
Sudah sebulan Raffi pergi meninggalkanku untuk satgas, aku kadang berharap Raffi bisa datang di saat aku mau melahirkan seperti waktu melahirkan Fathar dulu ,Raffi datang tepat di saat aku udah mules mau melahirkan padahal saat itu Raffi sudah tidak ada kabar berita selama sebulan.
"udah siap semua "
"udah dong "
"siapa yang menemani mu "
"seperti biasa Serda Yuni,Fathar aku titipkan sama Ratih biar main sama Rony "
"jangan Dadan ga usah pakai lipstik kalau perlu "
"pucat bibirku dong "gerutuku.
"udah ah udah ditunggu Serda Yuni "kataku lagi.
"hati-hati assalamualaikum,"
"walaikumsalam "
"ayo berangkat "kataku sambil berjalan menggandeng tangan Serda Yuni.
"rumahnya tidak dikunci Bu"
"tidak usah ntar kalau Fathar mau ngambil sesuatu repot"
"ibu sama mayor Raffi pasangan yang romantis bikin semua iri"
"ha ha biasa aja, kamu tidak tahu aja kalau kami itu sering berantem kalau di rumah"
"tapi nggak kelihatan loh bu kalau dari luar kelihatan rukun, apalagi Ibu cantik terus mayor ganteng"
"kamu tidak tahu aja kami itu sering berantem , kalau berantem kadang seperti Fathar sama Rony,kami sama-sama cemburuan" perjalana kami terasa lama karena ada macet yang di sebabkan mobil mogok di tengah jalan.
"ayo masuk Nemani aku periksa, jangan panggil ibu panggil Mbak "
"wah ko ganti Raffi mana "
"satgas dok"
"ini adik mu"
"menurut dokter pantas gak jadi adikku"
" pantes cantik kayak kamu"
"ha ha dokter bisa aja, dasar duren cari mangsa "sindir ku.
"Ahh kamu buka-buka kartu aja bikin malu ayo kita mulai periksa"
"usianya udah masuk 35 Minggu, posisi nya udah pas, beratnya bagus, semua sudah bagus ada yang ingin ditanyakan tidak"
"sejauh ini tidak ada terima kasih dok"
"sama-sama ntar malam paling juga suamimu menghubungi aku langsung" kata dokter William sambil menulis resep vitamin buat ku.
"Mbak kayaknya kenal akrab sama dokter tadi"
"ya karena dia teman sekolahnya papanya jadi akrab "
"jadi suami yang nyariin dokter mbak"
"bukan aku dari rekomendasi teman eh pas kontrol baru ketemu "
"gimana hasilnya pemeriksaan istriku " tanya Raffi pada William yang lagi ngobrol berdua melalui ponselnya.
"sejauh ini pemerisaan bagus tidak ada masalah perkiraan lahiran sekitar tiga mingguan lagi"
"Oya 2 hari lalu waktu istrimu kontrol di temani wanita muda siapa, aku tanya katanya adiknya"
" ha ha dia kowad yang aku minta tolong buat bantu istri ku "
,🎼🎼
"ehh Raff tar dulu ini nomor istrimu ko tumben menghubungi ku, takutnya ada yang penting tar aku kasih kabar ada apa "
"maaf dok mengganggu ini saya Yuni,ini ibu Raffi mengalami kecelakaan "
" bawa ke rumah sakit Ibu dan Anak saya lagi di sana "
" baik dok paling 15 menit lagi kita sampai ".
William yang lagi makan siang langsung menghentikan makannya dan bergegas menugu di UGD dengan meninggalkan ponselnya di laci meja kerjanya, setelah 18 menit ambulan datang nampak Yuni keluar dari ambulans dengan menggendong Fathar yang sesenggukan sehabis menangis.
"apa yang terjadi "
" saya kurang tau keserempet atau sengaja di tabrak"
"Ya tuhan, suster periksa mbak nya dan panggil dokter Danu untuk periksa Fathar'
"baik dok"
🎼🎼 papa calling
"halo siap mayor"
"kok kamu yang mengangkat telepon ku Yuni dimana istriku"
"maafkan saya Mayor saya lalai menjaga istri mayor"
"saya sedang mengantar Ibu belanja bulanan Sama Fathar tapi dalam perjalanan pulang saat ibu minta berhenti hendak membeli jajanan di pinggir jalan ada sebuah mobil yang sengaja atau tidak menabrak ibu yang hendak menyebrang dari arah belakang dengan sangat kencang saya sempat menarik Fathar tapi maaf .."
"terus sekarang gimana keadaan mereka"potong Raffi sebelum Serda Yuni menyelesaikan ceritanya.
"Ibu sedang diperiksa oleh dokter William dan Fathar sedang diperiksa oleh dokter Danu,"
"terus keadaan Kamu sendiri gimana"
"saya hanya mengalami luka ringan ini lagi diobati oleh suster yang bekerja di sini"
"tolong terus laporkan semua perkembang pada saya "
"baik Mayor "
Ya Tuhan tolong selamatkan istri dan kedua anakku dari beri mereka keselamatan kesehatan, ingin rasanya aku segera terbang kesana dan melihatnya secara langsung.
"Radit tolong terbang sekarang ke Surakarta Ika dan Fathar mengalami kecelakaan Aku tidak bisa pulang" kataku begitu sambungan telpon terhubung tanpa mengucapkan salam.
"gila Lo bukan mengucapkan salam main perintah aja"
" tolonglah barusan aku..."
"gak sah banyak bicara gw cari tiket pesawat dulu kalau udah dapet aku hubungi kamu"
Menugu kabar yang tak pasti seperti menugu waktu eksekusi buat ku, mengingat usia kehamilan yang masih 35 Minggu membuatku tak bisa berpikir tenang, aku coba hubungi William masih tidak di angkat gimana nasibnya istriku,ku coba hubungi Serda Yuni tapi juga tidak di angkat,mau menghubungi dokter Danu yang juga bekerja di rumah sakit yang sama, tapi aku tidak punya nomor nya, mau nanya Ayu nomor Danu gak mungkin no Ayu sudah aku hapus.
"assalamualaikum mayor "
"walaikumsalam "
"maaf dari tadi saya lihat ko sepertinya mayor tidak tenang "
"istri dan anak kedua anakku tidak jelas nasibnya "
"maksudnya "
"barusan saya dapat kabar bahwa istri saya yang lagi hamil 35 Minggu dan putra saya yang masih berusia 2 tahun lebih mengalami kecelakaan dan saya tidak bisa berbuat apa-apa "
"Mayor mari ambil wudhu kita doakan agar istri dan kedua anak mayor semuanya sehat tanpa kurang apapun "
"terimakasih sudah mau mendoakan anak dan istri saya "
"mari kita kirim doa buat mereka yang sedang berjuang " dengan langkah gontai Raffi mengikuti letna Agam mengabil wudhu sholat di lanjutkan membaca Alquran semampu nya, hingga dia merasa haus dan mengahkiri bacan nya, sudah 3 jam tapi belum ada kabar apapun,Ya Tuhan.
🎼 Radit calling
"assalamualaikum bagaimana Dit udah ada kabar "
"waalaikumsalam aku udah sampai solo bersama Bayu, sekarang kami lagi di rumah sakit "
"bagaimana keadaan Ika"
"Ika mengalami pendarahan hebat sekarang lagi di adakan tindakan CITO"
"CITO maksudnya "
"CITO adalah sebuah tindakan bedah yang sesegera mungkin dengan mempertimbangkan kondisi pasien untuk mendapatkan hasil optimal untuk keselamatan pasien, paham maksudku "
"aku tanya keadaan mereka bukan tindakan dokter "
"kami belum tahu ****** masih di adakan Cito berati istrimu masih di ruang operasi "
"Fathar"
"hanya shock sudah tenang bersama Bayu tapi dokter meminta supaya di pantau takutnya mengalami trauma"
"disini sudah masuk adzan ashar aku hubungi kamu lagi nanti sekalian cari siapa yang menabraknya dan motifnya apa,aku tunggu kabar selanjutnya"
"oke assalamualaikum"
"waalaikumsalam terima kasih"
"gimana mayor udah dapet kabar "
"belum masih di ruang operasi"
"pasti berat buat Mayor saat tidak tahu nasib istri dan calon anak ke duanya gimana, maaf saya hanya bisa bantu doa "
"terimakasih ,bener kata kamu justru doa yang di butuhkan istriku saat ini apapun hasilnya Tuhan tahu yang terbaik buat ku ,sekali lagi terimakasih telah menyadarkan ku "
🎼 mama calling
"assalamualaikum ma"
"walaikumsalam. ada apa ma"
"mama baru melihat berita televisi di dekat rumah dinas mu ada kecelakaan korban nya seorang wanita hamil dengan usia kandungan 35 minggu, dan sekarang mengalami pendarahan dengan banyak. Sehingga terpaksa g langsung di ambil tindakan operasi Caesar di CITO, dan juga ada korban anak kecil laki laki umur 2 tahun lebih dan barusan mama hubungi nomor istrimu tidak diangkat angkat"Raffi hanya bisa diam mendengarkan mamanya cerita panjang tanpa berani menyela karena dia sendiri juga tidak tahu kabar pasti mereka.
"Raffi kenapa hanya diam jawab mama, janga bilang kalau itu cucuku"
"maaf ma sepertinya...."
"apa yang sepertinya hah,kamu di mana sekarang "teriak mama marah.
"aku lagi satgas di Papua baru sebulan mah belum bisa pulang, maaf "Kata Raffi lirih dan tanpa mengucapkan salam mamanya langsung memutuskan sambungan telponnya.Raffi sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia bukan pegawai kantoran yang bisa cuti dan izin setiap waktu, hanya doa yang bisa dipanjatkan dia juga sakit mendengar kabar itu tapi dia juga tidak bisa pulang untuk saat ini.