My soul mate

My soul mate
18.demo



"pagi "sapaku pada Radit yang udah stand bay dimeja kerjanya,bukan untuk kerja tapi lagi memakan sarapannya


"dit senen ko tumben sepi,kaya hari Minggu aja"kataku


"mbak belum tahu,kalau hari ini ada demo buruh"


"bukannya demonya di depan kantor DPRD ya,"


"di DPRD,itu cuma perwakilan,mayoritas disini, bapak mbak ga cerita"


"gak bapak cuma bilang hati hati "


"emang demo di pabrik menuntut apa"


"menolak karyawan lepas,karyawan lepas di mintak dijadikan kontrak jika tidak mau menjadikan karyawan tetap,upah sesuai UMR yang berlaku ,menolak PHK besar-besaran akibat ancaman resesi global pada tahun 2023,jika di PHK mintak pesangon layak,"kata Radit


"lagian direktur utama buat keputusan aneh aneh"kataku


"kayanya keputusan direktur itu tanpa sepengetahuan dewan direksi RR GROP deh"kata radit


"Sok tau kamu ,gak mungkin Dirut bikin keputusan tanpa dewan direksi ga tau"kataku


"ah sial itu si tua,dia yang bikin keputusan tapi giliran udah kaya gini kami yang ditekan"marah bang Haris yang tiba tiba datang dengan membanting catatannya


"bang Haris udah datang"tanyaku


"dari jam tuju gw udah rapat,bareng Direktur utama,personalia,direktur umum ya"ketus bang Haris,yang lagi emosi


"apa emang keputusannya bang" tanya Radit


"dia mau kami menghandle pendemo dan jangan sampai demo terdengar sampai dewan direksi pusat RR grop "kata bang Haris


"terus rencana nya"kataku


"mas agung dah mintak bantuan TNI polri untuk mengamankan demo,biar tidak ricuh"mas agung direktur umum denger denger adiknya sepupu menikah sama tentara,


"menurut Abang itu dewan direksi tau gak keputusan direktur"tanyaku


"kata mbak tadi pasti tau,gimana sih"seru Radit


"aku heran aja kenapa dia melarang demo ketahuan orang pusat,seakan kalau ketahuan bahaya"kataku


"wah bisa jadi keputusan selama ini tanpa orang pusat ,tapi tujuan nya apa kalau penggelapan dana pasti berhu...."


"hai aku da ada hubungannya ya"seru bang Haris memotong ucapanku


"siapa yang bilang aku kan cuma bilang andai ini ada hubungan sama penggelapan dana,masti melalu direktur keuangan,kalau bang Haris meras bersih berati alasan lain dedam mungkin,kan orang kaya banyak musuhnya apalagi RR GROP perusahhan besar pabrik gula ini cuma sepersepuluh nya"kataku


"terus gimana"tanya Radit


'bang katamu bini mu kenal keluarga dewan direksi coba suruh kontak langsung bilang ada demo,kita lihat reaksi dewan direksi kalau dia santai berati keputusan direktur udah disepakati dewan direksi" kataku


"cuma sebatas kenal itu juga yang kenal mama Marsya,kenal sama nyonya besar nya,ya masak masalah kantor aku bawa mertuaku"kata Haris


"kayanya semua ikut demo dan pabrik lumpuh total'kata radit sambil melihat ke bawah para pendemo mulai datang


"aku sih bukan kasihan sama RR grop kalau gara gara demo pabrik ini rugi,bagi mereka pabrik ini ga da apa apa tapi aku kasihan orang yang udah lama dan tua,semisal pabrik ada masalah terus ditutup kalau kaya bapak ku,aku sih seneng kalau bapak di pecat bisa istirahat karena dari dulu bapak kalau aku suruh berhenti gak mau,tapi kalau yang bagian kebersihan itu kan pada tua dia bisa kerja disini meski lepas udah senang bisa buat makan,kalau tidak kerja lagi gimana mereka bisa makan"kataku


"gimana kalau kita bagi tugas,",mas hari dan Radit langsung melihat kearahku


"mas Haris coba mintak kontak nyonya besar dari mertua mas terus aku dan Radit memantau ke bawah sambil merekam mereka rekamannya kita kirim ke nyonya dan mintak bantuan nyonya besar"kataku


", ya udah kita coba aja bang...."


"masalah hasil kita semua bantu doa bang,yang penting kita dah usaha"kataku,aku dan Radit keluar bergabung ke arah pendemo sekalian merekam aktivitas mereka,


"dit aku mau lihat kesunyian gedung produksi yang ditinggal penghuninya demo"bisikku pada Radit, Radit hanya mengacungkan jempol,kulangkah kan kaki masuk ke dalam gedung


Pada umumnya pemrosesan gula tebu dalam pabrik gula dibagi menjadi beberapa tahapan diataranya melalui proses pemerahan/penggilingan (milling), pemurnian (refining), penguapan (evaporation), kristalisasi, pemisahan dan penyelesaian (sugar handling,setelah selesai merekam semua kondisi aktifitas yang mati aku hendak mencari Radit,sayup sayup ada orang bicara


"gimana aman "kata orang sepertinya karyawan lepas,kunyalakan kamera dan ku dekati mereka pelan,


"ini bayaran kalian "


"ingat kalau bisa buat para pekerja mogok kerja,tiga hari,"


"makasih bang"mereka pergi berpencar tinggal satu orang


"aman bang"


"kerja bagus"kata orang terahkir keluar direktur umum pak agung


"bagus,semua sesuai rencana,kalau pabrik ga beroperasi tiga hari maka stok akan kosong dan pabrik akan rugi milyaran dan tersangkanya direktur tua itu"kata direktur umum lalu pergi bersama orang terahkir,setelah mereka pergi aku baru bisa bernafas berati emang disengaja kaki ku buat jalan terasa lemas kaya jelly,ahkirnya aku kirim posisiku pada Radit selang lima belas menit ku dengar langkah orang karena aku kira Radit aku langsung keluar dari persembunyian, tapi aku salah disana masih ada pak agung dan satu orang yang tadi,sedang merokok sambil menyeringai jahat ke arah ku,membuatku lemas,aku emang jago silat tapi itu di arena bukan dunia nyata begini,ponselku yang tadi masih ku pegang segara ku hubungkan dengan Radit melalui vidio call dan langsung kumasukan dalam kantong tanpa tahu udah tersambung apa belum aku berputar hendak lari,tapi ternyat aku telah dikepung mereka,jadi mereka tadi belum pergi apa tadi hanya mengecoh ku,apa sekarng saat nya aku praktekkan latihan beladiri selama dua puluhan tahun di kehidupan nyata,


"dia putri salah satu satpam,juga staf keuangan tangan kanannya haris"kata seseorang di antara mereka


"kita apa kan enaknya,cantik sayang kalau langsung dibunuh gimana kalau kita cicipi dulu"kata mas agung


"apa tujuan kalian semua,hah"teriakku semoga Radit mengakat telpon ku dan tau keberadaan ku


"aku ingin pabrik ini hancur sehancur hancurnya"kata direktur umum


"tapi kalau pabrik ini hancur akan banyak pengangguran"kataku


"mereka aja yang bodoh mudah dimanfaatkan"belum sempat aku menjawab seseorang tiba tiba mendekap ku dari belakang,secara spontan ku injak kakinya dengan sepatu ku dan ku arahkan sikuku ke wajahnya dengan sangat keras, hingga aku bisa terlepas,


"woi tenyata punya nyali ,serang bersama"


"kalian tidak malu satu wanita mau melawan lima laki laki",suara laki laki,waktu ku toleh aku melihat Raffi dan Radit berlari kearah ku dan dengan sigap berdiri di depanku


"sialan Hajar mereka"perintah pak agung,dan dia langsung berjalan pergi


"mau kemana anda ,anda harus mempertanggungjawabkan perbuatan anda"kataku


"iya "katanya sambil mengambil kayu disamping nya,dan dipukul kearah ku,aku yang terkejut reflek mengakat lengan lu menangkisnya,belum sempat aku memberikan perlawanan Rafi dah berlari untuk meringkusnya,dan kulihat kelima anak buahnya dah terlempar di tanah kulihat Radit yang masih ngos ngosan mengatur nafas,


"kamu ga apa apa"kata Radit aku hanya menggeleng


"nafasmu kaya mau habis aja dit,beda sama dia"ku tunjuk rafi yang sedang mengikat p.agung dan ke lima anak buahnya


"sialan ya beda lah dia terlatih ",sewotnya


"gimana tanganmu "tanya Rafi yang sudah di sampingku dan langsung memegang tanganku bekas menangkis kayu


"darah 'kata Radit melihat kemeja putihku lengannya udah merah


"ah sial lihat kayu ini"kata Rafi memegang kayu yang buat memukulku ternyata ada beberapa paku yang menancap di sana


"kamu urus dia,aku akan membawa berobat "kata rafi langsung menyeret ku pergi