata bukan mimpi" katanya sambil berjalan mendekat ke arahku "sakit sakit perutku sakit" kataku sambil mengusap perutku.


"mana yang sakit"katanya yang sudah berjongkok di depanku dengan raut kwatir.


"ini nyata" kataku saat aku memegang pipi Raffi Yang kukira hanya mimpi.


" ini nyata sayang bukan mimpi aku suamimu yang datang" katanya sambil mengusap air mataku.


" Mas sakit sepertinya aku mau melahirkan siapkan mobil" kataku sambil menahan sakit dan Raffi langsung keluar menyiapkan mobil tak Berapa lama Raffi masuk bersama dengan Riko dan Sandi.


" pakai jilbab nya dulu Sayang" kataRaffi sambl membantuku memakai jilbab instanku dan menggendong ku masuk ke dalam mobil.


"Riko Tolong ambilkan tas besar di dekat meja riasku"teriaku.


" sandi kamu kemudian mobil Aku duduk di belakang menemani istriku" perintah Raffi.


" Mbak udah mau melahirkan" kata Ratih dan Santi yang baru datang.


" sepertinya udah mulas dan kesakitan" jawab Raffi.


" Ya Allah Kapan Raffi kamu selamat"tanpa memperpedulikan kata-kata Ratih Riko langsung masuk naruh tas dan Sandi langsung membawa mobil meninggalkan asrama menuju rumah sakit.