My soul mate

My soul mate
88. Penghuni asrama baru



"Jadi kamu di jodohkan" kata Fathar tak percaya temannya yang terkena Playboy bakal dijodohkan.


"iya kata papa ini anak temennya SMA dulu seorang guru di salah satu SMA swasta di Jakarta,"


"Berarti kalian belum ketemuan dong "


" Belum papa hanya mengasihi nomor ponsel yang bisa di hubungi sama fotonya doang ,sebenarnya sih lebih disuruh mencoba kalau cocok Ya silakan lanjut kalau nggak ya udah" Katanya setelah meminum kopi pahitnya ,kami sedang menikmati kopi bukan di kedai atau coffee tapi hanya di warung sederhana di dekat barak asrama prajurit bujang.


" Udah janjian ketemu dulu coba aja kenal siapa tahu cocok dan jodohmu, jadi selain menyenangkan orang tua dapat jodoh kan double keuntungannya"


"Aku penasaran sama cewek yang dijemput Serma Yusuf tadi pagi di bandara "


"kenapa " tanya aku penasaran dalam hati dasar playboy nggak bisa melihat cewek bening.


"Pertama kali dalam kondisi pakai seragam dicuekin cewek, tahu sendiri kamu aku itu tampan apalagi kalau udah pakai seragam kadar ketampananku bertambah " narsis nya .


"hahaha dulu dia gadis yang anggun ,glamor dan feminim, kalau sekarang lebih ke cewek dewasa yang mempesona"


"Hahaha kamu akui juga kan kalau dia tuh punya daya tarik tersendiri, kerja di mana ya kira-kira "


"Kalau nggak salah seorang arsitek aku melihat dia kemarin membawa Drafting Tube" nggak mungkin aku jujur bahwa kemarin aku melihat dia menerima penghargaan sebagai arsitek terbaik di perusahaannya bekerja.


"Keren seorang arsitek cantik mau aku dibangunkan gubuk cinta di hatiku"


"Dasar playboy tukang gombal"


suite suit suara siulan para kaumku membuat aku dan Ali melihat ke jalan nampak Feby sedang mengendarai sepeda gunung berdua dengan bocah laki-laki sebelas tahun.


" Baru juga diomong belum selesai sudah kelihatan lihat aja tanpa make up udah kelihatan cantik apalagi kalau di poles tambah cantik dia"


" yuk kita beli mie ayam juga sambil kenalan sambil ngisi perut" ajak Ali setelah menghabiskan kopinya.


"Aku dah kenal kamu aja sana yang kenalan lagian aku masih kenyang" kataku menolak secara halus karena filing ku mengatakan dia akan gagal berkenalan.


"kamu kan kenalnya hanya sebagai teman SMA sekarang kan versi dewasa 10 tahun waktu yang panjang buat merubah seseorang "


" Yang penting aku dah tau namanya"kataku sambil meminum kopiku dan Ali melesat pergi benar dugaanku setelah Ali masuk tidak sampai 10 menit kemudian Feby dan bocah laki laki itu keluar sambil membawa kantong plastik.


"Haha gimana sukses " ledek aku kepada Ali saat Ali keluar dengan membawa semangkok mie ayam duduk di sampingku.


" Semakin tertantang aku untuk mendekatinya masa ditanya jawabnya singkat jelas padat"


"Mau aku kasih tahu namanya"


" No no aku mau usaha sendiri"


"kamu tau itu bocah yang diajak anak siapa"


"Ya pasti serma Yusuf kemarin kan yang jemput juga serma Yusuf "


" Ya siapa tahu Serma Yusuf cuma diminta tolong menjemput"


" Anak laki -laki itu namanya Affan murid kelas 5 SD".


" Serma Yusuf kakak ipar Rini bukan, apoteker yang pernah Lo dekati tapi Lo tinggal dulu " kataku sambil mencoba mengingat.


"iya kayaknya Rini yang itu, Ya gimana aku nggak tinggal ngebet nikah,baru kenal tiga bulan saat aku sendiri masih belum yakin dengan sifat dan karakter orangnya udah ngajakin nikah." Kami ngobrol hingga waktu mendekati azan maghrib ternyata tidak hanya Ali yang heboh para tentara single di asrama prajurit juga pada membahas ada penghuni baru cantik membuatku tak suka, jika Feby jadi obrolan mereka meski bukan hal yang buruk juga yang mereka obrolin hanya sebatas fisik saja.


Tok tok


"masuk "


" Lapor letnan saya hendak mengantar surat penugasan dari kapten buat letnan "kata Serma Yusuf sambil menyerahkan amplop kepada Fathar.


Surat perintah inspeksi mendadak ke perumahan-perumahan dan barak-barak prajurit, dalam menegakkan disiplin pada prajuritnya, agar tidak terjadi pelanggaran yang mencemarkan nama baik satuan,yang menjadi target dalam sidak kali ini selain pemeriksaan amunisi dan bahan peledak serta kendaraan para prajurit dan kebersihan.


Lalu juga dilakukan pemeriksaan terhadap perumahan, kemudian pemeriksaan berlanjut kepada kendaraan milik prajurit. Pemeriksaan benar-benar sangat detail. Untuk kendaraan, tak cuma surat-surat saja yang diperiksa. Namun juga kelengkapan kendaraan seperti mesin, lampu, kaca spion, ban, rem hingga knalpot dan helm, semua di periksa dengan seksama oleh ku dengan beberapa PM(polisi militer ).


" maaf Bu Yusuf kami hendak mengadakan inspeksi"


" Bisa kami periksa surat-surat kendaraan bermotor ya dan mobil punya Serma Yusuf" kataku.


"ini sepertinya buat kendaraan roda duanya sudah waktunya membayar pajak ibu"


"oh iya Maaf sepertinya suami saya lupa udah telat berapa hari ya itu"


"sudah telat satu minggu"


" Feby bulek bisa minta tolong nggak"


"apa bulek " kata Feby yang keluar dari kamar dan nampak kaget ketika melihat ada aku dan beberapa PM sedang memeriksa kendaraan roda dua dan empat milik Serma Yusuf.


" Bulek lagi buru-buru ada janji sama temen bulek, kamu temani dulu letnan Fathar dan PM yang lagi mengadakan inspeksi semua udah diperiksa tinggal kendaraan dan ini surat-suratnya." ucap Bu Yusuf sambil buru-buru pergi.


"sial "umpat Feby meski tidak terlalu kencang tapi samar-samar aku bisa mendengar karena letak berdiri ku yang tidak jauh darinya.


" Menjadi arsitek bergaul dengan para kaum laki-laki membuatmu sekarang pintar mengumpat" bisikku di telinganya.


"buruan lah buru-buru kerjaan aku banyak, belum juga siang nanti berjanji sama pemilik apartemen yang mau aku tinggalin lagi"gerutunya.


"ini kendaraan roda duanya udah waktunya bayar pajak udah telat seminggu untuk mobilnya tidak ada masalah kendaraannya semuanya aman kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya" kata salah satu PM, sebelum akhirnya berpindah ke rumah dinas sebelah.


"kok kamu nggak ikut pindah ke sebelah"


"aku mau nanya Kamu mau cari apartemen daerah mana siapa tahu aku bisa bantu"


"terima kasih aku udah menemukannya kok tinggal ketemu sama pemiliknya"


"kenapa tidak tinggal di sini aja kan lebih aman di sini"


"tidak apa-apa lebih nyaman tinggal sendiri "


" Bisa nggak kita tukeran nomor ponsel "


"hahaha lucu kamu, dulu waktu sekolah kita satu sekolahan aja kita tidak pernah berbagi nomor ponsel apalagi sekarang yang belum tentu ketemu sebulan sekali buat apa nggak ada yang penting"


"Emang sih nggak ada yang penting hanya untuk berkomunikasi aja sih, aku nggak nyangka sama sekali kamu memilih profesi menjadi arsitek yang banyak di geluti laki-laki"


" aku juga tidak menyangka kamu akan menjadi seorang tentara"


"kenapa"


"ya mengingat latar belakang keluarga Raksa pada namamu Aku pikir kamu akan jadi orang kantoran bukan seorang prajurit".


"kamu tahu tentang tentang aku"


" Dulu aku suka padamu jadi aku mencari hal hal untuk mengetahui mu melalui data sekolah tanggal lahirmu ,nama lengkap mu, tempat tinggal mu".


" Terus sekarang apa masih suka padaku" perkataanku membuat dia sedikit menegang ada ekspresi yang berubah di wajahnya.


"Tidak sekarang hanya sebagai teman".


"kalau kamu menganggap aku teman harusnya mau dong bertukar kontak denganku "


"Haha aneh seorang Fathar memaksa meminta bertukar kontak denganku, jika kamu minta kontak padaku aku yakin kamu ada maksud"


"iya jujur aku ada maksud aku penasaran denganmu yang sekarang ingin mengenalmu lebih jauh"


"tapi aku yang sekarang tidak berminat untuk mengenalmu "


"kamu takut bertukar nomor denganku apa karena masih ada cintamu untuk aku "


"tidak ada"


"kalau sudah tidak ada gak perlu takut "


"ok" ahkirnya aku mendapatkan dan setelah kami bertukar nama ponsel aku melanjutkan tugasku.