My soul mate

My soul mate
84 . Penasaran



"Kamu sampai kapan di Jakarta" tanya papa pada Fathar yang lagi melakukan pus up di pagi hari.


"kalau tidak ada perubahan masih 2 hari lagi "


"kalau begitu entar malam bisa kamu temuin mamamu menghadiri acara ulang tahun Perusahaan konstruksi Ardi Karya , kakek nenek lagi ke Singapura, Ayah hari ini berangkat ke Bandung pulang besok,Mbak Arin dan suaminya gak bisa juga"


"terus om Radit " tanya Fathar, karena dia paling malas menghadiri acara perusahaan dulu pernah sekali waktu habis Praspa di ulang tahun RR GROP semua harus hadir dan saat itu Fathar tidak ada alasan untuk tidak hadir dan menurutnya acaranya terlalu membosankan karena dia tidak menyukai obrolan basa-basi dalam dunia bisnis.


"Radit lagi keluar kota ada masalah di salah satu perusahaan cabang"


"oke cuma menemani Bunda, berada di dekat bunda tidak boleh jauh sama Bunda itukan yang papa mau "


"good, kamu jadi ikut pendidikan Kopasus "


"jadi bulan depan mulai pendidikan "


"Selamat papa bangga padamu, papa dulu bisa ikut pendidikan Kopasus sudah berumur 31 tahun,sekarang kamu baru 28 tahun udah bisa mengikuti pendidikan Kopasus " kata Raffi sambil menepuk bahu putranya sebelum masuk kedalam rumah utama.


"Seharusnya kamu berangkat dari kemarin sore ke Jakarta,bukan dadakan begini udah tau acaranya nanti malam " omel Clara sekertaris direktur cabang Wijaya Karya di Yogyakarta sambil memberikan tiket pesawat buat Feby ke Jakarta , karena Feby dapat tugas menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang di selenggarakan di kantor pusat.


"masih keburu ko mbak santai aja nyampe siang istirahat sampe sore dan siap siap "


"dasar kamu si Bagas aja berangkat kemarin sore "


"wajarlah dia kan asli Jakarta , jadi sekalian pulang kampung dia"


"kamu itu dibilangin ya, sudah kamu berangkat sana hati-hati"


"siap mbak makasih udah mau aku repotin " kata Feby sambil masuk ke dalam bandara.


"keren juga ya loo Pake jas sudah seperti para eksekutif muda" kata Yumi sambil duduk manis di ruang keluarga, saat melihat Fathar turun dari lantai 2 menghampiri sang Mama yang sudah menunggunya.


"ayo berangkat ntar keburu malam"


"mamas serasa jalan sama brondong kalau begini" kelekar Ika, sambil menggandeng tangan anak laki-lakinya yang sudah dewasa.


"Mama nggak kelihatan tua kok tetap awet muda coba deh bentar sini aku fotoin aku mau kirim sama papa" kata Yumi


"ayo biar papa cemburu" kata Fathar dengan berpose mencium pipi mamanya.


"jadi kita datang mewakili perusahaan kakek"


"iya,"


" Begini dong pakai dress nggak pakai celana mulu , jadi kelihatan feminimnya tambah cantik nggak bisa move on aku dari kamu" kelekar Bagas pada Feby.


"nggak usah aneh aku telepon pacarmu nanti tau rasa kamu mas"


"Haha tenang Feby aman sekarang aku ,baru putus dengannya seminggu yang lalu"


"Hah putus lagi mas, kenapa sekarang "


"kata calon mertua gue pekerjaanku kurang menjamin hanya seorang tukang gambar nggak bakal bisa menghidupi anaknya,makanya cewekku dijodohkan sama guru SMP" jawab Bagas santai.


"haha maklum ya Mas orang kampung nggak tau aja ya tukang gambar ini gajinya melebihi guru SMP" kata Feby ,Feby dan Bagas masuk bersamaan selayaknya pasangan.


" Banyak dihadiri para eksekutif muda jadi manfaatkan kesempatan ini baik-baik untuk mencari jodoh siapa tahu ketemu jodohmu jangan dingin-dingin, jangan judes judes, jangan galak-galak jadi cewek" di kantor Feby terkenal sebagai perempuan yang dingin dan judes, hanya dengan beberapa orang yang di kenalnya dia akan bersikap ramah seperti pada Bagas dan direktur karena Bagas adalah sepupunya dari mama tapi tidak ada yang tahu di kantor kalau mereka saudara sepupu dan direktur karena sang direktur sudah tua seusia mamanya.


" kenapa nggak Mas aja yang sekalian cari jodoh,kan umurmu juga sudah tua" dengus nya.


"Hai bocah yaa , Aku bukan tua tapi usia matang"


"hahaha sama aja dasar menolak tua"


" kayaknya itu deh mas bangku khusus buat perwakila anak cabang "


"emang budhe gak masak "


" masak tapi habis ashar berangkat nemeni papa menjenguk rekan kerjanya di Bogor "ayah Bagas adalah kakak kandung mama Feby.


Setelah mengbil makan mereka duduk di meja khusus buat mereka, sambil menunggu acara inti sambutan CEO dan pembagian hadiah cabang terbaik,dan pemberian hadiah buat arsitek yang di anggap kontribusinya paling baik versi klain dan versi perusahaan,acara ini bertujuan untuk memberi semangat para arsitek agar lebih mengembangkan kemampuannya.


"pantas papa nggak suka Mama menghadiri acara beginian sendirian, banyak yang lebih keren daripada papa sih"


" hahaha Kata siapa menurut mama papamu tetap yang terkeren"


"ternyata mama bucin juga ya sama papa"


"haha bisa juga kamu,ayuk kita cari tempat duduk khusus buat kita "


"masih lama gak sih ma" bisik Fathar pada mamanya yang lagi ngobrol dengan seorang wanita seumuran dengan mamanya yang duduk di sebelah mamanya.


"Entar kalau udah sambutan dari CEO kita baru temui CEO nya dan mengucapkan langsung serta basa basi sebentar baru pulang,lagian baru juga 30 menit,sana cari makanan dan minuman tapi ingat jangan yang beralkohol kalau kamu mau cari menantu buat mama sekalian " kata Mama lirih.


" Emang cari jodoh kayak cari baju di mall apa " gerutu Fathar sambil berdiri dan berjalan ke arah makanan yang tersaji, hingga matanya menangkap sebuah meja yang diisi oleh beberapa kaum wanita dan laki-laki yang masih seusia dengannya di meja mereka tertulis perwakilan cabang. Dia ingin mendekat tapi tidak tahu caranya bagaimana supaya bisa bergabung dengan mereka ,karena itu dia hanya melihat dari jauh gerak gerik wanita Ya sudah membuatnya penasaran beberapa bulan, di meja itu ada beberapa laki-laki dan perempuan tapi dia hanya berbicara dengan satu lelaki di sampingnya saja selebihnya dengan yang lain hanya berbicara seperlunya atau jika ditanya. Apa mereka ada hubungan karena hanya dengan lelaki itu temannya itu mau berinteraksi monolog Fathar dalam hati.


" Bagaimana kabarmu Feby lama tidak berjumpa" sapa Fathar, sengaja Fathar mengikuti Feby yang berjalan meninggalkan meja menuju ke toilet.


" Baik," jawab Feby kaget melihat Fathar ada di sini di depannya, cinta pertamanya yang menolak dia hanya karena dia terlalu agresif mengejar-ngejarnya.


"kamu salah satu karyawan Ardi karya konstruksi" tanya Fathar basa basi.


"iya "Jawa Feby datar tanpa ekspresi tidak ada pandangan memuja seperti 10 tahun yang lalu yang selalu Feby perlihatkan jika bertemu Fathar.


"Datang ke sini dengan siapa"


" Dengan rekan kerjaku Maaf aku harus kembali ke mejaku" kata Febi sambil meninggalkan Fathar sendirian. Ahkirnya Fathar kembali ke meja mamanya berada,setelah acara sambutan CEO dan pembagian hadiah nama Feby Anisa dipanggil sebagai karyawan arsitek terbaik tapi yang membuat Fathar aneh kenapa nama keluarga Kusuma tidak disematkan . Jiwa penasaran Fathar semakin menjadi jika tadi dia meminta pulang tidak untuk saat ini,Fathar selalu memperhatikan Feby dari jauh dan itu tidak lepas dari pandangan sang Mama.


" Mama tidak menyangka yang mendapat gelar Arsitek terbaik wanita ternyata cantik juga,"


"biasa aja"


"kalau biasa aja kenapa dari tadi kamu memperhatikannya"


"Enggak wajahnya kayak nggak asing kayak teman sekolah SMA"


"Oya sapa dong"


" Dia yang dulu menantang Yumi makan makanan pedas hingga membuat alergi Yumi kambuh"


" Oya tapi setahun mama dia udah minta maaf dan lagian juga dia tidak tahu"


"iya sih "


"terus kenapa tidak kau sapa hanya kau lihat dari jauh"


" Dulu dia suka sama Mas tapi sekarang dia kayaknya cuek sama Mas tadi sempat aku sapa tapi dia malah buru-buru pergi"


"Berarti di mata dia Mas sudah tidak menarik lagi tidak semenarik waktu zaman SMA "


"justru sekarang pesona aku lebih daripada zaman sekolah Mama"


"coba buktikan kalau pesonamu tidak luntur " tantang Ika pada putra bungsu nya.


"oke siapa takut" kata-kata sambil berdiri membenarkan jas yang dia pakai.


"mama tunggu di sini perkenalkan dia sama mama" tapi begitu Fathar jalan mendekat Yumi malah berdiri menjauh sepertinya hendak meninggalkan acara.