My soul mate

My soul mate
72.Ayumi Bashira Raksa



Aku masih belum mendapatkan kabar yang pasti sejauh ini, dari sholat isya aku masih terus berdoa untuk keselamatan dan kenyamanan istri dan anakku.


"Mayor sudah waktunya kita patroli"


"sudah kamu siapkan siapa-siapa yang akan ikut kita patroli"


"sudah mayor "


Ting Bayu


mas aku pinjam satu kaosmu ya


"tunggu 15 menit lagi aku mau menelepon seseorang dulu"


"siap laksanakan"


"assalamualaikum Bay"


"waalaikumsalam Mas, ini Mas tadi aku ambil kaos di rumahmu satu, waktu mengantar Mama pas pulang mengambil perlengkapan Fathar dan mbak Ika"


"gimana kabarnya Fathar sekarang "


"dibawa ke hotel sama orangtuanya Mas"


"terus kakakmu gimana"


" Alhamdulillah sudah keluar dari orang operasi juga sudah dipindah keruang perawatan tinggal nunggu siuman"


"Radit ada"


"sedang mengantar Fathar dan mama mas ke hotel "


"bagaimana dengan putriku"


"perasaan wajah bayi baru lahir sama aja sih "


"kamu ini, Mas akan kirim suara mas lagi azan dan iqomah tolong perdengarkan di telinga Putri Mas ya"


"siap Mas Mas kirim aja ntar saya kirim lagi ke mas videonya " padahal tadi begitu bayi sudah dibersihkan aku sudah mengadzani nya dan juga iqomah tapi aku tidak mungkin mengatakan sebenarnya, yang pasti dia juga akan sedih nanti. Setelah mas rafi mengirim voice note bacaan adzan dan bacaan iqomah aku segera mengambil ponsel mbak Ika untuk merekam aksiku memperdengarkan voice note-nya kepada putrinya yang baru lahir dan setelahnya aku kirim balik ke nomor Mas Rafi tapi sampai saat ini belum terbaca baru ceklis satu.


"Mayor ada suara orang dibawah jurang di dekat sungai "


"Ayo kita periksa "


"tapi Mayor ini jam 01.00 pagi"


"emang kenapa kalau jam 01.00 pagi, kamu takut ada hantu"


"bukan begitu Mayor aku cuma ya" kata tentara muda membuat Raffi tertawa kecil.


"kita banyakan orang nggak perlu takut kalau itu orang apa kita tidak kasihan malahan"


"siap laksanakan mayor "


Ahkirnya kita mencari sumber suara dan ternyata benar ada seorang kakek kakek bersama cucunya tidak bisa pergi dari situ dikarenakan si kakek kakinya terkilir dan cucunya tidak kuat untuk membantu kakeknya, cerita si Kakek mereka dari perjalanan ke desa sebelah ada acara di sana waktu pulang karena ingin menghemat waktu yang hampir gelap mereka memutuskan lewat jalan pintas tapi sialnya kaki si kakek malah terkilir bisa dibilang nasib mereka seperti pepatah Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak .


"mari naik Ke punggung saya kakek"


"biara saya aja mayor"


"tidak apa-apa ayo kek" dengan menempuh perjalanan yang cukup lumayan akhirnya kita sampai di rumah kakek yang disambut oleh keluarga kakek.


"Maaf saya tidak bisa berlama-lama di sini harus segera kembali ke pos"kataku mencari alasan supaya bisa cepat pergi dari rumah kakek karena selama di sini aku susah mendapatkan sinyal dan aku masih menunggu kabar gimana keadaan istri dan anakku.Karena terburu-buru pengen segera pulang tidak sengaja aku malah terpleset dan kepalaku melentur batu.


"Mayor tidak apa-apa"


"tidak ayo segera kita lanjutkan perjalanan sebentar lagi pagi"


Begitu sampai aku bergegas membuka ponselku, seketika air mataku mengalir tak dapat dicegah melihat putriku yang baru lahir sedang menggeliat di dalam box bayi.


"maaf Mayor saya mau membersihkan luka di kening Mayor" Raffi segera menghapus air matanya.


"Taruh situ aja nanti aku yang akan membersihkan sendiri lukaku"


"Mayor tidak apa-apa"


"aku tidak apa-apa aku hanya menangis bahagia putri kecilku sudah lahir"


"selamat atas kelahiran Putri mayor"


"terima kasih berkat doamu juga istri dan anakku bisa melalui semua ini"


"semua yang terjadi atas izin Allah dan juga doa tulus Mayor "


"sebentar lagi tiba waktunya sholat subuh untuk waktu Indonesia bagian timur sebaiknya Mayor jugy segera membersihkan luka dan mengganti baju kita akan melaksanakan salat jamaah bersama-sama"


Setelah membersihkan diri kami melakukan salat subuh berjamaah bersama-sama, dan setelahnya barulah luka di keningku diobati, sambil menunggu waktu salat subuh waktu Indonesia bagian barat aku istirahat sambil memperhatikan foto Putri kecilku yang baru lahir dan belum bisa aku gendong.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab Bayu sepertinya baru bangun.


"waktunya salat subuh bay bangun"


"emang mbakmu tidak tidur" terlihat wajah Istriku seperti sedang menahan rasa sakit.


"assalamualaikum sayang"


"waalaikumsalam Mas gimana kabarnya itu kenapa keningnya"


"bukan apa-apa sayang cuma terbentur"


"Mas pasti belum tidur kelihatan matanya merah"mataku merah bukan karena belum tidur karena aku sedih melihatmu dan tidak dapat menemanimu saat kamu membutuhkan aku kataku dalam hati.


"iya Mas baru pulang jam 03.00 tadi"


"sebaiknya Mas istirahat dulu"


"tidak tidur 2 hari aja Mas masih kuat, gimana keadaanmu Udah mendingan sayang"


"masih pada sakit nyeri semua badanku apalagi buat tertawa ,buat batuk terasa sakit nyeri di bekas jahitan kata suster tidak apa-apa itu wajar"


"banyak istirahat dan jangan banyak gerak dulu"


"Mas udah lihat putri kita"


"barusan mas lihat video yang dikirim Bayu"


"aku malah belum lihat semalam aku sadarnya malam katanya sih pagi ini setelah dimandikan baru dibawa ke sini"


"maafkan mas tidak bisa mendampingi mu"


"tidak apa-apa sudah risiko ku waktu memilihmu menjadi pasangan hidupku"


"Ya udah sekarang kamu istirahat Mas juga mau istirahat"


"ya assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Setelah ngobrol dan tahu langsung keadaan istriku, aku menghubungi Radit.


"****** ,masih pagi tahu udah telepon aja masih ngantuk tahu"


"tapi aku penasaran aku pengen tahu aku tidak tenang sebelum mendengar cerita langsung darimu"


"intinya dari penyidikan orang suruhan papa kecelakaannya disengaja untuk sementara tersangkanya Jeny tapi buktinya belum kuat Jadi kamu masih mencari bukti yang akurat "


"terima kasih"


" no no tidak ada yang gratis di dunia ini bro, Aku mau minta sesuatu padamu"


"apa asalkan aku bisa akan aku kabulkan"


"gampang saja putrimu aku yang kasih nama"


"aduh padahal aku sudah buat nama buat putriku kenapa harus kamu yang ngasih nama"


"ikhlas gak nih kalau nggak ikhlas aku juga nggak ikhlas nih nolongin istrimu"


"sialan kamu , dasar adek durhaka terserah kamulah yang penting anak istriku selamat dan istriku setuju dengan nama pemberianmu"


"oke ntar siang aku akan bahas dengan istrimu aku mau tidur lagi"


"salat subuh dulu baru tidur"


"he hehe iya "


"Kamu tidur di mana sih"


"di hotel lah si Bayu nggak mau ditemenin katanya aku suruh istirahat aja di hotel ya udah"


"emang putriku mau kau kasih nama siapa"


"Ayumi Bashira Raksa artinya Anak perempuan yang kuat dan Riang dari keluarga Raksa."


"wow pintar juga kamu kasih nama dapat inspirasi dari mana"


"Aku kesel waktu kamu telepon menyuruh dan mengasih kabar dadakan Ika kecelakaan dan kamu tidak bisa pulang rasanya aku pengen nonjok mukamu tapi begitu melihat putrimu kekesalanku padamu jadi hilang"


"ha ha berarti aku harus berterima kasih kepada putriku dong, karena putriku omnya tidak jadi memukul papanya "


"masih berapa lama lagi kamu satgas di Papua"


"Dalam surat tugas sih 10 bulan tapi nggak tahu bisa juga mundur"


"wah lu pulang anak lu udah jalan nggak kenal papanya tu, bisa mencari papa baru itu ntar"


"jangan macam-macam kamu awas kamu" hahaha pecah tawa Radit melihat kakaknya yang langsung marah.


"dasar cemburuan Udah ah aku mau salat subuh terus tidur lagi "


"terima kasih assalamualaikum"


"waalaikumsalam bro"