
Setelah acara akad tadi pagi berjalan lancar,malam ini habis isya diadakan syukuran mengundang tetangga sekitar,rencana awal hanya syukuran dan doa biasa,tetapi karena seminggu lalu orang tua raffi ngasih bantuan dana buat acara akad,ahkirnya bapak tidak hanya mengundang tetangga tapi juga rekan kerja dan anak anak dari panti asuhan juga.
"kenapa sih harus katering ga masak aja"kata bulek Ranti
"biar ibu ga capek,Bu lek "kataku saat ini kami berkumpul mengotaki kue buat dijadikan satu sama bingkisan
"Halah capek apa tinggal nyuruh aku sama Ratna aja"katanya iya nyuruh tapi bulek juga ambil untung banyak kata ku dalam hati
"meski nyuruh kan tetap harus repot,beda kalau katering,udah beres ni lihat di kotak Ki,rapi juga"
"tapi kalau kurang gimana,enak ga"
"sekarang bulek ambil satu box terus Bu lek makan enak gak,ini langganan para pejabat Lo katanya teman ku yang rekomendasi"kataku bu.lek Diana adik bapak hanya mengelus punggungku
"ah tar kurang "kata Bu lek Ranti
"kalau cuma makan satu gak bakal kurang"dengusku
"kue nya enak pesen dimana"kata Bu lek Diana mengalihkan pembicaraan
"di teman Bu lek"
'mbak itu ada yang nganter sovenir,katanya dari keluarga mas Raffi"kata Lisa anak Bu lek Diana,gadis kelas dua SMA seumuran Bayu
"sovenir apa lagi,mas Raffi belum pulang masih di masjid"kata ku
"belum"
"ya udah suruh bawa masuk aja"ternya sebuah handuk olah raga,haduh tambah nyinyir tar adik adik ibu kataku dalam hati
"Lisa, bayu tolong masukin sekalian aja"kataku sebelum pergi ke kamar
Seperti dugaan ku dari awal bulek Ranti dan Ratna selalu mengorek siapa mertuaku sebenarnya kenapa syukuran aja bingkisan nya mewah
"biaya sovenir,biaya nikah mu ini kalau di kerjakan keluarga sendiri udah bisa buat acara hajatan,ga harus dibuang buang buat dikasih orang buat bayar jasa orang"dengus Bu lek Ranti
"emang mbak di kasih uang bantuan berapa sih sama besannya bilangnya cuma akad dan syukuran biasa ko depan di dekor,terus ngundang teman kerja dan anak anak panti segala"
"lebi dari cukup "jawab ibu
"menurut bu lek berapa "kata Bayu yang baru tiba dan ikut duduk habis bersih bersih depan bekas acara
"dua puluh atau tiga puluh juta kali"kata Bu lek Ranti
"iya sovenir nya tar aku mintak ya buat sari sama aku"sambungnya lagi
"tau gak bulek ibu dapat berapa buat biaya akad nikah lima puluh juta"
"bener mbak dapat sebanyak itu dari besan kamu"ganti Bu lek Ratna yang bertanya
"ga sah di dengerin omongan bocah "kata ibu meninggalkan kami
"beneran ibu mu dapat segitu"kali ini bulek ganti merecoki aku'
"eh mas dah selesai "kata ku begitu melihat Raffi nongol langsung ku samperin dan ku ajak ke kamar
"kenapa nyeret aku ke kamar mau malam pertama ya" godanya membuatku langsung memukul bahunya
'mesum "kataku langsung pergi meninggalkan nya yang masih berjalan dibelakang dan masuk kamar
"udah sholat Isyak dek" kata Raffi yang baru masuk sehabis dari kamar mandi
"hm "kataku
'capek ya"
"hm" kataku jujur aku belum ngantuk tapi aku pura pura ngantuk karena takut Raffi memintak haknya ,meski belum ada cinta dan sayang yang menggebu tapi aku tau kewajiban sebagai istri melayani suami nya.
"Minggu pagi aku balik ke batalyon siang berangkat ke batu jajar,aku ingin menghabiskan waktu untuk saling berbicara biar saling mengenal"kata Raffi mbuatku langsung duduk
"cuma saling berbicara kan tidak memintak lebih"kataku sehingga ku lihat Raffi menatapku dengan memicing satu matanya
"kamu pura pura tidur"katanya karena ketahuan aku hanya bisa nyengir kuda
"kenapa takut "tanya nya,aku hanya bisa mengaguk malu
"aku berjanji akan menugu kamu siap"katanya sambil mengelus kepalaku
"ayah selalu bilang boleh miskin harta tapi jangan miskin kehormatan"
"terima kasih,bisa menjaga kehormatan"
"ngapain terimakasih aku menjaga kehormatanku bukan buat kamu,tapi buat diriku sendiri"kataku membuat Raffi menatap lekat ke aku
"ngapain Lo lihat gw kaya gitu"
"mulutnya ya"
"ya habis kamu lihatnya aneh "cicitku
"kalau menurut mu pribadi apa arti sebuah keperawanan"
"perempuan bisa menjaga keperawanan itu bagus,tapi kan yang tidak perawan bukan berati tidak bagus,segala sesuatu nya kan udah digariskan,ada yang tidak bisa menjaga karena pergaulan bebas dan ahkirnya menyesal,ada yang kerena terbuai tipu rayu laki laki hingga menyerahkannya tanpa ikatan sah"
"kalau cowok kan ga kelihatan makanya diluar sana banyak yang laki laki dah punya anak ngaku masih Single"dengusku
"biasa aja kamu"katanya sambil mencubit pipiku gemes
"eh kenyataan,kalau misal lagi malam pertama perempuan kan ada darah perawan ya laki laki ga ada,eh tapi ga semua Ding ada sebagian perempuan yang perwawan tapi ga ada darah perawan ya"kataku membuat Raffi ketawa
"kamu itu tanya sendiri jawab sendiri"katanya
"biasanya orang kaya suka menikahnya sama orang kaya,alias yang setara orang tua Ra.."kata ku langsung ku tutup mulutku
"maaf mas raffi"cicitku sambil mengakat dua jari peace,sontak membuat Raffi mengacak acak rambutku
"orang tua mas kenapa hmm"
"ngasih restu,soalnya beberapa mantan yang status sosial diatas ku dan yang punya jabatan atau pekerjaan mentereng suka begitu"
"aku dulu pernah pacaran sama polisi dan tentara juga jelek jelek gini"kataku membuat rafii ketawa
"kalau kaya gini jelek cantiknya kaya apa "cup cup katanya yang diahkiri dua kecupan di pipi kanan dan kiri ku,
",kamu ko sekarang agresif sih cium cium dan pegang pegang mulu"dengusku sontak membuat dia ketawa
"aku mau jujur aku dah ga perjaka" katanya
"hah"kagetku sambil melotot
"udah jangan melotot ,tutup tu mulut ada lalat masuk"sialan batinku
"aku mintak maaf sebelumnya karena tida bisa menjaga keperjakaan ku,tapi itu masa lalu ku,aku cerita ke kamu biar kamu tidak kaget aku takut kamu tau dari mulut orang lain,yang terkadang suka di lebih lebih kan"katanya lalu merengkuh ku dalam dekapannya,membuat jantungku terpompa dengan cepat,aku ga tau karena ini pelukan pertama kami atau rasa yang sudah mulai tumbuh.
"sejak kecil aku selalu ditinggal dirumah sama pembantu dan kakakku,sampai menginjak remaja SMP aku mulai lepas kontrol mulai berani pacaran meski cuma pegangan tangan dan cium pipi,merokok balapan montor liar,dan masuk SMA kenakalanku bertambah tidak hanya merokok tapi mulai mengenal minuman keras dugem,karena ada uang aku udah biasa masuk klub malam meski masih pelajar,ikut balapan montor juga mobil dengan taruhan lebih menantang pacaran juga udah mulai Parah Making out dah tiap hari sama pacarku kadang juga bukan pacar,cewek nya sih main sosor"katanya membuatku penasaran sejauh mana pergaulannya
"sampai kelas dua aku ulang tahun yang ke tuju belas Kami merayakan dengan dugem di club malam dan ada yang ngasih obat perangsang padaku hingga aku kehilangan keperjakaan ku"
"sama siapa"
"pacarku saat itu tapi,emang pacarku udah ga perawan juga sih"katanya dasar laki laki dengusku
"terus Lo tau siapa yang ngasih obat perangsang"
"pacarku sendiri"
"hah"
" iya,katanya sebagai kado ulang tahunku"
"gila sekarang tau ga pacarmu yang itu kemana"
"tau,dengar dengar jadi model"katanya
"terus sekarang masih suka gitu"tanyaku
"sejak masuk Akmil aku stop,Taulah kerasnya didikan tentara gimana"
"mas kenapa masuk tentara"
"jangan cemburu ya,mas dulu masuk tentara karena cewek tapi kesini nya jadi menikmati"katanya sambil menguap
"udah ngantuk mas,tidur aja kapan kapan dilanjut"kataku,malam ini malam pertamaku tidur dalam dekapan laki laki,laki laki yang telah menjadi suamiku.