My soul mate

My soul mate
60.Fathariandi Abinawa Raksa



Begitu mendengar kabar aku melahirkan cucunya, Bapak dan Ibu segera berangkat ke Surakarta dengan diantar Bayu,begitu juga mama dan papa langsung terbang dari Jakarta ke Solo untuk melihat cucu laki-lakinya.


"ko anak mu ga ada mirip mirip nya sama kamu ya raf"kata radit.


" Kamu nggak lihat itu mata ,alis,hidung mirip siapa ,mirip aku papa nya" kata Rafi tak terima.


" Iya hanya itu doang yang mirip kamu yang lain mirip Ika semua"


" iya wajar karena Ika ibunya ,Ika yang mengandung dan melahirkannya"


" kalian nggak ngerasa mukanya mirip aku" kata-kata Bayu membuat Raffi langsung melotot tak terima dan Radit tertawa ngakak.


" ini enter kalau sudah besar pasti mirip Uncle yang ganteng ini" kata Bayu lagi yang sedang menggendong Putraku.


" kalian itu sudah pada dewasa tidak malu berantem Lagian anak umur segini itu mukanya masih berubah-ubah" kata ibu menengahi perdebatan berikan bertiga.


" sini gantian aku yang gendong" kata Radit sambil mengambil Putra kami dari gendongan Bayu, tapi baru 5 menit digendong Radit Sudah menangis kencang membuat Bayu dan Raffi ketawa meledeknya.


" tanganmu panas Mas makanya Langsung menangis"ledek Bayu pada Radit.


" Sialan kamu anak kecil kalau ngomong"


" itu Mulut dijaga ya Ada anak kecil yang mendengarkan"kata Raffi.


" masih bayi juga nggak bakal ngerti kita ngomong apaan" protes Radit.


" sudah menyiapkan nama buat putranya nak Raffi" tanya ayah.


"sudah yah Fathariandi Abinawa Raksa dari kata Abinawa: akhlak terpuji dan mengagumkan dalam bahasa sansekerta,Fathariandi ( Islami ) : anak pertama yang jantan dan kuat.sedang Raksa nama keluarga" jelas Raffi.


"bagus anak laki laki pertama yang kuat dan berahklak terpuji dari keluarga Raksa" kata ayah.


"pinter juga lo cari nama "


"ya pastilah gw gitu lo"


"haiss kambuh sombong nya"


"nak Raffi baru datang tadi berati ya"


"ya bu saya sampai solo siang sekitar jam sepuluh,eh jam sebelas udah lihat Ika mules mintak dianter kerumah sakit"


"berati nak Raffi belum istirahat,dong"kata bapak yang di jawab hanya garuk garuk kepala sama Raffi.


"kalau begitu sekarang nak Raffi pulang istirahat di rumah biar ibu yang jaga Ika"


" tapi Bu saya juga mau jagain"kata Raffi enggan meninggalkan istrinya.


" tapi badan nak Raffi kasihan perlu istirahat"


" sebaiknya Mas pulang istirahat di rumah itu rambut juga waktunya potong supaya rapi dan sekalian bapak ajak istirahat di rumah ya" kataku, akhirnya Raffi mau pulang sama bapak dan Radit.Karena lahiran normal harusnya sudah bisa pulang malam ini, tetapi Raffi minta dokter untuk memantau ku 24 jam lagi jadinya aku menginap semalam di sini.


" ini kamar perawatan kamu apa tidak mahal tho ndok" kata ibu yang melihat fasilitas di dalam kamar rawat inap ku.


"aku gak tahu buk Raffi yang pesan " Raffi memesan kamar suit room dengan fasilitas seperti hotel dengan AC ,Kamar Mandi (Air Panas dan Dingin) dan tersedia juga tempat Tidur Penunggu Pasien (2 Unit),Sofa Penunggu Pasien (3 Unit,)Lemari Pakaian,Kitchen Set,Kulkas 2 Pintu,Dispenser (2 Unit),TV LED (2 Unit),Wifi.


"suami mu bener bener ndok pemborosan,padahal juga besok pagi sudah boleh pulang"kata ibu yang terus bercerita tentang pemborosan yang di lakukan Raffi,hingga mama dan papa datang tapi karena mereka datang sudah malam mereka hanya sebentar di rumah sakit melihat cucunya dan segera pulang selanjutnya istirahat di hotel, lagi lagi ibu menyayangkan kenapa harus tidur di hotel yang kata ibu pemborosan ,aku sendiri maklum gaya hidup Keluarga kami yang berbeda.Keluarga Raffi lahir dengan sendok emas yang biasa hidup mewah sedangkan aku hidup sederhana yang mungkin bisa di bilang pas pasan.


" sudah diberesin semua yang harus dibawa pulang" kata ibu siang ini aku pulang dari rumah sakit.


" sudah diberesin semua pembayarannya Ayo kita pulang sekarang" kata Rafi yang baru masuk, Raffi bilang papa dan Mama lagi di asrama menyiapkan kamar buat cucunya, jadi yang menjemput ku di rumah sakit hanya Raffi beserta ibu dan bapak sedang Bayu dan Radit Aku tidak tahu ke mana mereka.


" sini Bapak bantu bawa tasnya kamu bantu istrinya jalan" kata bapak sedangkan ibu menggendong cucunya akhirnya Raffi menyerahkan tas kecil berisi pakaian kotorku,


" Waalaikumsalam selamat datang jagoan" sapa para penghuni asrama dan mama papa.


" Sini duduk sini duduk" kata Mama,


"kamar anak mu bagus banget "bisik ibu sehabis menaruh putra kami di kamar sedang aku belum melihat kondisi kamar ,karena masih banyak tamu yang berdatangan dari menanyakan kabar kepulangan Raffi dan kabar Aku yang sudah melahirkan, silih berganti orang berdatangan aku sendiri tidak enak untuk meninggalkan ibu-ibu yang lagi menjenguk Putra kami.


" Dek sebainyak kamu istirahat di kamar" kata Raffi padaku.


" nggak enak Mas banyak orang"


" Ya udah sebentar lagi azan pasti mereka pulang" kata Raffi ,begitu Adzan Dzuhur berkumandang para tamu pada pamit pulang sedang Raffi,Bapak, Bayu pergi ke mushola ,sedang Papa Mama dan Radit balik ke hotel sejak banyak penghuni asrama yang menjenguk mulai datang tadi.


" ini mertua mu makanannya beli apa bikin " kata ibu mengomentari aneka makanan dan kue-kue buat para tamu yang begitu banyak.


" Belilah bu segini banyaknya hidangan"


" Beli di mana ya ndok Kok enak"


" yang mana aku tahu Bu" padahal dalam hati aku menebak pasti semua sayur-mayur ,lauk dan kue-kue basah ini pasti beli di restoran tempat hotel mereka menginap.


" Ya udah sekarang lagi tidak ada orang kamu sana makan yang banyak biarASI mu biar cepat keluar terus istirahat.


Malam harinya rumah tambah rame banyak yang menjenguk dedek bayi dan melihat keadaan Raffi dan putra kami, Papa dan Mama sore tadi Segera balik ke Jakarta karena masih banyak pekerjaan sedang Radit balik ke Malang bersama Bapak sedang Ibu dan Bayu tinggal di sini.


" ini putramu Mau dipanggil siapa Mbak"kat Ratih.


" Terserah kalian mau manggil apa"


"Fatar ,Andi atau Abi semuanya bagus"kata Santi.


"fatar aja sama sama anak sultan ini"kata Ratih


" Iya beda yang Sultan bapaknya anakku cuma anak tentara"


" tapi kan sama-sama Mbak warisan bapaknya jatuhnya ke anaknya"


" tapi tetap tak sesultan bapaknya keles" sanggah Santi.


ha ha ha bener bener kata mereka.


" sudah malam pulang-pulang tamu di harap pulang" usir Raffi.


"mas" tegur ku pada Raffi,tapi Ratih dan Santi malah berdiri cuek merapikan beberapa piring kotor bekas tempat kue.


" Mbak aku mau kuenya ya buat cemilan malam"


" ambil aja Sesuka kalian mana yang ada"


" Oke siap kapten" kata mereka berdua setelah selesai membersihkan piring-piring kotor, sedang ibu sudah tertidur di dalam kamar.


" Mas Malam ini tidur di luar ya sama Bayu"


" Oke Sayang tidak masalah"


" Bayu ke mana Nggak kelihatan"


" nggak tahu pergi ama Farhan"


" baru juga datang kemarin udah kenal aja "


" Bayu anaknya friendly cepat akrab sama orang" kata Raffi dan aku juga membenarkannya dalam hati,bayu mudah akrab dengan orang dari pada kami ketiga kakaknya.