My soul mate

My soul mate
64. Pergi ke Semarang



"yang "


"hmmmm "


"Fathar sudah 2 tahun lebih, bikin adik buat dia yuk"


"masih terlalu kecil ntar berantem mulu sama adiknya"


" Aku dengar melahirkan di diatas usia 35 tahun memiliki risiko kesehatan bagi ibu dan bayinya." kata nya sambil memelukku dari belakang sedang aku memeluk Fathar.


"terus " kata ku sambil memutar melihat ke arah nya.


"sekarang umur adik udah 33 tahun ,lagian kalau sekarang Adik program hamil belum tentukan dikasihnya sekarang,bisa setahun lagi ,sebulan lagi, 2 bulan lagi ,hanya Allah yang tahu"


" modusnya boleh juga tuh"


"ha ha tau aja sih" katanya aku tidak menanggapi tapi pura pura tidur,dasar kalau ada kemauan gak bisa di bilang mulutnya sudah berhenti bicara tapi gak berhenti memberi ******* dan menghisap bibir dan tangannya sibuk membuka kancing piyama ku


" Diam berarti iya"


" Dek rencananya Besok aku akan berangkat ke Serang"


" ada acara apa"


" mendampingi perlombaan menembak"


" Berapa hari rencananya"


" paling 3 hari"


" Ya udah ntar aku siapkan apa yang perlu dibawa"


" Mas berangkat dulu hati-hati di rumah jangan keluyuran"


" mau keluar ke mana Kalau keluarnya rumah juga diawasi mulu diikutin mulu" gerutu Ika.


" demi keamanan kamu" setiap keluar asrama pasti ada yang laporin ke dia jadi sebel aku kemana-mana diawasi, Soalnya kalau dia sudah menerima laporan aku keluar dari asrama setiap dia longgar pasti telepon, apalagi kalau kerjanya lagi santai bisa setengah jam sekali telepon nanyak kabar anaknya.


🎼 wa masuk


Lidya


Lily pindah tugas ke semarang rencana hari ini aku dan suami beserta tentara muda membatu membersihkan rumah dinas,biar besok orang nya datang udah bersih tinggal menata barang mereka.


^^^Ika^^^


^^^lo wa panjang amat kenapa ga telpon aja sih^^^


Lidya


putriku lagi tidur tar kebangun dia ga bisa dengar yang berisik


^^^Ikan^^^


^^^Gw usahain besok ke sana^^^


Lidya


ok,di tunggu


Kemarin Raffi sudah berangkat kalau tiga hari berati besok dia masih di Serang ,Banten berati kalau hari ini aku pergi terus besok pagi pulang aman kayanya.Raffi pergi tiga hari sekarang udah hari kedua ,besok baru hari ketiga monolog ku,tapi tunggu gimana aku bisa kuar tanpa ada yang tahu.


" pagi-pagi udah bangun aja sih Mbak" seru Ratih yang melihatku duduk di teras sendirian.


" lagi ada yang dipikirkan" jawabku so alay.


"ha ha ha bahasamu Fathar kemana"


"tidur "


" Aku kepengen ke Semarang Temanku baru pindah tugas ke Semarang suaminya ,jadi aku mau ke sana tapi Raffi nggak ada ntar dia marah nggak ya aku pergi tanpa dia"


" Ya udah pamit aja lagian lomba menebak,bukan dalam misi yang tidak bisa dihubungi lewat Ponsel"


" aku sih sanksi diizinin pasti dia jawabnya apa' ntar nunggu aku pulang' pasti begitu.


"ha ha ha dia takut kalau kamu keluar sendiri dikira masih single kali ya mbak"


" sendiri bagaimana aku kan kalau pergi selalu ngajakin buntut ku no lag tidur" kataku kesal, karena pernah suatu hari aku pergi ke minimarket terdekat hanya dengan Fathar dan Santi bersama putrinya, di sana ada beberapa tentara muda yang mengira aku masih single dan Fathar dikira keponakanku yang sama Santi dilaporkan sama Raffi.


Ahkirnya tanpa ijin Raffi aku keluar asrama bareng Santi,kebetulan Santi mintak kerumah hendak meminjam mobi buat kerumah mertuanya yang di Semarang jadi aku bareng mereka,tanpa berpikir dampak di belakangnya,hanya karena pingin kumpul teman lama ku.


" lu sendirian ke sini" tanya Lidya yang menjemputku di gerbang asrama.


" Ya enggaklah sama anak ku nih" kataku sambil menunjukkan Fathar di dalam gendonganku.


" Ya udah ayo lily sebentar lagi nyampe"


" eh jagoan mama sudah bangun"


" berhenti di depan itu ada warung mau beli jajan dulu buat anak-anak"


" ntar kamu bingung nggak nyari rumahku nyasar nggak"


" Enggak kan anakmu ikut aku "


" Sayang kalau dari warung sini pulang ke rumah tahu jalannya pulang kan"


Saat aku selesai membeli jajanan buat anak-anak aku berjalan dengan Lusi yang aku gandeng dan Fathar aku gendong, saat sampai di depan rumah dinas Lidya samar samar aku dengar suara Lily dan Lidya.


"ko ga mungkin "kata Lidya


"aku tahu ya Raffi itu cowok paling lebay,pasti Rafi lagi tugas" suara lily karena tahu betul kelakuan Rafi tidak akan mungkin mengijinkan aku ke Semarang kecuali sama Rafi.


"Rafi lagi ada perlombaan menebak "suara Angga.


"bener kan pantas di ijin kesini Fathar sama Ika "katany,


" tau aja ini belum satu"


"udah usg cewek cowok" tanyaku


"ga kata Angga buat kejutan aja cewek cowok sama aja"katanya


"Lo ga mau nambah lid"tanya ku


"mau sih ini juga lagi usaha"katanya sambil nyengir


"janjian yuk siapa yang jadi duluan "kata ku


"gila Lo,bikin anak janjian"kata Lily langsung diketawain mereka ,kami tidur di rumah Lidya ,Angga dan suami lidya merapikan rumah biar besok bisa langsung ditempati Lili karena Angga besok udah mulai kerja.


"kamu pulang sekarang " tanya Lily


" Iya aku takut ntar Sore ya apa siang Raffi pulang" kataku sambil menyuapi Fathar makan pagi.


" buru-buru karena takut apa sayang sama dia"


" dua-duanya kayaknya deh Ly"


"ha ha ha dulu bilang tidak mau menikah sama Abdi Negara sekarang jadi buncin"


" aku tidak bucin cuma menghormati dia sebagai suami yang baik" kataku Sambil tertawa ngakak setelahnya, jam 08.00 aku berangkat dari Semarang dan jam 10.00 aku udah tiba di Surakarta.


" Aman Dek kayaknya" kataku sambil membuka kunci rumah dan menaruh beberapa barang di ruang tamu.


" apa yang aman hmm" kata Raffi yang berdiri di depan pintu kamar dengan muka datar.


"kapan nyampenya ,ayo Fathar cium tangan papa "kataku lirik sambil menelan ludah.


"jagoan Bapak dari mana"


"main jauuuhhhh "


"mau main lagi nggak"


"mau mau mau"kata Fathar sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, membuat Raffi gemes dan mencium kedua pipinya yang gembel.


"sekarang Adik main ke rumah Roni Mama sama papa mau bicara dulu"


"oke papa" kata Fathar turun dari gendongan Raffi dan berlari keluar, mampus kataku dalam hati.


"Mas kapan nyampenya"kataku hati-hati mendekat mencium tangannya yang dibalas dengan tatapan datar.


"aku aku"


"aku apa hmmmm"


"aku minta maaf pergi tidak pamit aku pikir Mas masih besok pulang nya atau ntar malam, sore apa siang kan katanya masih 3 hari"


"kalau Mas pulang bareng rombongan harusnya Mas pulang besok malam bukan pagi ini, karena apa siang ini masih ada acara kumpul-kumpul dulu besok pagi baru pulang mengendarai mobil bareng dengan rombongan, dari Serang ke sini berarti nyampe sini besok malam"


"he he " tawaku garing..


"semalam Mas kumpul bareng teman sampai malam ,jadi Mas putuskan pagi ini pulang dengan penerbangan pertama dan sampai rumah jam 09.00 pagi, tapi rumah kosong, kamu tahu apa yang mas pikiran"kata Rafi sambil berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di pinggir ranjang kami.


"Mas masih berpikir positif Karena mobil di depan tapi waktu emas masuk kamar posisi ranjang yang bersih berarti semalam adik tidak tidur di rumah"katanya tegas.


"Maaf aku dari Semarang, Angga pindah tugas di Semarang jadi aku ngumpul bareng Lily dan Lidya di sana ,aku nebeng sama Santi dan Sandi yang hendak ke Semarang dengan menggunakan mobil kita"kataku hati-hati sambil berjalan ke arahnya dan langsung duduk di bangku aja, harus dirayu nih batinku.


"tapi bisa kan menghubungi atau izin lewat telepon, buat apa ponselmu kalau nggak hubungi Mas"


"aku pikir Mas bakal tidak ngasih izin makanya aku kemarin langsung bareng mereka, cuma sehari ini mikirku"


"lain kali hubungi Mas telepon Mas minimal wa jadi Mas tidak berpikir yang aneh-aneh, entah ntar Mas izinkan atau tidak Yang penting kamu izin dulu ngerti" kata nya sambil berusaha menurunkanku dari pangkuannya, karena dari tadi dia selalu memandang mukaku dengan tatapan datar dan dingin.


"Bisa turun gak..." kata nya kupotong dengan aku menyambar mulutnya yang ndak terbuka mungkin mau menyuruhku duduk ku cium bibirnya tapi dia diam tidak merespon, akhirnya akhirnya ku cium lagi ku hisap bibirnya kumasukkan lidahku untuk membelit lidahnya, tidak lama kurasakan dia mulai membalas ciuman ku.


"mau mencoba merayu hmmmm "katanya di ahkiri ciumanku.


"mang bisa dirayu ya"kata ku yang langsung di sambar lagi dengan ciuman setelah aku menghentikan bicara.


"papa jahat, lepaskan mama papa ,papa jahat"teriak Fathar yang tiba-tiba masuk kamar.


"eh ada apa sayang"kataku langsung loncat dari pangkuan Raffi.


"kenapa papa menggigit bibir mama dan mendekap Mama kayak begitu"


"tidak apa-apa hanya bibir Bapak ada kotoran jadi Mama membantu membersihkannya, ayo sekarang kita pergi main lagi di luar"kataku sambil berjalan keluar meninggalkan Raffi.


"kan ditinggal lagi lagi tegang-tegang Nya " gerutu Raffi aku cuma terkekeh.