My soul mate

My soul mate
89. Trauma masa lalu



Sudah satu minggu aku tinggal di rumah Pak le, rencana mau mencari apartemen atau kos-kosan dekat proyek yang sedang ku kerjakan atau dekat kantor konstruksi tempatku bekerja gagal total, karena tidak diizinkan oleh Pak le setelah meminta saran dari mama ,mama menyarankan supaya aku tinggal di rumah Pak le saja anggap aja aku menyewa di sana tapi tidak dengan membayar dengan uang, aku bisa dengan memberikan mereka bahan-bahan pokok .


"Itu mobil pak lik pakai aja daripada kamu tiap hari naik ojek " kata pak lek .


"Iya pakai aja mobilnya, kemana-mana paklek pasti pakainya motor mobil dipakai kalau kita lagi pergi bersama" ucap bulek, tumben baik kataku dalam hati apa karena aku sering membelikan bulek sesuatu makanya dia baik padaku dia juga tidak menggangguku kalau aku sudah mengurung bekerja di kamar.


" Mbak antar aku ke fotocopy depan dong mau beli alat gambar"


"kalau sama papa aja gimana"


"Nggak mau kalau sama papa dan mama belinya pasti yang murah" kata Affan.


" Papa janji kali ini kamu bebas mau beli apa papa nggak akan melarang".


"Sudah nggak apa-apa Pak lek sekalian aku juga mau ada yang ku beli"


Dengan mengendarai motor Pak le aku dan Affan ke tempat foto copy, tapi apes di depan banyak para pemuda yang lagi nongkrong seharusnya aku biasa saja Aku bukan ABG yang harus malu kau digodain Aku wanita dewasa tapi masalahnya di sana ada Fathar. Sudah satu minggu sejak dia meminta nomor ponselku dia sudah beberapa kali menghubungiku tapi karena menurutku tidak penting cuma aku baca sekilas terkadang juga tak ku baca karena aku menganggapnya tak penting.


"Pada da mau ke mana" ucap Fathar menghampiri aku yang sudah menghentikan motor di depan fotocopy.


" Mau ke fotokopi Om mau beli alat gambar"jawab Affan.


"Ini kamu beli yang kamu mau beli om pinjam mbak Feby-nya sebentar boleh" katanya sambil menyerahkan dua lembar uang merah kepada Affan, yang langsung diterima dengan suka kita olehnya.


"mau apa sih ada yang penting" ucapku setelah kami duduk di bangku di tempat jual es kelapa muda.


"kok pesanku tidak pernah dibales dibaca juga kadang malah ada yang 2 hari baru dibaca padahal aku lihat online"


"pertanyaanmu tidak penting"


"kok nggak penting"


"Iyalah cuma menanyakan Udah makan ,lagi ngapain gak ada yang penting" jawabanku bukannya membuat dia marah malah tersenyum tipis.


"Aku penasaran siapa laki-laki yang merubah mu seperti ini pasti dia sangat spesial"


"maksudnya apa"


" Pasti kamu sangat mencintai laki-laki itu sehingga tidak mau didekati laki-laki lain,"


"Hah" jadi dia menuduh aku sudah ada pacar makanya tidak mau di dekati olehnya karena setia pada kekasihku.


"Apa lelaki yang datang denganmu di acara ulang tahun dan penghargaan perusahaanmu itu"


" Aku tidak perlu menjawabnya itu privasiku "kata aku saat melihat Affan mendekat.


" Om ini duit kembalinya " kata Affan.


"Buat jajan Affan sama mbak Feby" tanpa menjawab dan bilang terimakasih aku menarik Affan menjauh meninggalkan Fathar. Sudah 2 Minggu sejak malam itu aku tidak pernah ketemu Fathar lagi , aku berangkat kerja pagi pulang malam selalu begitu bahkan hari Sabtu dan Minggu aku tetap bekerja dengan mengendarai mobil punya Pak lek, terkadang aku tidak pulang bisa tidur di kantor kontruksi untuk menyelesaikan beberapa masalah biar cepat selesai.


"kamu itu wanita jangan terlalu di forsir pekerjaanmu carilah jodohmu jangan terus bekerja," kata pak lek tadi pagi habis salat subuh pak lek mengajakku jalan pagi kami jogging berdua dan setelahnya kami bersantai sambil menikmati bubur ayam sambil ngobrol.


" Jodoh nggak usah dicari Pak lek kalau sudah waktunya datang juga bakal datang sendiri"


"kita Kan sehati palik mengingat 10 tahun terakhir kita selalu bersama-sama udah kayak saudara kembar"


"iya sudah saudara kembar beda Ayah beda ibu tapi, "


" Dulu bapaknya Bagas seingat paklek mereka dijodohkan yang kalau nggak salah mereka sempat menolak eh giliran ketemu langsung cocok, apa perlu ya kamu dan bagas itu pak lek carikan jodoh" kata-kata Pak lek membuatku tersedak bubur ayam.


" Apaan sih Pak lek kalau mau nyari jodoh cariin Bagas dulu yang udah tua baru aku ntar aku cari sendiri, kalau nggak tuh Bagas kenalin Rini "


"kalau bisa yang lebih baik dari Rini kenapa harus Rini"


"hahaha siapa tahu pak lek cari saudaranya deket nggak yang jauh"


" Affan bilang Pak lek kalau, dia pernah lihat letnan Fathar menemui kamu, apa kalian mempunyai hubungan"


"Enggak emang kenapa Pak lek "


" Enggak cuma mau ngasih tahu kalau ada hubungan pak lek nggak ngelarang cuma mempertegas jangan mau dipermainkan ,dia kan golongan perwira takutnya keluarganya juga menjodohkannya dengan keluarga yang berpangkat pak lek nggak mau kamu di hina keluarga mereka, cukup mbak yang pernah dihina mertua jangan sampai anaknya juga dihina"


"Pak le tahu kalau keluarga papa menghina mama"


" Pak lek tahu dari mbahmu alias Ibu Pak lek yang nangis-nangis nggak terima anak perempuan satu-satunya dihina gara-gara nggak bisa melahirkan anak laki-laki, padahal kita tahu mau laki -laki atau mau perempuan anak itu bukan pilihan kita itu sudah ada yang menentukan"


" Apa Mungkin karena itu pulang yang membuat nenek memaksa ibu merahasiakan keberadaan Isal" kataku lirih.


" kalau dari watak mamamu ada rahasia yang disembunyikan mamamu tapi kita tidak tahu, bukan hanya karena hinaan keluarganya papamu saja"


"Apa karena pernikahan papa"


"Bisa jadi tebakan pak lik karena itu juga tapi rahasia apa Kan pak lek nggak tahu hanya mamamu dan papamu yang tahu"


" yang buatku aneh aku tuh pernah melihat postingan istri baru papa masa anaknya umurnya tidak jauh berbeda sama Isal , sedangkan seminggu setelah bercerai papa menikah dan Mama ketahuan hamil 2 bulan seandainya papa nikah dan istri mudanya langsung hamil minimal anaknya usianya beda 3 bulan atau 2 bulan setengah dengan Isal"


" Itu hak kamu untuk mencari kebenaran Om orang luar tidak ada urusan untuk mencari kebenaran tentang mereka, apapun yang terjadi dia tetap papamu anaknya juga adikmu seperti Isal meski beda mama denganmu"


"Semoga aku bisa memaafkan papa pak lek"


"Kalau dia minta maaf alangkah baiknya kamu juga memaafkannya jangan hanya ingat keburukannya saja ingat juga kebaikan dia"


"akan Feby usahakan untuk tidak membenci papa dan keluarga papa"


" Apa kamu pernah berjumpa lagi dengan papamu "


" Setelah papa bercerai dengan Mama papa tidak pernah menghubungiku kecuali SMS m-banking yang setip bulan ku terima sampai sekarang "


" Jangan jadikan tindakan papamu untuk membenci kami kaum pria, masih banyak pria di dunia ini yang lebih baik daripada papamu contohnya pakde dan Pak lek mu ini" kata Pak lek sambil sontak aku tertawa kecil mendengar kata kata pak lek.


" Benerkan pakdemu habis budhe mu melahirkan Bagas masih setia padahal setelah melahirkan budhe mu langsung di steril karena ada penyakit rahimnya tapi sampai sekarang allhamdullilah masih awet ".


Jadi masih Single kemungkinan laki - laki itu Bagas sepupunya apa mungkin dia trauma seperti kata pak lek nya tadi.


"ayoo balik kenyang ni "tegur Ali mengagetkan aku yang sedang menguping pembicaraan Feby dengan Serma Yusuf, karena takut ketahuan tanpa menjawab Ali aku langsung berdiri dan pergi menjauh segera membayar makananku dan Ali membuat Ali heran.