
Sudah seminggu sejak pernikahan Bagas dan Yumi berlalu Fathar dan Feby masih tinggal di rumah orang tua Fathar, dengan alasan keluarga besar masih berkumpul.
"Dek 2 Minggu lagi aku sudah mulai kerja dan pindah tugas ke Lanuma Abdul Rachman Saleh (ABD), Malang. Tapi sebelum pindah temani mas ke Markas Besar Cilangkap, Cipayung, buat kenaikan pangkat mas" ucap Raffi .
Feby yang lagi asik memakai skin care malam melihat kearahnya.
"Apa maksudmu kamu kan sekarang pilot komersial bukan bagian dari TNI AU lagi" ucap Feby.
Mengenai gugatan cerai ahkirnya Feby menyerah karena merasa dia yang sudah menyanggupi sejak awal tentang tidak adanya perceraian di antara mereka. Hingga saat pertemuannya dengan Lilis dan Ari membuat Lilis kesal karena dalam makan siang itu Feby minta maaf tidak jadi menggunakan jasanya AA nya. Berbeda dengan Lilis yang kesal Ari menerima dengan legowo dan merasa sangat kagum dengan Feby yang bisa memegang teguh janjinya.
"Sebenarnya mas tidak pernah keluar dari TNI AU hari itu saat mas mendapatkan tawaran untuk bergabung pihak BIN dan BAIS yang setelah melalui berbagai tes mas lolos karena mas sudah menguasai jalur Medan udara juga darat. Mas terpilih karena selain mas anggota kopassus dan Kopasgat saat itu mas dalam posisi depresi jadi alibi sangat cocok, depresi di tinggal istri" ucap Fathar masih dengan posisi mengelus-elus rambut putrinya yang sudah tidur pulas.
Feby berjalan ikut bergabung dengan Fathar di tempat tidur mereka dan Diva yang sudah pulas dengan Fathar berada di tengah,katanya Fathar ingin menikmati rasanya di kelilingi 2 bidadari.
"Jadi selama 2 tahun kamu menyamar menjadi pilot." ucap Feby yang di jawab anggukan.
"Terus siapa yang tahu kalau kamu lagi menyamar?" tanya Feby.
"Awalnya tidak ada tetapi sejak aku kembali dari Timor Leste papa mengetahui,karena papa mendekati beberapa petinggi TNI yang masih berkomunikasi dengannya untuk membantu mencariku, dari sana papa mengetahui kalau aku emang sengaja terjun langsung untuk mendekati target" ucap Fathar.
" Jadi penyanderaan di Timor Leste dan pembajakan jet pesawat itu rekayasa?"tanya Feby.
" Masalah penyanderaan di Timor Leste itu emang aku sengaja mengumpankan diriku supaya bisa bergabung dengan mereka" ucap Fathar.
" kalau tentang pembajakan jet pribadi itu rekayasa juga" tanya Feby penasaran.
"Itu rekayasa sebenarnya tidak demikian tapi kami tidak perlu tahu nanti kamu tambah sedih mendengarnya biarkan aku dan atasanku yang tahu" ucap Fathar sambil tangannya berpindah mengusap-masakan rambut istrinya, yang tadi mengusap rambut putrinya.
" Sebenarnya Yumi sempat curiga tapi mama yang yang lagi sibuk ngurusin persiapan pernikahan melarangnya untuk memikirkannya. Aku bukan Diva tidak perlu usap-usap udah malam sebaiknya kita tidur" ucap Feby sambil menurunkan tangan fathar di atas rambutnya.
" kalau malam ini kita olahraga lagi gimana"ucap Fathar.
" perasaan sejak kejadian di hotel tiap malam kita olahraga malam kamu tidak capek" ucapan Feby Sambil memandang Fathar sebel.
" Tidak ada capek untuk masalah olahraga malam, olahraga yang banyak manfaatnya mendapat pahala menyenangkan suami dan menjaga keutuhan rumah tangga kita, lagian efek terlalu lama puasanya" ucap Fathar sambil tersenyum mesum.
" kok perasaan sekarang mulutmu tambah manis, apa sudah menjadi playboy ulung"ucap Feby sambil memicingkan mata.
" Jujur Alex mengajakku berbagi kesenangan dalam segala hal, tetapi karena punya Diva dan kamu Aku berusaha menghindar bagaimanapun caranya" ucap Fathar.
" Masaa' yang bener aku tuh pernah mendengar istilah tidak ada kucing yang menolak ikan asin" ucap Feby.
" Ada kucing-kucing peliharaan jenis tertentu itu tidak doyan ikan asin dia doyan makanan tertentu makanan yang hanya ada di tempat tertentu kaya aku,kamu itu seperti karma buatku " ucap Fathar membuat Feby bingung.
"Maksudnya ?"tanya Feby.
"Waktu mas zaman labil kamu mengejar mas, giliran sudah dewasa aku yang mengejar mu sampai bertekuk lutut padamu. Istilah anak zaman sekarang sering menyebutnya buncin ,aku buncin kamu " ucap Fathar.
Sambil menyerang istrinya untuk melakukan olahraga malam.
" Papa Bangga padamu dengan segala pencapaian mu di umur mu yang ke 33 tahun ini, semoga karirmu di dunia militer semakin cemerlang melebihi karir papa " ucap Raffi sambil memeluk putranya bangga.
"Yang amanah dengan pangkat barunya semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa tingkatkan kualitas diri dengan terus beribadah dan belajar terus menerus.Jangan lupa setiap langkah dan gerak kita diiringi dengan doa."ucap mama.
Mama seperti Feby yang tahu semuanya baru-baru ini sebelum hari kenaikan kenaikan pangkatku dan itu sukses banget membuat mama marah padaku dan papa, bahkan aku dan papa di cuekin parahnya selama seminggu Diva dan Feby di boikot mama ahkirnya aku seminggu tidur berdua dengan papa.
"Selamat ya Mayor Fathar sukses selalu" ucap Biantara yang memang sekarang dinas di Markas Besar Cilangkap, Cipayung.
"Terima kasih kapten "ucap Fathar.
"Saya tidak mengira anda anak jendral bintang 3 dan cucu seorang konglomerat" ucap kapten Bian .
"Yang Jendral bintang 3 Ayah saya sedang yang konglomerat kakek saya, saya bukan apa-apa dibanding mereka saya hanya tentara biasa seperti anda " ucap Fathar merendah.
" Saya sudah mempunyai bidadari yang lebih dari segalanya yang mau menerima saya tanpa memandang keluarga besar saya maupun jabatan orang tua saya" jawab Fathar sambil tersenyum.
"Oya saya baru tau anda sudah menikah selamat ya semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah " ucap Kapten Bian.
"Itu yang berjalan kesini mereka 2 Bidari saya" ucap Fathar sambil tangannya melambai ke arah istri dan anaknya yang berjalan kearahnya dengan menggunakan seragam ibu-ibu PIA Ardhya Garini), warna biru langit. Feby hanya menggunakan masker hijab tanpa menggunakan niqab nya, karena setahu Feby itu dilarang makanya dia kalau ada acara di kesatuan selalu membawa masker buat di pakai,tatapi jika terpaksa di lepas dia akan melepasnya. karena pemakaian cadar bagi perempuan Muslim setahunya sunah berarti jika ditinggalkan tidak berdosa.
"Assalamualaikum kapten Bian" ucap Feby memberi salam.
" Walaikumsalam" jawab Bian dengan bingung dengan raut penasaran.
" Anda tidak mengenali istri saya kapten?"tanya Fathar.
" Sepertinya saya mengenal tapi saya lupa ya, maaf " ucap Bian penuh sesal karena tidak bisa mengingat.
" Febi Annisa Kusuma arsitek yang dulu pernah dipakai jasanya oleh kapten Bian" ucap Feby sambil tersenyum meski orang yang di ajak tersenyum tidak bisa melihat.
" Maaf Saya tidak mengenali karena tertutup masker dan sekarang berhijab jadi kelihatan lebih anggun, pasti habis nikah kemarin pindah ke Padang ya makanya berhenti kerja " ucap Bian.
" Iya kok anda tahu?" tanya Fathar.
" Setelah proyek rumah aku selesai mencari kamu untuk mendesain rumah kakak aku,tapi nomor kamu tidak bisa di hubungi terus saya ke kantor Katanya sudah resign" ucap Bian.
" Iya ,wah selamat kalau ini benar Mayor Fathar sangat beruntung bisa mempersunting kamu, pasti ini putri kalian cantik seperti mamanya" ucap Bian.
" Terima kasih kapten kami mau permisi dulu, sudah ditunggu kedua orang tua" ucap Fathar mengajak istrinya pergi dari sana Setelah berpamitan dan mengucapkan salam perpisahan.
" Cantik seperti mamanya, apa dia nggak tahu kalau Diva itu 75 persen mirip aku" ucap Fathar yang sudah di dalam mobil hendak mengantar pulang anak dan istrinya.
" Nggak usah aneh-aneh deh cemburu mu itu tidak beralasan" ucap Feby.
" Tidak beralasan bagaimana, kamu sih tidak tahu gosip yang beredar" ucap Fathar ketus.
" Emang gosip nya apa?" tanya Feby.
"Kapten Bian menyukai perempuan yang mendesain rumah barunya ,tetapi wanita itu tidak tahu ke mana Karena setelah mendesain dia hilang kontak dengan wanita itu" ucap Fathar.
" OOO" ucap Feby sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Apa hanya oo doang, dia suka kamu , kamu sadar gak sih" ucap Fathar kesel.
" Sadar Karena setelah proyek kami selesai dia pernah minta izin untuk bertemu jika lagi berada di Jakarta" ucap Feby santai meski dia tahu suaminya lagi cemburu.
"Terus kamu mau di ajak bertemu".
" Tidak kebetulan aku lagi banyak kerjaan '' ucap Feby.
" Dokter Dika, Ari sekarang kapten Bian benar kata orang makin tua makin menarik ya istri ku ini' ucap Fathar.
" Tidak usah merayu aku tidak mempan kau rayu " ucap Feby sinis.
" Besok temani aku menemui Zarah ya" ucap Fathar.
" Buat".
" Aku tidak tahu tadi pagi dia wa padaku untuk bertemu dengannya hari ini ,tapi aku tolak bilang kalau mau besok siang jam makan siang" jelas Fathar.
" Ok jam makan siang ".
Sejak kami memutuskan untuk bersama lagi memulai segalanya dari awal kami memutuskan untuk saling jujur tidak ada kebohongan dan saling mempercayai.