
"papa tidak akan memaksa mu mengikuti jejak papa,kamu bebas menentukan pilihanmu masa depamu asalkan kamu bisa bertanggung jawab dengan pilihanmu"
"kakek memintaku membantu Om Radit dan Om Damar mengurus bisnisnya,"
"papa maklum keinginan kakekmu untuk mempertahankan bisnisnya supaya diurus oleh anak cucunya itu sangat besar, tapi bapak juga tidak bisa memaksamu untuk mengikuti saran kakek dan nenek itu tidak nyaman"
"Pasti gara-gara papa nggak mau ngikutin saran kakek ngurus bisnisnya ya" kata Yumi.
"hahaha pintar putri papa"
"Emang mas mau lanjut ke mana" tanya Ika.
"Mas rencana pengen mengikuti Pendaftaran Taruna AAU "
"sama aja Atar itu sama aja ngikutin jejak papa"
"Beda Jepang kalau papakan ngambilnya angkatan darat kalau aku angkatan udara jadi beda "
"Intinya juga masih tentara lagi ,tentara lagi kan sama"
"kalau Akmil di Magelang mencetak TNI AD kalau sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Yogyakarta itu mencetak TNI AU".
"sak karepmu lah"gerutu Yumi.
"kok jadi kalian berdua sih yang berantem"
"Papa tegaskan sekali lagi mantapkan pilihanmu kalau perlu salat istikharah biar dikasih petunjuk"
"iya pa aku juga berencana begitu"
"Andai kamu mendaftar menjadi taruna AAU dan kamu lolos pendaftaran taruna AAU belum tentu bisa menjadi penerbang masih ada beberapa tahapan tes lagi , jika gagal kamu tidak boleh menyesal harus tetap menjalankan pilihanmu itu dengan penuh tanggung jawab, ibarat kamu makan apa yang sudah kamu ambil harus kamu habiskan jangan mentang-mentang tidak suka dengan yang kamu ambil terus kamu tinggalkan itu namanya membuang makanan mubazir begitu juga dengan pilihan yang kamu ambil jika kamu sudah mengambil pilihan jalankan nyampe akhir jangan setengah-setengah" terang Raffi.
" Aku juga sudah mencari semua informasi yang berhubungan dengan TNI AU"
" Kamu gak takut gak dapet warisan dari kakek kalau ngikutin jejak papa"
"maksudnya gimana ini"tanya Raffi, seketika Yumi menutup mulutnya.
"kenapa mulutnya ditutup adek"tanya Ika.
"cerita Ade " tugas Raffi.
"kakek pernah bilang kalau Athar mengikuti jejak papa saham yang didapat dari keluarga Raksa setengah dari yang seharusnya " kata Yumi lirih. Raffi langsung berdiri dan berjalan menuju kamar diikuti Ika dari belakang.
"Mas sabar jangan emosi "
"papa sungguh terlalu aku nggak suka papa memaksa anak anakku mengikuti kemauannya "
"wajar papa bertindak demikian mengingat hanya Dino dan Fathar cucu laki-laki nya, membuat mereka menjadi penerus harapan " kata Ika , mengingat mbak Arin mempunyai anak sambung laki laki tapi juga gak mau jadi bayangan keluarga Raksa, sedang Radit baru mempunyai 1 anak perempuan.
"Aku tidak suka papa mencampuri masa depan anak-anakku aku ingin anak-anakku bebas menentukan pilihan mereka tanpa ada tekanan dari siapapun"
"sabar kita bisa bicarakan ini secara pelan-pelan"
"papa memintamu membantu mengurus bisnisnya aku oke nggak masalah padahal mas tahu kamu juga capek ,kegiatan Persit ,mendampingiku masih berkutik dengan keuangan perusahaan."
"Mas perusahaan itu papa dan Mama mendirikan dengan susah payah kalau sampai terjadi apa-apa dengan perusahaan itu mama dan papa pasti sangat sedih"
"tapi sekarang banyak juga perusahaan besar yang dipegang bukan sama pemiliknya atau pemilik saham terbesarnya tapi tetap jaya kan tergantung kita pandai-pandai memilih CEO yang tepat untuk perusahaan kita"
"tapi mama dan papa kan lebih percaya sama anak dan cucunya sama darah daging sendiri Mas ,dan itu tanggung jawab emas dan saudara-saudara mas lain untuk memberikan pengertian sama mama dan papa supaya mereka tetap tenang meski perusahaan dipegang CEO yang bukan keluarga kita"
"sepertinya Mas harus menemui Radit dan Mbak Arin secepatnya, kamu udah jadi korban ke ambisinya keluarga Raksa jadi mas tidak mau anak-anak mas juga jadi korbannya"
"pagi mama, papa,Athar"
"iya mas Athar "
"Sejak kapan sih Adik manggil Mas nggak sopan kayak gitu"tanya Raffi.
"sejak pindah kesini kayanya."jawab Fathar.
"kenapa gitu Ade mama papa gak pernah ngajarin kaya gitu look "tanya Raffi ke putrinya.
"biar kalau di sekolah gak ada yang tau kita saudara "
"emang kalau tahu kalian saudara kenapa"
"waktu SMP aku langganan menjadi tukang pos sama tukang paket"
"maksudnya "
"maksud putrimu itu waktu SMP sering dititipin surat cinta buat masnya dan paket coklat"
"berarti pesona papa waktu muda menurun dong pada anak laki-laki papa"
"papa narsis "
"nggak usah bingung mau milih yang mana fokus ke ujian kelulusanmu dulu sebentar lagi ujian kelulusan kan"
"iya pa"
"aku berangkat duluan assalamualaikum "
"pakai motor siapa kamu hari ini"tanya Ika, mengingat sang Putri selama hampir setahun ini sekolah selalu naik kendaraan roda dua punya para tentara ajudanya atau ajudan papanya. Raffi pernah menawarkan membelikan motor baru tapi malah ditolak, dengan alasan Kebagusan kata Ika anak perempuannya wajah mirip dengan papanya tapi jiwa miskinnya mirip mamanya.
"aku mintak tolong sersan Yudi mengantar ku sampai lampu merah dari sana aku naik angkutan umum sampai sekolah " kata Yumi saat Raffi mau protes Ika melarangnya melalui gelengan kepalanya.
"kenapa ma"
"Fathar ikutin adikmu dari jarak aman "
"iya man, Aku berangkat sekolah dulu Ma pa assalamualaikum" kata Fathar setelah mencium tangan kedua orang tuanya.
"kalau papa tegur Yumi dan melarangnya naik angkutan umum kira-kira apakah Yumi akan menuruti kemauan papa" Raffi hanya diam dia sendiri juga ragu mau menjawab apa.
"papa nggak jamin kan dia akan menuruti papa bisa aja kan dia berbohong di belakang kita nantinya, seperti jaman waktu SD dulu apakah masih ingat"
Seketika ingatan Raffi terlempar pada zaman Yuni SD waktu itu Raffi baru pindah tugas seminggu ke daerah Serang Banten,Yumi minta izin kedua orang tuanya untuk ikut Fathar main bola di lapangan ,sama Ika tidak diizinkan karena baru sembuh dari sakit tapi saat Ika lengah dan Fathar sudah berangkat dia kabur menyusul Fathar ke lapangan, sejak hari itu Ika tidak berani melarang putrinya jika sudah berkehendak dia akan mengijinkan dengan mempertimbangkan menjadikan Fathar sebagai penguntit.
"kenapa ya anak itu semakin gede sifatnya susah ditebak"
"bukan susah ditebak Mas coba kamu ingat waktu kamu jaman sekolah emang kamu anak penurut kamu juga susah diatur, kamu dulu bandel sekarang anakmu tambah bandel" kata Ika sambil terkekeh.
"aku dulu berpikir kalau Fathar akan menuruti sifatku bandel ,berontak dan keras kepala tapi ternyata salah Anak perempuanku yang meniru"
"hahaha mas mas kalau kita terlalu kekang dia berontak tapi kalau kita kasih kendor dia lepas itu anak remaja sekarang, tidak semua anak menurut sesuai keinginan kita mungkin Fathar mudah diarahkan tapi kenapa giliran Yumi yang perempuan susah , itu tugas kita mendidik ke arah yang lebih baik"
"iya mas paham "
"ada kalanya kita makan enak ada kalanya kita makan asam, punya anak dua satu mudah diatur satu susah diatur"
"nggak nyambung mah"
"ya disambung-sambungkan di cocokkan"
"biar nyambung dan cocok di kamar aja masih ada waktu 1 jam lagi"kata Raffi yang langsung menggendong istrinya dan dibawa masuk kedalam kamarnya.
"makin tua makin mesum"teriak Ika saat kaget tiba-tiba di gendong suaminya.